Identifikasi Masalah Pembelajaran

Identifikasi Masalah Pembelajaran

HermanAnis.com – Teman-teman semua, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas satu topik terkait persiapan pembelajaran yakni identifikasi masalah pembelajaran. Selain untuk persiapan pembelajaran, hal ini juga dapat di gunakan untuk merumuskan masalah dalam penelitian pendidikan.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Baca Juga : Eksplorasi Penyebab Masalah

Identifikasi masalah pembelajaran merupakan satu fase yang penting di lakukan pendidik sebelum merancang pembelajaran. Identifikasi masalah pembelajaran bertujuan untuk mengetahui masalah yang ada, mengidentifikasi akar masalahnya, dan menganalisis solusi yang cocok untuk mengatasinya.

Identifikasi masalah pembelajaran

Sehingga, identifikasi masalah pembelajaran dapat berfungsi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.

Baca Juga: Soal Pedagogik PPG

Identifikasi Masalah Pembelajaran

Sebelum kita lebih jauh tentang identifikasi masalah pembelajaran, kita perlu memetakan dahulu topik atau aspek yang akan di identifikasi permasalahannnya.

Permasalahan dalam pembelajaran dapat dibagi menjadi dua bagian besar yakni masalah dalam belajar (yang dialami oleh peserta didik) dan masalah dalam mengajar (yang dihadapi oleh pendidik).

Masalah dalam Belajar

Permasalahan peserta didik dalam belajar dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu,

  1. Faktor internal seperti, faktor jasmani, faktor psikologis, faktor kelelahan.
  2. Faktor eksternal: guru sebagai pembina siswa belajar, prasarana dan sarana pembelajaran, kebijakan penilaian, kurikulum dan Metode mengajar guru.

Dua faktor ini dapat dijadikan fokus identifikasi. Contohnya dengan menganalisis faktor psikologis peserta didik, seperti mengidentifikasi minat, gaya belajar, motivasi dan lainnya. Untuk memperoleh data tersebut tentu perlu pengukuran yang standar.

Baca Juga: Identifikasi Masalah terkait membangun Relasi-Hubungan dengan Orang Tua

Masalah dalam Mengajar

Untuk permasalahan pendidik dalam mengajar, ada beberapa topik yang dapat di jadikan sebagai dasar dalam mengidentifikasi permasalahan, di antaranya adalah;

  1. Masalah pengarahan
  2. Masalah evaluasi dan penilaian
  3. Masalah isi dan urutan-urutan pelajaran.
  4. Masalah metode dan sistem penyajian bahan pelajaran.
  5. Masalah hambatan-hambatan.

Baca Juga: Soal Pedagogik PPG

Masalah Umum dalam Pembelajaran

Selain itu topik atau aspek-aspek di atas, kita juga dapat melakukan identifikasi masalah berdasarkan permasalahan umum yang sering terjadi dalam pembelajaran. Beberapa permasalahan umum tersebut adalah:

Permasalahan pada pendidik

  1. Belum maksimal menggunakan model, strategi dan metode pembelajaran.
  2. Belum maksimal dalam pengelolaan kelas
  3. Tidak disiplin, sering terlambat
  4. Kurang motivasi untuk mengembangkan diri
  5. Susah menerima informasi yang baru, nyaman dengan pengetahuan lama, padahal banyak hal yang hasrus berubah
  6. Penguasaan konten materi kurang dan tidak ada inisiatif mengembangkan diri
  7. Penguasaan TIK yang rendah namun tidak ada upaya untuk meningkatkan kemampuan
  8. Minim kreativitas dalam pembelajaran

Baca Juga:

Permasalahan pada peserta didik

  1. Tidak antusias/sibuk sendiri
  2. Datang terlambat
  3. Susah bertanya dan mengungkapkan pendapat
  4. Sering izin keluar masuk kelas
  5. Siswa yang absen/izin sakit sehingga ketinggalan beberapa pertemuan.
  6. Minat dan motivasi belajarnya rendah

Cara melakukan Identifikasi Masalah Pembelajaran

Identifikasi masalah pembelajaran

Untuk mempermudah teman-teman dalam melakukan identifikasi masalah, teman-teman dapat membuat tabel identifikasi masalah yang terdiri dari topik/aspek pembelajaran, bentuk permasalahan pembelajaran dan akar masalah pembelajaran. Berikut contoh tabel yang di maksud.

Tabel 1. Identifikasi Masalah Pembelajaran

Topik/aspek pembelajaranBentuk Permasalahan PembelajaranAkar Masalah (penyebab masalah)
Penguasaan Guru terhadap Model, Pendekatan, Strategi, Metode & Teknik Pembelajaran InovatifPenguasaan Guru terhadap Model, Pendekatan, Strategi, Metode & Teknik Pembelajaran Inovatif yang masih rendah – Puas dengan apa yang dipahami saat ini
– Kurang inisiatif untuk mengembangkan diri
– Referensi belum tersedia,
– minim pelatihan
Materi Pembelajaran dan soal HOTSTidak memahami secara utuh apa itu HOTS, akibatnya tidak mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran HOTS begitu pula dengan membuat soal level HOTS– Merasa cukup dengan apa yang dipahami, dan tidak merasa perlu un
– Minim pelatihan
Pemahaman literiasi seperti, literasi numerasi, literasi membaca dan literasi sainsBelum dapat mengintegrasikan Literasi numerasi, literasi membaca atau literasi sains dalam pembelajaran karena tidak memahaminya.– Hal baru bagi mereka, namun belum menjadi perhatian untuk mempelajarinya.
– Minim pelatihan
Karakteristik Peserta DidikKurang memahami karakteristik peserta didiknya seperti, kemampuan awal, minat, gaya belajar, perkembangan kognitifnya.Belum atau tidak pernah melakukan pengukuran secara khsusus terhadap hal ini, mungkin karena :
1. menganggap ini tidak penting
2. ingin melakukan tapi tidak memahami
3. minim pelatihan
AsesmenPendidik belum bisa menerapkan asesment of, as & for learning dengan baik.– Kurang pemahaman dan minim motivasi untuk memahami
– Minim pelatihan

Baca Artikel Terkait:

Identifikasi Masalah Pembelajaran

Isi dalam Tabel 1 ini hanya contoh saja, ini bisa saja tidak sesuai dengan kondisi di tempat kerja, atau di lingkungan teman-teman semua. Olehnya itu, identifikasi masalah perlu di lakukan apa adanya, sesuai kondisi real yang ada.

Baca Juga: Pengertian, Prinsip, Indikator dan Pentingnya Literasi Numerasi

Hal lain yang perlu diperhatikan

Untuk membantu pendidik dalam mengidentifikasi masalah yang ada, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan,

  1. Membaca sebanyak-banyaknya literatur yang berhubungan dengan bidang permasalahan yang akan di selesaikan atau di teliti dan bersikap kritis terhadap apa yang di bacanya;
  2. Menghadiri pertemuan ilmiah seperti seminar, kuliah tamu, atau ceramah-ceramah profesional;
  3. Melakukan pengamatan-pengamatan terhadap situasi atau kejadian-kejadian di lingkungan belajar secara cermat dan fokus pada masalahn, kemudian mencatatnya;
  4. Melakukan perekaman aktivitas pembelajaran yang di lakukan dan melakukan evaluasi kelemahan-kelemahan berdasarkan rekaman tersebut;

Kegiatan identifikasi ini dapat di awali dengan kegiatan pengumpulan informasi dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, data ini kemudian di analisis untuk memperoleh masalah yang mendasar.

Baca Juga: Kriteria Pakar dalam Wawancara Eksplorasi Penyebab Masalah

Setelah teman-teman mengidentifikasi permasalahan, selanjutnya mengekplorasi penyebab masalahnya apa. Dari Identifikasi masalah pembelajaran dan ekplorasi penyebab masalahnya kemudian menjadi dasar dalam menentukan penyebab masalahnya apa.

Baca juga :

Demikian, mudah-mudahan dapat membantu.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: