LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah

LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah

HermanAnis.com. Teman-teman semua, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas satu topik terkait persiapan pembelajaran inovatif yakni LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah PPG.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Baca Juga: Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa

Pada kegiatan ini, teman-teman diminta untuk melakukan diskusi mengenai bagaimana mengklasifikasi/ mengelompokkan/mengkonsultasikan penyebab masalah yang telah diidentifikasi. Selanjutnya, tuangkan hasil kegiatan ini pada LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah.

Untuk mengisi LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah ini teman-teman membutuhkan tabel isian dari LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah Kajian Literatur dan LK 1.1. Identifikasi Masalah.

Contoh LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah PPG 2022

Baca juga: Contoh hasil Identifikasi Masalah dan Akar Penyebab Masalah Pembelajaran

A. Contoh Penentuan Penyebab Masalah

Masalah-masalah pembelajaran yang telah di jelaskan sebelumnya dapat memiliki akar penyebab yang beragam. Di bawah ini saya akan mencoba mengidentifikasi akar penyebab umum dari berbagai masalah dalam LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah beserta rujukannya:

1. Kurangnya Motivasi Siswa

Akar Penyebab: Akar penyebab umum dari kurangnya motivasi siswa adalah ketidakcocokan antara pengajaran dan kebutuhan atau minat siswa.

Rujukan:
Deci, E. L., Vallerand, R. J., Pelletier, L. G., & Ryan, R. M. (1991). Motivation and education: The self-determination perspective. Educational psychologist, 26(3-4), 325-346.

Baca juga: Faktor Penyebab Rendahnya Minat Belajar Siswa

2. Masalah Kesehatan atau Gangguan Perkembangan

Akar Penyebab: Akar penyebab utama adalah kondisi kesehatan fisik atau gangguan perkembangan yang memengaruhi kemampuan siswa untuk berpartisipasi dalam pembelajaran.

Rujukan:
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (DSM-5®). American Psychiatric Pub.

Baca Juga: Penyebab Rendahnya Hasil Belajar Siswa

3. Kurangnya Sumber Daya Pendidikan

Akar Penyebab: Kurangnya sumber daya pendidikan sering kali disebabkan oleh faktor-faktor ekonomi dan kebijakan pendidikan.

Rujukan:
World Bank. (2005). Education for all: Global monitoring report 2005: The quality imperative. World Bank Publications.

4. Gangguan Lingkungan Keluarga

Akar Penyebab: Gangguan lingkungan keluarga bisa berasal dari konflik keluarga, perceraian, atau masalah lain dalam rumah tangga yang memengaruhi kesejahteraan anak.

Rujukan:
Amato, P. R. (2001). Children of divorce in the 1990s: An update of the Amato and Keith (1991) meta-analysis. Journal of family psychology, 15(3), 355-370.

5. Kurikulum yang Tidak Sesuai

Akar Penyebab: Kurikulum yang tidak sesuai mungkin disebabkan oleh kebijakan pendidikan yang kurang relevan dengan kebutuhan siswa.

Rujukan:
Popham, W. J. (2009). Assessment literacy for teachers: Faddish or fundamental? Theory into Practice, 48(1), 4-11.

6. Kurangnya Dukungan Sosial

Akar Penyebab: Kurangnya dukungan sosial bisa disebabkan oleh ketidakpahaman teman sebaya atau kurangnya peran aktif dari guru dalam memfasilitasi interaksi sosial positif di kelas.

Rujukan:
Wentzel, K. R., & Wigfield, A. (2009). Handbook of motivation at school. Routledge.

7. Gaya Pembelajaran yang Tidak Cocok

Akar Penyebab: Akar penyebabnya adalah ketidaksesuaian antara metode pengajaran yang digunakan oleh guru dan gaya pembelajaran individual siswa.

Rujukan:
Coffield, F., Moseley, D., Hall, E., & Ecclestone, K. (2004). Learning styles and pedagogy in post-16 learning: A systematic and critical review. Learning and Skills Research Centre.

8. Konflik antara Siswa atau Bullying

Akar Penyebab: Akar penyebabnya adalah ketidakharmonisan hubungan antara siswa atau tindakan perundungan yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perbedaan sosial, agresi, atau tekanan kelompok.

Rujukan:
Smith, P. K., Mahdavi, J., Carvalho, M., Fisher, S., Russell, S., & Tippett, N. (2008). Cyberbullying: Its nature and impact in secondary school pupils. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 49(4), 376-385.

9. Keterbatasan Keterampilan Studi

Akar Penyebab: Akar penyebabnya adalah kurangnya pemahaman siswa tentang keterampilan belajar efektif dan bagaimana mengelola waktu dan sumber daya dengan baik.

Rujukan:
Hattie, J., Biggs, J., & Purdie, N. (1996). Effects of learning skills interventions on student learning: A meta-analysis. Review of Educational Research, 66(2), 99-136.

10. Kurangnya Fasilitas dan Akses Teknologi

Akar Penyebab: Akar penyebab utama adalah kurangnya investasi dalam infrastruktur pendidikan, akses ekonomi terbatas, atau ketidaksetaraan dalam distribusi sumber daya teknologi.

Rujukan:
Warschauer, M., & Matuchniak, T. (2010). New technology and digital worlds: Analyzing evidence of equity in access, use, and outcomes. Review of Research in Education, 34(1), 179-225.

11. Kurangnya Keterlibatan Orang Tua

Akar Penyebab: Akar penyebabnya bisa berasal dari ketidakpahaman orang tua tentang pentingnya peran mereka dalam pendidikan anak-anak atau faktor-faktor eksternal yang menghambat keterlibatan orang tua.

Rujukan:
Epstein, J. L., Sanders, M. G., Simon, B. S., Salinas, K. C., Jansorn, N. R., & Van Voorhis, F. L. (2002). School, family, and community partnerships: Your handbook for action (Second Edition). Corwin Press.

12. Perasaan Stres atau Kecemasan

Akar Penyebab: Akar penyebabnya adalah tekanan psikologis atau situasi stres yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk tekanan akademik, hubungan sosial, atau masalah pribadi.

Rujukan:
Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer Publishing Company.

Dalam setiap kasus, akar penyebab masalah pembelajaran bisa menjadi kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Rujukan yang disebutkan di atas adalah panduan umum untuk memahami akar penyebab, dan pendekatan yang efektif untuk mengatasi masalah pembelajaran biasanya melibatkan penilaian mendalam dan intervensi yang sesuai dengan masalah dan kebutuhan individu siswa.

B. Format LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah

Format LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah PPG di berikan dalam tabel 1 berikut ini.

Tabel 1. Penentuan Penyebab Masalah PPG

Format LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah PPG 2022

Baca Juga: Masalah Motivasi Belajar Siswa

Untuk mengisi Format LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah pada kolom Hasil eksplorasi penyebab masalah, teman-teman harus membuka LK 1.2 eksplorasi penyebab masalah berdasarkan hasil kajian literatur, wawancara dan data lainnya yang berhasil di peroleh.

Bagaimana cara mengisinya? Anda cukup menuliskan apa masalah utama yang telah di eksplorasi kemudian, silahkan melengkapi variabel-variabel atau akar-akar yang menjadi penyebabnya. Contohnya ada dalam tabel 2. di bawah ini.

Untuk mengisi kolom “Akar Penyebab Masalah”, teman-teman perlu menetapkan satu faktor penyebab, sebagai penyebab utama dari masalah yang di identifikasi. Teman-teman perlu melakukan sintesis terhadap semua faktor-faktor yang menjadi penyebab masalah yang di identifikasi, kemudian buat keterkaitan anatara satu faktor penyebab masalah dengan faktor lainnya.

Hal ini dapat dilakukan dengan membuat garis yang menghubungkan setiap faktor atau variabel tersebut. Dari jaring-jaring yang dibuat, akan muncul variabel/faktor yang paling banyak memiliki keterkaitan dengan faktor lain. Tetapkan faktor/variabel tersebut sebagai akar penyebab masalah utama yang akan diselesaikan.

C. Contoh 1. Hasil isian LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah

Berikut kami berikan contoh hasil isian LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah. Ini hanya contoh saja, mohon untuk bijak menggunakan ini sebagai rujukan. Penentuan penyebab masalah yang di hadapi oleh teman-teman bisa berbeda.

Tabel 2. Contoh hasil isian LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah

NoHasil eksplorasi penyebab
masalah
Akar penyebab masalahAnalisis akar penyebab masalah
1Siswa kurang
termotivasi belajar
mandiri di rumah
(kesiapan belajar)

yang di sebabkan oleh rendahnya/kurangnya/belum optimalnya,
– Kepercayaan diri
– Minat belajar
– Tanggung jawab
– Disiplin
– Kecerdasan
– Tingkah laku
– Lingkungan
keluarga
– Fasilitas belajar
– Metode
pembelajaran
yang di gunakan
guru
Lingkungan keluarga kurang mendukung aktivitas belajar mandiri PD di rumahBerdasarkan hasil diskusi dan analisis di tentukan bahwa akar penyebab maslah adalah faktor lingkungan keluarga yang tidak memotivasi
anaknya untuk belajar mandiri di rumah atau kesiapan belajarnya

Motivasi oleh lingkungan keluarga perlu di lakukan karena untuk mencapai pembelajaran yang inovatif di sekolah perlu adanya pembelajaran yang di persiapkan di rumah sebagai kesiapan
belajar siswa

Untuk menciptakan pembelajaran yang baik di perlukan kesiapan belajar siswa d irumah, guru dan orangtua yang perlu di perhatikan antara lain : sumber atau media belajar, tempat belajar, waktu belajar dan cara belajar siswa di rumah.

Diperlukan kerja sama antara guru dan orangtua dalam membimbing anak untuk persiapan kemandirian belajar siswa. Perlu motivasi atau dorongan terutama pihak orangtua dan keluarga kepada anaknya terhadap kontrol belajar di rumah

Baca Juga:

D. Contoh 2 Penentuan Penyebab Masalah

NoHasil eksplorasi penyebab
masalah
Akar penyebab masalahAnalisis akar penyebab masalah
2Siswa tidak aktif (Pasif) saat melakukan diskusi kelompok. Ini dapat di sebabkan oleh rendahnya/kurangnya/belum optimalnya,
– Tanggung jawab
– Percaya diri
– Pemahaman materi diskusi
– Minat siswa
– Kemampuan siswa
memecahkan malasah
– Metode pembelajaran yang di gunakan guru
Pemahaman PD terhadap materi yang di diskusikan belum memadaiBerdasarkan hasil diskusi dan analisis dapat di tentukan bahwa akar penyebab masalah adalah pemahaman materi siswa sangat rendah

Pemahaman siswa akan suatu materi tertentu dapat berdampak negatif dan menghambat terhadap proses pembelajaran, jadi siswa di harapkan memiliki pemikiran, daya serap dan pemahaman materi yang tiinggi dan kritis untuk mempermudah jalannya proses pembelajaran diskusi yang menarik dan efektif.

Untuk menciptakan proses pembelajaran diskusi yang menarik dan efektif. Guru memberikan perhatian khusus pada hal-hal yang amat menarik siswa dan daya serap pemahaman materi

Guru melakukan penekanan, penjelasan dan penguatan pada materi yang di anggap sulit

D. Contoh 3. Hasil Isian LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah

NoHasil eksplorasi penyebab
masalah
Akar penyebab masalahAnalisis akar penyebab masalah
3Kurangnya perhatian/kontrol
dari orangtua akan tugas Pekerjaan Rumah anak yang
di berikan guru.
Hal Ini dapat di sebabkan oleh: rendahnya/kurangnya/belum optimalnya,
– Motivasi/dukungan dari orangtua
– Tanggung jawab
– Disiplin
– Relasi guru dan orangtua
Motivasi/dukungan dari orangtua belum optimalBerdasarkan hasil diskusi dan analisis
di temukan bahwa akar penyebab masalah adalah orang tua perlu melakukan motivasi terhadap
anaknya dalam menumbuhkan semangat siswa mengerjakan tugas di rumah

Pemberian tugas di rumah memiliki tujuan dan harapan di mana siswa bisa menambah waktu belajarnya , karena seorang pelajar memiliki kewajiban belajar, mereka harus menggunakan waktunya sebaik mungkin untuk belajar dan mengerjakan tugas yang di berikan guru sehingga penting melibatkan orangtua sebagai motivator pembelajaran anak di rumah

Agar siswa di rumah semangat dan tertib mengerjakan tugas sekolah hendaknya orang tua mendampingi anak dalam mengerjakan tugas

Orangtua di rumah juga bisa melakukan motivasi dengan Menyusun jadwal megerjakan tugas, memberikan contoh untuk membantu menyelesaikan tugas dan ciptakan suasanan belajar yang menyenangkan

Baca Juga: LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah

Demikian, semoga bermanfaat.

Serumit apapun jalan hidupmu kawan,
selama engkau masih tahu arah kiblat untuk bersujud,
maka yakinlah,
Allah akan memberi petunjuk kawan…


Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca