Contoh LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah PPG

Contoh LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah PPG 2022

HermanAnis.com. Teman-teman semua, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas satu topik terkait persiapan pembelajaran inovatif yakni Contoh LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah PPG.

Untuk mengisi LK 1.3 teman-teman membutuhkan tabel isian dari LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah Kajian Literatur dan LK 1.1. Identifikasi Masalah.

A. Contoh LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah PPG

Baca Juga: Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa

Contoh LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah PPG 2022

Baca juga: Contoh hasil Identifikasi Masalah dan Akar Penyebab Masalah Pembelajaran

Format Contoh LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah PPG di berikan dalam tabel 1 berikut ini.

Tabel 1. Penentuan Penyebab Masalah PPG

NoHasil eksplorasi penyebab
masalah
Akar penyebab masalahAnalisis akar penyebab masalah
1– Rendahnya Rasa ingin tahu PD
– Emosional PD tidak stabil
– Rendahnya Perhatian orang tua
– Fasilitas belajar yang belum memadai
– Media pembelajaran belum inovatif
– Model, Metode atau strategi pembelajaran yang di lakukan
oleh guru belum inovatif
Model, metode atau strategi
pembelajaran yang di terapkan Pendidikan belum inovatif.
Setelah di lakukan analisis dan diskusi, berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat belajar siswa di antaranya:
– rasa ingin tahu siswa,
– Faktor emosional siswa,
– faktor fisiologis siswa,
– tingkat kecerdasan siswa, perhatian orang tua,
– fasilitas belajar,
– lingkungan sekolah,
– pemberian umpan balik,
– media pembelajaran,
– model pembelajaran serta metode atau cara dan strategi mengajar di tentukan bahwa akar penyebab masalah adalah metode atau cara mengajar guru.

Penerapan model, metode atau strategi pembelajaran yang tidak sesuai dengan karakteristik materi dan siswa akan menimbulkan banyak permasalahan lainnya termasuk minat belajar siswa yang rendah.

Penggunaan metode yang tepat akan meningkatkan minat belajar siswa. Untuk mewujudkan kegiatan pembelajaran yang menarik demi meningkatkan minat belajar siswa perlu di lakukan perencanaan dan persiapan yang matang sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung efektif.
Oleh karena itu guru harus mendesain pembelajaran yang menarik minat siswa dengan menggunakan model dan metode dan strategi yang sesuai.

Baca Juga: Masalah Motivasi Belajar Siswa

Contoh LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah PPG 2022

B. Contoh LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah PPG pada mata pelajaran matematika.

Penentuan penyebab masalah dalam pembelajaran adalah langkah penting untuk memahami akar permasalahan dan merancang solusi yang efektif.

Berikut ini adalah contoh penentuan penyebab masalah berdasarkan identifikasi masalah dalam pembelajaran:

Masalah: Tingkat kelulusan siswa dalam ujian matematika menurun secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah 1:

Identifikasi Masalah Identifikasi masalah adalah langkah pertama dalam menentukan penyebab masalah. Dalam contoh ini, masalah yang diidentifikasi adalah tingkat kelulusan siswa dalam ujian matematika yang menurun.

Langkah 2:

Kumpulkan Data Selanjutnya, kumpulkan data yang relevan untuk memahami situasi secara lebih mendalam. Dalam hal ini, Anda dapat mengumpulkan data berikut:

  1. Hasil ujian matematika siswa dalam beberapa tahun terakhir.
  2. Metode pengajaran yang digunakan oleh guru dalam pengajaran matematika.
  3. Tingkat kehadiran siswa di kelas.
  4. Keterlibatan orang tua dalam pembelajaran siswa.
  5. Sarana dan prasarana yang tersedia untuk pembelajaran matematika.

Langkah 3:

Analisis Data Setelah mengumpulkan data, analisis data tersebut untuk mencari pola atau hubungan yang mungkin menjadi penyebab masalah. Misalnya:

  • Jika hasil ujian menunjukkan bahwa banyak siswa mendapat nilai rendah dalam topik matematika tertentu, mungkin ada masalah dengan cara topik ini diajarkan atau dipahami.
  • Jika tingkat kehadiran siswa rendah, itu dapat memengaruhi kinerja mereka dalam ujian.
  • Jika keterlibatan orang tua rendah, ini dapat memengaruhi dukungan yang siswa terima di rumah untuk belajar matematika.

Langkah 4:

Identifikasi Penyebab Setelah menganalisis data, identifikasi penyebab yang mungkin dari masalah tersebut. Contoh penyebab yang mungkin:

  1. Metode pengajaran yang tidak efektif atau kurang menarik bagi siswa.
  2. Rendahnya tingkat kehadiran siswa di kelas.
  3. Kurangnya dukungan dari orang tua dalam pembelajaran matematika.
  4. Kurangnya sumber daya atau fasilitas yang memadai untuk pembelajaran matematika.

Langkah 5:

Merancang Solusi Setelah mengidentifikasi penyebab masalah, langkah selanjutnya adalah merancang solusi yang tepat. Misalnya, Anda dapat:

  1. Mengembangkan metode pengajaran yang lebih interaktif dan menarik untuk matematika.
  2. Meningkatkan kehadiran siswa dengan mengadopsi strategi seperti insentif kehadiran atau program mentoring.
  3. Mengadakan pertemuan orang tua-guru untuk meningkatkan dukungan orang tua dalam pembelajaran matematika.
  4. Meminta dukungan dari pihak sekolah atau pemerintah untuk meningkatkan fasilitas dan sumber daya untuk pembelajaran matematika.

Dengan langkah-langkah ini, Anda dapat mengidentifikasi penyebab masalah dalam pembelajaran dan merancang solusi yang sesuai untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa dalam matematika.

C. Contoh LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah pembelajaran terkait motivasi belajar peserta didik rendah

Berikut kami berikan langkah-langkah dalam penentuan penyebab masalah terkait motivasi peserta didik yang rendah.

Langkah 1: Identifikasi Masalah

Masalah: Motivasi belajar peserta didik rendah dalam pembelajaran.

Langkah 2: Kumpulkan Data

Untuk mengidentifikasi penyebab motivasi belajar rendah peserta didik, Anda dapat mengumpulkan data sebagai berikut:

  1. Survei motivasi belajar peserta didik.
  2. Wawancara dengan peserta didik untuk memahami pengalaman dan hambatan yang mereka alami.
  3. Analisis data prestasi akademik dan kehadiran peserta didik.
  4. Tinjauan literatur tentang faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar peserta didik.

Langkah 3: Analisis Data

Setelah mengumpulkan data, analisis data tersebut untuk mencari pola atau hubungan yang mungkin menjadi penyebab motivasi belajar yang rendah.

Langkah 4: Identifikasi Penyebab

Berdasarkan analisis data, identifikasi penyebab yang mungkin dari motivasi belajar yang rendah pada peserta didik. Beberapa penyebab yang mungkin mencakup:

  1. Kurangnya keterlibatan: Peserta didik mungkin merasa kurang terlibat dalam proses pembelajaran, yang dapat mengurangi motivasi mereka.
  2. Kurangnya dukungan sosial: Peserta didik mungkin merasa tidak didukung oleh teman sekelas atau orang tua mereka dalam upaya belajar.
  3. Ketidakjelasan tujuan pembelajaran: Peserta didik mungkin tidak melihat kaitan antara materi yang diajarkan dengan tujuan karir atau kehidupan mereka, sehingga kehilangan motivasi.
  4. Metode pengajaran yang kurang efektif: Metode pengajaran yang monoton atau tidak sesuai dengan gaya belajar peserta didik dapat mengurangi minat mereka dalam pembelajaran.
  5. Masalah pribadi: Faktor-faktor pribadi seperti masalah kesehatan atau masalah pribadi lainnya dapat memengaruhi motivasi belajar.

Rujukan:

  • Beasley, W. M. (2013). Student engagement: What do we know and what should we do? The NEA 2013 Almanac of Higher Education. National Education Association.
  • Pintrich, P. R., & Schunk, D. H. (2002). Motivation in education: Theory, research, and applications. Prentice Hall.

Dengan mengidentifikasi penyebab-penyebab ini, langkah selanjutnya adalah merancang strategi dan intervensi yang sesuai untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan hasil pembelajaran mereka.

Baca Juga:

Demikian semoga bermanfaat.


Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

4 Replies to “Contoh LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah PPG”

  1. Terima atas ilmunya sangat bermanfaat bagi kami untuk mendalami materi PPG disamping pemaparan dari dosen di LMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca