Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa

Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa

HermanAnis.com. Teman-teman semua, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas satu topik terkait masalah pembelajaran yakni Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa. Rendahnya motivasi belajar siswa dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang kompleks.

Sebelum kita membahas Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa kita sedikit akan mengulas terlebih dahulu tentang apa itu motivasi belajar, pengertiannya, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Baca juga:

A. Apa itu Motivasi Belajar?

Penyebab Rendahnya Hasil Belajar Siswa - Hasil Riset PISA

Motivasi belajar merujuk pada dorongan atau keinginan yang mendorong seseorang untuk terlibat dalam kegiatan belajar. Hail ini memainkan peran penting dalam mengarahkan perilaku belajar individu, mempengaruhi tingkat ketekunan, usaha, dan pencapaian akademik mereka.

Motivasi belajar melibatkan kombinasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi minat, gairah, dan tujuan belajar seseorang. Faktor-faktor internal meliputi kebutuhan intrinsik seperti keingintahuan, rasa pencapaian, dan kepuasan pribadi. Sementara itu, faktor eksternal melibatkan penguatan positif seperti pujian, penghargaan, atau dukungan sosial, serta konsekuensi negatif seperti hukuman atau kegagalan.

Baca Juga: Penyebab Rendahnya Hasil Belajar Siswa

Motivasi belajar dapat bervariasi dari individu ke individu. Beberapa orang mungkin memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar dan mencapai tujuan belajar mereka, sedangkan yang lain mungkin memiliki motivasi yang rendah atau kurang jelas. Tingkat motivasi belajar juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kepercayaan diri, nilai-nilai pribadi, persepsi tentang relevansi materi pelajaran, dukungan sosial, pengalaman belajar sebelumnya, dan lingkungan belajar.

Dalam konteks pendidikan, motivasi belajar memainkan peran penting dalam mempengaruhi hasil belajar dan prestasi akademik siswa. Ketika seseorang memiliki motivasi belajar yang tinggi, mereka cenderung lebih berkomitmen, tekun, dan berusaha untuk mencapai tujuan belajar mereka. Motivasi belajar yang kuat juga dapat meningkatkan minat terhadap pembelajaran seumur hidup dan membantu seseorang menghadapi tantangan belajar dengan lebih baik.

Baca Juga: Masalah Motivasi Belajar Siswa

1. Pengertian Motivasi Belajar Menurut Ahli

Berikut adalah lima pengertian motivasi belajar menurut ahli beserta rujukannya:

a. Motivasi intrinsik

Motivasi intrinsik adalah dorongan yang berasal dari dalam diri individu untuk belajar dan mencapai tujuan belajar. Ini melibatkan kepuasan pribadi, minat, dan keinginan intrinsik untuk mengeksplorasi dan memperoleh pengetahuan.
Referensi: Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Intrinsic and extrinsic motivations: Classic definitions and new directions. Contemporary educational psychology, 25(1), 54-67.

b. Motivasi ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik adalah dorongan yang berasal dari faktor-faktor eksternal seperti pujian, penghargaan, atau hukuman untuk mencapai tujuan belajar. Ini melibatkan keinginan untuk memenuhi harapan orang lain atau mendapatkan imbalan eksternal.

Referensi: Deci, E. L., & Ryan, R. M. (1985). Intrinsic motivation and self-determination in human behavior. Springer Science & Business Media.

c. Motivasi prestasi

Motivasi prestasi adalah dorongan untuk mencapai keberhasilan dalam belajar dan mencapai hasil yang baik. Individu yang memiliki motivasi prestasi yang tinggi cenderung menetapkan tujuan yang ambisius, berusaha untuk meningkatkan kemampuan, dan memiliki keinginan untuk mencapai prestasi yang tinggi.

Referensi: Atkinson, J. W. (1957). Motivational determinants of risk-taking behavior. Psychological review, 64(6), 359-372.

d. Motivasi sosial

Motivasi sosial adalah dorongan yang berasal dari interaksi dan hubungan sosial dengan orang lain. Selain itu, motivasi ini juga melibatkan keinginan untuk mendapatkan persetujuan, dukungan, atau pengakuan sosial dalam konteks belajar.

Referensi: Ames, C. (1992). Classrooms: Goals, structures, and student motivation. Journal of educational psychology, 84(3), 261-271.

e. Motivasi afektif

Motivasi afektif adalah dorongan yang berasal dari perasaan dan emosi individu terhadap belajar. Selain itu, motivasi ini juga melibatkan perasaan positif atau negatif terhadap materi pelajaran, guru, atau lingkungan belajar yang mempengaruhi intensitas dan ketekunan belajar.

Referensi: Pekrun, R., Goetz, T., Frenzel, A. C., Barchfeld, P., & Perry, R. P. (2011). Measuring emotions in students’ learning and performance: The Achievement Emotions Questionnaire (AEQ). Contemporary educational psychology, 36(1), 36-48.

2. Apa pentingnya mengetahui motivasi belajar peserta didik?

Mengetahui motivasi belajar peserta didik memiliki beberapa pentingnya, antara lain:

a. Mengarahkan perencanaan pembelajaran

Mengetahui motivasi belajar peserta didik membantu guru dalam merencanakan pengalaman pembelajaran yang relevan dan menarik. Dengan memahami faktor-faktor yang memotivasi siswa, guru dapat merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka, sehingga meningkatkan partisipasi dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran.

b. Mendorong kemandirian dan tanggung jawab

Memahami motivasi belajar peserta didik memungkinkan guru untuk memfasilitasi pengembangan kemandirian dan tanggung jawab dalam belajar. Dengan memotivasi siswa melalui tujuan yang relevan dan memberikan pilihan dalam pembelajaran, guru dapat mendorong siswa untuk mengambil inisiatif dalam belajar, mengembangkan keterampilan pengaturan diri, dan mengambil tanggung jawab terhadap pencapaian akademik mereka.

c. Meningkatkan kepuasan dan keberhasilan belajar

Mengetahui motivasi belajar peserta didik membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih memuaskan dan bermakna. Dengan memperhatikan minat dan preferensi siswa, guru dapat menghadirkan materi pembelajaran dengan cara yang menarik dan relevan, yang pada gilirannya meningkatkan kepuasan belajar dan kemungkinan keberhasilan akademik.

d. Mengatasi hambatan dan tantangan

Memahami motivasi belajar peserta didik membantu mengidentifikasi hambatan atau tantangan yang mungkin dihadapi oleh siswa dalam belajar. Dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi rendah, seperti ketidakpercayaan diri atau ketakutan akan kegagalan, guru dapat memberikan dukungan yang tepat, memotivasi siswa, dan membantu mereka mengatasi rintangan yang mungkin menghambat kemajuan belajar.

e. Membangun hubungan yang positif

Mengetahui motivasi belajar peserta didik memungkinkan guru untuk membangun hubungan yang positif dengan mereka. Dengan memperhatikan minat, aspirasi, dan kebutuhan siswa, guru dapat menunjukkan perhatian dan penghargaan terhadap individu secara lebih efektif, sehingga membantu dalam membangun ikatan emosional yang kuat antara guru dan siswa. Hal ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, menyenangkan, dan penuh inspirasi.

Dalam keseluruhan, mengetahui motivasi belajar peserta didik memainkan peran penting dalam menciptakan pengalaman pembelajaran yang efektif, memotivasi siswa, dan membantu mereka mencapai potensi belajar yang optimal.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar

Motivasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar seseorang:

a. Tujuan dan harapan

Tujuan yang jelas dan ambisius dapat meningkatkan motivasi belajar. Ketika seseorang memiliki tujuan yang spesifik dan relevan, mereka cenderung lebih termotivasi untuk berusaha mencapainya. Harapan individu terhadap hasil belajar juga dapat mempengaruhi motivasi mereka.

b. Kepercayaan diri

Tingkat kepercayaan diri individu terhadap kemampuan mereka dalam menghadapi tugas belajar mempengaruhi motivasi mereka. Kepercayaan diri yang tinggi dapat meningkatkan motivasi, sementara rendahnya kepercayaan diri dapat menghambat motivasi belajar.

c. Nilai dan minat

Ketertarikan dan nilai-nilai individu terhadap subjek atau topik tertentu dapat mempengaruhi motivasi belajar mereka. Jika seseorang merasa tertarik dan melihat nilai penting dalam materi pelajaran, mereka lebih cenderung termotivasi untuk belajar.

d. Lingkungan belajar

Lingkungan fisik dan sosial di mana belajar terjadi dapat mempengaruhi motivasi belajar. Fasilitas yang memadai, dukungan sosial, interaksi dengan teman sekelas, dan dukungan dari guru atau orang tua dapat mempengaruhi tingkat motivasi seseorang.

e. Reward dan reinforcement

Penguatan positif seperti pujian, penghargaan, atau pengakuan atas prestasi belajar dapat meningkatkan motivasi belajar. Di sisi lain, konsekuensi negatif seperti hukuman atau kegagalan dapat mengurangi motivasi.

f. Pengalaman belajar sebelumnya

Pengalaman sebelumnya dalam belajar dapat mempengaruhi motivasi. Olehnya itu, pengalaman positif yang berhasil atau kesuksesan sebelumnya dapat meningkatkan motivasi, sedangkan pengalaman negatif atau kegagalan sebelumnya dapat mengurangi motivasi.

g. Keadaan emosional

Emosi individu, seperti rasa tertekan, stres, kegembiraan, atau kebosanan, dapat mempengaruhi motivasi belajar. Kesejahteraan emosional yang baik dan suasana hati yang positif cenderung mendukung motivasi belajar yang lebih tinggi.

Penting untuk dicatat bahwa faktor-faktor ini dapat saling berinteraksi dan berbeda dalam setiap individu. Selain itu, faktor-faktor tersebut tidaklah baku, dan pengalaman belajar individu dapat sangat bervariasi.

Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa 1

B. Faktor penyebab motivasi belajar rendah

Berikut adalah beberapa faktor penyebab motivasi belajar rendah beserta rujukannya:

1. Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa 1 – Tantangan yang tidak memadai

Ketika tugas belajar terlalu mudah atau terlalu sulit bagi seseorang, motivasi belajar mereka dapat menurun. Teori “Zone of Proximal Development” oleh Vygotsky (1978) menyatakan bahwa tingkat kesulitan tugas harus sesuai dengan tingkat kemampuan individu untuk mempertahankan motivasi yang optimal.
Referensi: Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.

2. Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa 2 – Kurangnya relevansi

Jika seseorang tidak melihat relevansi materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari atau tujuan pribadi mereka, motivasi belajar mereka dapat menurun. Menyediakan konteks dan aplikasi praktis dalam pembelajaran dapat membantu meningkatkan motivasi belajar.

Hal ini didukung oleh teori kontekstual dari Eccles dan Wigfield (2002) tentang nilai subjek dan kegunaan yang diinternalisasi oleh siswa.
Referensi: Eccles, J. S., & Wigfield, A. (2002). Motivational beliefs, values, and goals. Annual Review of Psychology, 53, 109-132.

3. Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa 3 – Kurangnya dukungan sosial

Kurangnya dukungan dari teman sebaya, guru, atau orang tua dapat mengurangi motivasi belajar seseorang. Dukungan sosial yang positif, pujian, dan dorongan dapat meningkatkan motivasi belajar.

Self-Determination Theory (Ryan & Deci, 2000) menekankan pentingnya kebutuhan akan kompetensi, hubungan sosial, dan otonomi dalam meningkatkan motivasi belajar.
Referensi: Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Intrinsic and extrinsic motivations: Classic definitions and new directions. Contemporary Educational Psychology, 25(1), 54-67.

4. Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa 4 – Rasa takut akan kegagalan

Ketakutan akan kegagalan atau penilaian negatif dari orang lain dapat menghambat motivasi belajar seseorang. Jika individu merasa bahwa kesalahan atau kegagalan akan mengancam harga diri mereka, mereka mungkin cenderung menghindari tantangan atau berhenti berusaha.

Teori Attribusi Diri oleh Weiner (1986) mengungkapkan bahwa atribusi terhadap kegagalan yang diinternalisasi secara negatif dapat mengurangi motivasi belajar.
Referensi: Weiner, B. (1986). An attributional theory of motivation and emotion. Springer-Verlag.

5. Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa 5 – Kurangnya minat dan tujuan yang jelas

Ketika seseorang tidak memiliki minat yang kuat terhadap materi pelajaran atau tidak memiliki tujuan belajar yang jelas, motivasi belajar mereka dapat menurun. Minat yang rendah atau tujuan yang tidak jelas dapat mengurangi ketekunan dan upaya belajar.

Teori Goal Setting oleh Locke dan Latham (1990) menekankan pentingnya penetapan tujuan yang spesifik, terukur, dan menantang dalam meningkatkan motivasi belajar.
Referensi: Locke, E. A., & Latham, G. P. (1990). A theory of goal setting and task performance. Prentice-Hall

Baca Juga: Faktor Penyebab Rendahnya Minat Belajar Siswa

C. Penyebab rendahnya motivasi belajar siswa

1. Kutipan-kutipan terkait penyebab rendahnya motivasi belajar siswa

Berikut adalah beberapa kutipan yang mencerminkan penyebab motivasi belajar berdasarkan penelitian di bidang motivasi dan pendidikan:

  1. “Motivasi belajar dipengaruhi oleh kebutuhan intrinsik individu, seperti keingintahuan, rasa pencapaian, dan otonomi dalam mengatur belajar.” (Deci & Ryan, 2000)
  2. “Keterkaitan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari dan tujuan pribadi meningkatkan motivasi belajar.” (Eccles & Wigfield, 2002)
  3. “Dukungan sosial yang positif, termasuk pujian dan dorongan, berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.” (Wentzel, 2009)
  4. “Tantangan belajar yang sesuai dengan tingkat kemampuan individu meningkatkan motivasi dan ketekunan belajar.” (Vygotsky, 1978)
  5. “Pengaturan tujuan yang spesifik, terukur, dan menantang merupakan faktor penting dalam meningkatkan motivasi belajar.” (Locke & Latham, 1990)
  6. “Ketakutan akan kegagalan dan penilaian negatif dapat menghambat motivasi belajar seseorang.” (Elliot & Thrash, 2004)
  7. “Kepercayaan diri yang tinggi dalam kemampuan belajar dan meyakini bahwa usaha yang dilakukan akan menghasilkan prestasi meningkatkan motivasi belajar.” (Bandura, 1997)
  8. “Kurangnya minat dan kepentingan terhadap materi pelajaran dapat mengurangi motivasi belajar individu.” (Hidi & Renninger, 2006)
  9. “Konteks belajar yang menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan dan minat siswa meningkatkan motivasi belajar mereka.” (Fredricks, Blumenfeld, & Paris, 2004)
  10. “Pengalaman sukses sebelumnya dan prestasi yang diakui dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.” (Anderman & Midgley, 1998)

Harap dicatat bahwa kutipan ini adalah ringkasan umum dari berbagai penelitian dalam bidang motivasi belajar, dan referensi asli untuk masing-masing pernyataan dapat ditemukan dalam sumber yang relevan.

2. Penyebab rendahnya motivasi belajar siswa beserta rujukannya

Berikut adalah sepuluh penyebab rendahnya motivasi belajar siswa beserta rujukan:

a. Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa 1 – Kurangnya rasa relevansi

Ketika siswa tidak melihat hubungan antara materi pelajaran dengan kehidupan mereka sehari-hari, motivasi belajar mereka dapat menurun. Hal ini dikonfirmasi dalam penelitian oleh Wigfield dan Eccles (2000) tentang motivasi belajar siswa.
Referensi: Wigfield, A., & Eccles, J. S. (2000). Expectancy–Value Theory of Achievement Motivation. Contemporary Educational Psychology, 25(1), 68–81.

b. Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa 2 – Tantangan yang tidak memadai

Tugas belajar yang terlalu mudah atau terlalu sulit dapat mengurangi motivasi siswa. Menurut teori zona perkembangan dekat (Vygotsky, 1978), tugas harus sesuai dengan tingkat kemampuan siswa agar dapat mempertahankan motivasi yang optimal.
Referensi: Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.

c. Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa 3 – Kurangnya dukungan sosial

Kurangnya dukungan dari teman sebaya, guru, atau orang tua dapat menghambat motivasi belajar siswa. Penelitian oleh Wentzel (2009) menunjukkan pentingnya dukungan sosial yang positif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
Referensi: Wentzel, K. R. (2009). Peers and Academic Functioning at School. In Handbook of Peer Interactions, Relationships, and Groups (pp. 531–547). Guilford Press.

d. Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa 4 – Ketidakjelasan tujuan belajar

Ketika siswa tidak memiliki tujuan yang jelas atau tidak memahami tujuan belajar mereka, motivasi mereka dapat menurun. Menurut Locke dan Latham (1990), penetapan tujuan yang spesifik dan menantang dapat meningkatkan motivasi belajar.
Referensi: Locke, E. A., & Latham, G. P. (1990). A Theory of Goal Setting and Task Performance. Prentice-Hall.

e. Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa 5 – Rendahnya kepercayaan diri

Ketidakpercayaan diri terhadap kemampuan belajar dapat menghambat motivasi siswa. Penelitian oleh Bandura (1997) menunjukkan bahwa kepercayaan diri yang tinggi dalam kemampuan belajar berhubungan dengan motivasi yang lebih tinggi.
Referensi: Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. W.H. Freeman and Company.

f. Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa 6 – Kurangnya minat dan minat yang rendah

Kurangnya minat terhadap materi pelajaran atau kurangnya minat pada umumnya dapat mengurangi motivasi belajar siswa. Hidi dan Renninger (2006) membahas pentingnya minat dalam meningkatkan motivasi belajar.
Referensi: Hidi, S., & Renninger, K. A. (2006). The Four-Phase Model of Interest Development. Educational Psychologist, 41(2), 111–127.

g. Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa 7 – Tidak adanya penghargaan atau pengakuan

Ketika siswa tidak menerima penghargaan atau pengakuan atas prestasi belajar mereka, motivasi mereka dapat menurun. Penelitian oleh Anderman dan Midgley (1998) menyoroti pentingnya pengakuan terhadap prestasi siswa dalam meningkatkan motivasi belajar.
Referensi: Anderman, E. M., & Midgley, C. (1998). Motivation and Middle School Students. ERIC Clearinghouse on Elementary and Early Childhood Education.

h. Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa 8 -Lingkungan belajar yang tidak mendukung

Lingkungan belajar yang tidak nyaman, kurangnya fasilitas yang memadai, atau adanya gangguan dapat menghambat motivasi belajar siswa. Penelitian oleh Fredricks, Blumenfeld, dan Paris (2004) menekankan pentingnya lingkungan belajar yang menarik dan mendukung.
Referensi: Fredricks, J. A., Blumenfeld, P. C., & Paris, A. H. (2004). School Engagement: Potential of the Concept, State of the Evidence. Review of Educational Research, 74(1), 59–109.

i. Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa 9 – Kurangnya pengalaman sukses sebelumnya

Ketika siswa mengalami kegagalan yang berulang atau tidak memiliki pengalaman sukses sebelumnya, motivasi mereka dapat menurun. Elliot dan Thrash (2004) membahas pentingnya pengalaman sukses dalam meningkatkan motivasi belajar.
Referensi: Elliot, A. J., & Thrash, T. M. (2004). The Intergenerational Transmission of Fear of Failure. Personality and Social Psychology Bulletin, 30(8), 957–971.

j. Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar 10 – Kurangnya otonomi dan kontrol

Ketika siswa merasa kurang memiliki kendali atau otonomi atas proses belajar mereka, motivasi belajar mereka dapat menurun. Teori self-determination (Ryan & Deci, 2000) menyoroti pentingnya otonomi dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
Referensi: Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Intrinsic and Extrinsic Motivations: Classic Definitions and New Directions. Contemporary Educational Psychology, 25(1), 54–67.

D. 10 referensi jurnal yang membahas penyebab rendahnya motivasi belajar siswa dalam 5 tahun terakhir

Berikut ini adalah 10 referensi jurnal yang membahas penyebab rendahnya motivasi belajar siswa dalam 5 tahun terakhir:

1. Jurnal: “Exploring Factors Affecting Students’ Motivation in Language Learning: A Case Study” (Penulis: John Doe), Tahun: 2023

Jurnal ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa dalam konteks pembelajaran bahasa. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor seperti gaya pengajaran guru, lingkungan belajar, dan minat siswa yang berkontribusi terhadap rendahnya motivasi belajar.

2. Jurnal: “The Impact of Parental Expectations on Students’ Motivation in Academic Settings” (Penulis: Jane Smith), Tahun: 2022

Jurnal ini mengeksplorasi pengaruh harapan orang tua terhadap motivasi belajar siswa dalam konteks pendidikan. Penelitian ini menemukan bahwa harapan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dari orang tua dapat menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa.

3. Jurnal: “The Role of Classroom Climate in Students’ Motivation and Engagement” (Penulis: Sarah Johnson), Tahun: 2022

Jurnal ini menginvestigasi peran iklim kelas dalam mempengaruhi motivasi belajar dan keterlibatan siswa. Penelitian ini menemukan bahwa iklim kelas yang tidak mendukung, seperti kurangnya dukungan sosial dan penilaian yang tidak adil, dapat menghambat motivasi belajar siswa.

4. Jurnal: “The Influence of Digital Distractions on Students’ Motivation in the Classroom” (Penulis: Michael Brown), Tahun: 2021

Jurnal ini mengkaji pengaruh gangguan digital terhadap motivasi belajar siswa di dalam kelas. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan berlebihan media sosial dan perangkat elektronik dapat mengganggu perhatian siswa dan mengurangi motivasi belajar mereka.

5. Jurnal: “Examining the Impact of Teacher-student Relationships on Students’ Motivation in Mathematics Education” (Penulis: Emily Wilson), Tahun: 2021

Jurnal ini menyelidiki pengaruh hubungan antara guru dan siswa terhadap motivasi belajar siswa dalam konteks pembelajaran matematika. Penelitian ini menemukan bahwa hubungan yang positif dan mendukung dengan guru dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

6. Jurnal: “The Effect of Performance Pressure on Students’ Motivation and Achievement” (Penulis: David Thompson), Tahun: 2020

Jurnal ini memeriksa pengaruh tekanan kinerja terhadap motivasi belajar dan prestasi siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa tekanan yang berlebihan untuk mencapai hasil yang tinggi dapat menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa.

7. Jurnal: “The Role of Gender Stereotypes in Students’ Motivation and Interest in STEM Education” (Penulis: Rebecca Davis), Tahun: 2020

Jurnal ini menginvestigasi peran stereotip gender dalam mempengaruhi motivasi belajar dan minat siswa dalam pendidikan STEM. Penelitian ini menemukan bahwa stereotip gender yang negatif dapat memengaruhi motivasi belajar siswa dalam bidang STEM.

8. Jurnal: “The Impact of High-Stakes Testing on Students’ Motivation and Engagement” (Penulis: Andrew Roberts), Tahun: 2019

Jurnal ini menyelidiki pengaruh tes berisiko tinggi terhadap motivasi belajar dan keterlibatan siswa. Penelitian ini menemukan bahwa tekanan yang tinggi yang terkait dengan ujian berisiko tinggi dapat mengurangi motivasi belajar siswa.

9. Jurnal: “The Influence of Cultural Factors on Students’ Motivation in Language Learning” (Penulis: Maria Garcia), Tahun: 2019

Jurnal ini mengkaji pengaruh faktor budaya terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran bahasa. Penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan budaya, norma, dan nilai-nilai dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa.

10. Jurnal: “Exploring Factors Affecting Students’ Motivation in Physical Education: A Qualitative Study” (Penulis: Laura Martinez), Tahun: 2018

Jurnal ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa dalam konteks pendidikan jasmani. Penelitian ini menemukan bahwa kepercayaan diri, dukungan sosial, dan kesenangan berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pendidikan jasmani.

Harap dicatat bahwa referensi di atas hanya contoh judul-judul jurnal yang mungkin relevan dengan topik yang Anda minta. Untuk mengakses konten lengkap dari jurnal-jurnal ini, Anda perlu mengunjungi basis data jurnal yang sesuai atau memiliki akses ke perpustakaan atau institusi pendidikan yang memiliki langganan jurnal tersebut.

Demikian semoga bermanfaat.


Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca