Contoh Gerak Nonlokomotor

3 min read

Contoh Gerak Nonlokomotor

HermanAnis.com – Teman-teman semua, pada kesempatan ini kita akan membahas satu topik dalam gerak yakni Contoh Gerak Nonlokomotor. Pembahasan akan kita fokuskan pada apa saja contoh Contoh Gerak Nonlokomotor.

Catatan buat pembaca
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Anak merupakan anugrah yang di titipkan kepada setiap orang tua yang ada muka bumi. Anak merupakan salah satu cikal generasi penerus keluarga, bangsa, dan negara. Dalam proses perkembangannya peran orang tua sangat penting dalam hal ini.

Dalam rentang waktu usia 6-8 tahun orang tua perlu memantau gerak anak, karena pada usia 6-8 tahun anak sedang aktif-aktifnya bergerak. Banyak gerak yang biasa di lakukan oleh anak mulai dari berlari, berjalan, dan melompat.

Ada tiga macam jenis gerak dasar yaitu:

  1. Gerak dasar lokomotor,
  2. Gerak dasar non lokomotor, dan
  3. Gerak dasar manipulatif.

Gerak lokomotor dapat di artikan sebagai gerak memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain. Bentuk gerak lokomotor di antaranya berjalan, berlari, berjingkat, melompat dan meloncat, berderap, merayap dan memanjat.

Selain itu, gerak lokomotor adalah gerak memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat yang lain, baik secara horisontal maupun secara vertikal. Gerakan tersebut di antaranya jalan, lari, lompat, loncat, jingkat,
menderap, memanjat dan lain-lain.

Pengertian Gerak Nonlokomotor

Contoh Gerak Nonlokomotor

Gerakan non-lokomotor adalah gerakan yang tidak menyebabkan berpindah tempat. Umumnya anak-anak kurang menyukai gerakan-gerakan ini di banding kepada gerakan-gerakan lokomotor. Ini bisa di maklumi mengingat sifat pergerakan dari keduanya memang berbeda dengan membawa cirinya masing-masing.

Tantangan di dalam mengajarkan gerakan-gerakan ini terletak pada bagaimana pelajaran ini bisa meluaskan pemikiran anak-anak sehingga gerakan-gerakan non-lokomotor menjadi suatu bagian yang menyenangkan dari perbendaharaan gerakan mereka.

Gerak nonlokomotor adalah gerakan yang di lakukan di tempat. Tanpa ada ruang gerak yang memakai kemampuan nonlokomotor terdiri dari menekuk dan meregang, mendorong dan menarik, mengangkat dan menurunkan, melipat dan memutar, mengocok, melingkar, melambungkan dan lain-lain.

Contoh gerak nonlokomotor adalah: mengulur, menekuk, mengayun, bergoyang, berbelok, berputar, meliuk, mendorong, mengangkat dan mendarat.

Apa yang akan di uraikan berikut ini adalah contoh-contoh gerakan nonlokomotor dan kumpulan variasinya. Bagian ini dapat di gunakan sebagai sebuah katalog, dari mana guru dapat melihat kemungkinan pengembangan variasi dari gerkan-gerakan nonlokomotor, yang sebagian sudah di kemukakan di atas.

Secara umum Gerak Nonlokomotor dapat di bagi menjadi 4 jenis yakni,

  1. Gerak menggoyang
  2. Gerakan Mengayun
  3. Gerak Mengkerut dan Meregang
  4. Gerakan Menekuk dan Meluruskan
Contoh Gerak Nonlokomotor

Baca juga: Lapangan Olahraga

Contoh Gerak Nonlokomotor – Menggoyang

Berikut ini contoh-contoh gerakan nonlokomotor untuk jenis menggoyang adalah,

  • Menggoyang bagian-bagian tubuh secara terpisah: tangan, lengan, tungkai, kaki, torso, pantat, dll.
  • Seluruh tubuh (termasuk torso dan seluruh anggota-anggota tubuh).
  • Mempergunakan seluruh tingkatan: udara, berdiri, lutut, duduk, lantai.
  • Vibrasi: Ini adalah semacam goyangan yang benar-benar cepat, keras, seperti bergetar atau menggigil, biasanya di lakukan dalam satu bagian tubuh seperti lengan atau tungkai.
  • Menyangkut ukuran: besar, kecil, gradasi dari kecil ke besar, gradasi dari besar ke kecil.
  • Penggunaan tenaga: goyangan yang bertenaga kuat, goyangan lemah tak bertenaga.
  • Berpasangan: Menggoyang lengan, kaki, kepala, pinggul, siku, dll.
  • Kombinasi dengan gerakan lokomotor: guling, merangkak, jalan, lari, lompat, hop, dsb.

Contoh Gerak Nonlokomotor – Ayunan

Berikut ini contoh-contoh gerakan nonlokomotor untuk jenis ayunan adalah,

  • Ayunan pada bagian-bagian tubuh yang terpisah: lengan, kaki, kepala, pinggul, tangan, dsb.
    Catatan: lengan dan kaki dapat di ayun baik lurus maupun bengkok.
  • Ayunan depan.
    Lengan di luruskan ke atas. Lengan, kepala, dan badan di jatuhkan ke depan; tangan menyentuh lantai dan lutut bengkok. Torso tetap rendah ketika lengan terus mengayun ke belakang dan lutut lurus kembali. Untuk gerakan kembali, lutut bengkok kembali, tangan menyentuh lantai, dan kembali ke posisi semula.
  • Ayunan silang.
    Lengan di rentangkan, kaki di buka lebar. Badan dan lutut bengkok ketika lengan di jatuhkan ke depan dan membuat posisi menyilang di depan badan; pada saat ini torso masih membengkok ke depan. Sambil kembali memberikan sentakan lembut ke bawah, torso dan lutut membengkok, ayunkan kembali kedua lengan untuk kembali ke posisi semula.
  • Ayunan samping.
    Lengan, kepala, dan torso semuanya condong ke satu sisi, dengan lengan lurus di atas kepala, dan kaki dari sisi yang berlawanan sedikit terangkat. Dari posisi demikian, semua bagian yang di sebutkan tadi di jatuhkan ke bawah dan berlanjut hingga ke sisi yang lain; lutut bengkok dan lurus kembali dengan tenaga pegas yang lembut. Ketika posisi tertinggi dari sisi yang lain sudah tercapai, maka kembalilah ke sisi yang lain dengan cara yang sama.
  • Ayunan berputar.
    Ini hampir sama dengan ayunan samping yang gerak ayunannya di lanjutkan sehingga membuat satu putaran dan berakhir di sisi yang berlawanan (satu setengah putaran). Demikian juga pada putaran waktu kembalinya.
  • Membentuk angka 8.
    Ini seperti ayunan melingkar yang di lanjutkan untuk membentuk angka 8. Angka ini dapat di buat vertikal oleh lengan dan badan, atau horisontal dengan ayunan kaki.

Lanjutan….

  • Body wafe.
    Ini bisa diterjemahkan lambaian badan atau badan bergelombang. Walaupun tidak termasuk ayunan murni, tapi mempunyai kedekatan kategori ayunan. Di mulai dengan kedua lengan bergerak ke bawah dengan ayunan melecut. Gerakan ayunan lengan ini seolah menghasilkan reaksi gelombang ke badan, sehingga badan, di mulai dari gerakan lutut membengkok sedikit, terdorong ke depan secara merambat, dari bagian bagian pinggul, pinggang, punggung bagian atas, bahu dan kepala.
  • Mempermainkan ukuran ayunan: kecil, sedang, besar, besar sekali….
  • Pengguanan tenaga: ayunan bertenaga, ayunan lemah.
  • Di kombinasikan dengan gerakan-gerakan lokomotor: lari, lompat, skip, hop, step, dan berderap.
  • Penerapan dalam berbagai tingkat: udara, berdiri, lutut, duduk, lantai. Sebenarnyalah bahwa ayunan bisa di lakukan pada semua tingkat, baik dengan gerakan yang serupa, maupun dengan gerakan yang berbeda sama sekali.

Mengkerut dan Meregang

Berikut ini contoh-contoh gerakan nonlokomotor untuk jenis mengkerut dan meregang adalah,

  • Bagian-bagian badan yang terpisah: lengan, kaki ,torso, tangan, muka, leher, jarijari, dsb.
  • Bagian tubuh yang di gabung: lengan dan kaki, tangan dan torso, torso dengan kaki, dsb.
  • Seluruh badan.
  • Berbagai tingkatan: udara, berdiri, lutut, duduk, dan lantai.
  • Tempo: singkat dan lamanya waktu melakukannya.
  • Penggunaan tenaga: lemah, kuat.
  • Di lakukan berpasangan.
  • Di gabung dengan gerakan-gerakan lokomotor.

Baca juga: Sikap Lilin adalah Sikap Meluruskan Badan dengan Sikap

Contoh Gerak Nonlokomotor – Menekuk dan Meluruskan

Berikut ini contoh-contoh gerakan nonlokomotor untuk jenis menekuk dan meluruskan adalah,

  • Bagian-bagian tubuh yang terpisah: lengan, kaki, tangan, jari-jari.
  • Gabungan bagian-bagian badan: lengan dengan torso, lengan dengan kaki, torso dengan lutut, tangan dan kaki.
  • Seluruh tubuh: membengkok pada panggul dan lutut.
  • Perubahan tingkat: udara, berdiri, lutut, duduk, dan lantai.
  • Tempo.
  • Di gabung dengan gerakan-gerakan lokomotor (ini bisa di lakukan walaupun susah dan jarang).

Demikian, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: