Sikap Lilin dalam Senam Lantai

sikap lilin adalah sikap meluruskan badan dengan sikap

HermanAnis.com – Teman-teman semua, pembahasan kita kali ini tentang pendidikan olahraga, yakni Sikap Lilin. Sikap lilin adalah sikap meluruskan badan dengan sikap tidur terlentang kemudian kedua kaki di angkat ke atas (rapat) bersama-sama, pinggang di topang kedua tangan dan pundak tetap menempel pada lantai.

Sikap lilin tergolong gerakan senam lantai. Senam lantai (floor exercise) adalah satu bagian dari rumpun senam. Sesuai dengan dengan istilah lantai, maka gerakan-gerakan senam yang di lakukan di atas adalah gerakan yang beralaskan matras atau permadani.

Senam lantai di sebut juga dengan istilah latihan bebas, sebab pada waktu melakukan gerakan atau latihannya pesenam tidak boleh menggunakan alat atau suatu benda. Senam lantai adalah suatu latihan tubuh yang di lakukan di lantai atau pada alat yang di rancang untuk meningkatkan daya tahan, kelenturan, koordinasi, dan control tubuh.

Gerakan senam lantai sangat beragam. Ada gerakan sederhana, ada pula gerakan rumit sehingga memerlukan ketangkasan dan koordinasi tinggi. Senam ketangkasan bisa di lakukan dengan alat atau tanpa alat. Beberapa jenis senam yang termasuk ke dalam senam lantai antara lain: 1) sikap lilin, 2) kayang, 3) guling ke depan, 4) guling ke belakang, 5) meroda, 6) head stand, 7) salto, 8) guling lenting, dan lain-lain.

Dalam artikel ini, kita akan fokus membahas salah satu jenis senam lantai yakni, sikap lilin. Gerakan senam ini bertujuan untuk melatih keseimbangan.

Baca Juga: Contoh Gerak Nonlokomotor

A. Pengertian Sikap Lilin

Sikap lilin adalah sikap menjaga keseimbangan dalam posisi seperti lilin. Gerakan dalam senam ini dapat di lakukan dengan variasi bertumpu dengan kombinasi keseimbangan tubuh. Secara umum gerakan ini merupakan sikap tidur terlentang kemudian kedua kaki di angkat ke atas (rapat) bersama-sama, pinggang di topang kedua tangan dan pundak tetap menempel pada lantai.

B. Cara melakukan Sikap Lilin

Teman-teman atau Bapak/Ibu guru yang ingin mempraktekkan cara melakukan sikap lilin, berikut ini kami berikan caranya. Urutan gerakannya sebagai berikut.

  • Langkah pertama, bagilah siswa Anda menjadi beberapa kelompok secara berpasangan. Satu kelompok terdiri dari dua siswa. Kemudian secara berpasangan mintalah siswa Anda untuk memperhatikan gambar di bawah ini!
  • Langkah kedua, mintalah salah seorang siswa untuk berbaring telentang di atas matras. Sementara yang lain siap untuk memegang atau membantu.
  • Langkah ketiga. Angkat kedua kaki lurus ke atas dan rapat, sementara pasangannya memegang seperti pada gambar di atas. Perhatikan! Kedua tangan menyangga punggung pada sisi badan. Rapatkan kedua kaki. Tengkuk sebagai tumpuan. Kemudian, tarik kaki ke atas sampai lurus setinggi mungkin, tahan dengan kedua tangan. Ujung kaki sejajar dengan bahu. Kedua tangan di lekatkan disamping badan, pandangan ke atas.
  • Langkah keempat. Setelah seimbang, seperti pada posisi (b), teman yang membantu dapat melepaskan pegangannya secara perlahan-lahan. Beri aba-aba dan mulailah menjaga keseimbangan sampai hitungan kedelapan.
  • Lakukan langkah pertama sampai ke lima secara bergantian. Lakukan gerakan-gerakan ini secara di siplin dan tanggung jawab. Anda dapat mengulangi ini sampai bisa menjaga keseimbangan, tanpa perlu di bantu lagi.

Cara melakukan Gerakan menurut Syafuddin

Merujuk buku Sukiyo berjudul SENAM, sikap lilin adalah bentuk sikap kedua kaki merapat tegak lurus ke atas bertumpu pada punggung dengan kedua tangan menyangga/menopang pinggang.

Cara melakukan gerakan sikap lilin menurut Syafuddin secara secara teknik, dapat di lihat dalam gambar di bawah ini,

Cara melakukan Sikap Lilin 1
Sumber: Kemdikbud

Urutan gerakannya menurut Syafuddin secara teknik adalah:

  1. Telentang, tangan di samping badan
  2. Angkat ke dua kaki lurus ke atas
  3. Angkat ke atas dan tahan dengan kedua tangan

Cara melakukan gerakan ini menurut Syafuddin secara secara Metodik dapat di lihat dalam gambar di bawah ini,

Gambar sikap lilin 2
Gambar Sikap Lilin
Sumber: bse Kemendikbud

Urutan gerakan sikap lilin menurut Syafuddin secara metodik adalah:

  1. Sikap atau posisi awal sikap lilin adalah telentang, Kedua tangan di sisi badan. Angkat kedua kaki, dalam keadaan rapat dan lurus, ke belakang hingga ujung kaki menyentuh matras di arah atas kepala kedua tangan menopang punggung. Tahan sebentar dan kembali. Ulangi beberapa kali
  2. Lakukan gerakan seperti pada nomor (1), bengkokkan kedua lutut ketika kaki berada di atas muka. Ulangi beberapa kali.
  3. Lakukan nomor (1) angkat kedua kaki lurus ke atas dan buatlah gerakan gunting berkali-kali. Ulangi beberapa kali.
  4. Lakukan nomor (1) angkat kedua kaki lurus ke atas. Tahan beberapa saat, dan kembali. Ulangi beberapa kali.

C. Pertolongan pada gerakan Sikap Lilin

Bentuk pertolongan di berikan untuk memberdirikan kaki lurus ke atas. Pertolongan dapat di berikan dengan cara memegang panggul dari sebelah belakang atau memegang pergelangan kedua kaki sambil sedikit mengangkat ke atas.

D. Kesalahan

Bentuk kesalahan yang dapat terjadi pada gerakan Sikap Lilin di antaranya adalah:

  1. Pinggang di topang atau di sangga oleh ibu jari, yang seharusnya di topang oleh semua jari selain ibu jari.
  2. Tidak bertumpu pada bahu.
  3. Penempatan siku terlalu lebar.
  4. Kedua kaki yang seharusnya lurus ke atas condong ke belakang atau ke muka.

Baca Juga: Contoh Gerak Manipulatif

Sumber rujukan:

  • Sukiyo dan Y, Sumanto. 1992. Senam. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.
  • Pratikno, Suryono. 2016. Peningkatan hasil belajar senam lantai melalui pendekatan saintifik pada siswa kelas IV SDN Ngargoretno 2 Tahun Pelajaran 2015/2016. Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (S1 PJKRSD). Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang.

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca