Perbedaan Model Metode Strategi Pendekatan Teknik dan Taktik dalam Pembelajaran 

HermanAnis.com. Teman-teman semua, pada bahasan kali ini kita akan membahas tentang Perbedaan Model Metode Strategi Pendekatan Teknik dan Taktik dalam Pembelajaran. Bagi teman-teman yang berprofesi sebagai tenaga pendidik, istilah ini sangat penting untuk di pahami.

Baca juga: Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran

A. Perbedaan Model, Metode, Strategi, Pendekatan, Teknik, dan Taktik dalam Pembelajaran

Berikut ini akan di uraikan secara ringkas perbedaan dari Model Metode Strategi Pendekatan Teknik dan Taktik dalam Pembelajaran.

1. Model Pembelajaran

Sebagai seorang pendidik, memahami Perbedaan Model, Metode, Strategi, Pendekatan, Teknik, dan Taktik dalam Pembelajaran merupakan suatu kewajiban. Model pembelajaran adalah sebuah bentuk aktifitas pembelajaran berupa proses yang melibatkan aktifitas berpikir (kognitif), bertindak (psikomotorik), dan bersikap (sikap sosial, ilmiah dan spritual) yang tergambarkan tahap demi tahap dari awal sampai akhir pembelajaran.

Model pembelajaran adalah kerangka kerja atau pendekatan sistematis yang di gunakan oleh guru untuk mengajar dan memfasilitasi pembelajaran siswa. Model-model pembelajaran ini di dasarkan pada teori pembelajaran dan memperhitungkan karakteristik siswa serta tujuan pembelajaran yang di inginkan. Berikut adalah beberapa contoh model pembelajaran yang sering di gunakan:

  1. Model Pembelajaran Berbasis Masalah: Guru memberikan siswa sebuah masalah yang harus di pecahkan, kemudian siswa mencari solusi melalui diskusi dan eksperimen. Metode ini dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan kolaborasi.
  2. Model Pembelajaran Kooperatif: Guru membagi siswa ke dalam kelompok kecil untuk bekerja bersama dalam menyelesaikan tugas atau proyek. Metode ini dapat membantu meningkatkan kerjasama, keterampilan sosial, dan keterampilan pemecahan masalah.
  3. Model Pembelajaran Inquiry-Based: Guru membantu siswa membangun pengetahuan mereka melalui eksplorasi dan penyelidikan mandiri. Metode ini dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan penemuan.
  4. Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan)
  5. Project Based Leaning (Pembelajaran Berbasis Proyek)
  6. Direct Instruction (Pembelajaran Langsung)
  7. Flipped Learning (Pembelajaran Terbalik), dan masih banyak yang lain.

Setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan, dan di pilih berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa. Seorang guru harus memilih model yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kondisi siswa agar siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Metode Demonstrasi

2. Pendekatan Pembelajaran – Perbedaan Model Metode Strategi Pendekatan Teknik dan Taktik dalam Pembelajaran

Perbedaan Model Metode Strategi Pendekatan Teknik dan Taktik dalam Pembelajaran. Pendekatan pembelajaran merupakan sudut pandang atau titik tolak guru terhadap proses pembelajaran yang merujuk pada pandangan akan terjadinya sebuah proses yang sifatnya masih sangat umum. Selain itu, pendekatan pembelajaran dapat di artikan sebagai cara atau strategi umum yang di gunakan oleh guru untuk mendesain dan mengatur proses pembelajaran agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif.

Pendekatan ini melibatkan berbagai aspek pembelajaran, seperti bagaimana materi di ajarkan, interaksi antara guru dan siswa, dan evaluasi pembelajaran.

Berikut adalah beberapa contoh pendekatan pembelajaran yang sering digunakan:

  1. Pendekatan Konstruktivisme: Pendekatan ini berfokus pada proses belajar siswa dan menganggap siswa sebagai konstruktor pengetahuannya sendiri. Guru bertindak sebagai fasilitator dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pemahaman mereka sendiri tentang materi yang diajarkan melalui diskusi, kolaborasi, dan refleksi.
  2. Pendekatan Kolaboratif: Pendekatan ini mendorong siswa untuk bekerja sama dan saling membantu dalam pembelajaran. Guru mengatur kegiatan pembelajaran yang memungkinkan siswa bekerja dalam kelompok, berdiskusi, dan bertukar ide untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  3. Pendekatan Berbasis Proses atau Pendekatan Keterampilan Proses Sains: Pendekatan ini berfokus pada proses belajar siswa daripada hanya mencapai hasil belajar. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksperimen, mengeksplorasi, dan mengamati, dan memberikan umpan balik tentang proses mereka.
  4. Pendekatan Kontekstual: Pendekatan ini menciptakan keterkaitan antara materi yang diajarkan dengan kehidupan nyata siswa. Guru menggunakan situasi nyata untuk mengilustrasikan konsep yang diajarkan agar siswa dapat menghubungkan dengan dunia sekitar mereka.
  5. Student Center (Pendekatan Scientific atau pendekatan ilmiah),
  6. Pendekatan STEM Education
  7. Teacher Center

Setiap pendekatan pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan, dan di pilih berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa. Seorang guru harus memilih pendekatan yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kondisi siswa agar siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal.

Di dalamnya mewadahi, menguatkan, menginspirasi, dan melatari metode dalam suatu pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.

Perbedaan Model Metode Strategi Pendekatan Teknik dan Taktik dalam Pembelajaran STEM-PjBL, Integrasi STEM dengan Pembelajaran Berbasis Proyek

3. Metode Pembelajaran

Perbedaan Model Metode Strategi Pendekatan Teknik dan Taktik dalam Pembelajaran. Metode pembelajaran adalah cara yang di pergunakan oleh tenaga pendidik (Dosen atau Guru dan lainnya) dalam mengadakan hubungan dengan peserta didik pada saat berlangsungnya proses belajar dan mengajar dalam mencapai tujuan atau capaian pembelajaran. Selain itu, metode pembelajaran adalah serangkaian teknik dan strategi yang digunakan oleh guru untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran secara efektif.

Berikut adalah beberapa contoh metode pembelajaran yang sering digunakan:

a. Metode Ceramah:

Guru memberikan penjelasan secara lisan kepada siswa. Metode ini di gunakan untuk menyampaikan informasi dasar tentang suatu topik atau untuk memberikan konteks/pandangan baru tentang suatu topik.

b. Metode Diskusi:

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbicara tentang materi yang di ajarkan, mengajukan pertanyaan, dan memberikan pendapat mereka. Ini dapat berlangsung dalam kelompok kecil atau seluruh kelas.

c. Metode Demonstrasi:

Guru menunjukkan cara melakukan tugas atau prosedur tertentu, kemudian siswa mengikuti dan melakukan tugas tersebut sendiri. Metode untuk membantu siswa memahami proses atau tugas yang rumit atau teknis.

d. Metode Simulasi:

Guru membuat situasi atau lingkungan yang menyerupai situasi nyata, sehingga siswa dapat belajar bagaimana merespons situasi tersebut dengan cara yang tepat. Simulasi di gunakan dalam berbagai macam konteks, termasuk simulasi bisnis, simulasi lingkungan, dan simulasi medis.

e. Metode Eksperimen:

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba sendiri melakukan percobaan atau pengamatan dalam ilmu pengetahuan atau matematika. Siswa belajar dari hasil eksperimen dan mengambil kesimpulan yang di dukung oleh bukti.

f. Metode Proyek:

Guru memberikan tugas proyek, kemudian siswa merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek tersebut. Metode ini dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan kolaborasi, keterampilan kreatif, dan keterampilan analitis.

g. Metode Presentasi:

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuat presentasi tentang topik yang telah di pelajari, kemudian menyampaikannya kepada kelas. Metode ini membantu siswa mengembangkan keterampilan komunikasi dan mempersiapkan mereka untuk situasi yang memerlukan presentasi di masa depan.

h. Game Edukatif:

Guru menggunakan game sebagai alat untuk mengajarkan materi atau konsep yang di ajarkan. Game edukatif ini dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar dan membantu meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam pembelajaran.

Setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan, dan di pilih berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa. Seorang guru harus memilih metode yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kondisi siswa agar siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal.

4. Strategi Pembelajaran – Perbedaan Model Metode Strategi Pendekatan Teknik dan Taktik dalam Pembelajaran

Strategi pembelajaran merupakan suatu aktivitas pembelajaran yang harus di kerjakan tenaga pendidik dan peserta didik sehingga tujuan atau capaian pembelajaran bisa di capai secara lebih efektif dan efisien. Selain itu, strategi pembelajaran dapat di definisikan sebagai rencana atau cara yang di susun oleh guru untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran dengan efektif.

Strategi pembelajaran di rancang untuk memotivasi siswa, membantu siswa memahami dan mengingat informasi, serta membantu siswa mengembangkan keterampilan yang di perlukan. Berikut adalah beberapa contoh strategi pembelajaran yang sering di gunakan:

  1. Cooperative Learning: Guru membagi siswa ke dalam kelompok kecil untuk bekerja bersama dalam menyelesaikan tugas atau proyek. Metode ini dapat membantu meningkatkan kerjasama, keterampilan sosial, dan keterampilan pemecahan masalah.
  2. Inquiry-Based Learning: Guru membantu siswa membangun pengetahuan mereka melalui eksplorasi dan penyelidikan mandiri. Metode ini dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan penemuan.
  3. Problem-Based Learning: Guru memberikan siswa sebuah masalah yang harus di pecahkan, kemudian siswa mencari solusi melalui diskusi dan eksperimen. Metode ini dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan kolaborasi.
  4. Mnemonic Devices: Guru menggunakan teknik memori seperti akronim, singkatan, atau kata-kata yang mudah di ingat untuk membantu siswa mengingat informasi yang telah di pelajari.
  5. Graphic Organizers: Guru memberikan alat visual seperti diagram, tabel, atau peta konsep untuk membantu siswa memahami dan mengorganisir informasi.
  6. Differentiated Instruction: Guru mengajarkan materi yang sama dengan pendekatan yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan siswa yang berbeda. Metode ini dapat membantu siswa belajar dengan cara yang lebih efektif dan meningkatkan kepercayaan diri mereka.
  7. Direct Instruction: Guru memberikan penjelasan yang sistematis dan langsung tentang materi yang di ajarkan. Metode ini membantu siswa memahami materi dengan cara yang lebih terstruktur dan terorganisir.
  8. Role Playing: Guru meminta siswa untuk memainkan peran dalam situasi yang terkait dengan materi yang di pelajari. Metode ini dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial, keterampilan komunikasi, dan keterampilan berpikir kritis.
  9. Exposition Discovery Learning
  10. Group Individual Learning

Setiap strategi pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan, dan di pilih berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa. Seorang guru harus memilih strategi yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kondisi siswa agar siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal.

Baca Juga:

5. Teknik Pembelajaran

Teknik pembelajaran merupakan langkah-langkah yang di tempuh dalam metode untuk mengelola kegiatan pembelajaran. Selain itu, teknik pembelajaran bisa juga di artikan sebagai metode atau tindakan spesifik yang di gunakan oleh guru untuk memberikan bahan ajar kepada siswa agar mereka dapat memahami konsep atau materi yang di ajarkan.

Teknik-teknik pembelajaran dapat di gunakan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Berikut adalah beberapa contoh teknik pembelajaran:

  1. Ceramah: Guru memberikan penjelasan verbal tentang konsep atau materi yang diajarkan kepada siswa. Teknik ini sering di gunakan dalam pengajaran di kelas dan biasanya diterapkan pada materi teoretis.
  2. Demonstrasi: Guru menunjukkan cara melakukan suatu tindakan atau prosedur terkait dengan konsep atau materi yang di ajarkan. Teknik ini dapat di gunakan dalam pembelajaran yang berhubungan dengan keterampilan atau praktik.
  3. Diskusi: Guru memfasilitasi diskusi antara siswa untuk membahas konsep atau materi yang di ajarkan. Teknik ini dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan sosial.
  4. Tanya-jawab: Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa untuk memastikan pemahaman mereka tentang konsep atau materi yang di ajarkan. Teknik ini dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan mengajukan argumen.
  5. Latihan soal: Guru memberikan latihan soal atau masalah kepada siswa untuk menguji pemahaman mereka tentang konsep atau materi yang diajarkan. Teknik ini dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
  6. Penggunaan media: Guru menggunakan media seperti video, gambar, dan presentasi untuk membantu siswa memahami konsep atau materi yang di ajarkan. Teknik ini dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan visual dan auditori.
  7. Proyek: Guru memberikan proyek kepada siswa untuk menerapkan konsep atau materi yang telah diajarkan dalam situasi kehidupan nyata. Teknik ini dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan kreativitas dan kerja sama tim.
  8. Simulasi: Guru memberikan simulasi untuk memberikan pengalaman langsung dalam situasi yang berkaitan dengan konsep atau materi yang di ajarkan. Teknik ini dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan praktik dan pengambilan keputusan.

Setiap teknik pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung pada situasi pembelajaran. Oleh karena itu, seorang guru harus mengenal berbagai teknik pembelajaran dan memilih teknik yang paling sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Baca Juga : Pembelajaran Berdiferensiasi

6. Taktik Pembelajaran

Taktik pembelajaran adalah implementasi dari metode dan jabaran operasional dari metode pembelajaran. Selain itu, taktik pembelajaran bisa juga di artikan sebagai kegiatan spesifik yang di gunakan oleh guru dalam proses pembelajaran untuk memfasilitasi pemahaman siswa terhadap konsep atau materi yang di ajarkan.

Taktik pembelajaran juga dapat digunakan untuk membantu siswa belajar lebih efektif dan meningkatkan keterampilan mereka dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan.

Berikut adalah beberapa contoh taktik pembelajaran:

  1. Pemberian umpan balik: Guru memberikan umpan balik kepada siswa tentang prestasi mereka dalam mempelajari suatu konsep atau materi. Umpan balik ini dapat berupa komentar, nilai, atau saran untuk meningkatkan kinerja mereka.
  2. Mengajukan pertanyaan: Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa untuk memastikan pemahaman mereka tentang konsep atau materi yang di ajarkan. Hal ini juga dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah.
  3. Pemberian tugas terstruktur: Guru memberikan tugas yang terstruktur dan terorganisir dengan baik untuk membantu siswa memahami konsep atau materi yang di ajarkan. Tugas ini juga dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan kerja mandiri dan kolaboratif.
  4. Penggunaan multimedia: Guru menggunakan multimedia seperti video, audio, dan presentasi untuk membantu siswa memahami konsep atau materi yang di ajarkan. Hal ini juga dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan visual dan auditori.
  5. Diskusi kelompok: Guru memfasilitasi diskusi kelompok untuk membantu siswa berbagi ide dan pengalaman tentang konsep atau materi yang di ajarkan. Diskusi kelompok juga dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan komunikasi dan kerja sama tim.
  6. Pemodelan/pemberian contoh: Guru memodelkan konsep atau materi yang di ajarkan untuk membantu siswa memahaminya secara visual. Hal ini juga dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan pengamatan dan peniruan.

Taktik pembelajaran dapat beragam dan harus di sesuaikan dengan konteks, tujuan, dan kebutuhan pembelajaran siswa. Oleh karena itu, seorang guru harus mengenal berbagai taktik pembelajaran dan memilih yang paling sesuai untuk menghasilkan hasil pembelajaran yang optimal.

B. Kesimpulan – Perbedaan Model Metode Strategi Pendekatan Teknik dan Taktik dalam Pembelajaran

Model, metode, strategi, pendekatan, teknik, dan taktik adalah istilah-istilah dalam pembelajaran yang berbeda-beda dan saling terkait satu sama lain. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai perbedaan di antara mereka:

  1. Model Pembelajaran: Model adalah sebuah rencana atau blueprint untuk menyajikan informasi dan memfasilitasi proses belajar siswa. Model-model pembelajaran meliputi pendekatan konstruktivis, behavioristik, kognitif, dan kontekstual.
  2. Metode Pembelajaran: Metode adalah suatu cara atau teknik dalam menyajikan bahan pelajaran agar dapat di pahami siswa. Beberapa contoh metode pembelajaran meliputi ceramah, diskusi, simulasi, proyek, dan praktikum.
  3. Strategi Pembelajaran: Strategi adalah suatu rencana atau tindakan yang di lakukan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Strategi pembelajaran meliputi pembelajaran kolaboratif, pemecahan masalah, berpikir kritis, dan pemodelan.
  4. Pendekatan Pembelajaran: Pendekatan adalah suatu cara untuk memandang dan mendefinisikan pembelajaran. Beberapa pendekatan pembelajaran meliputi pendekatan konstruktivis, behavioristik, kognitif, dan humanistik.
  5. Teknik Pembelajaran: Teknik adalah suatu tindakan atau langkah-langkah konkret yang di lakukan guru untuk meningkatkan pembelajaran siswa. Beberapa contoh teknik pembelajaran meliputi latihan soal, penggunaan audio visual, dan penggunaan bahan ajar terkini.
  6. Taktik Pembelajaran: Taktik adalah suatu tindakan atau langkah konkret yang di lakukan oleh guru dalam memfasilitasi pembelajaran dan membantu siswa memahami konsep yang di ajarkan. Beberapa contoh taktik pembelajaran meliputi memberikan umpan balik, memotivasi siswa, dan menyajikan bahan pelajaran secara terstruktur.

Dalam keseluruhan, model, metode, strategi, pendekatan, teknik, dan taktik adalah istilah yang terkait satu sama lain dan di gunakan oleh guru untuk membantu siswa memahami dan mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Perbedaan di antara mereka adalah dalam cara yang spesifik mereka di gunakan oleh guru untuk memfasilitasi pembelajaran siswa.

Demikian, semoga bermanfaat.

3 Replies to “Perbedaan Model Metode Strategi Pendekatan Teknik dan Taktik dalam…”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close