Teori Belajar Menurut Para Ahli

Teori Belajar Menurut Para Ahli

HermanAnis.com – Teman-teman semua, pada kesempatan kali ini kita masih akan membahas tentang salah satu pengetahuan pedagogi yakni Teori Belajar Menurut Para Ahli. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga pendidik khususnya Guru dan Dosen adalah pengetahuan tentang Teori Belajar atau Learning Theory. Dalam tulisan kali ini, kita secara khusus akan mengkaji 4 teori belajar yang wajib di pahami oleh setiap pendidik, keempatnya yaitu teori belajar behavioristik, kognitivisme, konstruktivistik, humanistik, dan satu teori tambahan yakni sibernetik.

Teori Belajar Menurut Para Ahli

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Sebagai pembuka untuk memahami perbedaan teori belajar ini, Anda dapat mlilhat info grafis di bawah ini.

Teori Belajar menurut para Ahli
Sumber: https://www.instagram.com/teach_english_now/

Selamat membaca, semoga ada manfaat!

A. Pembagian Teori Belajar Menurut para Ahli

Dalam menghadapi tantangan global dalam dunia pendidikan di abad 21 sekarang ini, seorang pendidik harus mampu menghadirkan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi peserta didik. Untuk mendukung hal tersebut maka, seorang Guru atau Pendidik perlu dan wajib untuk membekali diri dengan kompetensi pedagogi melalui penguasaan Learning Theory.

Dengan pemahaman tentang Learning Theory ini, maka Guru akan memiliki kemampuan atau ketermpilan untuk mendidik dan menyampaikan ilmu pengetahuan kepada murid atau peserta didik. “Belajar” dalam dunia pendidikan merupakan konsep pengetahuan yang banyak di lakukan oleh pendidik. Selama manusia masih menghembuskan napas maka manusia perlu untuk terus belajar.

Secara naluriah bayi akan bisa melakukan aktivitas-aktivitas seperti itu, tetapi di perlukan manusia lain untuk mengajarkannya agar aktivitas-aktivitas itu di lakukan dengan baik. Dengan bantuan manusia lain maka bayi akan memaksimalkan kepandaiannya yang akan bermanfaat  bagi kehidupannya di kemudian hari.

Semua proses ini adalah proses belajar di mana dalam membelajarkannya membutuhkan teori belajar. Plehnya itu, teori belajar menurut para ahli pada dasarnya beragam, namun dalam konteks pembelajaran, setidaknya ada empat, yaitu teori belajar behavioristik, kognitif, konstruktivistik, dan humanistik, kemudian ditambahkan satu lagi yakni sibernetik.

Teori Belajar menurut para Ahli
Klasifikasi 4 Teori Belajar

Penjelasan 4 teori belajar tersebut sebagai berikut!

1. Teori Belajar Behavioristik

Kelompok Teori Belajar Menurut Para Ahli yang pertama adalah Teori belajar behavioristik. Dua orang yang menjadi pionernya adalah Gagne dan Berliner. Dalam perkembangannya, Learning Theory ini menjadi aliran psikologi belajar yang memiliki pengaruh terhadap tujuan peningkatan praktik dalam dunia pendidikan dan pembelajaran.

Aliran psikologi belajar juga di kenal sebagai aliran behavioristik. Sehingga, aliran ini lebih mengutamakan terbentuknya perilaku yang di hasilkan dari proses belajar. Belajar itu sendiri merupakan interaksi antara stimulus dan respon.

Menurut teori behavioristik, dalam proses belajar mengajar yang terpenting adalah seseorang akan di anggap telah belajar ketika sudah menunjukkan perubahan perilaku. Dari theory belajar ini juga, belajar dapat di artikan sebagai stimulus dan respon.

Dengan kata lain, input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Bentuk dari stimulus berupa penyampaian materi, pembentukan karakter, nasihat, dan lain-lain yang di berikan guru kepada muridnya.

Sementara, bentuk dari respon berupa reaksi atau tanggapan dari murid atau peserta didik terhadap stimulus yang di berikan oleh guru atau pendidik. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak dapat di amati dan di ukur. Hal yang terpenting dan perlu di perhatikan adalah perilaku dari stimulus dan respon.

Maksudnya apa yang di berikan guru (stimulus) dan apa yang di terima oleh murid (respon) harus di perhatikan dan di ukur. Hal itu di lakukan karena pengukuran stimulus dan respon merupakan hal yang penting agar dapat mengetahui apakah murid mengalami perubahan tingkah laku atau tidak.

Pada penerapannya atau proses belajar mengajar, theori behavioristik sangat tergantung dari beberapa aspek, seperti tujuan pembelajaran, karakteristik murid, materi pelajaran, media pembelajaran, dan fasilitas pembelajaran.

Dalam pelaksanaannya theori behavioristik memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan mengetahui kedua hal itu teori belajar ini dapat di terapkan secara maksimal. Berikut kelebihan dan kekurangan teori behavioristik.

a. Implementasi dalam Pembelajaran

Beberapa hal yang perlu di perhatikan saat menerapkan teori behavioristik dalam proses belajar mengajar.

  1. Perhatian guru pada guru sangat penting untuk di lakukan.
  2. Lingkungan belajar harus di perhatikan.
  3. Mengutamakan pembentukan tingkah laku dengan cara latihan dan pengulangan.
  4. Proses belajar mengajar harus dengan stimulus dan respon.

b. Kelebihan

Kelebihan Teori Belajar Behavioristik setidaknya ada 5, yakni

  1. Guru akan terbiasa untuk bersikap teliti dan peka saat kondisi belajar mengajar.
  2. Dapat mengganti cara mengajar (stimulus) yang satu dengan stimulus lainnya hingga mendapatkan apa yang di terima oleh murid (respon).
  3. Guru lebih sering membiasakan muridnya untuk belajar mandiri, tetapi ketika murid kesulitan baru bertanya kepada guru.
  4. Cocok untuk meningkatkan atau mendapatkan kemampuan yang mengandung unsur-unsur kecepatan, spontanitas, dan daya tahan.
  5. Teori belajar ini bisa membentuk perilaku yang di inginkan. Dengan kata lain, perilaku yang berdampak baik bagi murid di beri perhatian lebih dan perilaku yang kurang sesuai dengan murid perhatiannya di kurangi.

c. Kekurangan

Kekurangan atau kelemahan dari Teori Belajar Behavioristik ini sebagai berikut:

  1. Tidak semua pelajaran dapat memakai Learning Theory behavioristik.
  2. Guru di haruskan untuk menyusun bahan pelajaran dalam bentuk yang sudah siap.
  3. Murid cenderung di arahkan untuk berpikir linier, konvergen, tidak kreatif, dan memposisikan murid sebagai murid pasif.
  4. Dalam proses belajar mengajar, murid hanya bisa mendengar dan menghafal yang di dengarkan.
  5. Murid membutuhkan motivasi dari luar dan sangat bergantung pada guru.

Penjelasan selengkapnya tentang teori belajar behavioristik ini dapat anda baca pada artikel berikut,

2. Teori Belajar Kognitif

Kemlompok Teori Belajar Menurut Para Ahli yang kedua adalah teori belajar kognitif. Tokoh yang menjadi pionernya adalah Jean Piaget, seorang psikolog asal Swiss. Berkat Teori Belajar Piaget terlahir perkembangan psikologi yang berpengaruh terhadap perkembangan konsep kecerdasan.

Teori belajar kognitif berbicara tentang manusia membangun kemampuan kognitifnya dengan motivasi yang di lakukan oleh diri sendiri terhadap lingkungannya.

Inti dari konsep Learning Theory ini adalah bagaimana munculnya dan di perolehnya schemata (skema atau rencana manusia dalam mempersepsikan lingkungannya) dalam tahapan-tahapan perkembangan manusia atau saat seseorang mendapatkan cara baru dalam memaknai informasi secara mental.

Berdasarkan teori kognitif, belajar merupakan proses perubahan persepsi dan pemahaman. Dengan kata lain, belajar itu tidak harus berbicara tentang perubahan tingkah laku atau sikap yang bisa di amati.

Setiap orang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang berbeda dan tertata rapi dalam bentuk struktur kognitif. Pengalaman dan pengetahuan inilah yang membuat proses belajar mengajar akan berjalan dengan baik.

Teori belajar ini di katakan dapat berjalan dengan baik ketika materi pelajaran yang baru bisa beradaptasi dengan struktur kognitif atau kemampuan yang di miliki oleh siswa.

Arti “belajar” dalam teori kognitif yaitu proses perseptual atau bisa di katakan seperti perilaku seseorang dapat di tentukan oleh persepsi dan pemahamannya dalam melihat situasi yang berhubungan dengan tujuan proses belajar mengajar.

Learning Theory ini mempercayai bahwa “belajar” itu di hasilkan dari proses persepsi kemudian membentuk hubungan antara pengalaman yang baru dan pengalaman yang sudah tersimpan di dalam dirinya.

Proses belajar mengajar dengan Learning Theory kognitif tidak hanya beroperasi dengan terpatah-patah atau terpisah-pisah, tetapi melalui proses yang mengalir dan menyeluruh. Hal yang di tekankan pada Learning Theory kognitif adalah proses dari belajar bukan hasil belajar.

a. Implementasi dalam Pembelajaran

Beberapa hal yang perlu di perhatikan saat menerapkan Learning Theory kognitif dalam proses belajar mengajar.

  1. Pembuatan materi pembelajaran harus di susun dengan pola atau logika sederhana dan kompleks.
  2. Siswa bukanlah orang dewasa yang sudah mengerti dan mudah dalam berpikir. Oleh karena itu, guru harus memberikan pengarahan sesuai dengan usia murid atau peserta didik.
  3. Proses belajar mengajar harus memiliki makna.
  4. Agar keberhasilan murid tercapai maka guru perlu mengamati perbedaan yang ada pada setiap murid.

Berikut kelebihan dan kekurangan Theory kognitif. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan Learning Theory ini, maka penerapannya dapat dilakukan secara maksimal.

b. Kelebihan

Berikut Kelebihan Teori Belajar Kognitif,

  1. Memudahkan siswa untuk memahami materi belajar.
  2. Siswa menjadi mandiri dan lebih kreatif.

c. Kekurangan

Kekurangan atau kelemahan dari Teori Belajar kognitif ini sebagai berikut:

  1. Teori yang belum bisa di gunakan pada semua tingkat pendidikan.
  2. Pada pendidikan tingkat lanjut, teori ini susah untuk di terapkan.

Penjelasan selengkapnya tentang teori belajar kognitif ini dapat anda baca pada artikel berikut,

3. Teori Belajar Konstruktivisme

Kelompok Teori Belajar Menurut Para Ahli yang ketiga adalah Teori belajar behavioristik. Berdasarkan asalnya, teori konstruktivisme bukan bagian dari teori pendidikan. Teori ini bersumber dari ilmu filsafat terutama filsafat ilmu, yang berusaha menjelaskan bagaimana proses terbentuknya pengetahuan manusia.

Menurut teori konstruktivisme, pembentukan pengetahuan yang terjadi pada manusia berasal dari pengalaman-pengalaman yang telah di lewatinya. Dalam perkembangannya, teori ini menerima pengaruh dari ilmu psikologi, khususnya psikologi kognitif Piaget yang di mana tahap perkembangan kognitif berkorelasi dengan psikologis manusia untuk mendapatkan pengetahuan.

Belajar dalam teori ini merupakan suatu proses yang di lakukan oleh murid atau peserta didik dalam membangun pengetahuan. Konstruksi berarti membangun. Jadi Learning Theory konstruktivisme suatu usaha yang di lakukan untuk membangun tata hidup yang berbudaya modern.

Theory ini berlandaskan pembelajaran kontekstual. Dengan kata lain, manusia membangun pengetahuan sedikit demi sedikit yang hasilnya di sebarkan melalui konteks yang terbatas dan dalam waktu yang di rencanakan.

Teori belajar ini menekankan seseorang yang belajar memiliki tujuan untuk menemukan bakatnya, menambah pengetahuan atau teknologi, dan lain-lain yang di butuhkan untuk mengembangkan dirinya. Pengalaman demi pengalaman yang telah di lewati manusia maka akan memiliki hidup yang lebih dinamis dan pengetahuan akan bertambah.

Dalam konteks belajar mengajar, Learning Theory konstruktivisme membebaskan pembelajar untuk membimbing sendiri pengetahuan yang di miliki berdasarkan pengalaman.

Menurut Learning Theory konstruktivisme “belajar” lebih mudah di pahami oleh manusia karena manusia membangun dan mengembangkan pengetahuan berdasarkan pengalaman-pengalaman yang telah di lewati. Dengan hal ini juga hidup manusia menjadi lebih dinamis.

a. Implementasi dalam Pembelajaran

Beberapa hal yang perlu di perhatikan saat menerapkan Learning Theory konstruktivisme dalam proses belajar mengajar.

  1. Saat mengajar sebaiknya memberikan kesempatan kepada murid agar dapat mengeluarkan pendapatnya dengan bahasa sendiri.
  2. Murid di berikan waktu atau kesempatan untuk menceritakan pengalamannya agar menjadi murid yang lebih kreatif dan imajinatif.
  3. Lingkungan belajar mengajar harus kondusif agar murid bisa belajar dengan maksimal.
  4. Murid di beri kesempatan untuk membuat gagasan atau ide yang baru.

Dalam pelaksanaannya teori belajar konstruktivisme memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan mengetahui kedua hal itu Learning Theory ini dapat di terapkan secara maksimal. Berikut kelebihan dan kekurangan teori konstruktivisme.

b. Kelebihan

Kelebihan dari Teori Belajar Konstruktivisme setidaknya ada 5, silahkan di baca dan di pahami.

  1. Dalam proses belajar mengajar guru dapat mengajarkan para murid untuk mengeluarkan ide-idenya atau gagasannya dan melatihnya agar bisa mengambil keputusan.
  2. Semua murid bisa mengingat pelajaran yang sudah di ajarkan karena mengikuti proses belajar mengajar secara langsung dan aktif.
  3. Pengulangan pelajaran yang di lakukan secara berulang akan membuat murid lebih mudah untuk berinteraksi dan yakin bisa memahami pelajarannya.
  4. Ketika proses belajar mengajar, murid akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungannya dan mendapatkan pengetahuan baru. Misalnya berinteraksi dengan teman-temannya dan guru.
  5. Pengetahuan yang di terima oleh murid akan mudah di terapkan dalam kehidupannya.

c. Kekurangan

Kekurangan atau kelemahan dari Teori Belajar Konstruktivisme sebagai berikut:

  1. Teori belajar ini lebih susah untuk di mengerti karena ruang lingkupnya lebih luas.
  2. Tugas guru menjadi tidak maksimal karena murid di beri kebebasan lebih banyak.

Penjelasan selengkapnya tentang teori belajar konstruktivistik ini dapat anda baca pada artikel berikut,

4. Teori Belajar Humanistik

Kelompok Teori Belajar Menurut Para Ahli yang keempat adalah Teori belajar Humanistik. Learning Theory ini lebih cenderung melihat perkembangan pengetahuan dari sisi kepribadian manusia. Hal ini di karenakan humanisme itu sendiri merupakan ilmu yang melihat segala sesuatu dari sisi kepribadian manusia.

Teori belajar humanisme juga bertujuan untuk membangun kepribadian murid dengan melakukan kegiatan-kegiatan  yang positif. Hal ini bisa di sebut dengan para pendidik atau guru yang mengajar dan mendidik menggunakan pendekatan humanistik.

Guru dengan aliran humanistik akan mengutamakan hasil pengajaran berupa kemampuan positif yang di miliki oleh murid. Kemampuan positif akan membangun atau mengembangkan emosi positif pada murid.

Teori belajar humanistik berbeda dengan Learning Theory behavioristik. Di mana, teori ini lebih mengutamakan melihat tingkah laku manusia sebagai campuran antara motivasi yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Sedangkan teori belajar behavioristik hanya melihat motivasi manusia sebagai sebuah usaha untuk memenuhi fisiologis manusia. Learning Theory humanistik lebih menekankan pada pembentukan kepribadian, perubahan sikap, menganalisis fenomena sosial, dan hati nurani yang di terapkan melalui materi-materi pelajaran.

a. Implementasi dalam Pembelajaran

Dalam teori belajar ini guru atau pendidik sangat berperan sebagai fasilitator. Beberapa hal yang perlu di perhatikan saat menerapkan Learning Theory humanistik adalah.

  1. Guru berusaha untuk menyusun dan mempersiapkan materi-materi pembelajaran lebih banyak agar tujuan belajar mengajar tercapai.
  2. Pendidik/Guru harus tetap santai ketika mendengar ungkapan-ungkapan dari murid yang memberitahukan bahwa ada perasaan yang kuat dan dalam saat belajar mengajar.
  3. Dalam teori belajar ini, guru sangat berperan sebagai fasilitator. Maksudnya guru di haruskan memberikan perhatian kepada murid dan menciptakan suasana kelas kondusif.
  4. Ketika guru berperan sebagai fasilitator, guru harus bisa mengenali dan menerima kelemahan-kelemahan pada dirinya. Dengan mengenali diri dan mengetahui kelemahan-kelemahannya maka saat mengajar akan lebih tenang.
  5. Guru di tugaskan untuk mengetahui keinginan dari setiap murid karena keinginan-keinginan yang ada pada setiap murid dapat menambah kekuatan dan mendorong semangat belajar.

b. Kelebihan

Dalam pelaksanaannya Learning Theory humanistik memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan mengetahui kedua hal itu teori ini dapat di terapkan secara maksimal.

  1. Tingkat keberhasilan atau indikator penilaian dari teori belajar ini adalah murid merasa senang dalam belajar dan terjadi perubahan terhadap tingkah laku dan pola pikir bukan karena paksaan atau keinginan sendiri.
  2. Jika proses belajar mengajar mengutamakan pembentukan kepribadian, perubahan tingkah laku, dan hati nurani maka Learning Theory humanistik sangat sesuai.
  3. Dengan teori belajar ini, murid diharapkan menjadi manusia yang bisa mengatur dirinya sendiri dan menjadi pribadi yang tidak terikat oleh pendapat orang lain tanpa harus merugikan atau mengambil hak-hak orang lain.

c. Kekurangan

Kekurangan yang ada pada teori belajar humanistik berada pada murid. Maksudnya murid yang tidak mau mengerti akan potensi dirinya maka murid itu akan tertinggal dalam proses belajar mengajar.

Penjelasan selengkapnya tentang teori belajar humanistik ini dapat anda baca pada artikel berikut,

5. Teori Sibernetik

Kelompok Teori Belajar Menurut Para Ahli yang kelima adalah teori belajar sibernetik. Teori sibernetik mungkin cukup baru terdengar di kalangan para pendidik. Dalam Theory ini, pembelajaran menekankan pada proses yang dapat terjadi dimana dan kapanpun tanpa di batasi oleh ruang dan waktu.

Pendidik dan peserta didik dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi dalam jarak yang jauh. Pada situasi pandemi covid-19 seperti saat ini, teori belajar sibernetik dapat menjadi pilihan utama dalam melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online dari tempat/rumah masing-masing.

B. Kesimpulan

Setiap teori belajar mempunyai kelebihan dan kekurangan. Jadi, setiap guru atau pendidik sebaiknya mencari teori belajar yang sesuai dengan karakter dari setiap murid.

melalui pemahaman Teori Belajar Menurut Para Ahli yang benar maka proses belajar mengajar akan lebih maksimal dan hasil yang di dapatkan dari proses itu berdampak baik bagi murid atau peserta didik.

Dalam proses belajar ada yang namanya teori belajar, dengan Learning Theoryini, maka Guru atau Pendidik dapat terbantu untuk mendidik dan menyampaikan ilmu pengetahuan kepada murid atau peserta didik.

Namun, ada beberapa guru yang lebih suka mengajar berdasarkan pengalaman saat belajar. Maksudnya, dalam beberapa kasus, guru sudah menemukan cara jitu untuk mendidik dan menyampaikan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya tanpa harus mengetahui teori belajar.

Tugas dan tanggung jawab guru erat kaitannya dengan kemampuan yang di persyaratkan dalam jabatan profesi kependidikan. Kemampuan tersebut antara lain guru memiliki,

  1. pengetahuan tentang teori belajar dan pembelajaran;
  2. pengetahuan asas asas dan factor-faktor yang memengaruhi proses pembelajaran;
  3. keterampilan menggunakan teknik dan pendekatan dalam kegiatan pembelajaran; dan
  4. memiliki pengetahuan pembelajaran abad ke-21.

Sumber rujukan Utama
Kemdikbud

Demikian,
semoga ada manfaat

Telusuri Artikel Lain

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: