Teori Belajar Humanistik Menurut Ahli

Teori Belajar Kognitif menurut Ahli

HermanAnis.com – Teman-teman semua, dalam kesempatan kali ini kita masih membahas tentang teori-teori belajar, dimana kita akan fokus membahas tentang Teori Belajar Humanistik menurut Ahli. Tulisan Teori Belajar Humanistik menurut Ahli ini akan menguraikan bagaimana teori belajarn yang dikemukan oleh Arthur Combs, Maslow, dan Carl Rogers.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Teori Belajar Humanistik Berbeda dengan teori belajar konstruktivistikkognitif, teori Belajar humanistik dan behavioristik merupakan dua teori besar dalam duania pendidikan. Kedua teori ini menjadi landasan berpikir filsafat para ahli pendidikan. Dalam tulisan kali ini kiata akan membahasa secara khusus teori belajar humanistik.

A. Teori Belajar Humanistik

Teori Belajar Humanistik merupakan teori yang menjelaskan bahwa pada hakekatnya setiap diri manusia adalah unik, memiliki potensi individual dan dorongan internal untuk berkembang dan menentukan perilakunya.

Olehnya itu, maka setiap diri manusia adalah bebas dan memiliki kecenderungan untuk tumbuh dan berkembang mencapai aktualisasi diri. Lebih lanjut, bahwa kebutuhan manusia adalah bertingkat-tingkat, terdiri dari tingkatan kebutuhan keamanan, pengakuan dan aktualisasi diri.

B. Siapa saja Tokoh dalam Teori Belajar Humanistik?

Teori Belajar Humanistik menurut Ahli dalam pembahasan kali ini akan fokus membahas pendapat ahli tentang teori belajar seperti,

  1. Arthur Combs (1921-1999)
  2. Maslow
  3. Carl Rogers

Bagaimana saja pandangan ketiga tokoh dalam teori belajar humanistik ini? berikut penjelasannya.

1. Arthur Combs

Teori Belajar Humanistik menurut Ahli yang pertama adalah Arthur Combs. Arthur Combs berpendapat bahwa banyak guru membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa siswa mau belajar apabila materi pelajarannya di susun dan di sajikan sebagai mestinya.

Padahal, arti tidaklah menyatu pada materi pelajaran itu, dengan kata lain individulah yang memberikan arti kepada materi pelajaran itu. Sehingga, yang penting ialah bagaimana membawa siswa untuk memperoleh arti pada pribadinya dari materi pelajaran tersebut dan hubungannya dengan kehidupannya.

Combs memberi lukisan perspsi diri dan dunia seseorang seperti dua lingkaran (besar dan kecil) yang bertitik pusat satu. Lingkaran kecil (1) adalah gambaran dari persepsi diri, dan lingkaran besar (2) adalah persepsi dunia.

Makin jauh persepsi-persepsi itu dari persepsi diri makin berkurang pengaruhnya pada perilakunya. Jadi, hal-hal yang mempunyai sedikit dengan hubungannya dengan diri makin mudah hal itu terlupan.

2. Maslow

Teori Belajar Humanistik menurut Ahli yang kedua adalah Maslow. Pendapat Maslow di dasarkan atas asumsi bahwa di dalam individu ada dua hal;

  1. suatu usaha yang positif untuk berkembang
  2. kekuatan untuk melawan/menolak perkembangan itu.

Maslow mengungkapkan bahwa individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan yang bersifat herarkis.

3. Carl Rogers

Teori Belajar Humanistik menurut Ahli yang ketiga adalah Roger. Roger membedakan dua tipe belajar yaitu: kognitif (kebermaknaan), experiental (penaglaman atau signifikan) yaitu guru menghubungkan pengetahauan akademik ke dalam pengatahuan terpakai.

Experiental Learning menunjuk apda pemenuhan kebutuhan dan keinginan siswa. Guru harus memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran yaitu; 1) siswa akan mempelajari hal-hal yang bermakna baginya; 2) pengorganisasian bahan pengajaran; 3) belajar yang bermakna dalam masyarakat.

Prinsip-prinsip belajar humanistik memandang bahwa manusia mempunyai cara belajar alami, belajar signifikan terjadi apabila materi pelajaran di rasakan murid mempuyai relevansi dengan dengan keseharian mereka, belajar selalu menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya, tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah di rasakan bila ancaman itu kecil.

Beberapa prinsip dasarnya adalah: 1) belajar yang bermakna di peroleh jika siswa melakukannya, 2) belajar lancar jika siswa di libatkan dalam proses belajar, 3) belajar yang melibatkan siswa seutuhnya dapat memberi hasil yang lebih mendalam, dan 4) kepercayaan diri pada siswa dapat di tumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas diri.

Selanjutnya, bagaimana penerapan teori belajar ini dalam pembelajaran? berikut ini penjelasannya.

Teori Belajar Humanistik menurut Ahli

C. Penerapan Teori Belajar Humanistik  

Penerapan teori belajar humanistik lebih menunjuk pada ruh atau spirit dalam proses belajar yang mewarnai metode-metode yang di terapkan. Sehingga, peran guru hanya sebagai fasilitator bagi siwa dengan memberi motivasi, kesadaran bagi siswa, membimbing dan memfasilitasi siswa.

Siswa berperan sebagai pelaku utama yang memaknai proses pembelajarannya. Kemudian, tujuan pembelajaran lebih di utamakan pada prosesnya bukan pada hasilnya.

Proses pembelajaran pada umumnya yaitu adalah merumuskan tujuan belajar yang jelas, mengusahaan adanya partisipasi siswa, mendorong inisiatif siswa untuk kritis, mengemukakan pendapat, guru berusaha menerima dan memberi kesempatan pada siswa serta adanya evaluasi pembelajaran. Olehnya itu, teori belajar humanistik lebih menekankan pada proses dari pada hasil pembelajaran sehigga siswa harus aktif.

Guru berpendapat bahwa pendidikan adalah warisan kebudayaan, pertanggungjawaban sosial, dan bahan pengajaran yang khusus. Sehingga, masalah tersebut tidak dapat di serahkan pada siswa tetapi perlu adanya suatu rencana pelajaran yang telah di siapkan oleh guru.

Teori Belajar Humanistik menurut Ahli

D. Kekurangan dan Kelebihan

Kekurangan teori belajar humanistik yaitu peserta didik kurang mengenal diri dan potensi-potensi yang ada pada diri mereka. Sedangkan, kelebihannya teori belajar humanistik ini adalah dalam aktivitas pembelajaran, siswa dituntut untuk berusaha agar mampu mencapai aktualisasi diri sebaik-baiknya.

E. Sumber Rujukan

  • Sugihartono, dkk.2006. Psikologi Pendidikan.Yoyakarta: FIP UNY.
  • Dakir. 1993. Dasar-dasar psikologi Yogyakarta: Pustaka pelajar.
  • Sukmadinata, Nana Syaodi. 2004. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Rosdakarya. Bandung.
  • Sugiharto dkk. 2006. Psikologi Pendidikan. FIP UNY. Suyantinah. 2000. Psikologi Pendidikan. FIP UNY.

Terima kasih telah membaca artikel ini,
semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: