Teori Belajar Bruner

5 min read

Jerome S. Bruner

HermanAnis.com – Teman-teman semua, pada kesempatan kali ini kita masih akan membahas tentang teori-teori belajar dengan fokus pembahasan adalah Teori Belajar Bruner. Teori Belajar Bruner lebih dikenal sebagai teori belajar penemuan Jerome S. Bruner. Teori Belajar Bruner mengemukakan bahwa belajar melibatkan tiga proses yang berlangsung hampir bersamaan yaitu memperoleh informasi baru, transformasi dan informasi, dan menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Jerome S. Bruner merupakan seorang ahli psikologi perkembangan dan ahli psikologi belajar kognitif. Pendekatannya tentang psikologi adalah eklektik.

Teori Belajar Instruksi Jerome S. Bruner

Teori Belajar Bruner

Dari penelitiannya itu banyak mengandung persepsi manusia, motivasi belajar dan berpikir. Dalam mempelajari manusia, ia mengganggap manusia sebagai pemroses, pemikir dan pencipta informasi.

Teori Belajar Bruner yang seorang pengikut setia terhadap teori kognitif, menandai perkembangan kognitif manusia sebagai berikut:

  1. Perkembangan intelektual di tandai dengan adanya kemajuan dalam menanggapi suatu rangsangan.
  2. Peningkatan pengetahuan tergantung pada perkembangan sistem penyimpanan informasi secara realis.
  3. Perkembangan intelektual meliputi perkembangan kemampuan berbicara pada diri sendiri atau pada orang lain melalui kata-kata atau lambang tentang apa yang telah di lakukan dan apa yang di kerjakan.
  4. Interaksi secara sistematis antara pembimbing, guru atau orang tua dengan anak di perlukan bagi perkembangan kognitifnya.
  5. Bahasa adalah kunci perkembangan kognitif, karena bahasa merupakan alat komunikasi antara manusia. Untuk memahami konsep-konsep yang ada di perlukan bahasa serat di perlukan untuk mengkomunikasikan suatu konsep.
  6. Perkembangan kognitif di tandai dengan kecakapan untuk mengemukakan beberapa alternative secara simultan, memilih tindakan yang tepat, dapat memberikan proritas yang berurutan salam berbagai situasi.

Teori Belajar Bruner memusatkan perhatiannya pada masalah apa yang di lakukan manusia dengan informasi yang di terimanya dan apa yang di lakukannya sesudah memperoleh informasi yang diskrit itu untuk mencapai pemahaman yang memberikan kemampuan padanya.  

Teori Belajar Instruksi Jerome S. Bruner

Proses Belajar Mengajar dalam Teori Belajar Bruner

Teori Belajar Bruner mengemukakan bahwa belajar melibatkan tiga proses yang berlangsung hampir bersamaan yaitu memperoleh informasi baru, transformasi dan informasi, dan menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan.

Ia juga sering menyebutkan bahwa pandangannya tentang belajar atau pertumbuhan kognitif sebagai konseptualisme instrumental.  

Teori Belajar Bruner memperkenalkan istilah “free discovery learning”. Menurut teori itu proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu aturan termasuk (konsep, teori, definisi) melalui contoh-contoh yang menggambarkan aturan yang ia jumpai dalam kehidupannya.

Proses belajar terjadi lebih di tentukan oleh cara kita mengatur materi pelajaran dan bukan di tentukan oleh usia peserta didik.

Proses belajar terjadi melalui tahap-tahap yaitu:  

Tahap Enaktif

Pada tahap ini seseorang mengetahui suatu aspek dari kenyataan tanpa menggunakan pikiran atau kata-kata dan terdiri atas penyajian kejadian-kejadian yang lampau melalui respon-respon motorik.

Dengan cara ini di lakukan satu set kegiatan-kegiatan untuk mencapai hasil tertentu.  

Tahap Ikonik

Tahap Ikonik ialah suatu tahap yang berdasarkan pikiran internal . Pengetahuan di sajikan oleh sekumpulan gambar-gambar yang mewakili suatu konsep, tetapi tidak mendefinisikan sepenuhnya konsep itu. Penyajian ikonik terutama di kendalikan oleh prinsip-prinsip organisasi perseptual dan oleh transformasi-transformasi secara ekonomis dalam organisasi perseptual.

Penyajian ikonik tertinggi pada umumnya di jumpai pada anak-anak berumur 5 dan 7 tahun yaitu periode waktu anak sangat tergantung pada penginderaannya sendiri.  

Tahap Simbolik

Tahap Simbolik ialah suatu tahap yang penyajian berdasarkan pada sistem berpikir abstrak, arbitrer dan lebih fleksibel serta menggunakan kata-kata atau bahasa.

Penyajian simbolik menggunakan di buktikan oleh kemampuan seseorang lebih memperhatikan proposisi atau pernyataan daripada objek-objek, memberikan struktur hierarkis pada konsep-konsep dan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan alternatif dalam suatu cara kombinatorial.  

Salah satu model instruksional kognitif yang sangat berpengaruh ialah model dari Jerome Bruner (1966) yang di kenal dengan nama belajar penemuan (discovery learning).

Bruner menganggap, bahwa belajar penemuan sesuai degan pencarian pengetahuan secara aktif oleh manusia, dan dengan sendirinya memberikan hasil yang paling baik.

Berusaha sendiri untuk mencari pemecahan masalah serta pengetahuan yang menyertainya, menghasilkan pengetahuan yang benar-benar bermakna.

Belajar bermakna dengan arti seperti di berikan di atas, merupakan satu-satunya macam belajar yang mendapat perhatian Bruner.  

Metode Belajar dalam Teori Belajar Bruner

Teori Belajar Bruner menyatakan agar siswa-siswa hendaknya belajar melalui berpartisipasi secara aktif dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip, agar mereka di anjurkan untuk memperoleh pengalaman, dan melakukan eksperimen-eksperimen yang mengizinkan mereka untuk menemukan prinsip-prinsip itu sendiri.

Pengetahuan yang di peroleh dengan belajar penemuan menunjukkan beberapa kebaikan.

  • Pertama, pengetahuan itu bertahan lama atau lama dapat di ingat, dengan cara-cara lain.
  • Kedua, hasil belajar penemuan mempunyai efek transfer yang lebih baik daripada hasil belajar lainnya. Dengan kata lain, konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang di jadikan milik kognitif seseorang lebih mudah di terapkan pada situasi-situasi baru.
  • Ketiga, secara menyeluruh belajar penemuan meningkatkan penalaran siswa dan kemempuan untuk berfikir secara bebas. Secara khusus belajar penemuan melatih keterampilan-keterampilan kognitif siswa untuk menemukan dan memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain.  

Selanjutnya di kemukakan, bahwa belajar penemuan, membangkitkan keingintahuan siswa, memberi motivasi untuk bekerja terus sampai menemukan jawaban-jawaban.

Lagi pula pendekatan ini dapat mengajarkan keterampilan-keterampilan memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain, dan meminta para siswa untuk menganalisis dan memanipulasi informasi, tidak hanya menerima saja.  

Struktur suatu bidang studi terutama di berikan oleh konsep-konsep dasar dan prinsip-prinsip dari bidang strudi itu.

Bila seorang siswa telah mengusai struktur dasar, maka kurang sulit baginya untuk mempelajari bahan-bahan pelajaran lain dalam bidang studi yang sama, dan ia akan lebih mudah ingat akan bahan baru yang bermakna, yang dapat di gunakannya untuk melihat hubungan-hubungan yang esensial dalam bidang studi itu, dan dengan demikian dapat memahami hal-hal yang mendetail.  

Menurut, mengerti struktur suatu bidang studi adalah memahami bidang strudi itu sedemikian rupa sehingga dapat menghubungkan hal-hal lain pada struktur itu secara bermakna. Secara singkat dapat di katakan bahwa mempelajari struktur adalah mempelajari bagaimana hal-hal di hubungkan.  

Teori Instruksi Bruner dalam Teori Belajar Bruner

Dalam Teori Belajar Bruner, belajar penemuan yang murni memerlukan waktu, karena itu dalam bukunya “The Relevance of Education (1971), ia menyarankan agar penggunaan belajar penemuan ini hanya di terapkan sampai batas-batas tertentu, yaitu dengan mangarahkannya pada struktur bidang studi.

Pada bagian ini akan di bahas bagaimana pengajaran atau instruksi di laksanakan sesuai dengan teori yang di kemukakan tentang belajar.

Menurut Bruner, suatu teori instruksi (Bruner, 1966) hendaknya meliputi :  

  • Pengalaman-pengalaman optimal bagi siswa untuk mau dan dapat belajar.
  • Penstrukturan pengetahuan untuk pemahaman optimal.
  • Perincian urutan-urutan penyajian meteri pelajaran secara optimal.
  • Bentuk dan pemberian reinfosmen.  

Pengalaman-pengalaman optimal bagi siswa untuk mau dan dapat belajar  

Menurut Teori Belajar Bruner, belajar dan pemecahan masalah tergantung pada penyelidikan alternatif-alternatif. Oleh karena itu pengajaran atau instruksi harus memeprlancar dan mengatur penyelidikan alternatif-alternatif, di tinjau dari segi siswa. Penyelidikan alternatif-alternatif membutuhkan aktivitasi, pemeliharaan, dan pengarahan.

Dengan kata lain, penyelidikan altenatif-alternatif membutuhkan membutuhkan suatu untuk dapat mulai, sesudah di mulai keadaan itu harus di pelihara atau di pertahankan, kemudian di jaga agar tidak kehilangan arah.  

Penstukturan Pengetahuan Untuk Pemahaman Optimal  

Struktur suatu domain pengetahuan mempunyai tiga ciri dan setiap ciri itu mempengaruhi kemampuan siswa untuk menguasainya. Ketiga ciri itu ialah cara penyajian (mode of representation), ekonomi dan kuasa (power). Cara penyajian, ekonomi dan kuasa, berbeda bila di hubungkan dengan usia ‘gaya’ para siswa dan jenis bidang studi.  

Ekonomi dalam penyajian pengetahuan di hubungkan dengan sejumlah informasi yang dapat di simpan dalam pikiran dan diproses untuk mencapai pemahaman. Makin banyak jumlah informasi yang harus di pelajari siswa untuk memahami sesuatu atau untuk menangani suatu masalah, makin banyak langkah-langkah yang harus di tempuh dalam memproses informasi untuk mencapai suatu kesimpulan dan maki kurang ekonomis.  

Perincian Urutan-Urutan Penyajian Materi Pelajaran Secara Optimal  

Dalam mengajar, siswa di bimbing melalui urutan pernyataan-pernyataan dari suatu masalah atau sekumpulan pengetahuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menerima, mengubah dan mentransfer apa yang telah di pelajarinya. Jadi, urutan materi pelajaran dalam suatu domain pengetahuan mempengaruhi kesulitan yang di hadapi siswa dalam mencapai penguasaan. Biasanya ada berbagai urutan yang setara dalam kemudahan dan kesulitan bagu para siswa.

Di kemukakan oleh Teori Belajar Bruner bahwa perkembangan intelektual bergerak dari penyajian enaktif, melalui penyajian ekonik ke penyajian simbolik.  

Bentuk dan Pemberian Reinformasi  

Bentuk hadiah atau pujian dan hukuman harus di pikirkan. Demikian pula bila pujian atau hukuman itu di berikan selama proses belajar-mengajar. Secara intuitif, bahwa selam proses belajar mengajar berlangsung, ada suatu ketika hadiah eksentrik bergeser ke hadiah intrinsik.  

Media dalam Teori Belajar Bruner  

Teori Belajar Bruner banyak mengemukakan untuk belajar menemukan, yang mana guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu aturan termasuk (konsep, teori, definisi) melalui contoh-contoh yang menggambarkan aturan yang ia jumpai dalam kehidupannya.

Media yang cocok untuk Teori Belajar Bruner yakni media dua dimensi adalah semua bentuk gambar yang menampilkan suatu objek. Misalnya gambar, chart, poster, foto dan bahan grafik.

Misalya bahan grafis yang merupakan media visual non proyeksi yang mudah karena itu tidak membutuhkan peralatan dan relatif murah. Menurut Brown et. al (1985) ada lima jenis media grafis yang memiliki keunggulan yang tinggi yakni graft, chart, diagram, peta atau globe.  

Teori Belajar Bruner

Daftar Pustaka 

  • Budiningsih, Asri, 1989. Belajar dan Pembelajaran, Jakarta.
  • Dahar, Ratna Wilis, 2005. Teori-Teori Belajar, Rineka Cipta, Bandung.

=Baca Juga=

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *