LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah

LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah

HermanAnis.com. Teman-teman semua, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas satu topik terkait persiapan pembelajaran inovatif yakni LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah dalam pembelajaran.

Baca juga: Contoh hasil Identifikasi Masalah dan Akar Penyebab Masalah Pembelajaran

Dalam LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah ini akan disajikan contoh hasil Eksplorasi Penyebab Masalah pembelajaran yang merupakan salah satu fase yang penting di lakukan pendidik sebelum merancang pembelajaran inovatif. Identifikasi masalah pembelajaran bertujuan untuk mengetahui masalah yang ada, mengidentifikasi akar masalahnya, dan menganalisis solusi yang cocok untuk mengatasinya.

LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah

Baca Juga :

A. Contoh hasil eksplorasi penyebab masalah pembelajaran dan rujukannya

Baca juga: Faktor Penyebab Rendahnya Minat Belajar Siswa

Eksplorasi penyebab masalah pembelajaran sangat penting untuk mengidentifikasi akar permasalahan yang mungkin menghambat proses belajar siswa. Berikut ini beberapa contoh hasil eksplorasi penyebab masalah pembelajaran beserta rujukannya:

1. Kurangnya Motivasi Siswa

Penyebab: Siswa mungkin merasa kurang termotivasi untuk belajar karena kurangnya relevansi materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari mereka atau tidak adanya penghargaan yang memadai.

Rujukan: Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Intrinsic and extrinsic motivations: Classic definitions and new directions. Contemporary Educational Psychology, 25(1), 54-67.

Baca Juga: Fakor Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa

2. Masalah Kesehatan atau Gangguan Perkembangan

Penyebab: Beberapa siswa mungkin menghadapi masalah kesehatan fisik atau gangguan perkembangan yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk fokus dan belajar dengan baik.

Rujukan: American Academy of Pediatrics. (2013). ADHD: Clinical practice guideline for the diagnosis, evaluation, and treatment of attention-deficit/hyperactivity disorder in children and adolescents. Pediatrics, 128(5), 1007-1022.

3. Kurangnya Sumber Daya Pendidikan

Penyebab: Sekolah mungkin memiliki keterbatasan dalam menyediakan sumber daya pendidikan seperti buku pelajaran, perangkat teknologi, atau guru yang berkualitas.

Rujukan: UNESCO. (2015). Education for All Global Monitoring Report 2015: Education for All 2000-2015: Achievements and Challenges. UNESCO Publishing.

4. Gangguan Lingkungan Keluarga

Penyebab: Faktor-faktor di lingkungan keluarga, seperti konflik rumah tangga, perceraian, atau masalah finansial, dapat memengaruhi kesejahteraan emosional dan kognitif siswa.

Rujukan: Amato, P. R. (2000). The consequences of divorce for adults and children. Journal of Marriage and Family, 62(4), 1269-1287.

5. Kurikulum yang Tidak Sesuai

Penyebab: Kurikulum yang tidak relevan atau terlalu berat dapat membuat siswa merasa kesulitan atau kehilangan minat dalam belajar.

Rujukan: Wiles, J., & Bondi, J. (2015). Curriculum development: A guide to practice. Pearson.

6. Kurangnya Dukungan Sosial

Penyebab: Siswa yang tidak mendapatkan dukungan sosial dari teman sebaya atau guru mungkin merasa terisolasi atau tidak berdaya dalam mengatasi kesulitan belajar.

Rujukan: Hamm, J. V. (2000). Do birds of a feather flock together? The variable bases for African American, Asian American, and European American adolescents’ selection of similar friends. Developmental Psychology, 36(2), 209-219.

7. Gaya Pembelajaran yang Tidak Cocok

Penyebab: Siswa memiliki gaya pembelajaran yang berbeda-beda, dan jika metode pengajaran tidak cocok dengan gaya pembelajaran mereka, mereka mungkin kesulitan memahami materi.

Rujukan: Dunn, R., & Dunn, K. (1978). Teaching students through their individual learning styles: A practical approach. Reston, VA: Reston Publishing.

8. Konflik antara Siswa atau Bullying

Penyebab: Konflik antara siswa atau perundungan (bullying) di lingkungan sekolah dapat menciptakan suasana yang tidak aman dan mengganggu fokus belajar siswa.

Rujukan: Olweus, D. (1993). Bullying at school: What we know and what we can do. Malden, MA: Blackwell.

9. Keterbatasan Keterampilan Studi

Penyebab: Siswa mungkin tidak memiliki keterampilan studi yang diperlukan, seperti pengorganisasian waktu atau strategi belajar efektif.

Rujukan: Weinstein, C. E., Husman, J., & Dierking, D. R. (2000). Self-regulation interventions with a focus on learning strategies. In M. Boekaerts, P. R. Pintrich, & M. Zeidner (Eds.), Handbook of self-regulation (pp. 727-747). Academic Press.

10. Kurangnya Fasilitas dan Akses Teknologi

Penyebab: Siswa yang tidak memiliki akses ke fasilitas atau perangkat teknologi seperti komputer dan internet mungkin terhambat dalam mengikuti pembelajaran online atau memanfaatkan sumber daya digital.

Rujukan: Warschauer, M. (2004). Technology and social inclusion: Rethinking the digital divide. The MIT Press.

11. Kurangnya Keterlibatan Orang Tua

Penyebab: Ketidakpartisipan orang tua dalam pendidikan anak-anak mereka dapat menghambat perkembangan siswa, karena orang tua berperan penting dalam dukungan dan pengawasan belajar.

Rujukan: Epstein, J. L. (2001). School, family, and community partnerships: Preparing educators and improving schools. Westview Press.

12. Perasaan Stres atau Kecemasan

Penyebab: Siswa yang merasa stres atau cemas mungkin mengalami kesulitan konsentrasi dan berprestasi di sekolah.

Rujukan: Hesketh, T., Ding, Q. J., & Jenkins, R. (2002). Suicide ideation in Chinese adolescents. Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology, 37(5), 230-235.

Eksplorasi penyebab masalah pembelajaran harus selalu dilakukan secara holistik, dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang mungkin berperan dalam kesulitan belajar siswa. Referensi di atas adalah beberapa rujukan yang dapat membantu dalam memahami penyebab masalah tersebut.

Baca Juga: Refleksi Pembelajaran Eksplorasi Penyebab Masalah

B. LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah

Untuk mengisi LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah, teman-teman dapat menggunakan hasil isian dari tabel LK. 1.1. Identifikasi Masalah dapat di lihat dalam tabel di bawah ini.

Baca Juga: Penyebab Rendahnya Hasil Belajar Siswa

Tabel 1. Contoh Isian LK. 1.1. Identifikasi Masalah

NoJenis PermasalahanMasalah yang DiidentifikasiAnalisis Identifikasi Masalah
1Pedagogik, literasi, dan numerasi.Pedagogik (P1). PBM yang di laksanakan belum menerapkan pembelajaran yang inovatif.
2.
1. Lebih dari 80 % siswa memiliki minat baca yang rendah.
2. Sebanyak 73% siswa memiliki hasil belajar di bawah KKM pada KD xxx.
3. Kurang lebih 85% siswa tidak memiliki minat membaca di Perpustkaan Sekolah
Hanya 20% Siswa yang memiliki
minat pada membaca gambar, data
pada tabel, di agram dan grafi
– Pemahaman Guru terkait dengan integrasi komponen-komponen TPACK dalam PBM belum optimal.
– Pemahaman guru terkait dengan penggunaan assesment of learning, assessment for learning dan assessment as learning masih rendah.
– Pemahaman pendidik terkait dengan model-model pembelajaran inovatif, karakteristik peserta didiknya, konten materi yang akan di ajarkan, integrasi keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) penggunaan ICT dalam pembelajaran masih rendah atau kurang.
– Kegiatan PBM belum memfasiliatasi PD dengan aktivitas yang memerlukan penggunaan literasi sains seperti literasi numerasi berupa adanya aktivitas dalam membuat tabel, menganalisis data, membuat grafik, menginterpretasi grafik dll.
2Kesulitan belajar siswa termasuk siswa berkebutuhan khusus dan masalah pembelajaran (berdiferensiasi) di kelas berdasarkan pengalaman mahasiswa saat menjadi guru.– Capaian pembelajaran siswa hanya mencapai 46 %
Dalam PBM,
– Guru belum maksimal atau belum optimal dalam memberikan stimulus bagi siswa,
– Guru belum menerapkan
strategi pembelajaran
berdi ferensiasi
– Guru belum melakukan pemetaan kebutuhan belajar siswa sebelum menerapkan strategi belajar.
– PD susah untuk berkonsentrasi, masih ada siswa yang mengganggu temannya pada saat belajar, kurang memanfaatkan
sumber-sumber belajar
dengan baik, PD banyak yang kecanduan game, belum adanya budaya belajar bersama seperti tidak adanya kelompok belajar.

Baca Juga:

Contoh LK 1.1 Identifikasi Masalah

Baca Juga: Masalah Motivasi Belajar Siswa

Contoh LK 1.1 Identifikasi Masalah

C. Contoh hasil Isian LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah

Contoh hasil isian LK 1.2 Eksplorasi Penyebab masalah adalah sebagai berikut,

LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah

Baca Artikel Terkait:

LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah
NoAspek yang di identifikasiContoh Identifikasi Masalah Pembelajaran Hasil Ekplorasi Penyebab Masalah
7Integrasi literasi dan numerasi, HOTS dan kecakapan hidup abad 21 (4C) dalam pembelajaranPembelajaran yang di laksanakan belum mengintegrasi konten literasi dan numerasi, HOTS dan kecakapan hidup abad 21 (4C).– Pengetahuan guru tentang bagaimana cara mengintegrasi konten literasi dan numerasi, HOTS dan kecakapan hidup abad 21 (4C) dalam pembelajaran masih minim
– Kurangnya pelatihan terkait mengintegrasi konten literasi dan numerasi, HOTS dan kecakapan hidup abad 21 (4C) yang di ikuti guru
8Profil atau karakteristik siswa seperti kemampuan awal, minat atau gaya belajar.Guru tidak memiliki data tentang karakteristik siswa, sebagai bahan untuk merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran.– Tidak adanya instrumen standar yang di miliki
– Guru ,menganggap hal ini tidak penting
– Pengetahuan guru terkait Profil atau karakteristik siswa seperti kemampuan awal, minat atau gaya belajar masih minim.

Contoh Mengeksplor Masalah yang lain dapat dilihat dalam link artikel berikut: Contoh Mengeksplor Masalah

1. Melakukan wawancara terkait masalah yang teridentifikasi dengan guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, rekan sejawat di sekolah, pakar yang di tentukan secara mandiri.

Melakukan wawancara untuk menggali akar masalah dari setiap masalah yang telah di identifikasi.
Fokus kegiatan pada tahap ini adalah melakukan konfirmasi akar masalah setiap masalah berdasarkan literatur yang telah di kaji dan kondisi praktis yang ada di lapangan.

Untuk itu, teman-teman perlu,

  1. Menyiapkan pedoman wawancara
  2. Menyiapkan alat rekam, slide presentasi, atau dokumen lainnya.
  3. Melakukan koordinasi dan konfirmasi seperti surat resmi
  4. Membuat jadwal pelaksanaan wawancara

Hasil yang di peroleh dari kegiatan ini berupa transkrip hasil wawancara, di mana fokus pertanyaan yang di ajukan kepada pihak yang di wawancarai berdasarkan hasil eksplorasi penyebab masalah yang telah di identifikasi.

Baca Juga :

2. Melakukan diskusi tentang hasil kajian literatur dan wawancara

Melakukan FGD dengan teman sejawat, pakar untuk penajaman dan rasionalisasi akar masalah setiap masalah yang telah di identifikasi.

Untuk itu, teman-teman perlu melakukan koordinasi dan konfirmasi kesediaan dengan teman sejawat, pakar (dosen pakar) yang di anggap dapat membantu.

Contoh Ekplorasi Penyebab Masalah pada langkah melakukan presentasi hasil analisis beberapa penyebab masalah yang telah di identifikasi dan di eksplorasi penyebabnya.

Membuatkan slide presentasi yang menguraikan setiap masalah yang identifikasi lengkap dengan akar masalahnya berdasarkan hasil ekplorasi masalah.

Untuk itu, teman-teman perlu mempersiapkan file hasil identifikasi masalah dan ekspolarasi penyebab masalah.

Baca Artikel Terkait:

Demikian, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Kriteria Pakar dalam Wawancara Eksplorasi Penyebab Masalah

Demikian, semoga Contoh LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah ini ada manfaatnya.


Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

3 Replies to “LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca