Apa itu Literasi Sains?

2 min read

Apa itu literasi sains?

HermanAnis.com – Teman-teman semua, bahasan kita kali ini adalah Apa itu Literasi Sains? Pembahasan akan fokus pada definisi literasi sains dari pakar, asosiasi atau lembaga.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Secara harfiah literasi berasal dari kata literacy yang berarti melek huruf/gerakan pemberantasan buta huruf (Echols&Shadily, 1990).

Sedangkan istilah sains berasal dari bahasa Inggris Science yang berarti ilmu pengetahuan. Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. Sehingga sains bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.

Literasi sains atau scientific literacy

Baca Juga : Karakteristik Soal Literasi Membaca dalam PISA.

Definisi Literasi Sains

C.E.de Boer mengemukakan bahwa orang pertama yang menggunakan istilah “Scientific Literacy” adalah Paul de Hart Hurt dari Stamford University. Paul de Hart Hurt menyatakan bahwa Scientific Literacy berarti memahami sains dan aplikasinya bagi kebutuhan masyarakat.

Literasi sains menurut National Science Education Standards (NSES) adalah “scientific literacy is knowledge and understanding of scientific concepts. and processes required for personal decision making, participation in civic and cultural affairs, and economic produvtivity.

Literasi sains menurut PISA diartikan sebagai “ the capacity to use scientific knowledge, to identify questions and to draw evidence-based conclusions in order to understand and help make decisions about the natural world and the changes made to it through human activity”.

Olehnya itu, literasi sains didefinisikan sebagai kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi pertanyaan. dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti. Dalam rangka memahami serta membuat keputusan berkenaan dengan alam dan perubahan yang di lakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia.

Sehingga scientific literacy bersifat multidimensional, bukan hanya pemahaman terhadap pengetahuan sains, melainkan lebih dari itu.

PISA juga menilai pemahaman peserta didik terhadap karakteristik sains sebagai penyelidikan ilmiah, kesadaran akan betapa sains dan teknologi membentuk lingkungan material intelektual dan budaya, serta keinginan untuk terlibat dalam isu-isu terkait sains, sebagai manusia yang reflektif.

Scientific literacy di anggap suatu hasil belajar kunci dalam pendidikan pada usia 15 tahun bagi semua siswa, apakah meneruskan belajar sains atau tidak setelah itu. Berpikir ilmiah merupakan tuntutan warga negara, bukan hanya ilmuwan. Keinklusifan literasi sains sebagai suatu kompetensi umum bagi kehidupan merefleksikan kecenderungan yang berkembang pada pertanyaan-pertanyaan ilmiah dan teknologis.

Sesuai dengan pandangan di atas, penilaian scientific literacy dalam PISA tidak semata-mata berupa pengukuran tingkat pemahaman terhadap pengetahuan sains. tetapi juga pemahaman terhadap berbagai aspek proses sains.

Serta, kemampuan mengaplikasikan pengetahuan dan proses sains dalam situasi nyata yang di hadapi peserta didik, baik sebagai individu, anggota masyarakat, serta warga dunia.

Pengetahuan yang berkaitan dengan scientific literacy

National Teacher Association (1971) mengemukakan bahwa seorang yang literat sains adalah orang yang menggunakan konsep sains, keterampilan proses. dan nilai dalam membuat keputusan sehari-hari kalau ia berhubungan dengan orang lain atau dengan lingkungannya. dan memahami interelasi antara sains, teknologi dan masyarakat, termasuk perkembangan sosial dan ekonomi.

Pengetahuan yang biasanya di hubungkan dengan scientific literacy adalah:

  1. Memahami ilmu pengetahuan alam, norma dan metode sains dan pengetahuan ilmiah
  2. Memahemi kunci konsep ilmiah
  3. Memahami bagaimana sains dan teknologi bekerja bersama-sama
  4. Menghargai dan memahami pengaruh sains dan teknologi dalam masyarakat
  5. Hubungan kompetensi-kompetensi dalam konteks sains, kemampuan membaca, menulis dan memahami sistem pengetahuan manusia
  6. Mengaplikasikan beberapa pengetahuan ilmiah dan kemampuan mempertimbangkan dalam kehidupan sehari-hari (Thomas and Durant dalam Shwartz, 2005).

Literasi Sains sangatlah penting hal ini di sebabkan karena

  1. Pertama, pemahaman IPA menawarkan pemenuhan personal dan kegembiraan, keuntungan untuk di bagikan dengan siapa pun.
  2. Kedua, negara-negara di hadapkan pada pertanyaan-pertanyaan dalam kehidupannya yang memerlukan informasi ilmiah dan cara berpikir ilmiah untuk mengambil keputusan dan kepentingan orang banyak yang perlu di informasikan seperti, udara, air dan hutan.

Negara-negara maju sudah membangun literasi sains sejak lama, yang pelaksanaannya terintegrasi dalam pembelajaran. Dalam PISA literasi sains mencangkup dimensi content, process, dan context. Materi atau content sain tidak terkait langsung dengan kurikulum di negara manapun.

Proses sains dalam PISA mencangkup gunakan pengetahuan sains, membuat keputusan dalam konteks dunia konteks mencangkup konteks melibatkan isu-isu yang penting dalam kehidupan secara umum seperti juga terhadap kepedulian pribadi.

Pengukuran keterampilan proses sains atau literasi sains dapat di lakukan dengan tes tertulis setelah pembelajaran selesai, dan menggunakan lembar observasi. Literasi sains dapat juga di ungkapkan dengan bantuan sejumlah pengamat untuk tes kinerja atau performance assestmen dan tes kerja.

Untuk lebih memahami tentang ini, anda dapat membaca juga Contoh Soal Literasi Sains.

Sumber Rujukan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.