Contoh Instrumen Asesmen dalam Kurikulum Merdeka

2 min read

Contoh Instrumen Asesmen dalam Kurikulum Merdeka

HermanAnis.com. Teman-teman semua, bahasan kita kali ini masih terkait dengan Implementasi Kurikulum Merdeka, yakni, Asesmen dalam Kurikulum Merdeka. Fokus bahasan kita akan mengkaji tentang Contoh Instrumen Asesmen dalam Kurikulum Merdeka.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Baca Tentang : Proses Perencanaan Kegiatan Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka

Apabila pendidik menggunakan modul ajar yang di sediakan, maka ia tidak perlu membuat perencanaan asesmen. Namun, bagi pendidik yang mengembangkan sendiri rencana pelaksanaan pembelajaran dan/atau modul ajar, ia perlu merencanakan asesmen formatif yang akan di gunakan.

  1. Rencana asesmen di mulai dengan perumusan tujuan asesmen. Tujuan ini tentu berkaitan erat dengan tujuan pembelajaran.
  2. Setelah tujuan di rumuskan, pendidik memilih dan/atau mengembangkan instrumen asesmen sesuai tujuan. Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam memilih/mengembangkan instrumen, antara lain: karakteristik peserta didik, kesesuaian asesmen dengan rencana/tujuan pembelajaran dan tujuan asesmen, kemudahan penggunaan instrumen untuk memberikan umpan balik kepada peserta didik dan pendidik.

Baca Juga: Merumuskan Tujuan Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka

Contoh Instrumen Asesmen dalam Kurikulum Merdeka

Berikut adalah contoh instrumen asesmen yang dapat menjadi inspirasi bagi pendidik, yaitu:

  1. Rubrik
  2. Ceklis
  3. Catatan Anekdotal
  4. Grafik Perkembangan (Kontinum)

Berikut penjelasan selengkapnya.

Rubrik

Pedoman yang di buat untuk menilai dan mengevaluasi kualitas capaian kinerja peserta didik sehingga pendidik dapat menyediakan bantuan yang di perlukan untuk meningkatkan kinerja.

Kemudian, rubrik ini juga dapat di gunakan oleh pendidik untuk memusatkan perhatian pada kompetensi yang harus di kuasai. Capaian kinerja di tuangkan dalam bentuk kriteria atau dimensi yang akan di nilai yang di buat secara bertingkat dari kurang sampai terbaik.

Ceklis

Daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik, atau elemen yang di tuju.

Catatan Anekdotal

Catatan singkat hasil observasi yang di fokuskan pada performa dan perilaku yang menonjol, di sertai latar belakang kejadian dan hasil analisis atas observasi yang di lakukan.

Grafik Perkembangan (Kontinum)

Grafik atau infografik yang menggambarkan tahap perkembangan belajar.

Contoh Instrumen Asesmen dalam Kurikulum Merdeka

Baca Juga: Asesmen Formatif dan Sumatif dalam Kurikulum Merdeka

Bentuk dan Teknik pada Instrumen Asesmen dalam Kurikulum Merdeka

Instrumen asesmen dapat di kembangkan berdasarkan teknik penilaian yang di gunakan oleh pendidik. Di bawah ini di uraikan contoh teknik asesmen yang dapat di adaptasi, yaitu:

  1. Observasi
  2. Kinerja
  3. Projek
  4. Tes Tertulis
  5. Tes Lisan
  6. Penugasan
  7. Portofolio

Berikut penjelasan selengkapnya.

Observasi

Observasi merupakan penilaian peserta didik yang di lakukan secara berkesinambungan melalui pengamatan perilaku yang di amati secara berkala. Kegiatan observasi ini dapat di fokuskan untuk semua peserta didik atau per individu. Observasi dapat di lakukan dalam tugas atau aktivitas rutin/harian.

Kinerja

Kinerja merupakan penilaian yang menuntut peserta didik untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang di inginkan. Asesmen kinerja dapat berupa praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, atau membuat portofolio.

Projek

Projek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan, yang harus di selesaikan dalam periode/waktu tertentu.

Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan tes dengan soal dan jawaban di sajikan secara tertulis untuk mengukur atau memperoleh informasi tentang kemampuan peserta didik. Bentuk tes tertulis dapat berupa esai, pilihan ganda, uraian, atau bentuk-bentuk tes tertulis lainnya.

Tes Lisan

Tes lisan merupakan pemberian soal/pertanyaan yang menuntut peserta didik menjawab secara lisan, dan dapat di berikan secara klasikal ketika pembelajaran.

Penugasan

Penugasan atau pemberian tugas kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan dan memfasilitasi peserta didik memperoleh atau meningkatkan pengetahuan.`

Baca Juga: Komponen Modul Ajar dan RPP dalam Kurikulum Merdeka

Portofolio

Portofolio merupakan kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya peserta didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan (reflektif-integratif) dalam kurun waktu tertentu.

Asesmen dapat di lakukan secara berbeda di jenjang tertentu, sesuai dengan karakteristiknya. Untuk jenjang PAUD, teknik penilaian tidak menggunakan tes tertulis, namun, melainkan dengan berbagai cara yang di sesuaikan dengan kondisi satuan PAUD, dengan menekankan pengamatan pada anak secara autentik sesuai preferensi satuan pendidikan.

Ragam bentuk asesmen yang dapat di lakukan, antara lain: catatan anekdot, ceklis, hasil karya, portofolio, dokumentasi, dan lainnya. Kemudian untuk pendidikan khusus, asesmen cenderung lebih beragam karena perlu pendekatan individual. Pada Pendidikan Kesetaraan, asesmen mata pelajaran keterampilan dapat berbentuk observasi, demonstrasi, tes lisan, tes tulis, portofolio, dan/atau uji kompetensi pada lembaga sertifikasi dan kompetensi.

Baca Juga: Contoh Angket Motivasi Belajar

Jika informasi ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengklik iklan yang tampil. Hal tersebut akan sangat berarti dan menjadi penyemangat bagi kami. Terima kasih.

Sumber Rujukan

Angket Gaya Belajar

Herman
1 min read

Angket Minat Belajar

Herman
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *