Merumuskan Tujuan Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka

3 min read

Cara Merumuskan Tujuan Pembelajaran

HermanAnis.com. Teman-teman semua, bahasan kita kali ini masih terkait dengan Implementasi Kurikulum Merdeka, yakni, merumuskan tujuan pembelajaran. Fokus bahasan kita akan adalah mengkaji bagaimana cara merumuskan tujuan pembelajaran yang baik benar.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Baca Tentang : Proses Perencanaan Kegiatan Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka

Cara Merumuskan Tujuan Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka

Setelah memahami CP, pendidik mulai mendapatkan ide-ide tentang apa yang harus di pelajari peserta didik dalam suatu fase. Pada tahap ini, pendidik mulai mengolah ide tersebut, menggunakan kata-kata kunci yang telah dikumpulkannya pada tahap sebelumnya, untuk merumuskan tujuan pembelajaran.

Tujuan pembelajaran yang di kembangkan ini perlu di capai peserta didik dalam satu atau lebih jam pelajaran, hingga akhirnya pada penghujung Fase mereka dapat mencapai CP. Oleh karena itu, untuk CP dalam satu fase, pendidik perlu mengembangkan beberapa tujuan pembelajaran.

Dalam tahap merumuskan tujuan pembelajaran ini, pendidik belum mengurutkan tujuan-tujuan tersebut, cukup merancang tujuan-tujuan belajar yang lebih operasional dan konkret saja terlebih dahulu. Urutan-urutan tujuan pembelajaran akan di susun pada tahap berikutnya.

Dengan demikian, pendidik dapat melakukan proses pengembangan rencana pembelajaran langkah demi langkah.

Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama, yaitu:

  • Kompetensi, yaitu kemampuan atau keterampilan yang perlu di tunjukkan/di demonstrasikan oleh peserta didik.
    Pertanyaan panduan yang dapat di gunakan pendidik, antara lain:
    • Secara konkret, kemampuan apa yang perlu peserta didik tunjukkan?
    • Tahap berpikir apa yang perlu peserta didik tunjukkan?
  • Lingkup materi, yaitu konten dan konsep utama yang perlu di pahami pada akhir satu unit pembelajaran.
    Pertanyaan panduan yang dapat di gunakan pendidik, antara lain:
    • Hal apa saja yang perlu mereka pelajari dari suatu konsep besar yang dinyatakan dalam CP?
    • Apakah lingkungan sekitar dan kehidupan peserta didik dapat di gunakan sebagai konteks untuk mempelajari konten dalam CP (misalnya, proses pengolahan hasil panen di gunakan sebagai konteks untuk belajar tentang persamaan linear di SMA)

Tingkatan Kemampuan Kognitif berdasarkan Taksonomi Bloom revisi Anderson dan Krathwohl

Taksonomi Bloom revisi Anderson dan Krathwohl berguna dalam proses perumusan tujuan pembelajaran. Namun demikian, Taksonomi Bloom ini telah di revisi seiring dengan perkembangan hasil-hasil penelitian.

Anderson dan Krathwohl (2001) mengembangkan taksonomi berdasarkan Taksonomi Bloom, dan dinilai lebih relevan untuk konteks belajar saat ini.

Anderson dan Krathwohl mengelompokkan kemampuan kognitif menjadi tahapan-tahapan berikut ini, dengan urutan dari kemampuan yang paling dasar ke yang paling tinggi sebagai berikut:

Tingkatan Kemampuan Kognitif berdasarkan Taksonomi Bloom revisi Anderson dan Krathwohl dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Mengingat, termasuk di dalamnya mengingat kembali informasi yang telah di pelajari, termasuk de nisi, fakta-fakta, daftar urutan, atau menyebutkan kembali suatu materi yang pernah di ajarkan kepadanya.

Tingkatan Kemampuan Kognitif berdasarkan Taksonomi Bloom revisi Anderson dan Krathwohl dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Memahami, termasuk di dalamnya menjelaskan ide atau konsep seperti menjelaskan suatu konsep menggunakan kalimat sendiri, menginterpretasikan suatu informasi, menyimpulkan, atau membuat parafrasa dari suatu bacaan.

Tingkatan Kemampuan Kognitif berdasarkan Taksonomi Bloom revisi Anderson dan Krathwohl dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Mengaplikasikan, termasuk di dalamnya menggunakan konsep, pengetahuan, atau informasi yang telah di pelajarinya pada situasi berbeda dan relevan.

Tingkatan Kemampuan Kognitif berdasarkan Taksonomi Bloom revisi Anderson dan Krathwohl dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Menganalisis, termasuk dalam kemampuan ini adalah memecah- mecah informasi menjadi beberapa bagian, kemampuan untuk mengeksplorasi hubungan/korelasi atau membandingkan antara dua hal atau lebih, menentukan keterkaitan antarkonsep, atau mengorganisasikan beberapa ide dan/atau konsep

Tingkatan Kemampuan Kognitif berdasarkan Taksonomi Bloom revisi Anderson dan Krathwohl dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Mengevaluasi, termasuk kemampuan untuk membuat keputusan, penilaian, mengajukan kritik dan rekomendasi yang sistematis.

Tingkatan Kemampuan Kognitif berdasarkan Taksonomi Bloom revisi Anderson dan Krathwohl dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Menciptakan, yaitu merangkaikan berbagai elemen menjadi satu hal baru yang utuh, melalui proses pencarian ide, evaluasi terhadap hal/ide/benda yang ada sehingga kreasi yang di ciptakan menjadi salah satu solusi terhadap masalah yang ada.

Termasuk di dalamnya adalah kemampuan memberikan nilai tambah terhadap suatu produk yang sudah ada.

Tingkatan Pemahaman dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran menurut Tighe dan Wiggins (2005)

Selain taksonomi di atas, untuk merumuskan tujuan pembelajaran, pendidik juga dapat merujuk pada teori lain yang di kembangkan oleh Tighe dan Wiggins (2005) tentang enam bentuk pemahaman.

Sebagaimana yang di sampaikan dalam penjelasan tentang CP, pemahaman (understanding) adalah proses berpikir tingkat tinggi, bukan sekadar menggunakan informasi untuk menjelaskan atau menjawab pertanyaan. Menurut Tighe dan Wiggins, pemahaman dapat di tunjukkan melalui kombinasi dari enam kemampuan berikut ini:

Tingkatan Pemahaman menurut Tighe dan Wiggins (2005)

Mendeskripsikan suatu ide dengan kata-kata sendiri, membangun hubungan, mendemonstrasikan hasil kerja, menjelaskan alasan, menjelaskan sebuah teori, dan menggunakan data.

Tingkatan Pemahaman dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran menurut Tighe dan Wiggins

Menggunakan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman mengenai sesuatu dalam situasi yang nyata atau sebuah simulasi (menyerupai kenyataan).

Tingkatan Pemahaman menurut Tighe dan Wiggins (2005)

Menaruh diri di posisi orang lain. Merasakan emosi yang dialami oleh pihak lain dan/atau memahami pikiran yang berbeda dengan dirinya.

Tingkatan Pemahaman dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran menurut Tighe dan Wiggins

Menerjemahkan cerita, karya seni, atau situasi. Interpretasi juga berarti memaknai sebuah ide, perasaan, atau sebuah hasil karya dari satu media ke media lain.

Tingkatan Pemahaman menurut Tighe dan Wiggins (2005)

Melihat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda, siswa dapat menjelaskan sisi lain dari sebuah situasi, melihat gambaran besar, melihat asumsi yang mendasari suatu hal dan memberikan kritik.

Tingkatan Pemahaman dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran menurut Tighe dan Wiggins

Taksonomi menurut menurut Marzano (2000) dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Memahami diri sendiri; yang menjadi kekuatan, area yang perlu di kembangkan serta proses berpikir dan emosi yang terjadi secara internal. Marzano (2000) mengembangkan taksonomi baru untuk tujuan pembelajaran.

Dalam taksonominya, Marzano menggunakan tiga sistem dalam domain pengetahuan. Ketiga sistem tersebut adalah sistem kognitif, sistem metakognitif, dan sistem diri (self-system).

Sistem diri adalah keputusan yang di buat individu untuk merespon instruksi dan pembelajaran: apakah akan melakukannya atau tidak. Sementara sistem metakognitif adalah kemampuan individu untuk merancang strategi untuk melakukan kegiatan pembelajaran agar mencapai tujuan.

Selanjutnya sistem kognitif mengolah semua informasi yang di perlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Berikut 6 level taksonomi menurut Marzano:

Mengenali dan mengingat kembali (retrieval)

Taksonomi menurut menurut Marzano (2000)

Pemahaman

Taksonomi menurut menurut Marzano (2000) dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Analisis

Taksonomi menurut menurut Marzano (2000)

Pemanfaatan Pengetahuan

Taksonomi menurut menurut Marzano (2000) dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Metakognisi

Taksonomi menurut menurut Marzano (2000)

Sistem Diri

Taksonomi menurut menurut Marzano (2000) dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Pendidik dapat menggunakan teori atau pendekatan lain dalam merancang tujuan pembelajaran, selama teori tersebut di nilai relevan dengan karakteristik mata pelajaran serta konsep/topik yang di pelajari, karakteristik peserta didik, dan konteks lingkungan pembelajaran.

Beberapa catatan khusus terkait dengan perumusan tujuan pembelajaran di jenis dan jenjang pendidikan tertentu:

  • Pada Capaian Pembelajaran Peserta didik, penyusunan tujuan pembelajaran mempertimbangkan laju perkembangan anak, bukan kompetensi dan konten seperti pada jenjang lainnya.
  • Pada Pendidikan Khusus, selain kompetensi dan konten, tujuan pembelajaran juga mencakup variasi dan akomodasi layanan sesuai karakteristik peserta didik. Selain itu, tujuan pembelajaran diarahkan pada terbentuknya kemandirian dalam aktivitas sehari-hari sampai kesiapan memasuki dunia kerja.
  • Pada pendidikan kesetaraan, dalam merumuskan tujuan pembelajaran memperhatikan karakteristik peserta didik, kebutuhan belajar dan kondisi lingkungan.
  • Pada satuan pendidikan SMK, tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran dapat disusun bersama dengan mitra dunia kerja.

Pendidik memiliki alternatif untuk merumuskan tujuan pembelajaran dengan beberapa alternatif di bawah ini:

  • Alternatif 1. Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung berdasarkan CP
  • Alternatif 2. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan menganalisis ‘kompetensi’ dan ‘lingkup Materi’ pada CP.
  • Alternatif 3. Merumuskan tujuan pembelajaran Lintas Elemen CP

Panduan praktis dalam merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan prinsip SMART dengan memuat aspek ABCD dapat teman-teman pada link berikut ini.

Jika informasi ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengklik iklan yang tampil. Hal tersebut akan sangat berarti dan menjadi penyemangat bagi kami. Terima kasih.

Sumber Rujukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *