Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka

HermanAnis.com. Teman-teman semua, bahasan kita kali ini masih terkait dengan Implementasi Kurikulum Merdeka, yakni, merumuskan capaian pembelajaran dalam kurikulum merdeka. Capaian pembelajaran (CP) dalam Kurikulum Merdeka merupakan pengganti istilah Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dalam K-13

Baca Tentang : Proses Perencanaan Kegiatan Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka

Pemerintah telah menetapkan Capaian Pembelajaran (CP) sebagai kompetensi yang di targetkan. Namun demikian, CP tidak cukup konkret untuk memandu kegiatan pembelajaran seharihari.

CP perlu di urai menjadi tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan konkret, yang di capai satu persatu oleh peserta didik hingga mereka mencapai akhir fase. Proses berpikir dalam merencanakan pembelajaran di tunjukkan dalam Gambar 1 di bawah ini.

Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Gambar 1. Proses Perancangan Kegiatan Pembelajaran

Baca Juga: Analisis Kebutuhan Perkuliahan: Apa saja yang perlu untuk dianalisis?

Pendidik dapat:

  1. mengembangkan sepenuhnya alur tujuan pembelajaran dan/atau perencanaan pembelajaran,
  2. mengembangkan alur tujuan pembelajaran dan/atau rencana pembelajaran berdasarkan contoh-contoh yang di sediakan pemerintah, atau
  3. menggunakan contoh yang di sediakan.

Pendidik menentukan pilihan tersebut berdasarkan kemampuan masing-masing. Dalam Platform Merdeka Mengajar, pemerintah menyediakan contoh-contoh alur tujuan pembelajaran, rencana pelaksanaan pembelajaran atau yang sering di kenal sebagai RPP, dan modul ajar.

Dengan kata lain, setiap pendidik perlu menggunakan alur tujuan pembelajaran dan rencana pembelajaran untuk memandu mereka mengajar; akan tetapi mereka tidak harus mengembangkannya
sendiri.

Proses perancangan kegiatan pembelajaran dalam panduan ini di buat dengan asumsi bahwa pendidik akan mengembangkan alur tujuan pembelajaran dan rencana pembelajaran secara mandiri, tidak menggunakan contoh yang di sediakan pemerintah.

Oleh karena itu, apabila pendidik menggunakan contoh, proses ini perlu di sesuaikan dengan kebutuhan. Dengan kata lain, proses dalam Gambar 2 tidak harus di lakukan secara lengkap oleh seluruh pendidik.

A. Memahami Capaian Pembelajaran (CP) dalam Kurikulum Merdeka

Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus di capai peserta didik pada setiap fase, di mulai dari fase fondasi pada PAUD. Jika dianalogikan dengan sebuah perjalanan berkendara, CP memberikan tujuan umum dan ketersediaan waktu yang tersedia untuk mencapai tujuan tersebut (fase). Untuk mencapai garis finish, pemerintah membuatnya ke dalam enam etape yang di sebut fase. Setiap fase lamanya 1-3 tahun.

Berikut ini adalah beberapa contoh pemanfaatan fase-fase Capaian Pembelajaran dalam perencanaan pembelajaran:

1. Pembelajaran yang fleksibel.

Ada kalanya proses belajar berjalan lebih lambat pada suatu periode (misalnya, ketika pembelajaran di masa pandemi COVID-19) sehingga di butuhkan waktu lebih panjang untuk mempelajari suatu konsep. Ketika harus “menggeser” waktu untuk mengajarkan materi-materi pelajaran yang sudah di rancang, pendidik memiliki waktu lebih panjang untuk mengaturnya.

2. Pembelajaran yang sesuai dengan kesiapan peserta didik.

Fase belajar seorang peserta didik menunjukkan kompetensinya, sementara kelas menunjukkan kelompok (cohort) berdasarkan usianya. Dengan demikian, ada kemungkinan peserta didik berada di kelas III SD.

Namun belajar materi pelajaran untuk Fase A (yang umumnya untuk kelas I dan II) karena ia belum tuntas mempelajarinya. Hal ini berkaitan dengan mekanisme kenaikan kelas yang di sampaikan dalam Bab VII (Mekanisme Kenaikan Kelas dan Kelulusan).

3. Pengembangan rencana pembelajaran yang kolaboratif.

Satu fase biasanya lintas kelas, misalnya CP Fase D yang berlaku untuk Kelas VII, VIII, dan IX. Saat merencanakan pembelajaran di awal tahun ajaran, guru kelas VIII perlu berkolaborasi dengan guru kelas VII untuk mendapatkan informasi tentang sampai mana proses belajar sudah di tempuh peserta didik di kelas VII.

Selanjutnya ia juga perlu berkolaborasi dengan guru kelas IX untuk menyampaikan bahwa rencana pembelajaran kelas VIII akan berakhir di suatu topik atau materi tertentu, sehingga guru kelas IX dapat merencanakan pembelajaran berdasarkan informasi tersebut.

B. Catatan untuk Pengawas/Penilik

Pengawas/penilik dapat mendiskusikan dan mendukung proses belajar pendidik untuk mengembangkan perencanaan pembelajaran. Pada saat berdiskusi dengan pendidik, pengawas/penilik perlu fokus pada bagaimana proses perencanaan di lakukan, misalnya:

  1. Apakah guru berkolaborasi lintas kelas sebagaimana yang di contohkan di atas?
  2. Apakah perencanaan di suatu kelas memperhatikan topik atau konsep yang sudah di kuasai peserta didik di kelas sebelumnya?
  3. Apakah pendidik memperhatikan perkembangan peserta didik ketika merencanakan pembelajaran?
  4. Apakah perencanaan pembelajaran memperhatikan perkembangan peserta didik dan kesinambungan proses pembelajaran antar kelas?

Untuk Pendidikan dasar dan menengah, CP di susun untuk setiap mata pelajaran.

Tabel.1 memperlihatkan pembagian fase.

Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka

C. Hal yang perlu dipahami tentang kekhasan Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka

Ada beberapa hal yang perlu di pahami tentang kekhasan CP sebelum memahami isi dari capaian untuk setiap mata pelajaran.

  • Dalam CP, kompetensi yang ingin dicapai di tulis dalam paragraf yang memadukan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau disposisi untuk belajar. Sementara karakter dan kompetensi umum yang ingin di kembangkan di nyatakan dalam profil pelajar Pancasila secara terpisah.
    Dengan di rangkaikan sebagai paragraf, ilmu pengetahuan yang di pelajari peserta didik menjadi suatu rangkaian yang berkaitan.
  • CP dirancang dengan banyak merujuk kepada teori belajar Konstruktivisme dan pengembangan kurikulum dengan pendekatan “Understanding by Design” (UbD) yang di kembangkan oleh Wiggins & Tighe (2005).
    Dalam kerangka teori ini, “memahami” merupakan kemampuan yang dibangun melalui proses dan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat menjelaskan, menginterpretasi dan mengaplikasikan informasi, menggunakan berbagai perspektif, dan berempati atas suatu fenomena.
    Dengan demikian, pemahaman bukanlah suatu proses kognitif yang sederhana atau proses berpikir tingkat rendah.
  • Memang apabila merujuk pada Taksonomi Bloom, pemahaman dianggap sebagai proses berpikir tahap yang rendah (C2). Namun demikian, konteks Taksonomi Bloom sebenarnya di gunakan untuk perancangan pembelajaran dan asesmen kelas yang lebih operasional, bukan untuk CP yang lebih abstrak dan umum.
    Taksonomi Bloom lebih sesuai di gunakan untuk menurunkan/menerjemahkan CP ke tujuan pembelajaran yang lebih konkret.
  • Naskah CP terdiri atas rasional, tujuan, karakteristik, dan capaian per fase. Rasional menjelaskan alasan pentingnya mempelajari mata pelajaran tersebut serta kaitannya dengan profil pelajar Pancasila.
    Tujuan menjelaskan kemampuan atau kompetensi yang di tuju setelah peserta didik mempelajari mata pelajaran tersebut secara keseluruhan. Karakteristik menjelaskan apa yang di pelajari dalam mata pelajaran tersebut, elemen-elemen atau domain (strands) yang membentuk mata pelajaran dan berkembang dari fase ke fase.
    Capaian per fase di sampaikan dalam dua bentuk, yaitu secara keseluruhan dan capaian per fase untuk setiap elemen. Oleh karena itu, penting untuk pendidik mempelajari CP untuk mata pelajarannya secara menyeluruh.

D. Contoh Pertanyaan Reflektif dan Pemantik Ide

Memahami CP adalah langkah pertama yang sangat penting. Setiap pendidik perlu familiar dengan apa yang perlu mereka ajarkan, terlepas dari apakah mereka akan mengembangkan kurikulum, alur tujuan pembelajaran, atau silabusnya sendiri atau tidak.

Beberapa contoh pertanyaan reflektif yang dapat di gunakan untuk memandu guru dalam memahami CP, antara lain:

  • Kompetensi apa saja yang perlu di miliki peserta didik untuk sampai di capaian pembelajaran akhir fase?
  • Kata-kata kunci apa yang penting dalam CP?
  • Apakah ada hal-hal yang sulit saya pahami?
  • Apakah capaian yang di targetkan sudah biasa saya ajarkan?

Selain untuk mengenal lebih mendalam mata pelajaran yang di ajarkan, memahami CP juga dapat memantik ide-ide pengembangan rancangan pembelajaran. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang dapat di gunakan untuk memantik ide:

  • Bagaimana capaian dalam fase ini akan di capai anak didik?
  • Materi apa saja yang akan di pelajari dan seberapa luas serta mendalam?
  • Proses belajar seperti apa yang akan di tempuh peserta didik?

Sebagai penutup,

Duduklah dengan tenang, diam dan rasakan.
Karena, tidak semua harus diceritakan
(ditulis di Harvi Cafe, Bandung)

Sumber Rujukan

Demikian semoga bermanfaat.


Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca