Rencana Aksi 1 PPG

Rencana Aksi 1 PPG

HermanAnis.com. Teman-teman semua, pada bahasan kali ini kita akan membahas kelanjutan kegiatan PPG yakni bagaimana membuat Rencana Aksi 1 PPG. Pembuatan Rencana Aksi 1 PPG ini di lakukan dengan membuat strategi implementasi berdasarkan pada pilihan solusi yang sudah di tetapkan.

Strategi implementasi ini dapat meliputi pembuatan perangkat ajar, atau hal-hal lainnya yang relevan terhadap pemecahan masalah yang telah di identifikasi, serta relevan terhadap pilihan solusi.

Rencana Aksi 1 PPG

Baca Juga: Uji Komprehensif PPG

A. Pembuatan Rencana Aksi 1 PPG

Aktivitas pengembangan perangkat pembelajaran atau Pembuatan Rencana Aksi 1 PPG meliputi aktivitas sebagai berikut:

  1. Mendesain pembelajaran inovatif sesuai dengan akar masalah dan solusi hipotetik yang telah di rumuskan berdasarkan kegiatan sebelumnya.
  2. Menyusun RPP dan perangkatnya yang berbasis masalah dan proyek dan hasil analisis silabus, meliputi:
    • RPP
    • Bahan ajar
    • Media pembelajaran (menekankan pada pemanfaatan media berbasis AI, AR, VR).
    • LKPD
    • Kisi-kisi, instrumen, dan rubrik penilaian.
  3. Mengkaji Panduan Penyusunan RPP untuk di gunakan sebagai acuan dalam penyusunan RPP.
  4. Menyusun RPP dan perangkatnya (konsep pembelajaran luring dan daring).
  5. Berdiskusi secara aktif dengan dosen dan guru pamong untuk mendapatkan gambaran dan persepsi yang sama dalam penyusunan RPP dan perangkat pembelajaran berbasis masalah dan proyek.

Dalam pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru tahun ini khususnya pada tahap penentuan rencana aksi 1, 2, 3 dan 4, teman-teman di wajibnya untuk menghasilkan minimal 2 perangkat pembelajaran inovatif untuk setiap rencana aksi.

Untuk memahami lebih mendalam tentang bagaimana pengembangan pembelajaran inovatif, Anda dapat mengunjungi laman berikut: Pengembangkan Desain Pembelajaran Inovatif RPP

B. Aktivitas dalam Rencana Aksi 1 PPG

Rencana Aksi 1 PPG

Baca Juga: Desain Pembelajaran Abad 21 (21st Century Learning Design)

Pada rencana aksi 1 PPG ini, ada 3 aktivitas pokok yang harus di selesaikan oleh peserta, ketiganya adalah:

1. Tinjauan Pilihan Solusi, Analisis Kurikulum, Prota, Promes, dan Panduan Penyusunan RPP

Dalam Tinjauan Pilihan Solusi, Analisis Kurikulum, Prota (Program Tahunan), Promes (Program Semester), dan Panduan Penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), ada beberapa langkah yang dapat Anda ikuti. Berikut adalah cara-cara umum dalam melakukan tinjauan dan analisis serta menyusun dokumen-dokumen tersebut:

a. Tinjauan Pilihan Solusi

Aktivitas yang dapat anda lakukan pada kegiatan peninjauan pilihan solusi adalah,

  1. Identifikasi masalah atau tantangan yang ada dalam proses pembelajaran.
  2. Kumpulkan informasi tentang solusi yang sudah ada atau yang telah di terapkan oleh guru-guru lain.
  3. Tinjau dan evaluasi solusi-solusi yang ada berdasarkan kecocokan dengan konteks sekolah, siswa, dan kebutuhan pembelajaran.
  4. Pilih solusi yang paling sesuai dan inovatif untuk di terapkan dalam konteks Anda.

b. Analisis Kurikulum

Langkah-langkah yang dapat anda lakukan pada kegiatan analisis kurikulum adalah,

  1. Pelajari kurikulum yang berlaku di negara atau daerah Anda.
  2. Pahami tujuan, kompetensi, dan indikator yang harus di capai dalam kurikulum tersebut.
  3. Analisis kesesuaian kurikulum dengan kondisi siswa, lingkungan sekolah, dan kebutuhan masyarakat.
  4. Tinjau kekurangan atau kelemahan dalam kurikulum dan identifikasi area yang perlu di perbaiki.

c. Prota (Program Tahunan)

Kegiatan pada penyusunan atau pengembangan Prota (Program Tahunan) yakni,

  1. Tinjau tujuan pembelajaran yang harus di capai dalam satu tahun pelajaran.
  2. Identifikasi mata pelajaran atau bidang studi yang akan Anda ajarkan.
  3. Susun rencana pembelajaran tahunan yang mencakup topik atau subtopik yang akan di ajarkan, waktu yang di alokasikan, dan kegiatan pembelajaran yang akan di lakukan.

Untuk mengetahui dan memahami bagaimana melakukan Analisis kurikulum, menyusun Prota dan Promes Anda dapat membacanya pada tulisan Analisis Kurikulum Prota Promes PPG

d. Promes (Program Semester)

Kegiatan pada penyusunan atau pengembangan Promes (Program Semester) yakni,

  1. Bagi rencana pembelajaran tahunan menjadi dua semester.
  2. Susun jadwal pembelajaran semester dengan mengalokasikan waktu untuk setiap topik atau subtopik.
  3. Identifikasi kegiatan pembelajaran yang akan di lakukan dalam setiap semester.

Untuk format dalam melakukan Analisis kurikulum, Prota dan Promes silahkan baca tulisan berikut Format Analisis Kurikulum Prota Promes PPG

e. Panduan dalam Penyusunan RPP

Dalam menyusun RPP, aktivitas yang dapat anda jadikan acuan di antaranya adalah,

  1. Tentukan topik atau subtopik yang akan di ajarkan dalam satu pertemuan pembelajaran.
  2. Rencanakan tujuan pembelajaran yang spesifik dan jelas untuk pertemuan tersebut.
  3. Susun langkah-langkah pembelajaran yang akan di lakukan, termasuk metode pembelajaran, media atau sumber belajar yang akan di gunakan, dan evaluasi pembelajaran.
  4. Sesuaikan RPP dengan konteks siswa, kemampuan, dan kebutuhan pembelajaran.

Selama proses tinjauan, analisis, dan penyusunan dokumen-dokumen tersebut, penting untuk melibatkan rekan guru, tim pengajar, atau koordinator program sebagai kolaborator dan pemangku kepentingan yang dapat memberikan masukan dan perspektif yang beragam.

2. Penyusunan RPP, Bahan Ajar, dan Media

Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar, dan media pembelajaran merupakan komponen penting dalam proses perencanaan pembelajaran. Berikut penjelasan tentang pengembangan penyusunan RPP, bahan ajar, dan media pembelajaran.

a. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP):

RPP adalah dokumen yang merinci langkah-langkah, kegiatan, dan strategi pembelajaran yang akan di lakukan oleh guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. Langkah-langkah dalam pengembangan RPP meliputi:

  1. Identifikasi Tujuan Pembelajaran
    Tentukan tujuan pembelajaran yang ingin di capai. Tujuan pembelajaran harus spesifik, terukur, mencapai, relevan, dan berbatasan waktu (SMART).
  2. Penyusunan Silabus
    Gunakan silabus sebagai acuan dalam menyusun RPP. Silabus menguraikan materi pembelajaran, kompetensi yang akan di kembangkan, dan alokasi waktu.
  3. Perencanaan Pembelajaran
    Rencanakan urutan pembelajaran, strategi pengajaran, metode pembelajaran, dan kegiatan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik.
  4. Penyusunan Materi Pembelajaran
    Sediakan materi pembelajaran yang relevan dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik. Materi harus di sajikan secara jelas, sistematis, dan mudah di pahami.
  5. Evaluasi Pembelajaran
    Tentukan metode evaluasi yang akan di gunakan untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran. RPP juga harus mencakup langkah-langkah untuk memberikan umpan balik kepada peserta didik.

Tulisan berikut ini akan membantu Anda dalam menyusun RPP yang baik, silahkan dikunjungi.

b. Pengembangan Bahan Ajar

Bahan ajar adalah sumber belajar yang di gunakan oleh peserta didik dalam proses pembelajaran. Pengembangan bahan ajar meliputi:

  1. Analisis Kurikulum
    Analisis kurikulum untuk mengidentifikasi kompetensi, indikator pencapaian, dan materi pembelajaran yang perlu di sajikan dalam bahan ajar.
  2. Pemilihan dan Organisasi Materi
    Pilih materi pembelajaran yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Atur materi secara terstruktur dan logis agar mudah di pahami oleh peserta didik.
  3. Penyajian Informasi
    Sajikan materi pembelajaran dengan menggunakan bahasa yang jelas, sistematis, dan sesuai dengan tingkat pemahaman peserta didik. Gunakan contoh, gambar, grafik, atau diagram untuk memperjelas konsep yang di sampaikan.
  4. Aktivitas Pembelajaran
    Sertakan aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk aktif berpartisipasi dan menerapkan konsep yang di pelajari. Aktivitas dapat berupa tugas, diskusi kelompok, simulasi, atau eksperimen.
  5. Sumber Belajar Tambahan
    Berikan sumber belajar tambahan seperti referensi buku, artikel, atau situs web yang relevan untuk memperluas pemahaman peserta didik.

Untuk memahami lebih mendalam tentang pengemabngan bahan ajar, silahkan kunjungi laman berikut: Pengembangan Perangkat Pembelajaran

3. Pengembangan Media Pembelajaran:

Media pembelajaran adalah alat atau bahan yang di gunakan dalam proses pembelajaran untuk membantu penyampaian informasi dan memfasilitasi pemahaman peserta didik. Pengembangan media pembelajaran meliputi:

  1. Pemilihan Media yang Tepat
    Pilih media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan materi yang akan di sampaikan. Misalnya, gambar, audio, video, atau multimedia interaktif.
  2. Perancangan Media
    Rancang tampilan visual atau audio dari media pembelajaran dengan mempertimbangkan kejelasan, keterbacaan, dan daya tarik visual. Gunakan pengaturan warna, font yang mudah di baca, dan elemen visual lainnya untuk meningkatkan daya tarik media.
  3. Integrasi dengan Pembelajaran
    Integrasikan media pembelajaran ke dalam rencana pembelajaran secara terintegrasi dan relevan. Pastikan media di gunakan dengan tepat untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan peserta didik.
  4. Uji Coba dan Evaluasi
    Uji coba media pembelajaran untuk memastikan kualitas, kelayakan, dan efektivitasnya dalam membantu pembelajaran. Evaluasi penggunaan media untuk mendapatkan umpan balik dari peserta didik dan melakukan perbaikan jika di perlukan.

Untuk lebih memahami secara mendalam pengembangan media pembelajaran, silahkan kunjungi laman berikut: Media Pembelajaran Inovatif

Pengembangan RPP, bahan ajar, dan media pembelajaran yang baik akan membantu guru dalam merencanakan pembelajaran yang efektif, menyajikan materi dengan jelas, dan meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik.

3. Penyusunan LKPD dan Instrumen Penilaian

Penyusunan LKPD dan instrumen penilaian merupakan dua komponen penting dalam rencana aksi PPG (Program Pendidikan Profesi Guru). Berikut penjelasan tentang bagaimana penyusunan LKPD dan instrumen penilaian dalam rencana aksi PPG.

Untuk mengetahui Penyusunan LKPD dan Instrumen Penilaian beserta langkah-langkahnya, Anda dapat membaca artikel berikut: Langkah-langkah Penyusunan LKPD dan Instrumen Penilaian

a. Penyusunan LKPD

  1. Identifikasi Tujuan Pembelajaran
    Langkah pertama adalah mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang ingin d icapai. Tujuan pembelajaran harus sesuai dengan kompetensi yang ingin di kembangkan pada peserta didik.
  2. Rancang Rencana Pembelajaran
    Berdasarkan tujuan pembelajaran, rancang rencana pembelajaran yang mencakup langkah-langkah, kegiatan, dan sumber daya yang akan di gunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
  3. Pilih Format dan Konten LKPD
    Tentukan format LKPD yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan peserta didik. Pilih konten yang relevan dan sesuai dengan materi yang akan di ajarkan.
  4. Sertakan Aktivitas dan Tugas
    Sertakan aktivitas dan tugas yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, menerapkan konsep, dan mengembangkan keterampilan yang relevan dengan tujuan pembelajaran.
  5. Berikan Petunjuk dan Rincian
    Sediakan petunjuk yang jelas bagi peserta didik tentang cara melaksanakan aktivitas dan tugas dalam LKPD. Rincikan langkah-langkah yang harus di ikuti dan jadwal waktu yang di perlukan.
  6. Sesuaikan dengan Kebutuhan Peserta Didik
    Sesuaikan LKPD dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Pertimbangkan gaya belajar, minat, tingkat kemampuan, dan kebutuhan khusus peserta didik dalam penyusunan LKPD.

b. Penyusunan Instrumen Penilaian

  1. Tentukan Tujuan Penilaian
    Langkah awal adalah menentukan tujuan penilaian yang ingin dicapai. Tujuan penilaian harus terkait dengan kompetensi yang ingin dinilai pada peserta didik.
  2. Identifikasi Kompetensi yang Dinilai
    Identifikasi kompetensi yang akan dinilai dalam instrumen penilaian. Pastikan kompetensi yang dinilai relevan dengan konteks pembelajaran dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
  3. Pilih Format Penilaian
    Pilih format penilaian yang sesuai dengan tujuan penilaian dan kompetensi yang dinilai. Format penilaian dapat berupa tes tertulis, penugasan proyek, observasi langsung, portofolio, atau kombinasi dari beberapa format.
  4. Rancang Rubrik Penilaian
    Jika memungkinkan, buat rubrik penilaian yang jelas dan terperinci untuk setiap kompetensi yang dinilai. Rubrik penilaian akan membantu memberikan panduan objektif dalam menilai dan memberikan umpan balik kepada peserta didik.
  5. Buat Soal atau Tugas
    Jika menggunakan format tes tertulis, buat soal-soal yang relevan dengan kompetensi yang dinilai. Pastikan soal-soal mengukur pemahaman, aplikasi, analisis, dan evaluasi peserta didik.
  6. Sertakan Petunjuk dan Instruksi
    Sediakan petunjuk dan instruksi yang jelas bagi peserta didik tentang cara mengisi instrumen penilaian atau menyelesaikan tugas. Petunjuk harus menjelaskan dengan detail apa yang diharapkan dari peserta didik dan bagaimana mereka harus merespons.

Dalam rencana aksi PPG, penyusunan LKPD dan instrumen penilaian bertujuan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif dan menyediakan alat untuk mengukur pencapaian peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran.

LKPD membantu guru dalam merencanakan pembelajaran yang terstruktur dan bermakna, sementara instrumen penilaian memberikan informasi objektif tentang kemajuan peserta didik dan memungkinkan guru memberikan umpan balik yang konstruktif. Kedua komponen ini saling mendukung dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan peserta didik.

Baca Juga: Soal Pedagogik PPG

Untuk membantu teman-temuan dalan menyusun perangkat pembelajaran inovatif berdasarkan analisis masalah dan solusi yang telah di pilih pada kegiatan sebelumnya, maka berikut ini kami uraikan kembali beberapa materi yang dapat di jadikan referensi.

C. Pembelajaran Inovatif dalam Rencana Aksi 1 PPG

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program pelatihan yang di tunjukan untuk mempersiapkan calon guru menjadi guru profesional yang kompeten. Rencana Aksi 1 PPG merujuk pada tahap awal pelaksanaan program, di mana calon guru terlibat dalam kegiatan pembelajaran dan pengembangan diri.

Untuk memahami bagaimana desain pembelajaran inovatif, silahkan kunjungi tulisan berikut: Desain Pembelajaran Inovatif

Pada tahap ini, penting untuk menerapkan pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan persiapan calon guru. Beberapa pembelajaran inovatif yang dapat di terapkan dalam Rencana Aksi 1 PPG meliputi:

a. Pembelajaran Kolaboratif

Mendorong calon guru untuk bekerja sama dalam kelompok atau tim dalam mengatasi masalah dan menyelesaikan tugas. Pembelajaran kolaboratif ini memungkinkan calon guru untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan ide-ide inovatif dalam konteks pembelajaran.

b. Pembelajaran Berbasis Proyek

Memberikan tugas proyek kepada calon guru yang melibatkan pemecahan masalah, riset, dan penerapan pengetahuan dalam konteks nyata. Dengan pembelajaran berbasis proyek, calon guru dapat mengembangkan keterampilan kritis, kreatif, dan pemecahan masalah yang di perlukan dalam karir guru.

Untuk memahami lebih mendalam tentang Pembelajaran Berbasis Proyek, silahkan kunjungi laman berikut: Pembelajaran Berbasis Proyek

c. Pembelajaran Berbasis Teknologi

Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai alat untuk meningkatkan pembelajaran. Calon guru dapat menggunakan perangkat lunak pembelajaran, aplikasi, dan sumber daya daring untuk mengakses informasi, berkolaborasi, dan membuat konten pembelajaran interaktif.

d. Pembelajaran Berbasis Masalah

Menyajikan masalah nyata yang relevan dengan konteks pendidikan kepada calon guru. Mendorong mereka untuk menganalisis, mencari solusi, dan membuat keputusan yang berbasis pengetahuan. Pembelajaran berbasis masalah memungkinkan calon guru untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan menghadapi tantangan dalam mengajar di lingkungan kelas.

Untuk memahami lebih mendalam tentang Pembelajaran Berbasis Masalah, silahkan kunjungi laman berikut: Pembelajaran Berbasis Masalah

e. Pembelajaran Berbasis Pengalaman

Melibatkan calon guru dalam pengalaman langsung di lingkungan pendidikan. Misalnya, melibatkan mereka dalam pengamatan kelas, magang di sekolah, atau kegiatan pembelajaran di luar ruangan. Pembelajaran berbasis pengalaman memberikan kesempatan kepada calon guru untuk mengaitkan teori dengan praktik dan memahami konteks dunia nyata di mana mereka akan mengajar.

Untuk memahami lebih mendalam tentang Pembelajaran Berbasis Pengalaman, silahkan kunjungi laman berikut: Pembelajaran Berbasis Masalah

1. Unsur-unsur dalam desain pembelajaran Inovatif

Dalam desain pembelajaran inovatif ada beberapa unsur yang menjadi acuan kita sebagai guru yang inovatif yaitu:

a. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) terdiri dari religius, nasionalisme, integritas, mandiri, dan gotong royong. Untuk memahami lebih mendalam tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) silahkan kunjungi tulisan berikut ini: Pendidikan Karakter

b. Adanya kolaborasi antara guru dengan peserta didik

Adanya kolaborasi antara guru dengan peserta didik. Artinya dalam sebuah pembelajaran tidak boleh hanya berpusat kepada guru sedangkan peserta didik hanya bersifat pasif.

c. Kompetensi Abad 21 atau 4C (Comunication, Collaboration, Critical Thinking, Creativity)

4C Keterampilan Abad 21 merupakan keterampilan-keterampilan yang harus dimiliki peserta didik agar dapat survive di era Revolusi Industri 4.0 sekarang ini, dan berhasil masa mendatang. Keterampilan 4C ini terdiri dari; Creativity Thinking and innovation, Critical Thinking and Problem Solving, Communication, dan Collaboration.

Untuk memahami lebih mendalam tentang Kompetensi Abad 21 atau 4C (Comunication, Collaboration, Critical Thinking, Creativity) silahkan kunjungi tulisan berikut ini: Keterampilan Abad 21

d. Berorientasi pada High Order Thingking Skill (HOTS)

Guru harus memberikan segalanya untuk memberikan pembelajaran yang berorientasi pada hots ini. Bagaimanapun juga kita tidak bisa langsung kesana tanpa melalui low order thingking skill (lots) terlebih dahulu.

Untuk memahami lebih mendalam tentang Pembelajaran berorintasi High Order Thingking Skill (HOTS) silahkan kunjungi tulisan berikut ini: Pembelajaran HOTS

e. TPACK (Technology Pedagogical and Content Knowledge).

Sebagai guru selain melaksanakan kompetensi pedagogik juga harus menerapkan teknologi sebagai bekal peserta didik menyambut era revolusi Industri 4.0. Dimana, pekerjaan yang di lakukan manusia mulai bergeser kepada teknologi digital dan lebih canggih dari pada mesin mekanik.

Untuk memahami lebih mendalam tentang TPACK (Technology Pedagogical and Content Knowledge). silahkan kunjungi tulisan berikut ini: TPACK

f. Berbasis pada STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics)

Sangat sulit memang untuk mengintegrasikan kelima unsur tersebut dalam sebuah pelaksanaan pembelajaran. Namun kita sebagai guru harus melihat karakteristik setiap kompetensi dasar yang akan kita capai. Pada prinsipnya kalau tidak bisa mengintegrasikan semuanya jangan membuang semuanya. Artinya suatu ketika kita mengintegrasikan teknologi dan engineering dalam suatu pembelajaran

Untuk memahami lebih mendalam tentang Pembelajaran Berbasis pada STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), silahkan kunjungi tulisan berikut ini: Pembelajaran STEAM

g. Kemampuan Literasi

Teman-teman semua, penguasaan enam literasi dasar yang di sepakati oleh World Economic Forum pada tahun 2015 sangat penting bagi peserta didik, bagi orang tua, dan seluruh warga masyarakat. Enam literasi dasar tersebut mencakup;

  1. literasi baca tulis,
  2. literasi numerasi,
  3. literasi sains,
  4. literasi digital,
  5. literasi finansial, dan
  6. literasi budaya dan kewargaan

Untuk memahami lebih mendalam tentang Kemampuan Literasi, silahkan kunjungi tulisan berikut ini: Literasi

2. Model model Pembelajaran Inovatif

Pembahasan kita awali dengan dalam platform Rumah Belajar Kemendikbud RI, setidaknya ada 6 model pembelajaran inovatif. Ke enam model tersebut adalah:

  • Model Pembelajaran DiscoveryInquiry
  • Project based learning (PjBL)
  • Flipped classroom
  • Blended learning dengan blog
  • Berbasis gim
  • Self organized learning environments (sole)

Penjelasan tentang model-model pembelajaran, silahkan kunjungi tulisan berikut: Model model Pembelajaran. Khusus untuk model pembelajaran inovatif silahkan kunjungi laman berikut: Model model Pembelajaran Inovatif.

3. Desain Pembelajaran Inovatif Abad 21

Seorang guru di era industri 4.0 abad 21 di harapkan mampu menjadi agen pembaruan. Pembaruan yang saudara lakukan bisa di mulai dari aktivitas perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, evaluasi hingga tindak lanjutnya.

Untuk itu, Pendidik perlu memahami beberapa karakteristik desain pembelajaran inovatif abad 21 yang akan di terapkan dalam RPP.

Penerapan unsur-unsur terbaru dalam komponen RPP terletak pada:

  1. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK),
  2. Tujuan Pembelajaran,
  3. Kegiatan Pendahuluan, Inti, dan
  4. Penutup Pembelajaran, serta
  5. Penilaian Pembelajaran.

Baca juga: Komponen Modul Ajar dan RPP dalam Kurikulum Merdeka

Sumber Rujukan

  • Estu Miyarso. 2019. Modul 4. Perancangan Pembelajaran Inovatif. PPG Kemdikbud.

Jika Anda menganggap tulisan ini bermanfaat, sudihlah kiranya meninggalkan komentar pada bagian bawah tulisan ini. Respon anda dalam bentuk komentar akan sangat berarti bagi kami. Demikian, semoga bermanfaat.


Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

2 Replies to “Rencana Aksi 1 PPG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca