Penentuan Penyebab Masalah

Penentuan Penyebab Masalah PPG

HermanAnis.com. Teman-teman semua, pembahasan kali ini masih tentang bagaimana persiapan dalam merancang pembelajaran inovatif, di mana kita akan membahas tentang Penentuan Penyebab Masalah. Sebagaimana di ketahui bahwa, setelah teman-teman melakukan identifikasi masalah, kemudian melakukan eksplorasi penyebab masalah, maka langkah selanjutnya adalah Penentuan Penyebab Masalah.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Baca Juga: Pembelajaran Blended Learning

Aktivitas dalam Penentuan Penyebab Masalah

Teman-teman semua, setelah melakukan identifikasi masalah dan ekplorasi penyebab masalah atau menentukan akar masalah, maka langkah selanjutnya dalam merancang pembelajaran inovatif adalah Penentuan Penyebab Masalah berdasarkan teori dan praktek.

Kegiatan mengidentifikasi, kemudian mengeksplorasi akar masalah dan selanjutnya menentuan penyebab utama dari masalah tersebut merupakan landasan dalam suatu penelitian ilmiah. Selain itu bagi teman-teman yang sedang mengikuti Pendidikan Program Profesi Guru (PPG), aktivitas ini merupakan kegiatan awal dalam aktivitas pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan proyek.

Berikut 2 aktivitas utama dalam penentuan penyebab masalah dalam pembelajaran:

  1. Menentukan kesesuaian antara masalah yang telah diidentifikasi dengan akar penyebabnya.
  2. Menentukan masalah masalah yang paling penting diselesaikan.

Penentuan Penyebab Masalah

Sebagaimana di paparkan sebelumnya bahwa, ada 2 aktivitas pokok dalam penentuan penyebab masalah.

Baca Juga: Soal Pedagogik PPG

Menentukan kesesuaian antara masalah yang telah diidentifikasi dengan akar penyebabnya.

Sebagai contoh, misalkan identifikasi masalah yang telah dilakukan didasarkan atas 9 topik yakni:

  1. Penyusunan perangkat pembelajaran (RPP, Media, Asesmen, Bahan ajar, LKPD & lainnya)
  2. Penerapan Model, pendekatan, metode, teknik, strategi pembelajaran inovatif
  3. Penggunaan Media Pembelajaran
  4. Penggunaan LKPD
  5. Teknik dan strategi asesmen pemahaman siswa
  6. Penerapan pembelajaran dan asesmen berbasis HOTS
  7. Integrasi literasi dan numerasi, HOTS dan kecakapan hidup abad 21 (4C) dalam pembelajaran
  8. Profil atau karakteristik siswa seperti kemampuan awal, minat atau gaya belajar.
  9. Pencapaian belajar PD.

Baca Juga : Desain Pembelajaran Inovatif

Berdasarkan 9 topik masalah tersebut, kemudian masalah-masalah yang bersesuaian kemudian dikelompokkan dalam tabel berikut.

Tabel 9 topik masalah dalam pembelajaran

Baca selengkapnya:

NoAspek yang di identifikasiContoh Identifikasi Masalah Pembelajaran
6Penerapan pembelajaran dan asesmen berbasis HOTSPembelajaran dan asesmen yang di lakukan belum berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS).
7Integrasi literasi dan numerasi, HOTS dan kecakapan hidup abad 21 (4C) dalam pembelajaranPembelajaran yang di laksanakan belum mengintegrasi konten literasi dan numerasi, HOTS dan kecakapan hidup abad 21 (4C).
8Profil atau karakteristik siswa seperti kemampuan awal, minat atau gaya belajar.Guru tidak memiliki data tentang karakteristik siswa, sebagai bahan untuk merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran.
9Pencapaian Belajar PD– Hasil belajar rendah
– motivasi belajar rendah
– keterampilan proses sains rendah
– bersikap masa bodoh, kurang inisiatif, kurang,
– keterampilan berpikir kritis, kreatif, reflektif rendah
– kemampuan komunikasi rendah
– kemampuan kerjasama kurang

Setelah melakukan pengelompokan masalah, selanjutnya teman-teman perlu mengeksplorasi penyebab setiap masalah tersebut dengan mengkaji literatur seperti:

  1. Jurnal ilmiah terindeks
  2. Prosiding seminar
  3. Laporan hasil penelitian
  4. Buku Ajar

Untuk itu, aktivitas yang teman-teman perlu lakukan adalah,

  1. Mencari sumber informasi yang relevan
  2. Mengambil dan mengumpulkan informasi yang relevan
  3. File dokumen hasil identifikasi masalah yang telah di kelompokkan.

Eksplorasi Penyebab Masalah

Dari hasil eksplorasi penyebab masalah, maka selanjutnya diperolehlah sejumlah akar masalah dari setiap masalah yang didientifikasi.

Contoh Eksplorasi Penyebab Masalah - Penentuan Penyebab Masalah

Baca Juga :

Contoh Eksplorasi Penyebab Masalah - Penentuan Penyebab Masalah

Baca Artikel Terkait:

NoAspek yang di identifikasiContoh Identifikasi Masalah Pembelajaran Hasil Ekplorasi Penyebab Masalah
7Integrasi literasi dan numerasi, HOTS dan kecakapan hidup abad 21 (4C) dalam pembelajaranPembelajaran yang di laksanakan belum mengintegrasi konten literasi dan numerasi, HOTS dan kecakapan hidup abad 21 (4C).– Pengetahuan guru tentang bagaimana cara mengintegrasi konten literasi dan numerasi, HOTS dan kecakapan hidup abad 21 (4C) dalam pembelajaran masih minim
– Kurangnya pelatihan terkait mengintegrasi konten literasi dan numerasi, HOTS dan kecakapan hidup abad 21 (4C) yang di ikuti guru
Penentuan Penyebab Masalah

Berdasarkan hasil identifikasi masalah dan eksplorasi penyebab masalahnya, maka teman-teman perlu melakukan analisis untuk memetakan kembali antara 9 topik dalam tabel tersebut.

Hal ini membutuhkan analisis yang luas dan mendalam mengingat antara satu masalah dengan masalah yang lainnnya saling berkaitan.

Teman-teman bisa memulainya dengan menentukan msalah mendasar pada siswa sebagai subjek pembelajaran. Dalam Penentuan Penyebab Masalah dalam pembelajaran, teman-teman dapat fokus pada masalah yang dihadapi PD dan penyebab masalahnya fokus pada kelemahan atau kekurangan guru/pendidik.

Contoh Mengeksplor Masalah yang lain dapat dilihat dalam link artikel berikut:

Contoh Mengeksplor Masalah

Menentukan masalah-masalah yang paling penting diselesaikan

Sebagimana telah dibahas sebelumnya bahwa untuk Penentuan Penyebab Masalah, kita dapat mengambil pendekatan dimana analisisnya akan di fokuskan pada masalah yang dihadapi PD dan penyebab masalahnya fokus pada kelemahan atau kekurangan guru/pendidik.

Berikut salah satu contoh Penentuan Penyebab Masalah dalam merancang pembelajaran inovatif.

NoEkplorasi Penyebab MasalahMasalah yang di identifikasi (fokus pada PD)Penentuan Masalah Pembelajaran
1– Pembelajaran tidak menarik
– Guru belum menerapkan pembelajaran sesuai kebutuhan PD
– Pendidik belum memanfaatkan TIK secara efektif dalam pembelajaran
– PD menganggap belajar belum penting bagi dirinya
– Perangkat dan Media yang digunakan guru tidak mendukung pembelajaran Abad 21
– Pembelajaran belum memfasilitasi PD keterampilan berpikir tingkat tinggi
– Belum adanya Profil atau karakteristik siswa seperti kemampuan awal, minat atau gaya belajar.
– dst-nya
– motivasi belajar rendah
– bersikap masa bodoh, kurang inisiatif, malas, dan sebagainya.
Hasil Belajar dan Motivasi Belajar rendah
2– Pembelajaran belum menerapkan assesment of, as & for learning pada pembelajaran
– Instrumen yang di gunakan belum di kembangkan secara baik dan standar.
– pembelajaran belum mengakomodasi upaya peningkatan kecakapan hidup abad 21.
– Pembelajaran yang di laksanakan belum mengintegrasi HOTS dalam dan kecakapan hidup abad 21 (4C).
– dst-nya.
– keterampilan berpikir kritis, kreatif, reflektif rendah
– kemampuan komunikasi rendah
– kemampuan kerjasama kurang
Kecakapan hidup Abad 21 rendah
3– Perangkat pembelajaran belum di kembangkan sesuai kebutuhan PD dan tuntutan kurikulum.
– LKPD belum memuat kegiatan proses sains. LKPD yang ada berisi teori, contoh soal, dan latihan soal.
– Keterampilan proses sains (KPS) PD rendah
– Hasil Belajar PD rendah
Hasil belajar dan KPS rendah
4Pembelajaran yang di laksanakan belum mengintegrasi konten literasi dan numerasi.– Kemampuan literasi sains dan numerasi PD rendahKemampuan Literasi PD rendah

Tinggalkan pesan atau komentar jika anda menganggap informasi ini bermanfaat atau sekalian iklannya di klik juga yah. Hal tersebut sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

Demikian, semoga bermanfaat.

5 Replies to “Penentuan Penyebab Masalah”

  1. Saya sangat menyukai nya, karena jg sangat membutuhkannya untuk bahan referensi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: