Uji Kinerja PPG dalam Jabatan 2021

11 min read

HermanAnis.com – Tulisan berikut ini akan membahas bagaimana pelaksanaan Uji Kinerja dalam Jabatan 2021 atau yang dinamakan Uji Kinerja Mahasiswa Program Profesi Guru (UKMPPG) 2021. UKMPPG tahun 2021 ini terdiri dari 2 bagian yakni, uji pengetahuan (UP) dan uji kinerja PPG.

Namun, sebelum kita bahas pelaksanaan UKMPPG 2021 ini, akan kita bahas dulu Rasional Konseptual PPG.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Uji Kinerja PPG dalam Jabatan 2021

Berdasarkan panduan yang ada, informasi tentang konseptual pelaksanaan PPG, secara ringkas dapat di lihat dalam gambar di bawah ini.

Dalam panduan Uji Kinerja PPG dalam Jabatan 2021, rumusan profil guru profesinal yakni,

Guru profesional yang menguasai materi ajar,  berkarakter dan berkepribadian Indonesia, menginspirasi dan menjadi teladan, memiliki penampilan memesona, berwibawa, tegas, ikhlas, serta disiplin yang  mampu mendidik, membelajarkan, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik sesuai dengan tuntutan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terkini dan masa depan.

Berdasarkan rumusan tersebut, di petakanlah 7 Capaian Pembelajaran (CP) sebagai indikator yang dapat menunjukkan Profil Guru Profesional. Ke – 7 Capaian Pembelajaran (CP) atau arsitektur Kompetensi Siswa dan Guru Profesional secara ringkas dapat di berikan dalam info grafis di bawah ini.

Dari UUGD-Standar Dikgu, SN Dikti/KKNI dan Kompetensi Abad 21, seorang guru perlu memiliki 4 kompetensi yakni, kepribadian, sosial, pedagogik, dan profesional. Kemudian ke-empat kompetensi ini dapat di jabarkan sebagai gabungan dari 7 Capaian Pembelajaran (CP) dalam bentuk siklus, seperti dalam gambar di bawah ini.

Lebih lanjut, keterkaitan antara satu CP dengan CP yang lain dapat di lihat dari grafis di bawah ini.

Rasionalitas Pelaksanaan Uji Kinerja PPG dalam jabatan 2021

Rasionalitas pelaksanaan UKM-PPG secara grafis dapat di lihat dalam gambar di bawah ini.

Lebih lanjut, pelaksanaan UKM-PPG akan di lakukan dalam 2 bagian yakni Uji Pengetahuan (UP) dan Uji Kinerja PPG.

Uji Kinerja PPG sendiri terdiri dari 2 komponen yakni, komponen pelaksanan Pembelajaran (PP) dan Portofolio.

=Baca juga=
Soal PPG IPA dan Pembahasannya: Usaha dan Energi, Pesawat Sederhana dan Kinematika Gerak

Karakteristik UKMPPG secara ringkas dapat di lihat dalam gambar grafis di bawah ini.

Penilaian Portofolio dalam Uji Kinerja PPG (UKMPPG)

Istilah portofolio banyak di gunakan pada berbagai bidang, misal bidang keuangan/perbankan, politik dan pemerintahan, manajemen dan pamasaran, seni, dan bidang pendidikan.

Dalam bidang pendidikan, portofolio berarti sekumpulan dari karya-karya mahasiswa yang terkait dengan performan tertentu (Mhlauli & Kgosidialwa, 2016) yang merupakan asesmen alternatif dan autentik untuk melengkapi tes (Bryant & Timmins, 2002).

Dalam konteks UKMPPG, portofolio adalah kumpulan bukti fisik yang menunjukkan bahwa mahasiswa telah melaksanakan penelitian, refleksi diri, pencarian informasi baru, dan inovasi selama menjalankan tugas profesi sebagai guru dan selama menjadi mahasiswa PPG yang di deskripsikan dalam narasi disertai dengan melampirkan bukti.

Penilaian Portofolio pada UKMPPG di gunakan untuk menilai capaian pembelajaran ke tujuh (CP 7) yaitu mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan sebagai guru profesional. CP 7 ini di buktikan dengan perserta UKMPPG telah melaksanakan penelitian, refleksi diri, pencarian informasi baru, inovasi, prestasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada bagian deskripsi diri, setiap peserta atau mahasiswa PPG yang mengikuti UKin akan di minta untuk menuliskan narasi tentang Deskripsi Diri, diantaranya tentang:

Bukti ini di batasi karya yang di kumpulkan dalam interval waktu tertentu. Kemudian, masa pengumpulan semua dokumen, secara ringkas dapat di lihat dalam grafis di bawah ini.

Untuk mahasiswa PPG dalam jabatan, portofolio yang dikumpulkan merupakan karya selama 3 tahun terakhir sebelum PPG. Adapun untuk mahasiswa PPG prajabatan, portofolio merupakan karya selama selama 1 tahun terakhir ditambah karya menjadi mahasiswa PPG.

Untuk tanggal di atas itu hanya untuk angkatan ke III kemdikbud atau angkatan I Kemenag. Bagi teman-teman angkatan setelah itu, akan menyesuaikan dengan tanggal masuk PPG.

Misalkan, jika hari pertama masuk PPG adalah 30 Agustus 2021, maka semua dokumen portofolio yang diupload harus tertanggal sebelum 30 Agustus 2021. Rentang waktu dari 30 Agustus 2018 s.d 30 Agustus 2021.

Ingat tanggal 30 Agustus 2021 hanya contoh yah!
Info selengkapnya silahkan ditanyakan di LPTK Masing-masing.

Melaksanakan Penelitian dan Publikasi

Komponen melaksanakan penelitian dan publikasi dibuktikan dengan kepemilikan:

  • laporan penelitian atau artikel yang di seminarkan atau di bahas di forum ilmiah tertentu dan di muat dalam proseding,
  • artikel yang di muat dalam jurnal ilmiah terakreditasi maupun tidak terakreditasi,
  • tulisan ilmiah popular yang di muat dalam:
    • majalah,
    • tabloid,
    • koran,
    • news letter, atau
    • bulletin;
      baik yang terbit lokal, regional, nasional maupun internasional yang relevan mata pelajaran yang diampu baik (individu/kelompok).
  • Skripsi, tesis, disertasi, dan makalah yang dihasilkan mahasiswa untuk memenuhi tugas akademik ketika mahasiswa melanjutkan studi tidak dapat dimasukan sebagai komponen karya pengembangan profesi.

Pada bagian ini, kegiatan yang di klaim harus di buktikan dengan dokumen kepemilikan, contoh daftar unggahan bukti seperti dalam daftar di bawah ini,

Untuk rubrik yang di gunakan untuk menilai, berikut contoh yang bisa di jadikan sebagai acuan (rubrik ini hanya contoh, belum tentu rubrik ini yang akan di gunakan untuk menilai,

Jika karya yang di hasilkan adalah hasil kolaborasi dengan orang lain maka pembagian angka kreditnya dapat mengacu pada rubrik di bawah ini. (perlu di ingat sekali lagi, ini hanya contoh).

Sebagai catatan:
Skripsi,   tesis,   disertasi,   dan   makalah yang  di hasilkan  sebagai pemenuhan tugas akademik semasa sebagai mahasiswa studi lanjut,  tidak dapat di masukan sebagai komponen karya pengembangan profesi.

=Baca Juga=
Pendaftaran PPG dalam Jabatan Tahun 2022 : Syarat, tata cara & jadwal

Melakukan Refleksi Diri

Komponen refleksi diri di deskripsikan dengan narasi tentang proses perbaikan kinerja professional secara terus-menerus yang di lakukan oleh mahasiswa PPG. Refleksi ini dapat dalam pengembangan diri (termasuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran pada khususnya), melaksanakan penelitian, mengembangkan karya inovasi.

Refleksi terkait pelaksanaan tugas guru secara umum meliputi berfikir, berperilaku, dan berinteraksi dengan orang lain. Analisis ini mendeskripsikan apakah pengembangan diri, penelitian dan pengembangan karya inovatif sudah di rencanakan, di laksanakan, dan di nilai secara baik.

Analisis ini juga memuat deskripsi tentang permasalahan dan perbaikan ketiga hal tersebut, serta menemukan makna dari dari proses perbaikan tersebut guna melakukan modifikasi kegiatan pembelajaran di masa depan. Hal-hal yang sudah berhasil juga di ceritakan untuk di jadikan penguatan kegiatan berikutnya.

Perubahan/perbaikan yang telah dilakukan mahasiswa dilampirkan.

Dideskripsikan dalam bentuk narasi tentang proses perbaikan kinerja profesional secara terus-menerus di lakukan, dalam pengembangan diri  termasuk:

  • Refleksi terkait dengan kegiatan pengembangan diri, seperti merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran pada khususnya;
  • Melakukan Refleksi terkait pelaksanaan penelitian yang telah di lakukan;
  • Refleksi tentang pengembangan karya inovasi, deskripsikan apa yang telah di lakukan dan  di manfaatkan untuk melakukan perbaikan; perbaikan seperti apa; dan apa bukti perubahannya (perlu di lampirkan); serta 
  • Refleksi terkait pelaksanaan tugas guru secara umum meliputi berfikir, berperilaku, dan berinteraksi.

Deskripsi tentang permasalahan dan perbaikan tersebut, dalam rangka menemukan makna untuk perbaikan kegiatan pembelajaran di masa depan. Olehnya itu, hal-hal yang yang mencakup keberhasilan, perlu untuk di narasikan sebagai penguatan kegiatan berikutnya.

Untuk rubrik yang di gunakan untuk menilai, berikut contoh yang bisa di jadikan sebagai acuan (rubrik ini hanya contoh, belum tentu rubrik ini yang akan di gunakan untuk menilai,

Sebagai contoh, seorang mahasiswa mengikuti pelatihan pembuatan media untuk matematika. Pengetahuannya di gunakan untuk perbaikan pembelajaran, dengan menciptakan karya inovasi (dapat merujuk karya di ciptakan), bukti perbaikan pelaksanaan pembelajaran di lampirkan pada refleksi.

Mencari Informasi dan Pengetahuan Baru

Komponen pencarian informasi dan pengetahuan baru di buktikan dengan mengikuti kegiatan untuk meningkatkan kompetensi diri.

Kegiatan ini berupa:

  • pendidikan dan latihan,
  • lokakarya,
  • seminar/webinar/konferensi, dan
  • juga kegiatan lain yang mendukung peningkatan kualitas diri.

Pendidikan dan pelatihan (diklat) adalah kegiatan yang pernah diikuti oleh mahasiswa dalam rangka pengembangan dan/atau peningkatan kompetensi selama melaksanakan tugas sebagai pendidik, baik pada tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional. Bukti dokumen keikutsertaan komponen ini berupa sertifikat atau piagam yang di keluarkan oleh lembaga penyelenggara yang sah.

Keikutsertaan dalam seminar / webinar / konferensi sebagai pemakalah di buktikan dengan sertifikat dan makalah/bahan presentasi, sedangkan kalau sebagai peserta di buktikan dengan sertifikat. Kegiatan lain yang mendukung berupa kegiatan MGMP/KKG atau sebagai Guru Inti/Master Trainer dalam kegiatan-kegiatan pengembangan profesi yang di buktikan dengan sertifikat.

Format kegiatan dapat menggunakan contoh format di bawah ini.

Untuk rubrik yang di gunakan untuk menilai, berikut contoh yang bisa di jadikan sebagai acuan (rubrik ini hanya contoh, belum tentu rubrik ini yang akan di gunakan untuk menilai,

Selain itu, jika berupa lokakarya, seminar atau konferensi contoh rubriknya sebagai berikut,

Menghasilkan Karya Inovasi

Menunjukkan adanya pengembangan profesi dengan menghasilkan karya yang sesuai dengan profesinya. Karya-karya ini di lengkapi dengan bukti pernyataan keaslian karya yang di tandatangani mahasiswa di atas materai satu Rp. 10.000 atau dua Materai Rp 6.000.

Contoh suratnya dapat seperti pada gambar berikut:

Bentuk-bentuk karya Inovasi

Bentuk karya inovasi bisa dalam bentuk:

  1. Buku, dapat berupa buku pelajaran, buku referensi, buku lainnya, dan/atau buku terjemahan yang di terbitkan oleh suatu lembaga/institusi atau penerbit baik yang memiliki nomor ISBN maupun yang tidak.
  2. Modul pembelajaran berupa modul yang di gunakan selama melaksanakan pembelajaran di kelas yang di ampu mahasiswa, baik di sekolah sendiri atau sekolah lain atau untuk kelompok belajar paket A, B, dan C.
  3. Diktat yang mencakup materi pelajaran yang di ampu mahasiswa termasuk diantaranya panduan praktikum, lembar kerja, dan lain-lain.
  4. Media/alat pembelajaran, yaitu hasil karya guru yang inovatif, orisinil dan sesuai matapelajaran.
    Media/alat pembelajaran dapat berupa alat bantu presentasi, alat bantu olah raga, praktik, alat bantu musik, dan alat lain yang membantu kelancaran proses pembelajaran/ pembimbingan di sekolah.
  5. Karya teknologi tepat guna, yaitu karya hasil pengembangan dalam bidang sains, teknologi, sosial, dan humaniora yang dibuat menggunakan bahan, sistem, atau metodologi tertentu dan di manfaatkan untuk membantu kelancaran pendidikan atau membantu kehidupan masyarakat;
  6. Karya seni dan karya olahraga, yaitu hasil refleksi nilai-nilai dan atau gagasan manusia yang di ekspresikan secara estetik dalam berbagai medium seperti rupa, gerak, bunyi, dan kata yang bermakna bagi kehidupan manusia.

Bukti media/alat pembelajaran, karya teknonologi tepat guna, dan karya seni/olah raga yang tidak dapat di sertakan langsung sebagai bukti di ganti dengan foto dari karya di maksud dan bukti lain yang meng-gambarkan penggunaan karya teknologi tepat guna atau karya seni tersebut.

Bukti karya teknologi atau karya seni/olah raga perlu di sertai deskripsi yang menggambarkan ide yang melatarbelakangi, spesifikasi, dan khalayak yang meman-faatkannya. Deskripsi media/alat pembelajaran mencakup spesifikasi (dimensi dan bahan bakunya), materi ajar, dan cara menggunakan media tersebut dalam pembelajaran yang memiliki keabsahan/kesahihan.

Untuk rubrik yang di gunakan untuk menilai, berikut contoh yang bisa di jadikan sebagai acuan (rubrik ini hanya contoh, belum tentu rubrik ini yang akan di gunakan untuk menilai,

Karya Teknologi Sederhana

Selain itu, karya inovasi dapat berupa Karya Teknologi Sederhana. Deskripsi untuk karya ini sebagai berikut:

  • Satu atau beberapa karya berupa hasil pengembangan model metodologi/evaluasi pembelajaran/ manajemen/olahraga yang telah di videokan dengan durasi kumulatif minimal 30 menit.
  • Menghasilkan satu karya berupa hasil eksperimen sains/ teknologi di manfaatkan di tingkat sekolah.
  • Satu karya berupa program aplikasi komputer untuk pendidikan dan di manfaatkan di tingkat sekolah.
  • Satu karya berupa alat/mesin di manfaatkan di tingkat sekolah.

Komponen prestasi

Komponen prestasi meliputi pemerolehan kejuaraan oleh mahasiswa setelah mengikuti kompetisi-kompetisi, misalnya sebagai guru berprestasi, atau kompetensi lain di bidang pendidikan atau bidang lain yang sangat berhubungan dengan bidang keahlian guru tersebut.

Kegiatan ini dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat.

Pengabdian Kepada Masyarakat

Komponen pengabdian meliputi bukti-bukti kegiatan-kegiatan dalam rangka mahasiswa mengabdi sebagai warga sekolah (misalnya kegiatan akreditasi, anggota/ketua panitia kegiatan di sekolah) dan juga di masyarakat (menjadi tim kepanitian di kegiatan-kegiatan masyarakat, termasuk di tempat ibadah).

Kegiatan ini dibuktikan dengan sertifikat atau Surat keputusan/surat tugas atau surat keterangan dari lembaga penyelenggara

Batasan Skor Tiap Komponen dalam Komponen Portofolio dalam Uji Kinerja PPG

Penilaian RPP dalam Uji Kenerja PPG

Komponen yang akan di nilai dalam RPP khsusunya untuk tingkat SMP/SMA.

Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran dalam Uji Kinerja PPG

Penilaian kinerja guru SMP/SMA atau Uji Kinerja PPG dalam pelaksanaan pembe-lajaran di bagi menjadi 2 Bagian yakni 1) Penilaian Kegiatan Pembelajaran, 2) Kepribadian.

Penilaian Kegiatan Pembelajaran dalam Uji Kenerja PPG

Pada bagian penilaian kegiatan pembelajaran, penilaian akan di lakukan secara komprehensif mulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

Kegiatan Pendahuluan

Aspek yang akan menjadi fokus penilaian pada bagian kegiatan pendahuluan di antaranya adalah:

Guru mengondisikan kelas

Pada bagian ini guru untuk mendapat skor maksimal maka guru perlu melakukan hal-hal berikut;

  • mengucapkan salam, menanyakan kondisi, mengecek kehadiran siswa,
  • mengecek kondisi ruang kelas (luring) atau mengecek kesiapan jaringan (daring), misalnya menanyakan kejelasan suara atau gambar dan
  • menyampaikan aturan selama pembelajaran.

Guru melakukan apersepsi

Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu menggali pengetahuan awal siswa melalui berbagai cara dan di kaitkan dengan materi yang akan di pelajari.

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran atau indikator ketercapaian kompetensi.

Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlunmenyampaikan tujuan atau indikator dengan jelas dan lengkap, misalnya dilengkapi tayangan ppt, serta ditinjau ketercapaiannya di akhir pembelajaran.

Guru menyampaikan garis besar kegiatan pembelajaran.

Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlunmenyampaikan garis besar kegiatan pembelajaran secara jelas, lengkap, dan di kaitkan dengan pembudayaan karakter.

Guru mengecek/memeriksa kemampuan awal siswa.

Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlunmengecek/ memeriksa kemampuan awal dengan metode dan instrumen yang tepat serta memanfaatkan hasilnya dalam pembelajaran.

Kegiatan Inti

Aspek yang akan menjadi fokus penilaian pada bagian Kegiatan Inti di antaranya adalah:

Guru menunjukkan pemahaman materi secara benar.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu mendeskripsikan materi dengan benar dari berbagai sudut pandang sehingga sangat mudah di pahami oleh siswa.

Guru mendemonstrasikan keterampilan secara benar.

  • Pada bagian ini maka guru harus mampu mendemonstrasikan keterampilan secara benar, sangat lancar, dan mampu menumbuhkan sikap positif siswa.

Guru menunjukkan perilaku positif terhadap materi pembelajaran.

  • Pada bagian ini maka guru perlu menunjukkan sikap positif terhadap materi pembelajaran, konsisten, dan mengajak siswa bersikap yang sama.

Guru menyajikan materi pembelajaran secara berurutan.

  • Pada bagian ini maka guru perlu menyajikan materi dengan urutan logis dan banyak melibatkan siswa.

Guru menyajikan materi pembelajaran secara terpadu.

  • Pada bagian ini maka guru perlu menyajikan materi secara sangat terpadu (saling terkait dan tidak ada yang saling bertentangan).

Guru menunjukkan relevansi materi pembelajaran dengan kehidupan nyata.

  • Pada bagian ini maka guru perlu mengaitkan materi dengan kehidupan nyata secara jelas dan benar, di sertai beberapa contoh.

Guru menyajikan pembelajaran yang memadukan pengetahuan materi ajar, pedagogik, serta teknologi (TPACK) dan pendekatan lain yang relevan.

  • Pada bagian ini maka guru perlu menyajikan materi menggunakan media atau teknologi, secara terorganisir, mengaktifkan siswa, menumbuhkan karakter, keterampilan berpikir tingkat tinggi (hots), 4C, dan literasi.

Guru menyajikan langkah pembelajaran sesuai sintaks model atau metode/strategi yang di pilih.

  • Pada bagian ini maka guru perlu menyajikan langkah pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran atau metode/strategi yang di pilih dengan lancar dan mengacu pendekatan saintifik.

Guru melakukan assessment for learning dan/atau assessment as learning.

  • Pada bagian ini maka guru perlu melakukan assessment for dan/atau as learning dengan metode dan instrumen yang tepat serta memanfaatkan hasilnya dalam proses pembelajaran
Kegiatan Penutup

Aspek yang akan menjadi fokus penilaian pada bagian Kegiatan Penutup di antaranya adalah:

Guru menyimpulkan hasil pembelajaran.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu membimbing atau mengarahkan siswa merumuskan sendiri kesimpulan (rangkuman/intisari hasil pembelajaran) dengan benar.

Guru melakukan evaluasi hasil belajar.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu melakukan penilaian hasil belajar mencakup semua ranah dengan metode dan instrumen yang tepat serta menggunakannya sebagai dasar mengevaluasi siswa.

Guru melakukan refleksi proses pembelajaran bersama siswa.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu meminta siswa menyampaikan komentar terhadap proses pembelajaran dari berbagai sudut pandang secara tulus dan meminta mereka menyampaikan usulan sehingga lebih baik.

Guru memberikan tugas tindak lanjut setelah kegiatan pembelajaran.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu memberikan tugas tindak lanjut kepada siswa berkaitan erat dengan kegiatan pembelajaran yang telah di lakukan dan mengembangkan karakter siswa dalam kehidupan bermasyarakat.

=Baca Juga=
Uji Komprehensif PPG 2021: Alur, Kisi-kisi, Kriteria dan Rubrik Penilaian.

Penilaian Kepribadian dalam Uji Kenerja PPG

Pada bagian penilaian kepribadian, penilaian akan di lakukan secara komprehensif terkait kepribadian mahasiswa PPG pada aspek memesona, berwibawa, tegas, penuh panggilan jiwa, dan samapta.

Memesona

Aspek yang akan menjadi fokus penilaian pada aspek memesona di antaranya adalah:

Guru menampilkan wajah yang ceria.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu menampilkan wajah yang ceria pada seluruh rentang waktu dari awal sampai akhir pembelajaran.

Guru memberikan perhatian pada siswa.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu memberikan perhatian kepada semua siswa pada keseluruhan rentang waktu dari awal sampai akhir pembelajaran.

Guru menampilkan keserasian berbusana.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu berbusana sopan dengan model dan warna yang sangat serasi.

Guru menginspirasi dan memotivasi peserta didik.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu memberi inspirasi dan motivasi yang sangat tepat kepada siswa.

Berwibawa

Aspek yang akan menjadi fokus penilaian pada aspek Berwibawa di antaranya adalah:

Guru bertutur kata yang santun dan artikulatif.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu bertutur kata yang santun dan artikulatif pada keseluruhan rentang waktu dari awal sampai akhir pembelajaran.

Guru berperilaku yang di segani.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu menampilkan perilaku yang di segani pada keseluruhan rentang waktu dari awal sampai akhir pembelajaran.

Guru berpenampilan diri yang tenang.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu menampilkan diri dengan tenang pada keseluruhan rentang waktu dari awal sampai akhir pembelajaran.

Guru berperilaku yang adil dan objektif.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu memberikan tanggapan yang sangat tepat di sertai contoh yang lengkap kepada siswa.

Tegas

Aspek yang akan menjadi fokus penilaian pada aspek Tegas di antaranya adalah:

Guru memberikan tanggapan kepada siswa.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu memberikan tanggapan yang sangat tepat di sertai contoh yang lengkap kepada siswa.

Guru menampilkan rasa percaya diri.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu tampil dengan hangat percaya diri dan menarik.

Guru berbicara dengan tegas.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu berbicara dengan sangat tegas, ekspresif dan di segani.

Penuh panggilan jiwa

Aspek yang akan menjadi fokus penilaian pada aspek Penuh panggilan jiwa di antaranya adalah:

Guru berpenampilan sigap.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu menampilkan perilaku yang sangat semangat, meyakinkan, cepat, dan tangkas.

Guru menampilkan ekspresi antusias.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu menampilkan ekspresi yang sangat bergairah, dan cekatan.

Guru tulus ikhlas memberikan bantuan pada siswa.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu menunjukkan perilaku sangat ikhlas dan wajah ceria dalam memberikan bantuan pada siswa.

Samapta

Aspek yang akan menjadi fokus penilaian pada aspek Samapta di antaranya adalah:

Guru berpenampilan bugar.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu menunjukkan penampilan yang sangat bugar dan enerjik.

Guru berpenampilan yang ramah.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu menampilkan perilaku yang sangat ramah dan penuh perhatian.

Guru suka menolong kepada siswa.

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu sangat suka memberikan bantuan kepada siswa yang membutuhkan dengan tulus.

Guru berempati kepada siswa

  • Untuk mendapat skor maksimal pada bagian ini maka guru perlu sangat menunjukkan rasa belas kasih dan berbela rasa kepada siswa.

Untuk file PDF anda bisa download pada link berikut: Uji Kinerja PPG dalam Jabatan 2021

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat.
Ditulis di MYCOFFEE, makassar.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.