Perbedaan Andragogi dan Pedagogi

3 min read

perbedaan andragogi dan pedagogi

HermanAnis.com. Teman-teman semua, pada kesempatan ini kita akan membahas dua pendekatan dalam pembelajaran yakni Andragogi dan Pedagogi, kita akan fokus pada bagaimana perbedaan andragogi dan pedagogi.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Keberhasilan pendidikan suatu bangsa sangat di tentukan oleh pendekatan yang di pergunakan oleh pendidik atau guru dalam menyampaikan materinya kepada peserta didik. Dewasa ini telah banyak pendekatan yang di kembangkan oleh para ahli, baik dengan sasaran anak-anak maupun orang dewasa.

Masing-masing pendekatan tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini termasuk pendekatan yang di gunakan oleh pendidik dalam pembelajarannya.

Pendekatan yang di maksud di sini adalah pedagogi dan adragogi, yang dewasa ini dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Seperti adanya HP dan sebagainya muncullah pendekatan baru yang di kenal dengan istilah heutagogi.

Pengertian Andragogi Menurut Ahli

Perbedaan Andragogi dan Pedagogi : Pengertian Pedagogi

Pedagogi berasal dari bahasa Yunani paedagogeo, dimana terdiri dari pais genetif, paidos yang berarti anak dan agogo berarti memimpin, sehingga secara harfiah pedagogi, berarti memimpin anak. Dalam bahasa Yunani kuno, pedagogi bermakna seorang budak (pengawas rumah tangga) yang mengawasi pengajaran putra tuannya.

Ketika itu anak perempuan tidak di beri pengajaran khusus, pembantu rumah tangga ini mengantar, menunggu dan menemani pulang putra tuannya ke pada saat dan dari sekolah atau gymnasium.

Kata pedagogi juga di turunkan dari bahasa latin yang bermakna mengajari anak, sementara dalam bahasa Inggris istilah pedagogi (pedagogy) di gunakan untuk merujuk kepada teori pengajaran, di mana guru berusaha memahami bahan ajar, mengenal siswa dan menentukkan cara mengajarnya.

Menurut Sudarwan Danim (2010, 48 – 49), ada tiga isu terkait dengan penggunaan istilah pedagogi, yakni:

  • pedagogi merupakan sebuah proses yang bertujuan, dalam makna umum istilah pedagogik digunakan untuk menjelaskan prinsip-prinsip an praktik mengajar anak-anak,
  • banyak pekerjaan “pedagogi sosial” yang telah digunakan untuk menggambarkan prinsip-prinsip mengajar anak-anak dan kaum muda, dan
  • pengertian pedagogi telah dipahami dan dominan mewarnai proses pembelajaran dalam konteks sekolah.

Secara tradisional istilah pedagogi adalah seni mengajar, sedangkan pedagogi modern, melihat dari hubungan dialektis yang bermanfaat antara pedagogi sebagai ilmu dan pedagogi sebagai seni.

Dengan demikian pedagogi yang efektif mencoba menggabungkan alternative strategi pembelajaran yang mendukung keterlibatan intelektual, memiliki keterhubungan dengan dunia yang lebih luas, lingkungan kelas yang koduksif dan pengakuan atas perbedaan penerapan pada semua pelajaran.

Dalam pedagogi, tutor di anggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab untuk mengarahkan pembelajaran, apa yang akan di pelajari, bagaimana mempelajarinya dan kapan suatu materi di pelajari (Knowles, 1998).

Dengan demikian kehadiran tutor menjadi fokus kegiatan pendidikan kesetaraan. Namun dalam kenyataan menunjukkan, belajar tidak hanya melalui tutor, tetapi dapat melalui refleksi diri, pengalaman hidup, pengendapan pengalaman dan melalui berbagai macam aktivitas. Sehingga ini mengisyaratkan bahwa pedagogi bukanlah pendekatan belajar yang sesuai bagi orang dewasa.

Perbedaan Andragogi dan Pedagogi : Pengertian Andragogi

Istilah andragogi seringkali di jumpai dalam proses pembelajaran orang dewasa (adult learning), baik dalam proses pendidikan nonformal (pendidikan luar sekolah) maupun dalam proses pembelajaran pendidikan formal.

Pada pendidikan nonformal teori dan prinsip andragogi di gunakan sebagai landasan proses pembelajaran pada berbagai satuan, bentuk dan tingkatan (level) penyelenggaraan pendidikan nonformal.

Andragogi menempatkan orang dewasa dalam layanan pendidikan yang bersifat demokratis, bertumpu kepada kesejajaran, kesepadanan dan persamaan perilaku kegiatan belajar (Knowles, 1998). Dengan demikian andragogi adalah proses pembelajaran yang dapat membantu orang dewasa menemukan dan menggunakan hasil temuannya yang berkaitan dengan lingkungan sosial, adanya interaksi dan saling pengaruh antara tutor dengan peserta didik.

Meminjam istilah Rogers dalam Knowles (1970), kegiatan pembelajaran andragogi pada pendidikan luar sekolah bertujuan mengantarkan individu untuk menjadi pribadi atau menemukan jati dirinya. Belajar merupakan process of becoming a person. Bukan proses pembentukan atau process of being shaped, yaitu proses pengendalian dan manipulasi untuk sesuai dengan orang lain. Menurut Maslow (1966), belajar merupakan proses untuk mencapai aktualisasi diri (self-actualization).

Pendidikan orang dewasa adalah suatu proses belajar yang sistematis dan berkelanjutan pada orang yang berstatus dewasa dengan tujuan untuk mencapai perubahan pada pengetahuan, sikap, nilai dan keterampilan. Kondisi-kondisi yang dapat di timbulkan dari definisi itu adalah:

  1. Orang dewasa termotivasi untuk belajar sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka;
  2. Orientasi belajar bagi orang dewasa adalah berpusat pada kehidupan;
  3. Pengalaman sebagai sumber kekayaan untuk belajar orang dewasa;
  4. Orang dewasa mengharapkan berhubungan sendiri dengan kebutuhan yang tepat;
  5. Perbedaan individual di antara perorangan berkembang sesuai dengan umurnya.

Perbedaan Andragogi dan Pedagogi

Sebenarnya antara pedagogi dan andragogi tidak perlu di pertentangkan, hal ini di karenakan kedua teori tersebut sebetulnya saling melengkapi. Namun, munculnya perbedaan itu di karenakan adanya model asumsi yang melandasinya sebagai dua pendekatan rancang bangun dan pengoperasioan yang berbeda, sebagaimana di kemukakan oleh Knowles, 1985, bahwa model pedagogi adalah suatu isi (content plan) yang menuntut pendidik untuk menjawab empat pertanyaan, yakni

  1. apa isi yang perlu di cakup,
  2. bagaimana isi tersebut dapat di organisasikan kedalam satuan yang terkelola,
  3. bagaimana urutan yang paling logis untuk menyajikan satuan-satuan tersebut dan
  4. alat apakah yang paling efesien untuk menyampaikan isi tersebut, sementara untuk rancang bangun pada andragogi lebih bersifat proses (process design), di mana tutor atau pendidik memiliki peranan rangkap yakni sebagai :
    • perancang dan pengelola proses, dan
    • sumber belajar.

Prinsip dasar yang membedakan antara pedagogi dan andragogi dapat di tinjau dari aspek peserta didik, guru/tutor, orientasi belajar dan kondisi belajar. Tabel.1 berikut menyajikan perbedaan-perbedaan tersebut.

Tabel.1 Perbedaan Pendekatan Pedagogi dan Andragogi

Perbedaan Andragogi dan Pedagogi

Menurut Knowles (1998) perbedaan antara anak-anak dan orang dewasa dalam belajar di dasarkan pada asumsi tentang peserta didik orang dewasa, yakni:

  1. Orang dewasa mempunyai kesiapan belajar untuk belajar jika kebutuhan dan minatnya dapat terpenuhi,
  2. Orientasi belajar orang dewasa terpusat pada kehidupan, sehingga unit pembelajarannya adalah situasi kehidupan, bukan sekedar subyek atau materi pembelajaran,
  3. Pengalaman merupakan sumber terkaya bagi orang dewasa, oleh karena itu metodologi dasar bagi pendidikan orang dewasa adalah menganalisis pengalaman,
  4. Orang dewasa memiliki kebutuhan mendalam untuk mengarahkan dirinya sendiri (konsep diri), sehingga peran guru adalah menjalankan proses untuk sama-sama menjajaki dan mencari daripada mengalihkan pengetahuan tutor kepada peserta didik orang dewasa,
  5. Perbedaan individual meningkat dengan meningkatnya usia, sehingga pendidikan orang dewasa harus memperhitungkan perbedaan dalam gaya, waktu, tempat dan kecepatan belajar.

Sumber:

  • Knowles, M S; Holton E F; & Swanson, R A. (1998). The Adult Learner. Gulf Publishing company. Houston – Texas, USA.
  • Lunandi, A G. 1987. Pendidikan Orang Dewasa. Sebuah uraian praktis untuk pembimbing, penatar, pelatih dan penyuluh lapangan. PT Gramedia, Jakarta Pusat Kurikulum.
  • Soetarlinah, Sukadji. 1993. Psikologi Pedagogi. Depok. Bagian Psikologi. Pendidikan Fakultas Psikologi UI.
  • Sudarwan Danim. 2010. Pedagogi, Andragogi dan Heutagogi. Bandung; Penerbit Alfabeta.
  • Tri Joko Raharjo dan Tri Suminar. PENERAPAN PEDAGOGI DAN ANDRAGOGI PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KESETARAAN KELOMPOK BELAJAR PAKET A, B, DAN C DI KOTA SEMARANG. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.