Model Pembelajaran Inquiry

Model Pembelajaran Inquiry

HermanAnis.com. Teman-teman semua, pada kesempatan ini kita akan membahas satu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik yakni Model Pembelajaran Inquiry. Dalam pembahasan akan diuraikan tentang pengertian, Prinsip-Prinsip, Kelebihan dan Kelemahan, dan Level atau tingkatan dalam Pembelajaran Inquiry.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

A. Pengertian Model Pembelajaran Inkuiri

Kata inkuiri berasal dari bahasa inggris “Inquiry” berarti pertanyaan, pemeriksaan, atau penyelidikan. Model pembelajaran inquiry adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang di pertanyakan (Sanjaya, 2006).

Menurut Piaget bahwa model pembelajaran inkuiri adalah pembelajaran yang mempersiapkan siswa pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri secara luas agar melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan mencari jawabannya sendiri, serta menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan yang lain, membandingkan apa yang di temukannya dengan yang di temukan siswa lain (mulyasa, 2008).

Dengan melihat kedua pendapat di atas, maka dapat di simpulkan bahwa model pembelajaran inquiry adalah model pembelajaran yang mempersiapkan siswa pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri sehingga dapat berpikir secara kritis untuk mencari dan menemukan jawaban dari suatu masalah yang di pertanyakan.

Baca Juga:
Experiential Learning (Pembelajaran Berbasis Pengalaman)

B. Prinsip-Prinsip dalam Model Pembelajaran Inquiry

Dalam pembelajaran, model pembelajaran inquiry memiliki dua prinsip yakni, (1) Berorientasi pada Pengembangan Intelektual, dan (2) Prinsip Interaksi.

1. Berorientasi pada Pengembangan Intelektual

Tujuan utama dari strategi inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. Dengan demikian, strategi pembelajaran inkuiri ini selain berorientasi pada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar.

Oleh karena itu, keberhasilan dari proses pembelajaran dengan menggunakan strategi inkuiri bukan di tentukan oleh sejauh mana siswa dapat menguasai materi pembelajaran, akan tetapi sejauh mana beraktifitas mencari dan menemukan sesuatu.

2. Prinsip Interaksi

Proses pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi, baik interaksi antara siswa maupun interaksi siswa dengan guru, bahkan interaksi antara siswa dengan lingkungan. Pembelajaran sebagai proses interaksi, artinya menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri.

Guru perlu mengarahkan (directing) agar siswa bisa mengembangkan kemampuan berpikirnya melalui interaksi mereka.

Model Pembelajaran Inquiry

C. Langkah-langkah atau Sintaks Model Pembelajaran Inquiry

Langkah-langkah atau Sintaks Model Pembelajaran Inquiry

Sintaks model pembelajaran inquiry ada 6 langkah yakni:

  1. Orientasi
  2. Merumuskan masalah
  3. Merumuskan hipotesis
  4. Mengumpulkan data
  5. Menguji hipotesis
  6. Merumuskan kesimpulan

D. Karakteristik atau Ciri-ciri Pembelajaran Inkuiri

Ada beberapa hal yang menjadi karakteristik atau ciri-ciri utama pembelajaran inquiry adalah sebagai berikut:

  1. Pembelajaran Inkuiri menekankan pada aktifitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya pembelajaran Inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar.
  2. Seluruh aktivitas yang di lakukan siswa di arahkan untuk mencari dan menemukan sendiri sesuatu yang di pertanyakan sehingga dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self believe).
  3. Membuka intelegensi siswa dan mengembangkan daya kreativitas siswa.
  4. Memberikan kebebasan pada siswa untuk berinisiatif dan bertindak.
  5. Mendorong siswa untuk berfikir intensif dan merumuskan hipotesisnya sendiri.
  6. Proses interaksi belajar mengajar mengarahkan pada perubahan dari teacher centered kepada student centered.

Baca Juga : Project Based Leaning (Pembelajaran Berbasis Proyek)

E. Level Pembelajaran Inkuiri

Wenning (2010) memperkenalkan level pembelajaran inkuiri dalam pembelajaran sains. Wenning menyusun tingkatan kegiatan eksperimen dalam kegiatan pembelajaran inkuiri menjadi beberapa tingkatan berbeda yang di sebut dengan Levels of Inquiry (LoI). Menurut Wenning (2012) secara sistematis level of inquiry:

  1. discovery learning,
  2. interactive demonstrations,
  3. inquiry lessons,
  4. inquiry labs,
  5. Real-world aplications, dan
  6. Hypothetical inquiry.

LoI ini merupakan bentuk macam-macam implementasi model pembelajaran Inkuri dalam tataran praktis. Penyusunan ini di dasarkan pada seberapa canggihnya aktivitas kegiatan eksperimen di lakukan, semakin canggih maka akan semakin tinggi tingkatannya.

F. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Inquiry

Berikut ini kami rangkumkan beberapa kelebihan dan kelemahan dari Model Pembelajaran Inquiry

1. Kelebihan Model Pembelajaran Inquiry

  1. Model pembelajaran inkuiri dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
  2. Pembelajaran inkuiri merupakan model pembelajaran yang di anggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
  3. Model pembelajaran inkuiri merupakan model pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini di anggap lebih bermakna.
  4. Dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, artinya siswa yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.

Baca Juga: Flipped Learning (Pembelajaran Terbalik)

2. Kekurangan Model Pembelajaran Inquiry

  1. Jika model pembelajaran inquiry di gunakan sebagai model pembelajaran, maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
  2. Model ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena itu terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.
  3. Kadang-kadang dalam mengimplementasikanya memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah di tentukan.
  4. Selama kriteria keberhasilan belajar di tentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka model pembelajaran inkuiri akan sulit di implementasikan oleh setiap guru.

Baca Juga:
Direct Instruction (Pembelajaran Langsung)

Demikian, semoga ada manfaat.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: