Pengertian Pendidikan Karakter

4 min read

Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli

HermanAnis.com – Teman-teman semua, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang pendidikan karakter atau Character education. Pembahasan akan fokus pada Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli

Pengertian Pendidikan Karakter

Sebelum kita membahas apakah yang dimaksud dengan pendidikan karakter, teman-teman perlu memahami terlebih dahulu apa itu karakter? Menurut Salahudin dan Alkrienciechie karakter merupakan ciri khas seseorang atau sekelompok orang di dalamnya mengandung:

  • nilai,
  • kemampuan,
  • kapasitas moral, dan
  • ketegaran dalam menghadapi kesulitan dan tantangan.

Selanjutnya Kurniawan mengungkapkan karakter seseorang terbentuk dari kebiasaan yang dia lakukan, baik sikap dan perkataan yang sering ia lakukan kepada orang lain.

Sedangkan menurut Wibowo karakter merupakan sifat yang alami dari jiwa manusia yang menjadi ciri khas seseorang dalam bertindak dan berinteraksi di keluarga dan di masyarakat.

Pengertian karakter juga di ungkapkan oleh Samani dan Hariyanto sebagai sesuatu yang khas dari seseorang sebagai cara berfikir dan perilaku untuk hidup dan bekerjasama. Khususnya dalam hubungannya dengan sesama yang dapat membuat keputusan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dari pemaparan dari berbagai pendapat ahli tentang karakter, maka dapat di simpulkan bahwa karakter adalah suatu sifat yang khas di miliki oleh seseorang yang mengandung:

  • nilai,
  • kemampuan,
  • kapasitas moral dalam berfikir dan bertindak yang terbentuk dari kebiasaan yang dia lakukan saat berinteraksi dengan orang lain di lingkungan sehari-hari keluarga dan masyarakat.

Baca juga: Keberagaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia

Pentingnya Pendidikan Karakter

Pentingnya Pendidikan Karakter (character education) atau menurut Lickona setidaknya ada tujuh. Tujuh alasan mengapa character education penting di berikan kepada peserta didik sejak dini, adalah;

  1. melalui pendidikan karakter sejak dini, kita dapat membekali dan dapat memastikan peserta didik memiliki kepribadian dan karakter yang baik dalam menjalani hidupnya di kemudian hari.
  2. banyak studi menunjukkan bahwa character education yang baik dapat membantu meningkatkan prestasi akademik peserta didik.
  3. anak usia dini sampai remaja memiliki kecendrungan untuk meniru dan rawan terpengaruh dengan hal-hal yang negatif, olehnya itu pembentukan karakter harus di berikan sejal dini baik melalui kurikulum pendidikan formal ataupun di masyarakat. Hal ini karena, peserta didik terkadang tidak dapat membentuk karakter yang kuat untuk dirinya di tempat lain.
  4. dengan pendidikan karakter yang baik peserta didik sebagai individu dapat menghargai dan menghormati orang lain serta dapat hidup di dalam masyarakat yang majemuk.
  5. melalui character education yang baik, akan berdampak pada upaya mengatasi akar masalah moral dan sosial kemasyarakatan seperti; ketidakjujuran, ketidaksopanan, kekerasan, etos kerja rendah,dan lain-lain.
  6. merupakan cara terbaik untuk membentuk perilaku individu sebelum masuk ke dunia kerja/usaha.
  7. untuk mengajarkan nilai-nilai budaya nusantara yang merupakan bagian dari kerja suatu peradaban.

Dari penjelasan tersebut kita menyadari bahwa pendidikan karakter sangat penting bagi setiap orang. Dengan begitu, maka para guru, dosen,dan orang tua, sudah seharusnya senantiasa menanamkan nilai-nilaikarakter yang baik kepada anak didiknya

Baca Juga: Bagaimana Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah dalam Kondisi Pandemi Covid 19?

Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli

Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli. Menurut Samani dan Hariyanto dalam bukunya menjelaskan bahwa pendidikan karakter adalah proses pemberian tuntunan kepada peserta didik untuk menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter dalam di mensi hati, pikir, raga serta rasa dan karsa.

Selanjutnya pendidikan karakter menurut Salahudin dan Alkrienciechie dapat di maknai sebagai pendidikan moral atau budi pekerti untuk mengembangakan kemampuan seseorang untuk berperilaku yang baik dalam kehidupan sehariharinya.

Selanjutnya menurut Muhamimin Azzet pendidikan karakter merupakan suatu sistem dalam penanaman nilai-nilai karakter yang baik kepada seluruh warga sekolah sehingga memilki pengetahuan dan tindakan yang sesuai dengan nilai kebaikan.

Sedangkan pendidikan karakter menurut Zubaedi yaitu segala perencanaan usaha yang dilakukan oleh guru yang dapat mempengaruhi pembentukan karkater peserta didiknya, memahami, membentuk, dan memupuk nilai-nilai etika secara keseluruhan.

Selanjutnya menurut Wibowo pendidikan karakter adalah suatu pendidkan yang di gunakan untuk menanamkan dan mengembangkan karakter kepada peserta didik, sehingga mereka memiliki karakter yang luhur setelah memiliki maka dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari bak di rumah, di sekolah maupun di masyarakat.

Melalui pendidikan karakter ini, di harapkan nilai-nilai karakter Bangsa Indonesia dapat di tingkatkan, sehingga dapat menghasilkan manusia indonesia yang berkarakter.

Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli

Selain pendapat di atas, berikut ini kami uraikan beberapa Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli yang telah kami kutip dari berbagai sumber:

Pendidikan Karakter dalam Kamus Psikologi

Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli. Menurut kamus psikologi pendidikan karakter adalah kepribadian di tinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, dan berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap. (Dali Gulo, 1982).

Pendidikan Karakter Menurut John W. Santrock

Memberikan pengertian bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan yang di lakukan dengan pendekatan langsung kepada peserta didik untuk menanamkan nilai moral dengan juga memberi pelajaran kepada murid tentang pengetahuan moral dalam upaya mencegah prilaku yang tidak di anjurkan atau prilaku yang di larang.

Character education Thomas Lickona

Memberikan pengertian pendidikan karakter adalah usaha tenaga pendidik untuk membantu peserta didik dalam memahami, memperhatikan dan melakukan nilai-nilai yang tidak melanggar hukum.

Character education Menurut Elkind

Memberikan pengertian bahwa pendidikan karakter adalah segala sesuatu metode pendidikan yang di lakukan oleh tenaga pendidik sehingga mampu mempengaruhi karakter murid. Di sini terlihat bahwa guru bukan hanya mengajarkan materi pelajaran tetapi mampu untuk menjadi keteladanan.

Character education Menurut Suyanto

Pendidikan karakter adalah cara berfikir dan berprilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun Negara.

Character education Menurut Kertajaya

Pendidikan karakter adalah ciri khas yang di miliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, serta merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seseorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu.

Pendidikan Karakter Menurut T. Ramli

Pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik.

Adapun kriterianya adalah nilai-nilai sosial tertentu yang banyak di pengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Oleh karena itu, hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai. Pendidikan nilai ini adalah pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda. 

Character education Menurut Koesoema

Karakter merupakan struktur antropologis manusia, di sanalah manusia menghayati kebebasan dan menghayati keterbatasan dirinya. Dalam hal ini karakter bukan hanya sekedar tindakan saja, melainkan merupakan suatu hasil dan proses.

Untuk itu suatu pribadi di harapkan semakin menghayati kebebasannya, sehingga ia dapat bertanggung jawab atas tindakannya baik untuk dirinya sendiri sebagai pribadi atau perkembangan dengan orang lain dan hidupnya.

Character education Menurut Narwanti

Pembentukan adalah usaha yang telah terwujud sebagai hasil suatu tindakan. Karakter berasal dari bahasa Yunani yaitu ”kharrasein” yang berarti memahat atau mengukir (to inscribe/to engrave). Sedangkan dalam bahasa Latin, karakter bermakna membedakan tanda, sifat kejiwaan, tabiat, dan watak.

Apa yang kalian simpulkan tentang pendidikan karakter? Silahkan disimpulkan sendiri berdasarkan definsi dari para pakar di atas.

Bagaimana penerapannya di Sekolah, teman-teman bisa baca pada artikel berikut: Contoh Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah. Selain itu, bagi teman-teman yang ingin mengakses buku-buku, jurnal, makalah yang berkaitan dengan pendidikan karakter berikut linknya: Kumpulan Buku Pendidikan Karakter.

Nilai-nilai Character education

Berikut adalah 18 Nilai-nilai Pendidikan Karakter atau nilai-nilai pembentuk karakter:

  1. Kejujuran
  2. Sikap toleransi
  3. Disiplin
  4. Kerja keras
  5. Kreatif
  6. Kemandirian
  7. Sikap demokratis
  8. Rasa ingin tahu
  9. Semangat kebangsaan
  10. Cinta tanah air
  11. Menghargai prestasi
  12. Sikap bersahabat
  13. Cinta damai
  14. Gemar membaca
  15. Perduli terhadap lingkungan
  16. Perduli sosial
  17. Rasa tanggungjawab
  18. Religius

Penjelasan ke-18 nilai karakter tersebut dapat anda baca pada artikel berikut: 18 Nilai Karakter Bangsa Indonesia beserta Contohnya

Fungsi dan Tujuan Pendidikan Karakter

Apa fungsi dan tujuan pendidikan karakter? Menurut Zubaedi, setidaknya ada 3 fungsi diadakannya pendidikan karakter, ketiganya yakni;

  1. Sebagai pembentukan dan pengembangan potensi
  2. Fungsi perbaikan dan penguatan
  3. Sebagai penyaring

Penjelasan ke 3 fungsi pendidikan karakter ini bisa anda baca pada link berikut : Fungsi dan Tujuan Pendidikan Karakter

Baca Juga:

Sumber:

Terima kasih telah membaca artikel ini,
semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *