Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah

Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah

HermanAnis.com – Teman-teman semua, pembahasan kita kali ini masih tentang pendidikan karakter, namun fokus pembahasan dalam tulisan ini adalah bagaimana Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah?

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

A. Bagaimana Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah?

Realita permasalahan kebangsaan yang berkembang saat ini, terutama yang berkaitan dengan pembangunan  pendidikan karakter, kepribadian, dan budi pekerti sudah mulai mengkhawatirkan, seperti:

  • disorientasi,
  • bergesernya nilai-nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,
  • memudarnya kesadaran terhadap nilai-nilai budaya bangsa, sudah mulai memprihatinkan.

Untuk mendukung perwujudan cita-cita pembangunan karakter sebagaimana di amanatkan dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 serta mengatasi permasalahan kebangsaan ini, maka pemerintah menjadikan pendidikan karakter sebagai salah satu program prioritas pembangunan nasional (Kemendiknas, 2011:i)

Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah

Upaya pembentukan karakter sesuai dengan budaya bangsa ini tentu tidak semata-mata hanya di lakukan di sekolah melalui serangkaian kegiatan belajar mengajar, akan tetapi juga melalui pembiasaan dalam kehidupan siswa sehari-hari, seperti: religius, jujur, disiplin, toleransi, etika, sikap, tingkah laku, dan sebagainya.

Sikap, tingkah laku, kepribadian, dan karakter siswa tersebut, dapat di pengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah  faktor lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Ketiga faktor tersebut tidak dapat di pisahkan dari kehidupan  siswa.

Oleh sebab itu perkembangan sikap, tingkah laku, kepribadian dan karakter siswa merupakan tanggung jawab kita bersama, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Suprayekti (2004:7) menyatakan bahwa guru memegang kendali utama untuk keberhasilan tercapainya tujuan.

Oleh sebab itu, peran guru sangat besar di dalam pembelajaran, karena guru sebagai penanggung jawab kegiatan belajar mengajar. Guru berperan sebagai pengajar, pembimbing, perantara sekolah dengan masyarakat (Ahmadi, 2005:17).

Peranan guru sangat dominan dalam pembentukan sikap, mental dan watak kepribadian siswa-siswinya. Pendidikan karakter adalah pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak (Kemendiknas, 2011:1).

Baca juga: Keberagaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia

B. Bentuk Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah

Keteladanan guru dapat dilakukan melalui  tindak tutur di dalam kelas, karena sedikit banyak tindak tutur guru di dalam kelas mempunyai suatu kontribusi dalam pembentukan kepribadian dan karakter peserta didik. Guru sebagai the role of model, guru hendaknya berperilaku dan bertutur kata yang dapat di jadikan teladan dan contoh bagi siswa-siswinya.

Sering kita mendengar berita tentang tawuran antar pelajar, baik pelajar dalam satu sekolah maupun pelajar antar sekolah. Perkelaian tersebut juga sering di lakukan secara terbuka di luar sekolah tidak hanya dengan tangan kosong bahkan sudah menggunakan senjata sehingga sangat membahayakan dan mengganggu ketenangan masyarakat di sekitarnya.

Juga masih segar dalam ingatan kita bagaimana pelaksanaan ujian nasional di kotori dengan upaya-upaya tidak jujur demi kelulusam siswa baik di lakukan oleh pimpinan sekolah, guru, maupun siswa sendiri. Sementara juga banyak para pemuda yang terjerat minuman keras dan narkoba serta terjerumus dengan geng motor dan sebagainya.

Sungguh suatu gambaran buram dunia pendidikan yang sangat memprihatinkan yang menunjukkan menurunnya karakter bangsa khususnya pada generasi muda. Dengan kenyataan tersebut di perlukan pendidikan karakter yang dapat di terapkan di sekolah-sekolah.

Dalam pelaksanaan pendidikan karakter tidak dapat berdiri sendiri tetapi berintegrasi dengan pelajan-pelajaran yang ada dengan memasukkan nilai-nilai karakter dan budaya. Pendidikan karakter efektif jika di lakukan dengan pembiasaan nilai moral luhur kepada peserta didik dan membiasakan mereka dengan kebiasaan (habit) yang sesuai dengan karakter kebangsaan.

Melalui pendidikan karakter ini, di harapkan nilai-nilai karakter Bangsa Indonesia dapat di tingkatkan, sehingga dapat menghasilkan manusia indonesia yang berkarakter. Beberapa karakter yang dapat di terapkan di sekolah dan di dalam kelas adalah sebagai berikut:

1. Religius;

Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama  yang di anutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Contoh penerapan pendidikan karakter di Sekolah:

  • Merayakan hari-hari besar keagamaan.
  • Memiliki fasilitas yang dapat digunakan untuk beribadah.
  • Memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk melaksanakan ibadah.

Pelaksanaan di dalam kelas::

  • Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran.
  • Memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk melaksanakan ibadah.

2. Jujur;

Perilaku yang di dasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat di percaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Contoh penerapan pendidikan karakter di Sekolah:

  • Menyediakan fasilitas tempat temuan barang hilang.
  • Tranparansi laporan keuangan dan penilaian sekolah secara berkala.
  • Menyediakan kantin kejujuran.
  • Menyediakan kotak saran dan pengaduan.
  • Larangan membawa fasilitas komunikasi pada saat ulangan atau ujian.

Pelaksanaan di dalam kelas:

  • Menyediakan fasilitas tempat temuan barang hilang. 
  • Tempat pengumuman barang temuan atau hilang.
  • Tranparansi laporan keuangan dan penilaian kelas secara berkala.
  • Larangan menyontek.

3. Toleransi;

Sikap dan  tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. Contoh penerapan pendidikan karakter di Sekolah:

  • Menghargai dan memberikan perlakuan yang sama terhadap seluruh warga sekolah tanpa membedakan  suku, agama, ras, golongan, status sosial, status ekonomi, dan kemampuan khas.
  • Memberikan perlakuan yang sama terhadap stakeholder tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, dan  status ekonomi.

Pelaksanaan di dalam kelas:

  • Memberikan pelayanan yang sama terhadap seluruh warga kelas tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, dan status ekonomi.
  • Memberikan pelayanan terhadap anak berkebutuhan khusus. 
  • Bekerja dalam kelompok yang berbeda.

4. Disiplin;

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Contoh penerapan pendidikan karakter di Sekolah:

  • Memiliki catatan kehadiran. 
  • Memberikan penghargaan kepada warga sekolah yang disiplin.
  • Memiliki tata tertib sekolah.
  • Membiasakan warga sekolah untuk berdisiplin.
  • Menegakkan aturan dengan memberikan sanksi secara adil bagi pelanggar tata tertib sekolah.
  • Menyediakan peralatan praktik sesuai program studi keahlian (SMK).

Pelaksanaan di dalam kelas:

  • Membiasakan hadir tepat waktu.
  • Membiasakan mematuhi aturan.
  • Menggunakan pakaian praktik sesuai dengan program studi keahliannya (SMK).
  • Penyimpanan dan pengeluaran alat dan bahan (sesuai program studi keahlian) (SMK).

5. Kerja Keras;

Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar, tugas dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Contoh penerapan pendidikan karakter di Sekolah:

  • Menciptakan suasana kompetisi yang sehat.
  • Menciptakan suasana sekolah yang menantang dan memacu untuk bekerja keras.
  • Memiliki pajangan tentang slogan atau motto tentang kerja.

Pelaksanaan di dalam kelas:

  • Menciptakan suasana kompetisi yang sehat. 
  • Menciptakan kondisi etos kerja, pantang menyerah, dan daya tahan belajar.
  • Mencipatakan suasana belajar yang memacu daya tahan kerja.
  • Memiliki pajangan tentang slogan atau motto tentang giat bekerja dan belajar.

6. Kreatif;

Berpikir dan melakukan sesuatu untuk  menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah di miliki. Contoh penerapan pendidikan karakter di Sekolah:

  • Menciptakan situasi yang  menumbuhkan daya  berpikir dan bertindak kreatif.

Pelaksanaan di dalam kelas:

  • Menciptakan situasi belajar yang bisa menumbuhkan daya pikir dan bertindak kreatif.
  • Pemberian tugas yang menantang munculnya karya-karya baru baik yang autentik maupun modifikasi.

7. Mandiri;

Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. Contoh penerapan pendidikan karakter di Sekolah:

  • Menciptakan situasi sekolah yang membangun kemandirian peserta didik.

Pelaksanaan di dalam kelas:

  • Menciptakan suasana kelas yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja mandiri.

8. Demokratis;

Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama  hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Contoh penerapan pendidikan karakter di Sekolah:

  • Melibatkan warga sekolah dalam setiap pengambilan keputusan. 
  • Menciptakan suasana  sekolah yang menerima perbedaan.
  • Pemilihan kepengurusan OSIS secara terbuka.

Pelaksanaan di dalam kelas:

  • Mengambil keputusan kelas secara bersama melalui musyawarah dan mufakat.
  • Pemilihan kepengurusan kelas secara terbuka.
  • Seluruh produk kebijakan  melalui musyawarah dan mufakat.
  • Mengimplementasikan model-model pembelajaran yang di alogis dan interaktif.

9. Rasa Ingin Tahu;

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang di pelajari, di lihat, dan di dengar. Contoh penerapan pendidikan karakter di Sekolah:

  • Menyediakan media komunikasi atau informasi (media cetak atau media elektronik) untuk berekspresi bagi warga sekolah. 
  • Memfasilitasi warga sekolah untuk bereksplorasi dalam pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya.

Pelaksanaan di dalam kelas:

  • Menciptakan suasana kelas yang mengundang rasa ingin tahu.
  • Eksplorasi lingkungan secara terprogram.
  • Tersedia media komunikasi atau informasi (media cetak atau media elektronik).  

10. Semangat Kebangsaan;

Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Contoh penerapan pendidikan karakter di Sekolah:

  • Melakukan upacara rutin sekolah.
  • Melakukan upacara hari-hari besar nasional.
  • Menyelenggarakan peringatan hari kepahlawanan nasional.
  • Memiliki program melakukan kunjungan ke tempat bersejarah. 
  • Mengikuti lomba pada hari besar nasional.

Pelaksanaan di dalam kelas:

  • Bekerja sama dengan teman sekelas yang berbeda suku, etnis, status sosial-ekonomi.
  • Mendiskusikan hari-hari besar nasional.

11. Cinta Tanah Air;

Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan  yang tinggi terhadap bahasa,  lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. Contoh penerapan pendidikan karakter di Sekolah:

  • Menggunakan produk buatan dalam negeri.
  • Menyediakan informasi  (dari sumber cetak, elektronik) tentang kekayaan alam dan budaya Indonesia.
  • Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Pelaksanaan di dalam kelas:

  • Memajang foto presiden dan wakil presiden, bendera negara, lambang negara, peta Indonesia, gambar kehidupan masyarakat Indonesia
  • Menggunakan produk buatan dalam negeri.

12. Menghargai Prestasi;

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat,  mengakui, dan menghormati keberhasilan orang lain. Contoh penerapan pendidikan karakter di Sekolah:

  • Memberikan penghargaan atas hasil prestasi kepada warga sekolah.
  • Memajang tanda-tanda penghargaan prestasi.

Pelaksanaan di dalam kelas:

  • Memberikan penghargaan atas hasil karya peserta didik.
  • Memajang tanda-tanda penghargaan prestasi.
  • Menciptakan suasana pembelajaran untuk memotivasi peserta didik berprestasi.

13. Bersahabat/ Komunikatif;

Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain. Contoh penerapan pendidikan karakter di Sekolah:

  • Suasana sekolah yang memudahkan terjadinya interaksi antarwarga sekolah. 
  • Berkomunikasi dengan bahasa yang santun.
  • Saling menghargai dan menjaga kehormatan. 
  • Pergaulan dengan cinta kasih dan rela berkorban. 

Pelaksanaan di dalam kelas:

  • Pengaturan kelas yang memudahkan terjadinya interaksi peserta didik.
  • Pembelajaran yang di alogis.
  • Guru mendengarkan keluhan-keluhan peserta didik.
  • Dalam berkomunikasi, guru tidak menjaga jarak dengan peserta didik.

14. Cinta Damai;

Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. Contoh penerapan pendidikan karakter di Sekolah:

  • Menciptakan suasana sekolah dan bekerja yang nyaman, tenteram, dan harmonis.
  • Membiasakan perilaku warga sekolah yang anti kekerasan.
  • Membiasakan perilaku warga sekolah yang tidak bias gender. 
  • Perilaku seluruh warga sekolah yang penuh kasih sayang.

Pelaksanaan di dalam kelas:

  • Menciptakan suasana kelas yang damai.
  • Membiasakan perilaku warga sekolah yang anti kekerasan.
  • Pembelajaran yang tidak bias gender. 
  • Kekerabatan di kelas yang penuh kasih sayang.

15. Gemar Membaca;

Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. Contoh penerapan pendidikan karakter di Sekolah:

  • Program wajib baca.
  • Frekuensi kunjungan perpustakaan.
  • Menyediakan fasilitas dan suasana menyenangkan untuk membaca.

Pelaksanaan di dalam kelas:

  • Daftar buku atau tulisan yang di baca peserta didik. 
  • Frekuensi kunjungan perpustakaan.
  • Saling tukar bacaan.
  • Pembelajaran yang memotivasi anak menggunakan referensi.

16. Peduli Lingkungan;

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Contoh penerapan pendidikan karakter di Sekolah:

  • Pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.
  • Tersedia tempat pembuangan sampah dan tempat cuci tangan.
  • Menyediakan kamar mandi dan air bersih.
  • Pembiasaan hemat energi.
  • Membuat biopori di area sekolah.
  • Membangun saluran pembuangan air limbah dengan baik.
  • Melakukan pembiasaan memisahkan jenis sampah organik dan anorganik.
  • Penugasan pembuatan kompos dari sampah organik.
  • Penanganan limbah hasil praktik (SMK).
  • Menyediakan peralatan kebersihan. 
  • Membuat tandon penyimpanan air.
  • Memrogramkan cinta bersih lingkungan.

Pelaksanaan di dalam kelas:

  • Memelihara lingkungan kelas.
  • Tersedia tempat pembuangan sampah di dalam kelas.
  • Pembiasaan hemat energi.
  • Memasang stiker perintah mematikan lampu dan menutup kran air pada setiap ruangan apabila selesai di gunakan (SMK).

17. Peduli Sosial;

Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Contoh penerapan pendidikan karakter di Sekolah:

  • Memfasilitasi kegiatan bersifat sosial.
  • Melakukan aksi sosial.
  • Menyediakan fasilitas untuk menyumbang.

Pelaksanaan di dalam kelas:

  • Berempati kepada sesama teman kelas.
  • Melakukan aksi sosial.
  • Membangun kerukunan warga kelas.

18. Tanggung jawab;

Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Contoh penerapan pendidikan karakter di Sekolah:

  • Membuat laporan setiap kegiatan  yang di lakukan dalam bentuk lisan maupun tertulis.
  • Melakukan tugas tanpa di suruh.
  • Menunjukkan prakarsa untuk mengatasi masalah dalam lingkup terdekat.
  • Menghindarkan kecurangan dalam pelaksanaan tugas.

Pelaksanaan di dalam kelas:

  • Pelaksanaan tugas piket secara teratur.
  • Peran serta aktif dalam kegiatan sekolah.
  • Mengajukan usul pemecahan masalah.

C. Strategi Penerapan Pelaksanaan Pendidikan Karakter

Strategi penerapan pelaksanaan pendidikan karakter di Sekolah dapat di laksanakan melalui: kegiatan-kegiatan pembiasaan baik pembiasaan terprogram, spontan, dan keteladanan. Keteladanan melalui tindak tutur guru di dalam penyampaian pembelajaran di kelas.

Tindak tutur guru yang di sampaikan di kelas dalam menerapkan pendidikan karakter bersifat memberikan bimbingan, pengarahan, nasihat, dan pembinaan dalam rangka pembentukan moral dan kepribadian siswa yang berkarakter. Strategi penerapannya di laksanakan selain melalui pembinaaan, pengarahan dan nasihat melalui tindak tutur guru di dalam kelas, juga berpedoman pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah di susun di setiap mata pelajaran dengan memasukkan pendidikan karakter di  dalam kegiatan pembelajaran mulai dari kegiatan awal, inti, dan penutup.

Kegiatan pembiasaan terprogram antara lain, berdoa sebelum pelajaran di mulai dan sesudah pelajaran selesai. Pembiasaan dalam pembelajaran di lakukan guru dengan nasihat-nasihat dalam bentuk tindak tutur guru yang di sesuaikan dengan materi pembelajaran,  bimbingan dan konseling bagi peserta didik yang membutuhkan dan di anggap guru perlu bimbingan konseling sehingga penerapan pendidikan karakter pun dapat di lakukan melalui beberapa tindak tutur berupa arahan, nasihat, bimbingan, ajakan, perintah, anjuran.

Tindak tutur yang paling dominan dalam penerapan pendidikan karakter ini adalah tindak tutur direktif, karena guru sering memberi nasihat, memesan, memerintahkan, mengnjurkan, dan memohon, agar peserta didik mau melakukan tindakan sesuai yang di harapakan guru. Ucapan dan tindakan yang di lakukan guru di mata peserta didik akan selalu di ingat dan di kenang.

Nasihat-nasihat dan bimbingan arahan yang di ucapkan guru  dapat di katakan sebagai ”kata yang hidup” yang akan bertumbuh di hati peserta didik.

D. Sumber Rujukan

  • Ahmadi, Abu dan Prasetya Tri Joko, 2005. Strategi Belajar mengajar. Bandung: Pustaka Setia
  • Austin, J.R.. 1962. How to Do Things With Words. Oxforf: University Press.
  • Depdiknas. 2003. Wawasan Kependidikan. Jakarta: Dirjen Dikdasmen.
  • Ismari .1995. Tentang Percakapan. Surabaya: Airlangga University Press
  • Kemdiknas. 2011. Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter. Jakarta:    Puskurbuk
  • Kreidler, Charles W. 1998. Introduction English Semantics. New York: Routledge.
  • Leech, Geoffrey.  1993. Prinsip-Prinsip Pragmatik (Terj. M.D.D. Oka) Jakarta: Indonesia University Press.
  • Levinson, Stephen. 1993. Pragmatics. London: Cambridge University Press.
  • Nugrahani, Farida. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press.
  • Poedjosoedarmo, Soepomo. 1978. Kode dan Alih Kode dalam Widyaparwa, Yogyakarta: Balai Penelitian Bahasa.
  • Samsuri. 1982. Analisis Bahasa. Jakarta: Erlangga.
  • Sardiman. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  • Suprayekti. 2004. Interaksi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdiknas.
  • Surahmad, Winarno. 1994. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar Dasar-Dasar dan Teknik Metodologi Pengajaran. Bandung: Tarsito.

Baca Juga:

Terima Kasih telah membaca artikel ini,
semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: