Pengertian dan Ruang Lingkup Filsafat Ilmu

Pengertian dan Ruang Lingkup Filsafat Ilmu

HermanAnis.com – Teman-teman semua, dalam kesempatan ini kita akan membahas topik tentang filsafat, dimana fokus bahasan kita adalah Pengertian dan Ruang Lingkup Filsafat Ilmu.

Filsafat Ilmu, dalam segala kompleksitasnya, merupakan landasan yang memandu kita dalam memahami esensi dari ilmu pengetahuan itu sendiri. Dalam dunia yang terus berkembang, pemahaman yang mendalam tentang filsafat ilmu menjadi semakin penting. Tulisan ini mengundang untuk menjelajahi dan merenungkan pengertian serta ruang lingkup filsafat ilmu. Dari tinjauan mendalam terhadap paradigma ilmu hingga pemaparan tentang peran filsafat ilmu dalam perkembangan pengetahuan manusia, mari kita bersama-sama melangkah untuk memahami esensi dari filsafat ilmu, sebagai pijakan utama dalam mengeksplorasi ruang dan batasan pengetahuan manusia.

A. Pengertian Filsafat menurut Filusuf

Berfilsafat itu di umpamakan seseorang yang berpijak di bumi sedang tengadah ke bintang-bintang, dia ingin mengetahui hakikat dirinya dalam kemestaan galaksi. Sama juga dengan orang yang sedang menikmati keindahan pantai. Seorang yang berfilsafat akan mampu berfikir bahwa dirinya tidak akan ada artinya di bandingkan dengan luasnya lautan.

Istilah Filsafat, memiliki padanan kata seperti falsafah (Arab), philosophy (Inggris), • philosophia (Latin), philosophie (Jerman, Belanda, Prancis). Semua istilah tersebut bersumber pada istilah Yunani philosophia. Istilah Yunani philein berarti mencintai, sedangkan philos berarti teman. Selanjutnya istilah Sophos berarti bijaksana, sedangkan Sophia berarti kebijaksanaan.

Pengetahuan Filsafat di mulai dari dari rasa ingin tahu manusia terhadap kebenaran atau kepastian. Kepastian selalu di mulai dari rasa ragu-ragu. Olehnya itu kegiatan berfilsafat di mulai atau di awali dari rasa ingin tahu dan ragu-ragu.

Kata Filsafat atau Philosophia berasal dari kata Philo dan Sophia. Philo berarti cinta, yang dalam arti luas adalah ingin, kemudian selalu berusaha mencapai yang di inginkan, sedangkan sophia berarti kebijakan (pandai, pengetahuan yang mendalam). Sehingga aktivitas berfilsafat dapat di artikan sebagai kegiatan untuk mencapai suatu kepandaian dan mencapai kebijakan.

Berikut beberapa pengertian filsafat dari para filusuf:

1. Pengertian Filsafat menurut Plato

Menurut Plato, filsafat merupakan pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran asli.

2. Pengertian Filsafat menurut Aristoteles

Menurut Aristoteles Filsafat merupakan pengetahuan yang meliputi kebenaran yang tergabung di dalamnya metafisika, logika, ekonomi, politik, dan estetika.

3. Pengertian Filsafat menurut Al-Farabi

Menurut Al-Farabi Filsafat adalah pengetahuan tentang alam wujud bagaimana hakikatnya yang sebenarnya.

4. Pengertian Filsafat Phythagoras

Menurut Phythagoras, filsafat merupakan “the love of wisdom“. Manusia yang paling tinggi nilainya adalah manusia pecinta kebijakan

5. Pengertian Filsafat Immanuel Kant

Menurut Immanuel Kant, filsafat merupakan pengetahuan yang menjadi pokok pangkal segala pengetahuan yang tercakup metafisika, etika, agama, dan antropolog

6. Pengertian Filsafat Bertrand Russel

Menurut Bertrand Russel, filsafat merupakan “the attempt to answer question critically“.

7. Pengertian Filsafat Mulder

Menurut Mulder, filsafat merupakan pemikiran teoritis tentang susunan kenyataan sebagai keseluruhan.

Apa yang mendorong timbulnya filsafat? Pertanyaan ini sering di lontarkan untuk memulai pembahasan. Ada dua hal yang menjadi penyebab munculnya filsafat, yakni adanya Dongeng/tahayul dan Rahasia Alam. Ketika kita di hadapkan pada dua hal tersebut, akan muncul banyak pertanyaan-pertanyaan. Apa ini benar? mengapa seperti itu? dan seterusnya.

Dalam berpikir filsafat, aktifitas berpikir harus menyeluruh, mendasar, dan spekulatif. Ini merupakan tiga karakter berpikir filsafat. Olehnya itu, aktivitas belajar dalam berpikir filsafat dapat bermanfaat untuk kita terlatih berfikir serius, mengasah logika, dan mempertajam daya analisis.

Baca Juga: Pantun dan Sajak Fisika

B. Ruang Lingkup Filsafat

Berikut ini cabang-cabang atau ruang lingkup filsafat:

  1. Logika; apa yang disebut sebagai benar dan salah.
  2. Etika; mana yang di anggap baik dan mana yang di anggap buruk.
  3. Estetika; apa yang termasuk indah dan jelek.
  4. Metafisika; teori tentang ada; teori tentang hakikat keberadaan zat, tentang hakikat pikiran serta kaitan antara zat dan pikiran.
  5. Politik; kajian ini mengenai organisasi sosial/pemerintah yang ideal.
  6. Epistimologi (filsafat pengetahuan).
  7. Etika (filsafat moral).
  8. Estetika (filsafat seni).
  9. Metafisika.
  10. Filsafat agama.
  11. Filsafat ilmu.
  12. Filsafat pendidikan.
  13. Filsafat hukum.
  14. Filsafat sejarah.
  15. Filsafat matematika.
1_ Pengertian dan Ruang Lingkup Filsafat Ilmu

C. Filsafat Ilmu

Sebagaimana telah di bahas sebelumnya, bahwa pemikiran filsafat selalu di awali dengan rasa ingin tahu, di mana ini tercermin dari pengajuan pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan biasanya dapat dibagi menjadi tiga jenis. Pertanyaan ini dapat di jabarkan berdasarkan sistematika filsafat yang dapat di pandang dari aspek epistimologi, ontologi, dan askiologi.

Baca selengkapnya: Ontologi Epistemologi dan Aksiologi dalam Filsafat Ilmu

Epistimologi berkaitan dengan teori pengetahuan yang membicarakan cara memperoleh pengetahuan. Ontologi berkaitan dengan teori yang membicarakan hakikat pengetahuan itu sendiri, sedangkan Aksiologi berkiatan dengan teori yang membicaarakan nilai/guna dari pengetahuan itu sendiri.

Berikut ini beberapa pertanyaan yang hendak di jawab oleh filsafat ilmu:

1. Pertanyaan filsafat ilmu terkait aspek Ontologi

  • Objek apa yang di telaah ilmu?
  • Bagaimana wujud hakiki dari objek tersebut?
  • Bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berfikir, merasa dan mengindera) yang membuahkan pengetahuan?

2. Pertanyaan filsafat ilmu terkait aspek Epistimologi

  • Bagaimana proses yang memungkinkan di timbanya pengetahuan yang berupa ilmu?
  • Bagaimana prosedurnya?
  • Hal-hal apa yang harus di perhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar?
  • Apa yang di sebut kebenaran itu sendiri? Apakah kriterianya?
  • Cara/teknik/sasaran apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan berupa ilmu?

3. Pertanyaan filsafat ilmu terkait aspek Aksiologi

  • Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu di pergunakan?
  • Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral?
  • Bagaimana penentuan objek yang di telaah berdasarkan pilihan-pilihan moral?
  • Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional?

Filsafat adalah The Mother of Science

Filsafat Ilmu dipelajari agar kita memahami kapling pengetahuan, sehingga kita dapat memperlakukan masing-masing pengetahuan sesuai dengan kaplingnya. Sehingga Filsafat Ilmu merupakan suatu keinginan yang mendalam untuk mendapatkan kebijakan dalam bidang keilmuan yand di dalami, dan keinginan yang mendalam untuk menjadi bijak dalam bidang keilmuan yand di dalami.

Paradigma ilmu sains adalah adanya membuktikan bahwa itu rasional dan tunjukkan bukti empirisnya. Contohnya, pada peristiwa Gerhana. Bila ada gerhana bulan, pukullah kentongan, karena lama kelamaan gerhana akan hilang. Terbukti bahwa ketika kentongan di pukul, gerhana akan hilang. Ini empiris, tapi tidak rasional, sehingga tidak bisa di katakan dengan pengetahuan sains.

Baca Juga: Filsafat Ilmu: Pengertian, sejarah perkembangan, dan tantangannya

D. Tujuan Filsafat Ilmu

  1. Mendalami unsur-unsur pokok ilmu, sehingga dapat memahami sumber, hakikat dan tujuan ilmu
  2. Memahami sejarah pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan ilmu di berbagai bidang.
  3. Mendorong untuk konsisten dalam mendalami ilmu dan mengembangkannya
  4. Mempertegas persoalan sumber dan tujuan antara ilmu dan agama tidak ada pertentangan

E. Persamaan filsafat dan ilmu

Berikut ini beberapa persamaan filsafat dan ilmu pengetahuan:

  1. Mencari rumusan yang sebaik-baiknya, menyelidiki objek selengkapnya sampai akarakarnya
  2. Memberikan pengertian mengenai hubungan atao kohern yang ada antara kejadian yang kita alami dan mencoba mencari sebabnya
  3. Memberikan sintesis, yakni pandangan yang bergandengan
  4. Mempunyai metode dan sistem
  5. Penjelasan tentang timbul dari hasrat manusia (objektivitas), akan pengetahuan yang mendasar

F. Perbedaan Filsafat dan ilmu

Perbedaan Filsafat dan ilmu dapat di lihat dalam tabel berikut:

NoFilsafatIlmu
1Objek material bersifat universal dan realitaObjek bersifat khusus dan empiris
2Tidak terkotak-kotak dalam disiplin ilmu tertentuTerfokus pada disiplin ilmu secara kaku dan terkotak-kotak
3Sudut pandang filsafat bersifat fragmentarisSudut pandang ilmu bersifat teknik
4Memuat pertanyaan yang lebih jauh dan lebih mendalamBersifat diskursif, yakni menguraika secara logis yang di mulai dari tidak tahu menjadi tahu

G. Macam Ilmu Pengetahuan

1. Pengetahuan Sains

Objek empiris, paradigma sains, metode sains, kebenarannya di tentukan logis dan bukti empiris.

2. Pengetahuan Filsafat

Objek abstrak tetapi logis, paradigma logis, metode rasio, ukuran kebenaran logis atau tidak logis

3. Pengetahuan Mistik

Objek abstrak supralogis/metarasional, paradigma mistis, metode latihan/riyadlah, ukuran kebenaran di tentukan oleh rasa, yakin, kadang-kadang empiris

Kesimpulan Pengertian dan Ruang Lingkup Filsafat Ilmu

Kesimpulan terkait Pengertian dan Ruang Lingkup Filsafat Ilmu, kita dapat kita rangkum dalam beberapa poin utama yakni:

  1. Pentingnya Filsafat Ilmu: Filsafat ilmu menjadi landasan yang esensial dalam memahami sifat, batasan, dan perkembangan dari ilmu pengetahuan. Tanpa pemahaman akan filsafat ilmu, pengembangan pengetahuan cenderung kehilangan arah dan kedalaman.
  2. Ruang Lingkup Filsafat Ilmu: Ruang lingkupnya sangat luas, mencakup aspek-aspek seperti epistemologi (teori pengetahuan), metodologi (metode ilmiah), ontologi (hakikat keberadaan), hingga etika ilmiah.
  3. Paradigma Ilmu: Filsafat ilmu membantu dalam memahami dan mengeksplorasi paradigma ilmu, yaitu kerangka kerja pemikiran yang mendasari pengembangan pengetahuan dalam suatu disiplin ilmu.
  4. Peran dalam Pengembangan Pengetahuan: Filsafat ilmu memberikan sumbangan yang signifikan dalam pengembangan pengetahuan manusia, baik dalam mempertanyakan dasar-dasar pengetahuan yang ada maupun membuka jalan bagi kemungkinan-kemungkinan baru.
  5. Pentingnya Refleksi dan Evaluasi: Melalui filsafat ilmu, kita diajak untuk terus merenung, merefleksikan, dan mengevaluasi asumsi-asumsi dasar yang mendasari ilmu pengetahuan agar dapat terus berkembang secara holistik.

Dengan demikian, pengertian dan ruang lingkup filsafat ilmu tidak hanya menjadi konsep teoretis, tetapi juga menjadi fondasi yang penting dalam memperkuat dan mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan ke depannya.

Demikian, semoga bermanfaat.


Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca