Gaya hidup minimalis: Cara agar hidup lebih bahagia

Gaya hidup minimalis: Cara agar hidup lebih bahagia

HermanAnis.com – Teman-teman semua, dalam kesempatan ini kita akan membahas satu topik filsafat hidup sebagai bagian dalam pengembangan diri, yakni gaya hidup minimalis: cara agar hidup lebih bahagia. Ini mungkin tema yang populer belakangan ini. Ini nyambung juga dengan tema stoikisme yang telah dibahas sebelumnya.

Jika ngantuk, katanya orang Psikologi itu kalau gelombang otaknya turun sedikit, itu malah lebih mudah masuk. Setengah-setengah ngantuk itu lebih mudah masuk. Makanya orang dihipnotis itu kan biasanya, dibuat tidur dibuat ndak sadar, terus dimasuki informasi.

Banyak buku-buku yang membahas minimalisme dan diterjemah dalam bahasa Indonesia. Yang terkenal dalam tradisi minimalis itu biasanya diasosiasikan dengan gaya hidup orang Jepang.

Bagaimana sih filosofi minimalisme itu? kenapa kok kita perlu mempertimbangkan gaya hidup minimalis ini? Kenapa kok ndak hedon saja atau heroisme saja, kenapa harus minimalis?

Baca juga: Orang Jahat adalah Orang Baik yang Tersakiti

A. Definisi Minimalisme

Kita awali dari definisi yah, definisi ini saya ambil dari dua buku yakni buku dari Joshua Becker, Becoming Minimalist dan dari buku Fumio Sasaki, Goodbye things.

1. Definisi Minimalisme dari Joshua Becker, “Becoming Minimalist”

Dari buku Joshua Becker, “Becoming Minimalist”, Dia mendefinisikan minimalis adalah tentang mendapatkan apa yang membuat kita bahagia dan menghilangkan segala yang memalingkan kita dari hal tersebut.

Gaya hidup minimalis itu fokus pada yang hakiki, yang membuat kita bahagia. Dia menghindarkan dari yang mendistraksi kita, yang tidak penting. Baik itu pikiran, baik itu barang, atau apapun itu yang sekiranya ndak punya relasi dengan hakikat hidup kita.

Pada hakekatnya, kita hari ini banyak sekali hidup kita dengan hal, ada banyak sekali distraksi yang memalingkan kita yang membuat kita lupa hal-hal yang penting. Boleh dicek, sekali-sekali, wa-mu hari ini di grup-grup, berapa persen percakapan serius produktif, berapa persen yang iseng saja, berapa persen yang isinya cuma apa meme atau emoticon-emoticon nggak jelas itu.

Nah, ini salah satu contoh saja betapa dalam hidup kita ini sering sekali waktu terbuang atau kita fokus pada sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu penting. Tapi energi kita, tenaga kita, biaya kita, terserap ke situ. Maka kata Joshua Becker tadi, yah minimalis itu fokus pada yang hakiki, yang membahagiakan dan meninggalkan yang memalingkan kita jauh dari hal tersebut.

Baca juga: Apa itu Stoikisme?

2. Definisi Minimalisme dari buku Fumio Sasaki, Goodbye things.

Dari buku buku Fumio Sasaki, “Goodbye things” defini lebih praktis, definisinya minimalisme adalah gaya hidup yang berarti, kita mengurangi barang yang kita miliki sampai pada tingkat paling minimum dan memberi kita kesempatan untuk merenungi arti bahagia.

Jadi biasanya kan yang tadi mendistraksi kita, yang menghabiskan energi, tenaga, biaya, itu kan banyak barang-barang di sekeliling kita yang ndak penting. Karena kita miliki, akhirnya mau ndak mau harus kita urusi. Nah, dari situ, waktu, energi, kita banyak tersita. Gaya hidup minimalis harus mengurangi itu semua.

Setelah ini teman-teman kalau pulang ke kos-kosan, terus kamu nilai barang di kamarmu itu ada berapa? penting ndak ada di kamarmu itu? misalnya ada buku, piring, ada baju. Ada banyak sekali barang di kamarmu, coba kamu nilai satu-satu, apa itu penting.

Ini salah satu contoh betapa hidup kita ini banyak berlebih, tidak efektif. Di sinilah muncul pandangan gaya hidup minimalis. Jadi seorang minimalis itu, orang yang benar-benar tahu apa yang penting bagi dirinya dan yang penting itu yang dipertahankan, yang ndak penting dilepaskan.

Seorang minimalis itu mengerti, ini penting maka saya pertahankan, kalau itu ndak penting maka saya buang. Kalau kalian pengen jadi minimalis, intinya tahu mana yang penting, harus dipertahankan dalam hidup ini dan mana yang dilepaskan.

B. Tokoh dan pelopor gaya hidup minimalis

Terdapat beberapa tokoh dan filosof yang telah menjadi pelopor atau menginspirasi gaya hidup minimalis. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Henry David Thoreau:
    • Pandangan: Thoreau adalah seorang filsuf, penulis, dan naturalis Amerika Serikat yang dikenal karena bukunya “Walden”, di mana ia mendokumentasikan pengalaman hidupnya di hutan secara sederhana dan alami. Ia mempromosikan hidup yang sederhana dan dekat dengan alam.
    • Referensi: “Walden” oleh Henry David Thoreau.
  2. Mahatma Gandhi:
    • Pandangan: Gandhi adalah pemimpin perjuangan kemerdekaan India dan pendukung paham ahimsa (tidak kekerasan). Ia hidup dengan sederhana, mengurangi konsumsi, dan menekankan pentingnya hidup yang penuh makna.
    • Referensi: “My Experiments with Truth” oleh Mahatma Gandhi.
  3. Leo Tolstoy:
    • Pandangan: Penulis Rusia terkenal ini adalah salah satu tokoh yang mendorong hidup sederhana dan berfokus pada nilai-nilai spiritual daripada materi. Ia menulis tentang konsep kebahagiaan yang didasarkan pada kesederhanaan.
    • Referensi: “A Confession” dan karya-karya lainnya oleh Leo Tolstoy.
  4. Marie Kondo:
    • Pandangan: Marie Kondo adalah konsultan penyederhanaan asal Jepang yang dikenal karena metodenya, KonMari, yang mendorong orang untuk menjaga barang-barang yang hanya membangkitkan kebahagiaan. Ia berfokus pada mengurangi kebisingan fisik dan mental.
    • Referensi: “The Life-Changing Magic of Tidying Up” oleh Marie Kondo.
  5. Joshua Fields Millburn dan Ryan Nicodemus (The Minimalists):
    • Pandangan: The Minimalists adalah dua orang yang mendokumentasikan perjalanan mereka menuju hidup minimalis. Mereka mendorong orang untuk mengurangi kepemilikan barang, fokus pada hal-hal yang penting, dan mencari kebahagiaan dalam kehidupan yang sederhana.
    • Referensi: Buku dan podcast “The Minimalists”.
  6. Diogenes dari Sinope:
    • Pandangan: Diogenes adalah seorang filsuf Yunani kuno yang mengusung gaya hidup asketis dan sangat sederhana. Ia hidup dalam tong drum dan mengajukan pertanyaan tentang apa yang benar-benar diperlukan dalam hidup.

Tentu saja, pandangan tokoh-tokoh ini dapat lebih dipahami dengan membaca karya-karya mereka sendiri. Namun, wajar untuk diingat bahwa konteks sejarah dan budaya juga perlu dipertimbangkan saat menginterpretasikan pandangan mereka dalam konteks gaya hidup modern.

C. Apa pentingnya gaya hidup minimalis?

Gaya hidup minimalis memiliki sejumlah manfaat dan pentingnya yang dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa gaya hidup minimalis penting:

  1. Kesejahteraan Mental: Mengurangi kepemilikan barang dan fokus pada hal-hal yang berarti dapat mengurangi stres, kecemasan, dan rasa kewalahan. Dengan memiliki lingkungan yang terorganisir dan bebas dari kekacauan, Anda dapat merasa lebih tenang dan bahagia.
  2. Kualitas Hidup yang Lebih Tinggi: Dengan mengurangi pengeluaran untuk barang-barang yang tidak penting, Anda dapat mengalokasikan sumber daya Anda untuk pengalaman dan aktivitas yang memberikan kebahagiaan dan makna yang lebih besar.
  3. Hubungan yang Lebih Bermakna: Fokus pada hubungan dan interaksi sosial dapat memperkuat ikatan dengan keluarga dan teman-teman. Anda akan memiliki lebih banyak waktu dan perhatian untuk memberi pada orang-orang yang Anda pedulikan.
  4. Lingkungan yang Lebih Baik: Dengan mengurangi konsumsi, Anda juga mengurangi dampak lingkungan Anda. Menghindari pemborosan dan pemakaian berlebihan dapat membantu melindungi lingkungan dan sumber daya alam.
  5. Kemampuan untuk Berkembang: Hidup minimalis membebaskan Anda dari belenggu kepemilikan barang yang tidak perlu. Ini memberi Anda fleksibilitas untuk berkembang, belajar hal baru, dan menjalani pengalaman yang lebih beragam.
  6. Fokus pada Kualitas: Dalam hidup minimalis, Anda cenderung memprioritaskan kualitas daripada kuantitas. Hal ini berlaku untuk barang-barang, hubungan, waktu, dan aktivitas. Anda akan lebih tajam dalam mengenali apa yang benar-benar penting dan berharga bagi Anda.
  7. Mengatasi Konsumerisme Berlebihan: Budaya konsumerisme dapat membuat orang merasa tidak pernah cukup dan terjebak dalam spiral membeli. Gaya hidup minimalis membantu Anda melihat melampaui barang-barang materi sebagai sumber kebahagiaan.
  8. Kontrol atas Keuangan: Dengan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, Anda dapat mengelola keuangan Anda dengan lebih baik, menghindari utang yang tidak perlu, dan menciptakan kestabilan finansial.
  9. Kreativitas yang Lebih Tinggi: Tanpa gangguan dari kekacauan dan barang-barang yang tidak perlu, Anda dapat merasa lebih terinspirasi dan memiliki waktu lebih banyak untuk mengejar hobi dan minat kreatif.
  10. Pemberdayaan Diri Sendiri: Gaya hidup minimalis memberi Anda kendali atas pilihan Anda dan membantu Anda mengenali apa yang benar-benar penting bagi Anda. Ini merupakan bentuk pemberdayaan diri untuk hidup lebih sesuai dengan nilai-nilai Anda.

Penting untuk diingat bahwa gaya hidup minimalis adalah personal dan dapat diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai individu. Pentingnya gaya hidup minimalis bervariasi dari orang ke orang, tetapi banyak yang menemukan bahwa melalui penyederhanaan dan fokus pada yang esensial, mereka meraih kebahagiaan dan kesejahteraan yang lebih dalam.

D. Dasar berpikir Hidup Minimalis

Seperti apa sih orang hidup minimalis itu, dasarnya apa? Berpikir dalam pola hidup minimalis melibatkan pergeseran pikiran dan nilai-nilai untuk mengutamakan kesederhanaan, pengalaman, dan kebermaknaan.

1. Mengenali fungsi apa yang dimiliki

Yang pertama, kalian harus mengenali gunanya setiap barang yang kalian miliki. Ketika kalian tahu gunanya, maka kalian akan ngerti nilainya. Banyak orang yang ketika punya sesuatu, yang dilihat bukan gunanya, mungkin gayanya, mungkin trennya, dan lain sebagainya.

Bagi seorang minimalis, pertama-tama yang dilihat adalah gunanya. Misalnya HP Anda, HP itu dipasangi casing biar nggak kelihatan mereknya, meskipun teman-teman bisa menebak itu HP apa. Yang dilihat gunanya, yang penting kalau teman-teman wa bisa masu,k saya bisa di baca, bisa jadi alat komunikasi yang efektif. Memahami sesuatu itu dari gunanya.

2. Menghindari mengafiliasikan diri dengan barang yang dimiliki

Yang kedua, hindari mengafiliasikan diri kita dengan barang yang kita miliki. Menilai diri atau menilai orang dari barang yang dimiliki. Kita bukan barang kita. Jadi jangan membaca statusnya orang atau menilai orang dari apa yang dia miliki.

3. Kepemilikan yang sedikit dapat mengurangi stress

Yang ketiga, sedikit barang sama dengan sedikit stress. Sedikit barang membuat kita lebih Merdeka. Semakin banyak kita punya sesuatu, semakin repot. Jika punya motor lama tahun 70-an, di parkir di depan kamar kos-kosanmu, semalam ndak dikunci, kamu santai, ndak kuatir. Tapi, kalau motormu yang terbaru, yang mahal, kamu kepikiran terus, jangan-jangan ada yang nyenggol, ada yang gores, dan seterusnya. Jadi semakin sedikit kita miliki kita tambah nyaman dan tambah merdeka.

4. Melepas keterikatan dengan barang.

Prinsip yang kelima adalah melepas keterikatan dengan barang. Misalnya kamu butuh motor, ya tetap kalian jangan terikat dengan kepemilikanmu. Kenapa kamu stress, ya karena kamu sangat terikat sehingga mikirnya jadi ruwet. Kadang-kadang kita begitu, salah ngomong saja itu menyesalnya sampai berbulan-bulan. Kita sering bikin ruwet sesuatu yang simple. Nah, pelajaran dari sini lepaskan keterikatan biar kita ndak terlalu terikat, sehingga untuk hal-hal yang tidak penting kita terus jadi baper.

5. Jadilah penjaga pintu yang baik

Yang keenam, jadilah penjaga pintu yang baik. Maksudnya, jadilah penjaga pintu yang baik itu, seperti ya, barang keluar atau barang masuk. Itu kita harus sangat hati-hati, penting tidak sih, beli barang ini. Jadi kamu pikir, penting nggak sih aku beli ini, harus ndak sih aku beli ini apapun itu. Nah ini kalian mikir gunanya, maka kalian menjaga pintu itu. Ya, filternya adalah cek gunanya.

6. Menikmati ruang

Yang ketuju, menikmati ruang. Menikmati ruang itu, kalian bisa bahagia kalau mampu menikmati ketiadaan, kekosongan, ketidakpunyaan. Jadi, dalam hidup kita itu kalau kalian maunya isi terus, justru sulit bahagia. Justru kalian harus latihan bahagia dengan tidak nikmati ruang.

Ada cerita masyhur, ceritanya Nasrudin. Suatu ketika ada tetangganya datang. Tetangganya ini sumpek, stress, hidup ini rasanya kok masalah banyak sekali. Datang ke Nasrudin, dia tanya, wahai ada ndak nasehat buat saya, biar hidup saya ini, nyaman, lega. Kata Nasrudin kamu beli ayam 5 terus kamu pelihara di dalam rumahmu. Dia beli ayam 5 dan dipelihara di dalam rumah, dia merasa tambah sumpek.

Datang lagi ke Nasrudin, nasihat Anda membuat saya tambah sumpek. Kata Nasrudin, kalo begitu beli lagi dua kambing dan nanti pelihara di dalam rumah lagi. Mungkin kemarin memang belum, masih proses, dia kemudian membeli kambing 2 dan memeliharanya di dalam rumah. Dia merasa tambah stress, tambah jungkir balik. Dia datang lagi kok tambah ruwet, Nasrudin kemudian menyarankan lagi untuk memelihara sapi di dalam rumah.

Setelah seminggu Dia merasa lebih mumet, dia kemudian kembali ke Nasrudin. Nasrudin kemudian menyarankan untuk mengeluarkan sapinya dan jual lagi. Akhirnya sapinya dijual, begitu sapinya dijual, dia merasa agak lega sedikit karena sapinya sudah keluar. Dia datang lagi ke Nasrudin, saya sudah agak lega sekarang, tapi masih ada sumpeknya. Kata nasrudin, kalau masih sumpek, kambing yang dua tadi kamu jual lagi. Kambingnya dijual, sekarang tinggal ayamnya, tambah lega.

Dan terakhir dia disarankan untuk jual ayamnya. Rumahnya terasa longgar lagi, ndak ada lagi binatang di rumah, senang dia, bahagia. nyaman sekarang hidupku. Nah, ini menikmati ruang. Sebelumnya kan sudah begitu, sudah tidak ada apa-apa, tapi dia ndak bahagia, kenapa dia ndak mampu menikmati ruang. Sebagian besar kita menganggap bahwa rumah saya ini belum ada apa-apanya. Bahagia itu kita bisa menikmatinya melalui ketidakadaan, kekosongan.

Jadi justru tidak punya itu jadi ringan, tidak punya itu bebas stress, kita merdeka. Jadi ayo mampu menikmati ruang.

7. Menyukai tidak harus memiliki

Yang kedelapan, menyukai tidak harus memiliki. Nah ini kamu sering pakai, Kamu pasti sering pakai, Biasanya kalau sudah tembak terus ditolak, ilmu ini keluar. Kita itu terbiasa ingin punya apa saja yang kita sukai, padahal tidak harus memiliki kita sudah bisa menikmatinya.

Misalnya, saya senang Es Krim, kan tidak harus kita beli mesin pembuat es krim, itu namanya menyukai tidak harus memiliki. Itu yang dimaksud menyukai ndak harus memiliki. Ndak ada hubungannya dengan pacaran, meskipun bisa kamu pakai.

8. Bahagia dengan kecukupan

Yang kesembilan, bahagia dengan cukup. Hidup ini memang harus pas, tidak lebih, tidak kurang. Lebih itu ndak enak, kurang juga ndak enak. Ayo latihan bahagia dengan cukup. Cukup dengan parameter kegunaan tadi.

Berikut ini beberapa dasar-dasar berpikir dalam hidup minimalis:

  1. Refleksi Nilai: Pertama-tama, luangkan waktu untuk merenung tentang nilai-nilai Anda dalam hidup. Apa yang benar-benar penting bagi Anda? Apa yang memberi Anda kebahagiaan dan kepuasan? Ini akan membantu Anda menentukan area mana yang perlu disederhanakan.
  2. Hindari Konsumsi Impulsif: Berpikir minimalis melibatkan menghindari kecenderungan untuk membeli barang-barang atau mengambil komitmen yang tidak direncanakan. Sebelum membuat pembelian, pertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar diperlukan dan akan memberikan nilai dalam hidup Anda.
  3. Berpikir Kualitas daripada Kuantitas: Alihkan fokus Anda dari memiliki banyak barang atau aktivitas menuju memiliki barang berkualitas yang benar-benar Anda butuhkan atau aktivitas yang benar-benar memberi Anda kebahagiaan.
  4. Penyederhanaan Ruang Fisik: Bersihkan area rumah Anda dari barang-barang yang tidak lagi Anda gunakan atau yang tidak memberikan nilai tambah. Ciptakan ruang kosong yang dapat membantu menciptakan suasana yang tenang dan santai.
  5. Pentingkan Pengalaman: Daripada menghabiskan uang untuk barang-barang materi, alokasikan sumber daya Anda untuk mengumpulkan pengalaman berharga, seperti berwisata atau menghadiri acara budaya.
  6. Pentingkan Hubungan: Fokus pada hubungan yang bermakna dalam hidup Anda. Investasikan waktu dan energi untuk mengembangkan dan merawat hubungan dengan keluarga, teman, dan orang-orang terdekat.
  7. Berpikir Panjang dan Pendek: Saat membuat keputusan, pertimbangkan dampak jangka panjang dan jangka pendeknya. Tindakan yang tampaknya menguntungkan dalam jangka pendek mungkin tidak selalu memberikan nilai jangka panjang.
  8. Kurangi Ketergantungan pada Teknologi: Kurangi waktu yang dihabiskan untuk menggunakan teknologi dan media sosial yang tidak memberikan nilai. Hal ini dapat membantu Anda fokus pada hal-hal yang lebih penting dalam kehidupan nyata.
  9. Terima Keterbatasan: Mengakui bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari memiliki lebih banyak atau melakukan lebih banyak. Terima keterbatasan Anda dan cari kepuasan dalam hal-hal sederhana.
  10. Latih Keterimaan dan Rasa Syukur: Berlatih bersyukur atas apa yang Anda miliki dan menerima hal-hal dengan lapang dada. Ini membantu mengurangi perasaan ketidakpuasan yang sering mendorong konsumsi berlebihan.
  11. Berfokus pada Keseimbangan: Pertimbangkan keseimbangan antara pekerjaan, waktu pribadi, dan waktu bersama keluarga dan teman. Jangan biarkan satu aspek hidup mendominasi yang lain.
  12. Kualitas Waktu Sendiri: Pelajari seni menikmati waktu sendiri dan merenung. Ini dapat membantu Anda mengenali tujuan hidup Anda dengan lebih jelas.
  13. Berinvestasi dalam Pendidikan dan Pertumbuhan Pribadi: Berpikir minimalis tidak berarti Anda tidak boleh berinvestasi dalam diri sendiri. Investasikan waktu dan upaya dalam pendidikan, pembelajaran baru, dan pertumbuhan pribadi.

Ingatlah bahwa hidup minimalis adalah perjalanan yang terus berkembang dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan nilai-nilai pribadi Anda. Hal terpenting adalah menciptakan kehidupan yang lebih bermakna dan lebih seimbang.

E. Prinsip-prinsip Hidup Minimalis

Hidup minimalis adalah sebuah gaya hidup yang menekankan pada kesederhanaan, penghapusan yang tidak perlu, dan fokus pada hal-hal yang memiliki nilai sejati. Prinsip-prinsip utama dari hidup minimalis melibatkan pengurangan dalam hal-hal fisik, mental, dan emosional yang tidak memberikan nilai tambah dalam hidup. Berikut adalah beberapa prinsip hidup minimalis yang umum:

  1. Kesederhanaan: Fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dan memberikan nilai dalam hidup. Hindari kelebihan barang-barang dan komitmen yang tidak perlu.
  2. Kurangi Kebendaan: Minimalis mengajarkan untuk memiliki barang-barang hanya yang benar-benar diperlukan. Ini membantu mengurangi kebingungan, menghemat waktu, dan menghindari penumpukan barang yang tidak berarti.
  3. Bebas dari Kewajiban Finansial: Minimalis berupaya untuk hidup di bawah kemampuan finansial mereka, menghindari utang yang tidak perlu, dan meminimalkan konsumsi berlebihan.
  4. Fokus pada Pengalaman: Lebih mementingkan pengalaman hidup daripada kepemilikan benda. Mengumpulkan pengalaman dan kenangan yang berarti lebih penting daripada mengumpulkan barang-barang.
  5. Prioritaskan Kualitas: Memilih kualitas daripada kuantitas dalam segala hal, termasuk barang-barang, hubungan, dan aktivitas. Ini berarti memiliki barang berkualitas yang tahan lama daripada banyak barang yang tidak awet.
  6. Ruang Kosong dan Kebersihan: Membuat ruang kosong fisik dan mental dengan membersihkan area fisik, mengurangi kebisingan, dan menghindari kekacauan yang tidak perlu.
  7. Hindari Perbandingan Sosial: Fokus pada jalan hidup sendiri dan kebahagiaan internal daripada membandingkan diri dengan orang lain.
  8. Pentingkan Keseimbangan: Mengutamakan keseimbangan antara pekerjaan, waktu pribadi, hubungan sosial, dan kesehatan. Menghindari kelebihan dalam satu aspek hidup yang dapat mengorbankan aspek lainnya.
  9. Hindari Pemborosan: Menilai dengan cermat kebutuhan sebelum melakukan pembelian, dan menghindari pemborosan pada barang atau makanan yang tidak terpakai.
  10. Berkontribusi dan Berbagi: Berfokus pada memberikan kepada orang lain, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dan berkontribusi pada masyarakat.
  11. Kendalikan Teknologi: Menggunakan teknologi dengan bijak dan membatasi paparan terhadap media sosial serta informasi yang tidak perlu.
  12. Pentingkan Kesejahteraan Emosional: Mengenali perasaan dan emosi sendiri, serta belajar mengelola stres dan tekanan dengan cara yang sehat.

Hidup minimalis adalah pendekatan yang sangat pribadi, dan prinsip-prinsip di atas dapat disesuaikan dengan situasi dan nilai-nilai individu. Tujuannya adalah untuk menciptakan kehidupan yang lebih bermakna, tenang, dan terfokus pada hal-hal yang benar-benar penting.

F. Bagaimana cara menerapkan gaya hidup minimalis agar hidup lebih bahagia?

Mempraktekkan gaya hidup minimalis dapat membantu Anda menciptakan kebahagiaan yang lebih dalam dan berkelanjutan dengan fokus pada hal-hal yang benar-benar berarti bagi Anda. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk menerapkan gaya hidup minimalis dan meraih kebahagiaan:

  1. Refleksi dan Identifikasi Nilai Anda: Renungkan tentang apa yang benar-benar penting dalam hidup Anda. Identifikasi nilai-nilai utama yang ingin Anda tekankan, seperti hubungan, kesehatan, pembelajaran, atau kreativitas.
  2. Mulai dengan Penyederhanaan Fisik: Mulailah dengan membersihkan dan merapikan ruang fisik Anda. Buang barang-barang yang tidak lagi Anda butuhkan atau tidak memberikan nilai tambah. Ciptakan lingkungan yang tenang dan terorganisir.
  3. Prinsip Pembelian Bijak: Sebelum membeli sesuatu, pertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar diperlukan atau akan memberikan nilai dalam hidup Anda. Hindari pembelian impulsif dan berfokus pada barang berkualitas yang sesuai dengan nilai-nilai Anda.
  4. Kurangi Akses Terhadap Kebisingan: Kurangi waktu yang dihabiskan untuk media sosial, berita, dan informasi yang tidak perlu. Ini akan membantu Anda merasa lebih tenang dan terhindar dari perbandingan sosial yang dapat merusak kebahagiaan.
  5. Investasikan Waktu dalam Hubungan: Alih-alih menghabiskan waktu untuk hal-hal material, alokasikan lebih banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga dan teman-teman yang Anda pedulikan. Kualitas hubungan dapat memberikan kebahagiaan yang jauh lebih besar.
  6. Fokus pada Kualitas Pengalaman: Prioritaskan pengalaman daripada barang-barang. Mengumpulkan kenangan dari perjalanan, acara budaya, atau kegiatan yang memberikan kebahagiaan lebih tahan lama daripada kepemilikan benda.
  7. Latih Keterimaan dan Rasa Syukur: Latih diri untuk merasa bersyukur atas apa yang Anda miliki saat ini. Fokus pada apa yang Anda miliki, bukan apa yang Anda tidak miliki. Ini dapat membantu Anda merasa lebih puas dan bahagia.
  8. Ciptakan Rutinitas yang Bermakna: Buatlah rutinitas harian yang memberikan ruang bagi aktivitas yang memberi Anda kebahagiaan dan kesejahteraan, seperti olahraga, meditasi, membaca, atau berkreativitas.
  9. Berinvestasi dalam Pendidikan Pribadi: Gunakan waktu luang Anda untuk belajar hal-hal baru yang memperluas wawasan dan keterampilan Anda. Pendidikan dan pertumbuhan pribadi dapat memberikan rasa pencapaian dan kepuasan.
  10. Berikan Waktu untuk Diri Sendiri: Carilah waktu untuk merenung, merenung, atau hanya menikmati keheningan. Ini membantu Anda terhubung dengan diri sendiri dan mengenali keinginan dan tujuan Anda dengan lebih baik.
  11. Hindari Kompetisi dan Perbandingan: Jangan membandingkan diri Anda dengan orang lain. Fokuslah pada perkembangan dan pencapaian pribadi Anda, bukan pada harapan atau pandangan orang lain.
  12. Jadikan Kesederhanaan sebagai Proses: Ingatlah bahwa hidup minimalis adalah perjalanan yang berkelanjutan. Teruslah mengadaptasi dan menyesuaikan pola pikir serta tindakan Anda sesuai dengan perubahan dalam hidup Anda.

Ingatlah bahwa gaya hidup minimalis adalah alat untuk mencapai kebahagiaan yang lebih dalam dan penuh makna. Yang paling penting adalah menyesuaikannya dengan nilai-nilai dan situasi pribadi Anda agar menciptakan kehidupan yang memenuhi kebutuhan dan tujuan Anda.

G. Hidup bahagia dengan gaya minimalis

Menerapkan gaya hidup minimalis dapat membawa banyak kebahagiaan dan kepuasan ke dalam hidup Anda. Berikut adalah beberapa cara praktis untuk menjadikan hidup lebih bahagia melalui gaya hidup minimalis:

  1. Prioritaskan Hal-Hal Bermakna: Identifikasi nilai-nilai dan hal-hal yang benar-benar penting bagi Anda. Fokuskan energi dan waktu Anda pada hal-hal ini, baik itu hubungan, hobi, atau pencapaian pribadi.
  2. Bebaskan Diri dari Kebencian Kebendaan: Bebaskan diri dari kebiasaan terlalu banyak memiliki barang atau terpaku pada materialisme. Ini akan membantu Anda merasa lebih bebas dan terbebas dari tekanan untuk terus membeli atau memiliki lebih banyak.
  3. Nikmati Kebebasan dari Kekacauan: Penyederhanaan ruang fisik dan mental dapat memberikan Anda perasaan kebebasan dan ketenangan. Ruang yang bersih dan teratur dapat memberikan efek positif pada suasana hati Anda.
  4. Kurangi Stres Finansial: Dengan hidup di bawah kemampuan finansial Anda dan menghindari utang yang tidak perlu, Anda akan merasa lebih aman secara finansial dan lebih bebas dari tekanan keuangan.
  5. Fokus pada Kualitas Waktu: Alih-alih menghabiskan waktu di depan layar atau di tempat perbelanjaan, alokasikan lebih banyak waktu untuk aktivitas yang memberikan kebahagiaan nyata, seperti berkumpul dengan orang-orang terkasih atau mengejar hobi yang Anda nikmati.
  6. Kurangi Perbandingan Sosial: Jangan terjebak dalam perbandingan dengan orang lain. Fokuslah pada perjalanan dan pencapaian Anda sendiri. Ini akan membantu Anda merasa lebih puas dengan apa yang Anda miliki.
  7. Berinvestasi dalam Hubungan: Hubungan sosial yang bermakna adalah sumber kebahagiaan yang besar. Luangkan waktu untuk berkualitas bersama keluarga dan teman-teman. Kualitas hubungan jauh lebih berharga daripada banyaknya teman atau kenalan.
  8. Menghargai Pengalaman: Kumpulkan kenangan melalui pengalaman-pengalaman yang berharga seperti berlibur, mencoba aktivitas baru, atau menghadiri acara budaya. Pengalaman ini dapat memberikan kebahagiaan jangka panjang.
  9. Kendalikan Teknologi: Kurangi paparan terhadap media sosial yang bisa menjadi sumber perbandingan dan kecemasan yang tidak perlu. Jadwalkan waktu untuk menggunakan teknologi dengan bijak.
  10. Latih Keterimaan dan Rasa Syukur: Berlatih untuk merasa bersyukur atas hal-hal sederhana dalam hidup Anda. Merasa puas dengan apa yang Anda miliki dapat meningkatkan perasaan bahagia Anda.
  11. Berkontribusi dan Berbagi: Berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan memberikan kepada mereka yang membutuhkan dapat memberikan perasaan kepuasan dan bahagia yang mendalam.
  12. Latih Keseimbangan: Cari keseimbangan antara pekerjaan, waktu pribadi, dan waktu bersama keluarga serta teman. Keseimbangan ini akan membantu Anda merasa lebih terpenuhi dan bahagia secara keseluruhan.

Ingatlah bahwa hidup minimalis adalah tentang menyesuaikan pola pikir dan tindakan Anda dengan nilai-nilai yang penting bagi Anda. Tidak ada satu ukuran cocok untuk semua orang, jadi temukan cara untuk menerapkan prinsip-prinsip minimalis yang sesuai dengan kehidupan dan tujuan pribadi Anda.

H. Kendala dan hambatan dalam menerapkan gaya hidup minimalis

Menerapkan gaya hidup minimalis bisa sangat bermanfaat, tetapi juga bisa melibatkan beberapa kendala. Mengidentifikasi kendala-kendala ini dan menemukan cara mengatasinya adalah kunci untuk berhasil menerapkan gaya hidup minimalis. Beberapa kendala yang mungkin Anda hadapi adalah:

  1. Kebiasaan Lama: Kebiasaan konsumtif dan kepemilikan barang yang sudah terbentuk dalam hidup Anda mungkin sulit untuk diubah. Penting untuk mengenali kebiasaan ini dan secara bertahap menggantinya dengan kebiasaan minimalis yang lebih baik.
  2. Tekanan Budaya dan Sosial: Masyarakat sering mengaitkan kebahagiaan dengan memiliki banyak barang atau pencapaian material. Tekanan sosial untuk memenuhi standar ini bisa sulit untuk diatasi. Ingatkan diri Anda pada nilai-nilai pribadi Anda dan jangan terjebak dalam ekspektasi sosial.
  3. Perasaan Kehilangan: Mengurangi kepemilikan barang mungkin menghasilkan perasaan kehilangan atau ketidakpastian. Penting untuk menghadapi perasaan ini dan mengenali bahwa kebahagiaan yang lebih dalam dan berkelanjutan dapat dihasilkan dari penyederhanaan.
  4. Sentimen Emosional: Beberapa barang memiliki nilai emosional bagi kita, dan melepaskannya bisa sulit. Pertimbangkan untuk menyimpan barang-barang yang benar-benar berarti dan memilah barang-barang lain dengan bijak.
  5. Teknologi dan Media Sosial: Kehadiran teknologi dan media sosial bisa membuat perbandingan dan perasaan ketidakpuasan. Pertimbangkan untuk membatasi waktu yang dihabiskan untuk online dan fokus pada hubungan nyata dan kegiatan yang bermakna.
  6. Tantangan dalam Keluarga dan Hubungan: Jika Anda tinggal dengan orang lain yang mungkin tidak memiliki minat atau komitmen yang sama terhadap gaya hidup minimalis, Anda mungkin menghadapi kendala dalam menciptakan lingkungan yang sesuai.
  7. Kebiasaan Konsumtif: Lingkungan yang penuh dengan iklan, penawaran diskon, dan godaan belanja dapat memicu kebiasaan konsumtif. Latih diri Anda untuk menghindari godaan ini dan mengingatkan diri sendiri pada tujuan minimalis Anda.
  8. Keragaman Kebutuhan: Setiap orang memiliki kebutuhan dan situasi yang berbeda. Menemukan keseimbangan antara kebutuhan praktis dan aspirasi minimalis dapat menjadi tantangan.
  9. Perencanaan yang Tepat: Merencanakan pengeluaran dan aktivitas dengan bijak diperlukan untuk menerapkan gaya hidup minimalis. Tanpa perencanaan yang tepat, Anda mungkin kesulitan memprioritaskan dan mengelola waktu serta sumber daya.
  10. Ketidakpastian dan Ketidaknyamanan Awal: Proses beradaptasi dengan perubahan dalam hidup Anda mungkin terasa tidak nyaman atau tidak pasti pada awalnya. Tetapi dengan waktu, Anda akan melihat manfaat dari gaya hidup minimalis.

Untuk mengatasi kendala-kendala ini, penting untuk memulai dengan langkah kecil, memberi diri Anda waktu untuk beradaptasi, dan selalu mengingatkan diri Anda pada alasan mengapa Anda memilih gaya hidup minimalis. Juga, terhubunglah dengan komunitas minimalis atau teman-teman yang memiliki pandangan serupa untuk mendapatkan dukungan dan inspirasi.

Jika anda menggunakan tulisan ini sebagai referensi, berikut contoh penulisan daftar pustakanya:

Format APA (American Psychological Association): Nama web/situs, tgl artikel dibuat, judul artikel, waktu diakses, alamat website (URL) secara lengkap.

  • Hermananis.com. (2023, 05 Agustus). Gaya Hidup Minimalis. Diakses pada tgl bulan tahun, dari https://hermananis.com/gaya-hidup-minimalis-cara-agar-hidup-lebih-bahagia/

Demikian semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close
Index