Bagaimana Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah dalam Kondisi Pandemi Covid 19?

Bagaimana Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah dalam Kondisi Pandemi Covid 19

HermanAnis.com. Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah dalam kondisi Covid 19, Latar Belakang, Dasar Kebijakan, Definisi, Tujuan dan Manfaat, dan Bagaimana Implementasinya?

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Sebelum kita membahas bagaimana Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah, perlu kita pahami dulu apa itu pendidikan karakter atau penguatan pendidikan karakter.

Apa Latar belakang PPK?

PPK lahir karena kesadaran akan tantangan ke depan yang semakin kompleks dan tidak pasti, namun sekaligus melihat ada banyak harapan bagi masa depan bangsa.

Hal ini menuntut lembaga pendidikan untuk mempersiapkan peserta didik secara keilmuan dan kepribadian, berupa individu-individu yang kokoh dalam nilai-nilai moral, spiritual dan keilmuan.

Memahami latar belakang, urgensi, dan konsep dasar PPK menjadi sangat penting bagi kepala sekolah agar dapat menerapkannya sesuai dengan konteks pendidikan di daerah masing-masing.

Penerapan PPK di latarbelakangi adanya amanat Undang – undang Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pasal 3 yang menyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.

Hal ini dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab

Baca Juga: Konsep Asesmen Nasional (AN) sebagai Pengganti Ujian Nasional (UN)

Bagaimana Kebijakan Pendidikan Karakter di Sekolah?

Program Penguatan Pendidikan Karakter ini juga sejalan dengan agenda nawacita nomor 8 berupa penguatan revolusi karakter bangsa melalui budi pekerti dan pembangunan karakter peserta didik sebagai bagian dari revolusi mental. PPK ini juga dalam rangka mewujudkan generasi yang berkepribadian dalam kebudayaan seperti pada trisakti.

Sejalan dengan RPJMN 2015 – 2019 dalam rangka mempersiapkan generasi emas 2045, serta arahan khusus presiden kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, maka selanjutnya perlu di susun Program Penguatan Pendidikan Karakter tersebut.

Kebijakan PPK ini terintegrasi dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yaitu perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi lebih baik.

Nilai-nilai utama PPK adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas. Nilai-nilai ini  ingin  di tanamkan  dan di praktikkan melalui sistem pendidikan nasional agar diketahui, di pahami, dan di terapkan di seluruh sendi kehidupan di sekolah dan di masyarakat.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menghormati dan Mematuhi Guru?

Apa Tujuan Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah?

Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah dalam mempersipakan genarasi ema indonesia 2045 setidaknya ada 3, yakni.

  1. Membangun dan membekali Peserta Didik Indoseia sebagai generasi emas Tahun 2045 untuk menghadapi dinamika perubahan di masa depan;
  2. Mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dengan memperhatikan keberagaman budaya di Indonesia;
  3. Merevitalisasi dan memperkuat kompetensi dan potensi ekosistem pendidikan.

Kualitas karakter merupakan salah satu aspek untuk membangun Generasi Emas 2045, di sertai kemampuan dalam aspek literasi dasar dan kompetensi abad 21.

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karekter siswa melalui harmonisasi oleh hati (etik), oleh rasa (estetis), olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestatik) dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Karakter yang ingin di kembangkan dalam program ini adalah filosofi pendidikan karakter yang di gagas oleh Ki Hadjar Dewantara.

Nilai-nilai Utama dalam Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah

Karakter tersebut berupa sinergi antara olah hati, olah raga, olah rasa dan olah karsa yang muncul dalam nilai nilai seperti religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab dan lain – lain.

Apa Nilai-nilai Karakter yang diinginkan muncul?

Terdapat 5 Nilai atau Karakter utama yang di inginkan muncul dalam penerapan pendidikan karakter di Sekolah, yakni

  1. Religius yang mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  2. Nasionalis yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya
  3. Gotong Royong yang mencerminkan tindakan menghargai semangat  kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama
  4. Integritas. Upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat di percaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan
  5. Mandiri, tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita. 

Bagaimana Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah?

Pelaksanaan atau penerapan pendidikan karakter di sekolah, di bagi ke dalam beberapa kegiatan. Tapi sebelum itu, berikut info grafis bagaiman konsep pendidikan karakter (PPK) sebagai dasar dalam penerapannya di sekolah.

Konsep dasar Pendidikan Karakter sebagai dasar dalam Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah

Bentuk penerapan pendidikan karakter di sekolah akan di bagi ke dalam beberapa kegiatan :

1. Kegiatan Pembiasaan (Awal dan Akhir Pembelajaran)
2. Kegiatan Intrakurikuler (Kegiatan Belajar Mengajar)
3. Kegiatan Ko-Kurikuler atau Ekstrakurikuler

Kegiatan tersebut dapat di laksanakan dari hari Senin sampai dengan Sabtu, mulai dari pukul 08.00 s.d 16.00 WIB. Sementara itu untuk interaksi dengan orang tua atau lingkungan sekitar akan di maksimalkan pada hari Sabtu dan Minggu.

Baca Juga:

Sumber Rujukan:
Konsep Dasar Pendidikan Karakter – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: