PCK (Pedagogical Content Knowledge) dalam Sains

PCK (Pedagogical Content Knowledge) dalam Sains

HermanAnis.com – PCK dalam Sains, Pedagogical Content Knowledge merupakan integrasi pengetahuan tentang materi atau konten dan pengetahuan tentang pedagogi.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Lee Shulman, pada 1986 memperkenalkan PCK dalam suatu kelompok peneliti yang berkolaborasi dalam proyek Knowledge Growth in Teaching (KGT) yang merumuskan bahwa Pedagogical Content Knowledge terdiri dari 3 jenis pengetahuan yakni subject matter knowlegde, pedagogical knowledge, and knowledge of context.

PCK (Pedagogical Content Knowledge) Dalam Sains

Seorang guru sains sudah seharusnya memiliki penguasaan tentang konten (materi subjek) dan ilmu mengajar (pedagogi). Konten merupakan pengetahuan sains yang semestinya di kuasai oleh pengajar yang mencakup fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori.

Baca Juga: TPACK adalah

Selain itu, pengetahuan pedagogi merupakan pengetahuan guru tentang cara untuk membantu siswa belajar dan memecahkan problem-problem sains (Enfield, 2007). National Research Council dalam Nasional Science Education Standard (NSES, 1996) mengemukakan bahwa profesi sebagai guru sains merupakan pekerjaan profesional yang mengandung tanggungjawab dalam pengembangan profesional.

Olehnya itu, seorang guru sains harus melakukan pengembangan diri berkesinambungan dengan terus mempelajari konten materi sains melalui metode-metode inquiry, pengetahuan sains, pembelajaran, pedagogik dan kesiswaan, serta menerapkan pengetahuannya pada pembelajaran sains.

Dalam Standards for Science Teacher Preparation (NSTA) terdapat dua standar dalam proses pengajaran sains, yaitu standar konten dan standar pedagogi. Di mana, standar konten merupakan pengusaan guru terhadap konten ilmu pengetahuan sains.

Sedangkan, standar pedagogi merupakan tindakan atau strategi guru dalam pengajaran, pengalaman organisasi kelas, penyediaan kebutuhan peserta didik yang beragam, evaluasi dan implementasi  gagasan siswa, dan sisa dapat mentransformasikan gagasan-gagasan menjadi materi ajar yang dapat di mengerti oleh. Berikut gambar kerangka PCK dalam sains.

A. Definisi PCK dalam Sains

Pengetahuan PCK merupakan pengetahuan terintegrasi antara pengetahuan muatan materi subjek dan pengetahuan tentang pedagogi, olehnya itu para pakar kemudian merumuskan skema hubungan antara kedua pengetahuan ini;

Seorang guru harus mengembangkan pengetahuan PCK melalui penerapan sepanjang waktu. Melalui pengalaman langsung, guru akan berlatih menerapkan PCK sesuai bidangnya sehingga suatu saat akan terbiasa dengan itu.

Pengetahuan PCK selain dapat mempengaruhi, juga dapat di pengaruhi oleh pengetahuan tentang materi pelajaran, pengetahuan pedagogis dan pengetahuan tentang konteks di mana mereka mengajar. Dalam perkembangannya masih terdapat perdebatan antara pakar tentang pentingnya domain PCK.

Bagaimana pengetahuan PCK dapat berubah melalui pengalaman dan bagaimana domain/komponen PCK saling berinteraksi. Hal tersebut mendorong adanya penelitian dalam bidang pendidikan tentang penggunaan PCK dalam pembelajaran.

B. Komponen PCK dalam Sains

Hubungan antara komponen-komponen dalam PCK dalam pengetahuan guru menurut Magnusson (1999) menggambarkan kerangka PCK seperti pada gambar berikut.

PCK (Pedagogical Content Knowledge) dalam Sains

C. Representasi PCK dalam Sains oleh seorang Guru

Kemampuan seorang guru sains dalam merepresentasikan dan memformulasikan suatu materi ajar sehingga mudah di pahami oleh siswa dapat di jadikan indikasi ukuran pemahaman guru tersebut terhadap konsep PCK. Dalam konteks sains maka guru harus dapat menerjemahkan konten sains dalam kurikulum menjadi materi yang dapat di ajarkan serta dapat mengajarkannya melalui kegiatan-kegiatan berinquiri.

Dengan demikian, seorang guru sains tidak akan dapat sukses dalam mebelajarkan sains jika guru yang bersangkuatan tidak menguasai konten, menguasai landasan pendidikan (metode, strategi, pendekatan, model, atau teori), dan dapat menggabungkan pengetahuan pedagogi dengan pengetahuan tentang konten tersebut. Konsep-konsep dalam sains memerlukan bukti secara empirik, olehnya itu membelajarkannya perlu untuk merencanakan kegiatan inquiri.

Kegiatan inquri ini melibatkan PCK di mana guru perlu mengubah konten menjadi materi yang dapat di ajarkan melalui kegiatan berinquiri, kemudian menerapkannya dengan pengetahauan pedagigi. Instrumen yang dapat mereperesentasi pengetahauan guru sains dalam PCK dapat di lihat dari Peta Konsep, Pedagodi Materi Subjek serta CoRe dan PaP-eR.

D. Peta Konsep

Joseph Novak mengembangkan konsep awal peta konsep dalam PCK (1991, dalam Loughran et al.,2006). Melalui peta konsep siswa dapat mengetahui konsep-konsep apa saja yang di pelajarinya dan bagaimana hubungan antar konsepnya. Peta konsep merupakan cara mengorganisasi dan menyajikan pengetahuan. 

Pada paktek supervisi pendidikan sains, pengawas bidang studi dapat meminta kepada guru membuat peta konsep suatu materi. Dari hasil peta konsep tersebut, pengawas kemudian memeriksa peta konsep tersebut dan menganalisisnya, lalu membuat laporan.

Peta konsep guru mengindikasikan pengetahuan mereka tentang konten materi, dan ini merupakan salah satu komponen dalam PCK yakni pengetahuan konten.

Untuk mengukur pengetahauan PCK guru, Loughran et al. (2006) mengembangkan format yang terdiri dari dua elemen, yaitu CoRe (Content Representation) dan PaP-eR (Pedagogical and Professional-experience Repertoires).

E. CoRe dan PaP-eRs

Format ini mencakup aspek-aspek penting seorang guru sains yang berhasil dalam memahami pengetahuan materi subjek sains dan pedagogi.

CoRe memberikan gambaran cara pandang guru akan konsep suatu konten materi yang di ajarkan, sedangkan PaP-eR bersifat bersifat spesifik dan di tujukan untuk menggambarkan implementasi dari aspek-aspek CoRe.

Dokumen Core berisi 8 pertanyaan tentang suatu konsep di mana seorang guru wajib menjawabnya, sedangkan, dokumen PaP-eR merupakan refleksi guru yang bersangkutan setelah mengajar.

CoRe biasanya di tuliskan dalam bentuk tabel arah horizontal dan vertikal. Berikut rumusan pertanyaan-pertanyaan yang tersebut.

  • Mengapa siswa perlu mempelajari ide/konsep tersebut?
  • Mengapa penting bagi siswa?
  • Hal-hal apa saja yang harus di jelaskan dan belum saatnya di jelaskan?
  • Kesulitan apa yang biasanya di hadapi siswa?
  • Bagaimana siswa memikirkan konsep tsb?
  • Faktor lain apa yang mempengaruhi pengajaran konsep tsb?
  • Bagaimana prosedur mengajarkannya?
PCK (Pedagogical Content Knowledge) dalam Sains

Tampilan CoRe berupa jawaban atau usulan singkat yang tercantum dalam bentuk tabel, sehingga dalam penyajiannya tentang pengalaman praktek mengajar guru menjadi terbatas. Olehnya itu, maka di perlukan pengembangan PaP-eR yang dapat menyajikan catatan yang lebih narative.

Melalui PaP-eR, pengetahuan guru tentang PCK dalam pembelajaran dapat di ketahui. Sehingga, PaP-eR dapat merepresentasikan kelayakan guru dalam hal kompetensi untuk membelajarkan siswa. Instrumen lain yang digunakan untuk mengases PCK adalah PaP-eRs (Pedagogical and Professional experience Repertoires) yag merupakan catatan naratif PCK guru mengenai cara mengajarkan konten pengetahuan tersebut.

Sebuah PaP-eRs didesain dengan tujuan menguraikan pemikiran guru mengenai bagaimana cara konten tersebut diajarkan dalam praktek di kelas. Penyusunan PaP-eRs oleh guru dilakukan dengan menggunakan pertanyaan panduan penulisan PaP-eRs yang mengintegrasikan penalaran dan wellbeing siswa.

Data lain yang diperoleh adaah kemunculan indikator pembelajaran yang mengembangkan penalaran dan wellbeing siswa pada PCK. Data inidianalisis dengan menggunakan rubrik kemunculan indikator pembelajaran yang mengembangkan penalaran dan wellbeing siswa pada jawaban CoRe dan PaP-eRs
guru.

F. Kesimpulan

Pengetahuan PCK juga merupakan akumulasi dari pengetahuan materi subjek, pengetahuan kesiswaan dan kemungkinan miskonsepsi, Knowledge pengetahuan tentang kurikulum, dan pengetahuan tentang pedagogi umum.

Di mana, PCK merupakan suatu cara terbaik merepresentasikan dan memformulasi suatu subjek sehingga membuatnya menjadi sesuatu yang dapat di pahami secara menyeluruh atau komprehensif.

Peta Konsep, Pedagodi Materi Subjek serta CoRe dan PaP-eR dalah instrumen-instrumen yang dapat merepresentasikan tingkat kemampuan PCK seorang guru.

One Reply to “PCK (Pedagogical Content Knowledge) dalam Sains”

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: