Lembar Kerja Fisika SMA Berbasis Keterampilan Proses Sains (KPS)

Lembar Kerja Fisika SMA Berbasis Keterampilan Proses Sains (KPS)

HermanAnis.com – Lembar Kerja Fisika SMA merupakan model LKPD berbasis keterampilan Proses Sains pada praktikum Gerak Lurus Beraturan yang dikembangkan melalui penelitian.

Dalam tulisan ini, pembahasan akan diawali dengan bagaimana cara mengembangkan LKPD yang berbasis pada keterampilan proses sains kemudian dianjutkan dengan contoh LKPD yang telah dikembangkan.

Selain itu, dalam website ini, teman-teman juga dapat membaca bagaimana bentuk LKPD Jangka Sorong dan LKPD Hukum Hooke.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD ini memenuhi kriteria Valid dan reliabel. KPS merupakan keterampilan yang perlu dilatihkan sedini mungkin kepada peserta didik.

KPS ini merupakan alat kerja dari saintis atau ilmuan. Melalui LKPD berbasis KPD, peserta didik dapat merasakan atau mengalami kerja-kerja ilmuan, sehingga hal ini dapat memicu lahirnya cikal bakal peneliti-peneliti masa depan.

Olehnya itu, Lembar Kerja Fisika SMA seharusnya memuat kegiatan yang dapat melatih peserta didik sebagai ilmuan/peneliti dalam skala laboratorium sekolah.

Untuk itu, maka menjadi keharusan bagi setiap pengajar untuk mengembangkan LKPD berbasis pada KPS. Berikut contoh pengembangan LKPD yang telah dilakukan Lembar Kerja PD Fisika SMA.

Lembar Kerja Fisika SMA memuat sekumpulan kegiatan mendasar yang untuk memaksimalkan pemahaman dalam upaya mengembangkan kemampuan dasar sesuai indikator pencapaian hasil belajar.

Dari uraian tersebut, maka LKPD merupakan adalah lembar kegiatan peserta didik  yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau penemuan suatu konsep prinsip dan panduan untuk menyelesaikan masalah yang aktivitas yang mencirikan aktivitas dalam keterampilan proses sains.

A. Langkah-langkah Pengembangan

LKPD yang baik minimal memuat: judul, kompetensi dasar yang akan dicapai, waktu penyelesaian, tujuan, peralatan/bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas, informasi singkat, langkah kerja, tugas yang harus dilakukan, dan laporan yang harus dikerjakan. Berikut langkah-langkah persiapan dalam menyusun LKPD: 

1. Analisis kurikulum Lembar Kerja Fisika

Sebelum menyusun LKPD, maka seorang guru perlu menganalisis kurikulum yang berkaitan dengan kompetensi dasar keterampilan. Hal ini sebagai dasar dalam mengembangkan tujuan praktikum.

Guru dapat memulianya dengan memetakan kompetensi. Rumusan kompetensi dalam kurikulum sudah sangat jelas, sehingga pendidik tinggal mengambil dan menyesuaikan dengan materi pokok, karakteristik peserta didik, dan pendukung lainnya.

Hasil dari analisis kurikulum adalah peta potensi kegiatan dalam LKPD untuk setiap jenjang pendidikan, persemeter, dan pertopik/subtopik materi pembelajaran.

2. Menyusun peta kebutuhan Lembar Kerja Fisika

Peta kebutuhan LKPD berguna untuk mengetahui jumlah kebutuhan LKPD dan urutan-urutan penyajiannya dalam pembelajaran.

3. Menentukan judul-judul Lembar Kerja Fisika

Guru harus menyesuaikan Judul LKPD dengan dengan KD, materi pokok dan pengalaman belajar. Judul yang baik adalah judul yang singkat padat dan jelas.

4. Penulisan Lembar Kerja Fisika

Secara umum langkah penulisan Lembar Kerja Fisika SMA yakni: (1) merumusankan tujuan, (2) menentukan alat penilaian, (3) menyusun materi dari berbagai sumber, (4) memperhatikan struktur LKPD, yang meliputi: (a) judul, (b) petunjuk belajar, (c) kompetensi yang dicapai, (d) informasi pendukung, (e) tugas dan langkah-langkah kerja, dan (f) penilaian.

Konteks materi dalam LKPD perlu memperhatikan: 1. judul lembar kerja harus sesuai dengan materinya; 2. materi harus sesuai dengan perkembangan peserta didik; 3. materi disajikan secara sistematis dan logis; 4. materi disajikan secara sederhana dan jelas; dan 5. Menunjang keterlibatan dan kemauan peserta didik untuk ikut aktif.

Konteks penyajian perlu memperhatikan: 1. Penyajian sederhana, jelas dan mudah dipahami; 2. Gambar dan grafik sesuai dengan konsepnya; 3. Tata letak gambar, tabel, pertanyaan harus tepat; 4. Judul, keterangan, instruksi, pertanyaan harus jelas; dan 5. Mengembangkan minat dan mengajak peserta didik untuk berpikir.

B. Lembar Kerja Fisika

Berikut bagian-bagian dalam Lembar Kerja Fisika SMA berbasis Keterampilan Proses Sains (KPS) yang perlu ada:

  1. Identitas
  2. Judul
  3. Tujuan
  4. Informasi Kerja
  5. Rumusan Masalah
  6. Rumusan Hipotesis
  7. Identifikasi Variabel
  8. Definisi Operasional Variabel
  9. Alat dan Bahan
  10. Prosedur Kerja
  11. Hasil Pengamatan
  12. Analisis Data dan Pembahasan
  13. Kesimpulan dan Saran
  14. Daftar Rujukan

Berikut penjelasan setiap bagiannya,

1. Identitas Lembar Kerja Fisika

Bagian ini berisi Kompetensi Dasar yang berkaitan,  Kelas/Semester dan alokasi waktu penyelesaian.

Contoh:

Kompetensi Dasar:Menyajikan data dan grafik hasil percobaan untuk menyelidiki sifat gerak benda yang bergerak lurus dengan kecepatan konstan (tetap) dan bergerak lurus dengan percepatan konstan (tetap) berikut makna fisisnya.
Kelas/Semester:X/I
Alokasi Waktu:2 x Menit

2. Judul Lembar Kerja Fisika

Bagian ini memberikuan informasi tentang judul praktikum.

Contoh:

GERAK LURUS BERATURAN (GLB)

3. Tujuan Praktikum

Bagian ini berisi tujuan yang akan praktikum dan setelah menyelesaikan praktikum.

Sebagai contoh rumusan tujuan praktikum untuk praktikum Gerklurus Beraturan yakni: 1) melalui praktikum, peserta didik dapat membuat grafik hubungan antara posisi dengan waktu; 2) melalui praktikum, peserta didik dapat menentukan besarnya kecepatan; 3) melalui praktikum, peserta didik dapat memahami konsep gerak lurus beraturan; dan 4) melalui lembar kerja, peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan berupa soal-soal dalam lembar kerja.

4. Informasi Kerja

Bagian ini berisi informasi yang berkaitan dengan prinsip kerja praktikum. Infomasi Kerja menyajikan informasi berupa narasi deskripsi dan gambar-gambar pendukung seperti gambar alat dan bahan praktikum.

Berikut contoh Informasi Kerja:

Gambar menunjukkan sebuah tabung kaca yang di gantungkan pada statif.  Tabung ini berisi air yang menyisakan sebuah gelembung udara di dalamnya. Gelembung inilah yang di aggap sebagai benda yang akan di selidiki geraknya.

Pada pipa terdapat tanda sebagai identitas posisi misalnya A, B, C, D, E dan seterusnya. Ketika salah satu ujung tabung di angkat maka gelembung udara tersebut akan bergerak dari ujung pipa yang lebih rendah posisinya ke ujung pipa yang lebih tinggi.

Posisi setiap titik dapat di ukur dengan mistar, sementara waktu tempuh gelembung dapat di ukur dengan stopwatch. Melalui kegiatan praktikum ini akan di ukur posisi dan waktu tempuh gelembung. Data ini kemudian di tabulasikan dan di buatkan grafik  hubungan antara posisi dengan waktu tempuh. Melalui grafik dapat di tentukan kecepatan dan jenis gerak dari gelembung.

5. Rumusan Masalah

Bagian ini menyajikan kemampaun dalam merumuskan masalah. Anda dapat menyediakan rumusan masalah dalam LKPD jika peserta didik anda belum mampu dalam merumuskannya secara mandiri, akan tetapi jika memungkinkan sebaiknya guru melatih peserta didik secara mandiri merumuskan masalah

6. Rumusan Hipotesis

Rumusan hipotesis merupakan jawaban sementara yang di buat berdasarkan bahan bahan bacaan (sumber primer seperti buku, artikel jurnal dan lainnya) untuk menjawab rumusan masalah yang ada.

7. Identifikasi Variabel

Bagian ini berisi, apa saja variabel yang akan di ukur dan di hitung dalam praktikum yang dilakukan.

Variabel ukur dalam sains adalah semua besaran fisika yang potensial d iukur dan da alat ukurnya tersedia, sementara variabel hitung adalah, variabel yang diperoleh dari hasil analisis menggunakan persamaan-persamaan fisika.

Akan lebih baik lagi jika variabel ini dapat di kategorikan dalam bentuk variabel manipulasi, variabel kontrol dan variabel respon.

8. Definisi Operasional Variabel

Bagian ini berisi Defenisi operasional variabel (DOV). DOV adalah definisi secara operasional masing-masing variabe. Anda perlu membedakan antara definisi operasional dengan definisi konsep.

DOV merupakan ungkapan secara operasional, yang di dalamnya terdapat definisi konsep, cara memperoleh varibelnya dan alat ukur apa yang di gunakan untuk mendapatkannya.

9. Alat dan Bahan

Bagian ini menyiapkan kotak kosong untuk menuliskan alat dan bahan dalam praktikum.

10. Prosedur Kerja

Bagian ini menyediakan prosedur kerja untuk melakukan praktikum. Berikut contoh prosedur kerja untuk praktikum Gerak Lurus Beraturan:.

  1. Mastikan semua alat dan bahan sudah tersedia,
  2. Menandai 5 posisi pada tabung GLB,
  3. Meletakkan salah satu ujung tabung GLB pada ketinggian tertentu,
  4. Mengangkat lebih tinggi salah satu ujung tabung lain agar gelembung bergerak ke posisi ujung lain tabung
  5. Menurunkan kembali ujung tabung dan mulai mengambil data pada saat gelembung bergerak mencapai posisi A, B, C, D dan E dengan menekan tombol stopwatch,
  6. Melakukan pengukuran 3 kali secara berulang untuk memperoleh pengukuran yang lebih teliti,
  7. Mencatat hasil pengamatan anda pada tabel hasil pengamatan,

11. Hasil Pengamatan

Bagian ini menyajikan Tabel hasil pengamatan praktikum.

Contoh:

NST Mistar                       :

NST Alat ukur waktu        :

Tabel 1 Hasil pengukuran posisi dan waktu tempuh gelembung (Judul tabel Center)

Perbedaan ketinggian ujung pipa :

12. Analisis dan Pembahasan

Bagian ini menyajikan bagian-bagian yang menuntun peserta didik untuk melakukan analisis. Arah analisis untuk memandu siswa dalam menganalisis data sebagai bahan pembahasan untuk menjawab rumusan masalah.

Selain itu, bagian ini juga dapat berisi pertanyaan-pertanyaan untuk mengarahkan siswa menjawab rumusan hipotesis, apakah keputusannya menerima hipotesis atau menolak.

13. Kesimpulan dan Saran

Bagian ini berisi jawaban atas rumusan masalah berdasarkan hasil analisis dan pembahasan.

14. Penerapan Konsep

Bagian ini menyajikan soal-soal berbentuk pilihan ganda sebagai latihan kepada peserta.

Pemilihan model soal PG di dasarkan pada model soal-soal standar yang potensial di ikuti oleh peserta didik nantinya, seperti UTBK dan ujian seleksi lainnya.

Olehnya itu, LKPD perlu menyediakan standar yang selevel dengan soal UTBK sehingga PD akan terbiasa dengan hal tersebut.

Pada LKPD tersedia tempat untuk menjawab pilihan yang paling tepat serta tempat menuliskan alasan/jalan penyelesaian soal tersebut.

15. Daftar Rujukan

Bagian ini berisi rujukan dalam menyelesaikan LKPD

Penilian Kinerja hasil praktikum menggunakan LKPD ini dapat dilakukan dengan mengembangkan instrumen kinerjanya. Contoh instrumen kinerja yang bisa dijadikan sebagai rujukan ada dalam website ini.

Demikian,
Semoga ada manfaat.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: