Layla Majnun Quotes

Layla Majnun Quotes

HermanAnis.com. Teman-teman semua, tulisan kali ini masih berkaitan dengan Kisah Layla Majnun, namun kita akan fokus pada Layla Majnun Quotes. Quotes-quotes ini di ambil dari Cerita Layla Majnun karya Nizami.

Ingin tau selengkapnya, silahkan untuk melanjutkan membaca artikel ini!

Layla Majnun Quotes

Baca Juga: Era Gemilang Sains yang Terlupakan

Kumpulan Layla Majnun Quotes oleh Nizami

Tulisan ini sebenarnya masih dalam bentuk puisi atau syair yang belum sepenuhnya merupakan Quotes. Syair atau puisi diambil oleh Nizam dari surat yang dikirim oleh Majnun maupun oleh Layla. Silahkan teman-teman meramu kata’ kalimatnya’, mudah-mudahan bisa jadi Quotes yang menarik dan menginspirasi.

Baca Juga: Mengistirahatkan Pikiran Agar Hidup Lebih Tenang

Quotes 1. Syair cinta Majnun

Majnun ini di kenal pintar membuat syair-syair yang indah. Majnun dalam kegilaannya sering di kerumuni orang-orang karena syairnya yang indah. Memang karena cinta itu membuat orang puitis.

Berlalu masa, saat orang-orang pada ku memohon pertolongan, dan kini, adakah penolong yang akan mengabarkan, rahasia jiwa pada Layla?

Wahai Layla, cinta telah membuatku lemah tak berdaya, seperti anak hilang, jauh dari keluarga dan tidak memiliki apa-apa.

Cinta laksana air yang menetes menimpa bebatuan. Waktu berlalu dan bebatuan itu akan hancur berkepingan, berserat bagai kaca berpecahan.

Begitulah cinta yang engkau bawa kepadaku, dan kini telah hancur binasa hatiku, hingga orang-orang memanggilku si gila yang suka merintih dan menangis sedih.

Mereka mengatakan aku telah tersesat, Wahai mana mungkin cinta akan menyesatkan, jiwa mereka sebenarnya yang kering laksana dedaunan di terpa panas mentari siang.

Bagiku cinta adalah keindahan yang membuat mata tak bisa terpejam,
Pemuda mana yang bisa selamat dari api cinta.

Kumpulan Layla Majnun Quotes oleh Nizami

Quotes 2. Puisi cinta Layla

Layla pada beberapa kesempatan juga mengeluarkan puisi-puisi. Di mana puisi-puisinya kebanyakan lewat surat yang di kirimkan pada Majnun, salah satunya adalah,

“Semua yang tampak dari manusia adalah kebencian, namun cinta telah memberikan kekuatan.

Tulisan ini sebenarnya pelajaran dari Nizami, “kalau kalian memang sedang jatuh cinta sama Allah, maka akan keluar secara otomatis dari mulutmu nama Allah. Kamu sengaja atau tidak pasti akan keluar, makanya latihanlah jatuh cinta, agar jiwamu paham”.

Layla Majnun Quotes 3. Syair cinta ketidakberdayaan Majnun

Orang tuanya mengancam, dengan niat jahat, kejam, tiada lagi harap pertemuan.

Ayahku dan ayahnya sesak dada dan sakit hati mereka, bukan karena apa-apa,
hanya karena aku mencintai Layla.

Mereka menganggap cinta adalah dosa, Cinta bagi mereka adalah noda yang harus di basuh musnah, padahal hatiku telah menjadi tawanannya, dan ia juga merindukanku.

Cinta masuk ke dalam sanubari tanpa kami undang, bagai Ilham dari langit yang datang menerjang, lalu bersemayam dalam jiwa, dan kini kami akan mati karenanya.

Karena cinta telah melilit seluruh jiwa.
Katakan padaku, siapa orangnya yang bisa bebas dari penyakit cinta?

Quotes 4. Puisi keinginan untuk bertemu dari Majnun

Duhai betapa besar bahaya aku undang, sekedar untuk bertemu denganmu, kukorbankan segala yang ada padaku, kuubah diriku hingga engkau pun tak mengenaliku, kuayunkan langkah dengan tetes air mata, dan setelah memasuki perkampunganmu, kubuang semua tanda yang membuat orang mengenaliku.

Kuikat diriku dengan rantai baja, bagai budak hina, berjalan menengadahkan tangan meminta sedekah, dan bocah-bocah itu tiada suka melihatku, mereka berkumpul mengelilingiku, menghardik dan melempariku seperti anjing pengganggu.

Syair majnun ketika sudah bertemu layla.

Kini aku hadir di dekatmu, wahai Layla, tak mampu kutahan air mataku,
kasihanilah kelemahanku, begitu berat penderitaanku.

Layla Majnun Quotes 5. Syair Penderitaan Cinta dari Majnun

Rumah ku telah menjadi bara api bagi jiwaku. Tetapi  wahai Layla aku akan senantiasa berada di sisimu.

Semoga kasih sayang Allah di limpahkan kepadamu. Wahai pecinta yang malang, Kerabatku menganggap aku mempermalukan mereka, teman-temanku pun gemetar jika mendengar namaku.

Duhai cawan anggur yang ada di genggaman, kini jatuh berantakan. Telah kutinggalkan sanak saudara dan orang tua, sedang kekasihku pun jauh di sana.

Namun aku tidak akan menyerah walau kesulitan demi kesulitan mendera.

Orang yang tidak merasakan kesengsaraan, tidak akan menikmati arti kesenangan, dan orang yang tidak pernah di himpitkan kesedihan, mereka tidak akan dapat memahami hati yang sedang merana sendirian.

Quotes 6. Syair cinta itu kebebasan dari Majnun

Pelajaran berikutnya dari Majnun melalui syair-syairnya adalah bahwa cinta itu Kebebasan,

Wahai Layla kekasihku, berjanjilah pada keagungan cinta, agar sayap jiwamu dapat terbang leluasa, melayanglah bersama cinta laksana anak panah menuju sasarannya.

Cinta tidak pernah membelenggu, karena Cinta adalah pembebas, yang akan melepaskan simpul-simpul keberadaan, cinta adalah pembebas dari segala belenggu.

Banyak racun yang harus kita telan untuk menambah nikmatnya Cinta, atas nama cinta, racun yang pahit pun terasa manisnya.

Bertahanlah kekasihku dunia di ciptakan untuk kaum pecinta, dunia ini ada karena cinta.

Layla Majnun Quotes 7. Syair cinta tentang Jarak

Bila dekat rumahnya Layla, aku merasa terbebani, tapi bila aku jauh darinya aku merasa sedih, sehingga dekat maupun jauh, bersemayam rindu dan gelisah.

Saat dia berjanji, cintaku kian menggebu menanti, saat dia tidak janji aku mati menanti datangnya janji, sehingga jauh maupun dekat hanya dia di angan.

Namun jarak dekat atau jauh belum menyembuhkan apa yang kami rasakan, sungguhpun ternyata dekat dengannya lebih baik ketimbang jauh darinya.

Quotes 8. Syair cinta tentang tanda kehadirannya

Pelajaran selanjutnya itu, dari syair Majnun tentang Tanda Kehadiran,

Aku berjalan melintasi rumahnya Layla, kucium dinding itu, dinding itu, semua sudut-sudut rumah titik-titiknya diciumi.

Cinta di dadaku bukanlah untuk dinding rumah, namun cinta pada siapa yang tinggal di dalamnya.

Layla Majnun Quotes 9. Syair tentang Keteguhan Hati

Selanjutnya Majnun semakin tak karuan, itu menjadi pemicu lahirnya syair-syair yang indah dan penuh makna tentang ‘Keteguhan Hati,’

Waktu terus berlalu, usia makin bertambah, namun jiwaku yang terbakar rindu belum sembuh jua, bahkan semakin parah.

Bila kami di takdirkan berjumpa, akan kugandeng lengannya, berjalan bertelanjang kaki, menuju kesunyian, sambil memanjatkan doa-doa pujian.

Cinta, kasih dan sayang telah menyatu, mengalir bersama aliran darah di tubuhku.

Cinta bukanlah harapan atau ratapan, walau tiada harapan, aku akan tetap mencintainya.

Sampaikan salamku pada dia, wahai angin malam, katakan aku akan tetap menunggu, hingga ajal datang menjelang.

Pelajaran yang bisa diambil adalah, bahwa cinta itu efeknya kesetiaan.

Quotes 10. Syair Jiwa Pecinta

Pelajaran selanjutnya dari Kisah Layla Majnun adalah tentang bagaimana Jiwa Pecinta,

Jiwa pecinta itu jiwa rindu pada yang di cinta, akan merasa sakit karena rindu di dada, sebab pecinta selalu ingin bersama, tapi halangan tiada henti.

Pecinta seperti burung merpati, walau terbang bebas di angkasa luas, tetap saja kembali pada kekasihnya, atau laksana ikan tuna, tetap tabah walau di permainkan gelombang, timbul tenggelam di lautan.

Walau selalu di caci dan di cela, batin menjerit tubuh binasa.

Meski lapar dan disia-siakan, namun jiwa pecinta akan selalu mamaafkan.

Pecinta tidak membutuhkan pujian, pengorbanan pecinta tidak akan sia-sia.

Kulihat bintang kutub dan bintang kejora, di mana pula cinta.

Sekecil apapun, coiinta tetap berkuasa di singgasana jiwa, dan bagi pecinta,

Kebahagiaan dan kesedihan sama indahnya, karena cinta sejati tidak mengenal kesia-siaan.
Jiwaku dan jiwanya akan tetap bersama, andaipun tidak di dunia, pasti jiwa kami akan bersatu di liang barzah, dan kelak akan di bangkitkan bersama, hingga dapat bersatu selama-lamanya.

Mataku berkorban untuknya, dengan segenap curahan air mata, berharap liang lahatnya adalah liang lahat ku,agar jenazah kita bersatu.

Layla Majnun Quotes 11. Syair cinta Layla

Layla ini protes, jangan di kira hanya Majnun yang segalau itu, aku pun juga sama galaunya hanya aku tidak seperti Majnun. Bisa bebas keluar,

Bila kakiku terperosok, aku menyebut namanya, aku bermimpi dalam tidurku hidup bersama dia.

Apabila di sebut namanya,  hilanglah kekuatan jiwa, hatiku seperti sirna di telan namanya.

Demi Allah, hampir saja aku gila karena memikirkannya, makin lama dadaku makin sesak karena rindu gelisah.

Kaumku mengancam, jika aku tak berhenti menyebut namanya, maka darahnya akan tumpah,

bunuhlah aku dan biarkan dia, setelah nyawaku melayang, janganlah kalian hina dia, cukuplah apa yang ia derita karena cinta.

Mungkin ia akan menuduhku tidak setia dengan janji, dan aku tidak akan mampu mencegahnya,

kucampur tinta dengan air mata, untuk menulis surat padanya.

Inilah saat kukuburkan jiwaku untuknya, aku khawatir jika ajalku tiba, tak dapat memandang wajahnya.”

Quotes 12. Syair tentang tiada yang lain

Atas hal tersebut, kemudian lahir lagi syair-syair Majnun tentang “Tiada yang Lain”,

Mungkin engkau di beri dua cawan minuman, satu cawan kebencian, agar engkau lupa padaku, yang satu anggur kesenangan, agar engkau menerima orang lain sebagai gantiku.

Duhai kekasihku, kuingatkan dirimu jangan rusakkan ikatan, yang orang lain selalu ingin menyempurnakan, kelak engkau akan melihat beda antara cinta dan nafsu.

Wahai Layla, nafsu akan melemahkan hati, ia akan terus menggoda dan merayu, namun kelak akan menyesal, sedih tak berkesudahan,  jiwa yang dipenuhi kebencian, tak akan pernah menjadi mulia, ia tak akan puas, bila yang di harapkan tak di dapat.

Sedang diriku Layla, demi Allah, tali kasih yang telah bersemi, akan kusiram dan kupupuk, agar cinta yang kau berikan tetap terjaga selamanya, dan aku haramkan atas diriku juga, segala yang engkau tidak suka.

Jangan kau biarkan jiwaku hancur karena murkamu, karena ku tak sanggup menerima amarahmu, bahkan gunung pun akan hancur karena kemarahanmu.

Buanglah dalam dirimu segala keraguan, karena cinta tak bisa bersanding dengan kebimbangan.

Aku akan selalu menjaga tali cinta kita, walau kau tak disisiku, namun aku yakin cintamu selalu hadir di hatiku.

Layla Majnun Quotes 13. Puisi Penyemangat Hidup

Maka Majnun terus membaca munajat ini, dan setiap kali selesai membacanya itu, kekuatannya kembali lagi. Katanya Majnun,

Tuhan, apalagi yang dapat aku lakukan, aku telah lelah dan tubuhku melemah.

Aku memohon dengan kekuatan-Mu, ringankanlah langkah kaki Layla untuk menemui diriku yang tidak berdaya ini.

Wahai Tuhan! Aku adalah hamba-Mu, apalah guna hidupku jika harus menanggung beban seperti ini.

Tunjukkanlah kemulaiaan-Mu, turunkanlah berkah-Mu, agar jiwaku dapat hidup kembali,

terhindar dari lembah kematian, dan memperoleh kekuatan untuk melangkah menemui kekasihku.

Wahai Layla!

Aku tahu engkau terpenjara dalam lingkungan keluarga yang mengasihimu,

tapi mengapa engkau tak hendak melihat diriku yang terlunta-lunta di padang gersang?

Aku hidup terasing, orang-orang menganggapku gila, mereka menista dan menjauhiku.

Duhai kekasihku!

Cinta telah mengambil jiwaku dan menyandingkannya dengan jiwamu.

Aku tidak akan mempedulikan anggapan orang, aku hanya memohon padamu kuatkanlah tali pengikat jiwa kita,

jangan biarkan tangan-tangan kotor menjamahnya.

Jangan kau biarkan nafsu dan kemewahan dunia melenakan jiwa kita.

Cukuplah bagiku kenangan saat-saat bahagia ketika aku memandang jernih matamu,

dapat menikmati madu senyummu, memandangi ikal rambutmu bagai debur ombak di pantai.

Biarkan kenangan itu menjadi mata air kebahagiaan, tempat istirahat musafir cinta yang kehausan.

Kalimat ini Majnun ucapkan saat dia melemah, setelah membaca ini terus dia bergairah lagi hidupnya.

Quotes 14. Syair untuk Ayah

Majnun bahkan sujud di kaki ayahnya karena tidak bisa memenuhi permintaan ayahnya untuk pulang. Kepada ayahnya, Majnun,

Wahai Ayahanda, kesedihan adalah takdirku, penderitaan telah memangsa masa mudaku, kesedihan bagai ulat yang memakan habis daun-daun bungaku, hingga tunas keindahan hidupku tercabut.

Aku duduk dalam kegelapan, berselimut debu, dan telah kuucapkan pada semua kenikmatan duniawi yang menggodaku, segala penderitaan telah aku jalani, dan keceriaan masa muda telah tercampak, tersisih, kini aku datang ke hadapanmu memohon maaf dan maklummu.

Engkau adalah Ayahku, orang yang sepantasnya aku minta Ridho darimu.

Layla Majnun Quotes 15. Syair cinta Majnun di Tanah Suci

Ini membuat Majnun yang sudah mulai konsen mau ibadah, langsung berubah lagi. Keluar lagi syairnya,

Seseorang memanggil-manggil namamu, saat kami berada di lereng bukit Mina, mendengar namamu terguncanglah hatiku oleh duka, Ah, lelaki itu tidak tahu betapa suci namamu, mengapakah ia memanggil nama Layla dengan seenaknya?

Apakah ia tidak tahu dengan menyebut namamu, berarti ia telah menerbangkan seekor burung yang telah bersarang di hatiku.

Ia memanggil nama Layla, Semoga Allah membukakan kedua matanya, untuk melihat betapa pesonamu yang tak akan mampu dia kira.

Doa Majnun di depan Ka’bah

Majnun kumat lagi, sudah asyik-asyiknya mau ketemu Allah, mau berdoa di sana, akhirnya begitu nyampe Ka’bah dia pegang pintu Ka’bah kemudian di berdoa.

Aku teringat akan dikau Layla, saat para jamaah haji sibuk berdzikir.

Di Kota Mekah di dinding Ka’bah mereka khusyuk berdoa, sedang kalbuku hanya tertuju padamu.

Ya Rohman aku bertaubat kepadaMu, dari dosa-dosa yang telah kulakukan, dan dari dosa-dosa yang akan selalu datang bermunculan.

Aku mencintai Layla namun halangan menghadangku untuk bertandang, aku menyayanginya dan tidak bisa berpaling dari selain Dia.

Bagaimana aku bisa berpaling darinya sedang hatiku telah tergadai padanya?

Aku bertobat padamur rabbi, karena padamu jua aku akan kembali.

Wahai yang maha pengasih, raja diraja para pecinta.

Engkau yang menganugerahkan cinta ini, aku hanya mohon pada-Mu satu hal saja,

tinggikanlah cintaku sedemikian rupa, sehingga sekalipun aku binasa, cintaku dan kekasihku tetap hidup.”

Ya Allah tambahkanlah cinta dan kerinduanku padanya. Seandainya semakin berkurang umurku karena cinta, maka tambahlah umurnya Layla.
Tambahkanlah cintaku, jangan membuatku lupa untuk mengingatnya selamanya.

Quotes 17. Syair Majnun ditinggal Nikah

Wahai dunia begitukah balasanmu pada cinta yang tulus ini?

Begitukah balasan yang harus aku terima dari pengorbananku?

Kemarin aku masih merasa senang, karena bayang-bayang Layla masih hadir dalam mimpiku.

Namun kini bayangan itu pun engkau renggut,

Apalagi yang aku miliki sekarang?

Wahai dunia engkau telah mencabik-cabik tubuhku yang lemah tak berdaya, mengapa kau belum puas juga hingga tega merenggut mimpi indahku?

Layla, wahai Layla, di mana engkau letakkan hati dan jiwaku?

Di mana kau simpan janji dan kenangan kita?

Semudah itukah engkau menyerah, melupakan segala derita yang aku rasa.

Tangan siapakah yang telah mencengkrammu dan menjauhkan dirimu dariku?

Layla datanglah kemari sebentar saja, Tikamkanlah belatih ke dalam jantungku.

Ah, tikaman belati yang mencabut nyawaku, akan lebih indah dari hidup menanggung siksaan cinta.

Syair Balasan Layla yang Menikah dengan Orang Lain

Pas hari menikahnya Layla, Majnun menuliskan ucapan selamat dalam bentuk Syair,

“Semoga kalian berdua selalu berbahagia di dunia ini.

Aku hanya meminta satu hal sebagai tanda cintamu, janganlah engkau lupakan namaku,

sekalipun engkau telah memilih orang lain sebagai pendampingmu.

Janganlah pernah lupa bahwa, ada seseorang yang meskipun tubuhnya hancur berkeping-keping, hanya akan memanggil-manggil namamu Layla.”

Layla Majnun Quotes 19. Surat Cinta dari Layla

Dalam hidupku, aku tidak bisa melupakanmu barang sesaat pun.

Kupendam cintaku sedemikian lama, tanpa mampu menceritakannya kepada siapapun,

engkau memaklumkan cintamu ke seluruh dunia, sementara aku membakarnya di dalam hatiku,

sementara engkau membakar segala sesuatu yang ada di sekelilingmu,

kini aku harus menghabiskan hidupku dengan seseorang,

padahal segenap jiwaku menjadi milik orang lain.

Katakan padaku kekasih, mana di antara kita yang lebih di mabuk cinta.

Surat ini dari aku, seorang perempuan yang terpenjara di rumahnya, seorang perempuan yang sepanjang hari hanya duduk-duduk,

sambil termenung di rumah, untukmu kekasihku, apa kabarmu sayang?

Bagaimana hari-harimu?

dengan siapa kau menjalani jam demi jam, dalam hidupmu di lembah-lembah dan gunung-gunung itu.

Aku kira engkau lebih bahagia daripada aku, engkau bisa bebas pergi ke mana saja,

dengan siapa saja dan bisa makan apa saja, sedangkan aku ketahuilah Kekasihku aku tak bisa berbuat apa-apa,

kecuali hanya menunggu hari demi hari tanpa jiwa, sambil terus mengingatmu dan merinduimu. Hatiku hampa.

Duhai kekasih jiwaku yang berhati bening, bagai air mata Khidir, mata air keabadian.

Aku masih seperti dulu, Meski aku telah menikah namun,

Aku bersumpah, hatimu selalu ada di hatiku, Meski aku tidur satu rumah dengan suamiku,

tapi ranjangku tak pernah mempertemukan kepalaku dan kepalanya,

permata di tubuhku masih tersimpan utuh bersih, dan tak pernah di sentuh oleh jamahan tangan siapapun,

hartaku yang paling berharga masih terkunci rapat, dan

tak pernah di buka oleh tangan siapapun, bunga di taman masih tetap kuncup, dan belum merekah.

Sebagaimana dulu wahai kekasih hatiku, Kemarilah tuangkan air keabadian Khidir itu.

ik Jarak jauh darimu tak akan lama lagi. Kita akan menyatu dalam keabadian.

Quotes 20. Syair Ketidakberdayaan Majnun

Ini surat dariku aku yang gelisah dan gila, untukmu duhai engkau yang ada di lubuk jiwaku.

Kini engkau adalah mahkota di kepala siapa, dan kekayaan di tangan siapa.

Aku hanyalah debu di lembahmu, bila engkau menuangkan untukku air pertemuan, engkau menumbuhkan bunga, dan

menerbitkan musim semi, namun bila aku memperolehmu, dan tak lagi berpisah jauh darimu, bumi ini tak akan menumbuhkan apapun selain debu.

Lihatlah, aku adalah tawanan yang terbelenggu.

Inilah ketidakberdayaan seorang Qays. Ingin sekali ketemu Layla, tapi sekarang dia tidak percaya lagi dengan dirinya sendiri.

Pesan Layla kepada Ibunya menjelang Meninggal

Layla kemudian sakit-sakitan, sakit parah dan nanti terakhir Layla berpesan kepada Ibunya,

“Ibu lihatlah cahaya wajahku telah memudar, dan menjadi pusat pucat pasi tak lagi bercahaya,

lilin-lilin di mataku tampak muram dan akan segera padam.

Wahai ibuku, aku mohon engkau mendengarkan wasiatku,  

sebelum aku pulang beso atau lusa, bilamana aku mati kenakan aku baju pengantin yang paling bagus,  

jangan bungkus aku dengan kain kafan!

Carilah kain yang berwarna merah muda, bagai darah segar seorang yang syahid.

Lalu riaslah wajah dan tubuhku secantik mungkin, bagaikan pengantin yang paling cantik di seluruh bumi,

alis dan bulu mataku ambillah dari debu yang melekat di kaki kekasihku, dan

jangan usapkan ketubuhku minyak wangi kasturi atau minyak wangi apapun, usapkanlah dengan air mata Qays kekasihku.

Sesudah aku mengenakan baju pengantin itu, dan menjadi sangat cantik dan anggun, aku akan menunggu Qays, sang pengembara yang luka itu akan datang”

Wahai ibu, katakan kepada pengembara yang selalu di liputi kesengsaraan itu,

semua sudah selesai, Layla sahabatnya dalam kesedihan itu sekarang sudah tiada,

ia telah bebas dari belenggu duniawi, hatinya hanya di berikan kepadamu dan dia mati untukmu,

cinta telah menyatu dalam kehidupan yang ia jalani, cahaya cinta itu begitu murni,

sehingga tak ada kebahagiaan lain yang dia ketahui selain menyebut namamu.

Tidak ada satupun yang bisa menghibur pikirannya yang selalu tertekan, kecuali cintanya padamu, dan

dengan cinta itu jiwanya yang lembut telah pulang ke alam keabadian, semua berkahnya hanya untukmu.

Ini pesan terakhir Layla lewat ibunya, kemudian Layla meninggal.

Baca Juga: Perbedaan Cinta Laki-laki dan Perempuan

Quotes 22. Puisi Majnun di Pusara Layla

Engkau telah keluar dari kehidupan yang membingungkan ini,
dunia adalah rangkaian penghianatan dan perselisihan yang tidak pernah berakhir,
dan aku berharap engkau dapat segera melepaskan belenggu di kakiku,
dan memuaskan dahagaku dengan minuman cinta yang memabukkan,

di sana kita akan segera bertemu dalam kebahagiaan abadi, lilin yang menyinari hidup kita akan semakin bersinar, dengan nyala yang lebih terang.
Cinta kita akan bercampur dengan cahaya keabadian.

Ya Allah dengarlah hamba-Mu dalam tatapan cinta, bebaskanlah dia dari segala penderitaan panjang selama ini, atas nama-Mu, rengkuhlah dia dalam pelukan-Mu.

Ya Allah, tunjukkanlah kasih sayang-Mu, tunjukkanlah kebesaran-Mu pada diriku ini, pertemukanlah segera aku padanya,

tidak ada lagi yang dapat kupertahankan di dunia ini, setelah jiwaku satu-satunya engkau panggil.

Untuk mendapatkan Novel karya Nizami ini, anda dapat membelinya secara online di toko Gramedia.

Baca Juga: Kisah Qarun

Terima kasih telah membaca artikel ini,
mudah-mudahan ada kesan baik.


Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca