Cara Mengistirahatkan Pikiran agar Hidup lebih Tenang

Mengistirahatkan Pikiran Agar Hidup Lebih Tenang

HermanAnis.com – Teman-teman semua, pada kesempatan ini kita akan bahas tentang bagaimana cara atau tips mengistirahatkan pikiran agar hidup lebih tenang. Mari kita mulai.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

A. Tujuh tips mengistirahatkan pikiran agar hidup lebih tenang, lebih sadar

Tips mengistirahatkan pikiran biar kita dalam kondisi mindfulness (kesadaran penuh) ada tujuh yakni,

  1. Coba kembangkan hobynya secara kreatif
  2. Jadwalkan untuk keluar jalan-jalan
  3. Sesekali coba tengok langit malam
  4. Menikmati aktivitas apapun yang di lakukan
  5. Fokus pada satu hal di satu waktu
  6. Tulislah diary secara rutin
  7. Lakukan meditasi

Baca Juga: Tujuh Nasihat Jalaludin Rumi

1. Kembangkan hoby secara kreatif

Tips untuk mengistirahatkan pikiran biar kita dalam kondisi mindfulness (kesadaran penuh) yang pertama adalah coba kembangkan hoby secara kreatif, seperti menggambar, mewarnai, menanam, dan lain sebagainya. Menggambar mungkin, bagi yang pintar gambar. Kreativitas itu penting untuk pengobatan kesehatan mental.

Kalau kita kreatif, saat kita sedang berkreasi, pikiran kita lebih banyak istirahat. Hidup kita ruwet itukan karena pikiran kita yang tidak terkendali. Entah itu mikir masa lalu atau kuatir masa depan.

Tapi ketika kita kreatif, menggambar misalnya, itu fokus kita sepenuhnya pada gambar tadi atau mewarnai. Sekarangkan banyak itu di toko-toko buku itu yang aspek mewarnai. Ini membuat kita fokusnya ke situ. Anda punya hobi apa, kreativitas apa, kembangkan.

Saat kita asik dengan hobi kita, pikiran lebih rileks. Ayo kita latih mengistirahatkan pikiran. Jadi kalau pikiran pas lelahnya luar biasa ndak bisa kita tepis, ndak bisa kita singkirkan kegelisahan-kegelisahan itu, ayo kreatif.

Mungkin mengembangkan hoby, mungkin melakukan apa. “Pak, Tapi saya ndak bisa gambar’, Menggambar untuk diri sendiri aja, nggak usah di tunjukin ke orang, atau mewarnai sajalah kalau enggak bisa gambar.

Mengistirahatkan Pikiran Agar Hidup Lebih Tenang

Baca Juga: 17 Penyakit Hati dalam Islam

2. Jadwalkan untuk keluar jalan-jalan

Tips untuk mengistirahatkan pikiran biar kita dalam kondisi mindfulness (kesadaran penuh) yang kedua adalah keluarlah berjalan-jalan. Keluarlah jalan-jalan, touring bersama keluarga, teman ataupun sendiri. Tapi ini dengan tujuan ingin menikmati suasana saja, ingin mengistirahatkan pikiran saja. Kadang-kadang kan kita ini agak over, begitu keluar masih mikir, mungkin touring bareng-bareng temen nanti di luar harusnya asyik menikmati suasana, malah diskusi politik.

Ayo perhatikan, jalan-jalan di luar, lihat sekeliling, lihat apa yang terjadi, lihat indahnya suasana. Bila perlu HPnya, ponselnya, jangan di tengok, kalau perlu di tinggalkan.

Baca Juga: Kata kata Bijak Lao Tzu

3. Sesekali coba tengok langit malam

Tips untuk mengistirahatkan pikiran biar kita dalam kondisi mindfulness (kesadaran penuh) yang ketiga adalah keluarlah, dan tengoklah langit malam. Dari salah satu kitab Imam Ghazali tentang manfaat alam semesta dan diantara manfaatnya langit itu adalah kalau kita sedang susah, cobalah keluar tatap luasnya langit malam. Langit malam itukan indah, nikmati saja Ndak usah di nilai, di komentari.

Apa yang ada di sekeliling kita ndak usah di komentari. Kalau di kampung ini masih ada suara-suara jangkrik, masih ada suara kodok, sekarang sudah enggak ada, itu sumpek lagi, tidak usah di komentari, di nikmati saja. Jadi untuk mengistirahatkan pikiran biar kita dalam kondisi mindfulness (kesadaran penuh) mari kita keluar menikmati yang ada di sekeliling kita.

4. Coba nikmati setiap aktivitas yang di lakukan

Tips untuk mengistirahatkan pikiran biar kita dalam kondisi mindfulness (kesadaran penuh) yang keempat adalah nikmati apapun yang sedang kita jalani. Mencucikah, atau bikin kopi.

Mungkin ada yang bikin kopi, coba nikmati proses bikin kopi itu sejak awal. Sejak naruh kopi, menyeduh kopi, betapa sedap aromanya, uap hangatnya menyentuh wajah kita, kemudian kita sruput sedikit-sedikit. Itu sebenarnya indah.

Tapi kita sering cuek dengan proses ini. Yang teh, yang cemilan mungkin, makanannya dipegang, dilihat, kemudian dirasa sedikit demi sedikit. Hidup ini akan indah, pikiran kita itu sering selalu kemana-mana, kenikmatan keindahan hidup di sekeliling kita jadi terlewatkan.

5. Fokuslah pada satu hal di satu waktu

Tips untuk mengistirahatkan pikiran biar kita dalam kondisi mindfulness (kesadaran penuh) yang kelima adalah ayo fokus pada satu hal di satu waktu. Ini menarik, biar tidak terdistraksi kemana-mana.

6. Tulislah diary

Tips untuk mengistirahatkan pikiran biar kita dalam kondisi mindfulness (kesadaran penuh) yang keenam adalah menulis diary atau buku harian. Mungkin generasi hari sekarang ini, sudah ndak familiar lagi dengan buku harian. Mereka atau kita sendiri lebih mengenal Instagram, Twitter, atau Facebook, dan tempat curhatnya di media sosial yang tanpa di sadari atau memang di sengaja dapat di baca orang banyak.

Kesadaran bahwa ini nanti di baca orang banyak, membuat kita sering tidak autentik, kita lebih banyak pencitraannya. Jadi boleh teman-teman beli buku harian untuk ekspresi, sebagai wadah apa yang kita rasakan. Ndak harus membuat 1000 kata, bisa cuma satu kalimat, bisa dua kalimat. Biasanya yang di isi di situ, misalnya tiga hal terbaik yang aku lakukan hari ini.

Hari ini ada tiga hal yang menurutku istimewa, yang pertama aku bisa shalat subuh tepat waktu. Yang kedua aku bisa membuat temanku seneng tertawa, biasanya temenku ini marah-marah terus, Alhamdulillah aku sukses membuat dia tertawa hari ini.

Yang ketiga aku bisa tahan misalnya di filsafat ini dua jam, padahal biasanya setengah jam mengantuk, Alhamdulillah malam hari ini bisa.

Ini 3 kalimat ini aja sudah lumayan untuk melatih kita. Hidup dengan penuh kesadaran. Yang level mahasiswa, mungkin tak hanya tiga kalimat bisa lebih panjang. Momen kita menikmati hidup.

7. Lakukan meditasi

Tips untuk mengistirahatkan pikiran biar kita dalam kondisi mindfulness (kesadaran penuh) yang ketujuh adalah meditasi. Meditasi adalah salah satu bentuk latihan untuk memusatkan dan menjernihkan pikiran, sehingga Anda bisa merasa lebih tenang, nyaman, dan produktif. Praktik ini umumnya di lakukan dengan cara duduk tenang, memejamkan mata, dan mengatur pernapasan perlahan-lahan dan teratur, setidaknya selama 10–20 menit.

Banyak orang mengira bahwa di perlukan ruangan tenang, musik khusus, atau ritual tertentu untuk melakukan meditasi. Padahal, Anda bisa melakukannya kapan saja, misalnya saat menunggu bus datang, istirahat di sela waktu kerja, atau di tengah kemacetan lalu lintas.

Meditasi dapat di lakukan oleh siapa pun, di mana pun, dan kapan pun. Aktivitas ini tidak memerlukan peralatan atau biaya khusus dan jika di jalani secara teratur, meditasi bisa membantu mendukung kesehatan mental dan fisik.

B. Mengembangkan perilaku dan pikiran mindfulness

Mindfulness (kesadaran penuh) adalah keadaan pikiran yang berfokus pada pengenalan tentang apa yang dirasakan pada saat ini, tanpa melalui penilaian. Mindfulness berarti membawa perhatian ke momen saat ini, sambil menerima dan mengenali segala pikiran, emosi, dan perasaan fisik apa pun.  

Mempraktikkan mindfulness dapat membawa manfaat seperti:

  • Merasa lebih terhubung dengan diri sendiri, baik secara fisik maupun emosional
  • Kesadaran emosional yang lebih besar tentang diri sendiri dan individu di sekitarnya
  • Pemahaman yang lebih baik tentang emosi diri dan penyebabnya
  • Pengurangan stres

Untuk mengembangkan mindfulness (kesadaran penuh) agar hidup lebih tenang, setidaknya ada 6 formula mindfulness (kesadaran penuh) yang bisa di terapkan, yakni,

  1. Sadar makna dan tujuan
  2. Menikmati proses
  3. Olah fisik, selain olah pikir
  4. Memberikan Keseimbangan pada otak
  5. Mengembangkan sikap tenang
  6. Mengendalikan diri sepenuhnya

Mari kita bahas satu persatu.

1. Sadar makna dan tujuan

Mari kita hidup dengan sadar makna dan tujuan. Intinya hidup yang sadar.

2. Menikmati proses

Mari kita menikmati proses. Selama ini mungkin kita lebih terlatih menikmati hasil, tapi sebenarnya hidup ini sudah bisa kita nikmati di sejak proses.

Jadi tidak hanya skripsi yang sudah jadi yang indah, bisa di nikmati, tapi proses menyusun skripsi itu sebenarnya juga indah. Kalau ndak percaya boleh tanya kenangan-kenangan waktunya nyusun skripsi, pada teman-teman yang sudah lulus. Itu nanti ceritanya bisa macem-macem. Keindahan itu tidak hanya ada di hasil tapi juga di proses.

Misalnya, yang sekarang sudah menikah suami-istri yang semula pacarannya lama atau ngejar-ngejarnya lama. Itukan sejak proses sebenarnya sudah indah, sampai anak-cucu bisa di ceritakan. Proses ngejar-ngejar, proses pacaran sampai menikah, jadi proses itu indah. Perjuangan kita di pekerjaan memang melelahkan, capek, tapi nanti kalau sudah dapat pekerjaan ini proses ini juga bisa kita ceritakan pada anak cucu kita sebagai kenangan yang indah. Jadi mari kita menikmati hidup sejak proses.

Baca Juga: Hakikat Hidup Manusia

3. Olah fikir, olah fisik

Jadi maindfulnes itu bukan berarti orang pasif, tetapi juga aktif. Jadi hidup ini memerlukan oleh keterlibatan fisik kita, keterlibatan pikiran kita sepenuhnya.

4. Memberikan keseimbangan pada otak pada pikiran kita

Otak kita itukan ada bagian kiri, bagian kanan, ada unsur-unsur matematisnya, tapi ada juga unsur seninya. Otak juga di beri keseimbangan, ada istirahatnya, ada di pakainya. Kita harus tahu porsi- porsinya, jangan sampai overthinking, jangan sampai ndak di pakai sama sekali dan lain sebagainya.

5. Mengembangkan sikap tenang dan mengendalikan diri sepenuhnya

Ciri orang yang mindfulness (kesadaran penuh) berikutnya adalah kita bersikap tenang, mampu mengendalikan diri sepenuhnya. Cirinya orang yang maindfull itu sebenarnya di dua rumus yang terakhir hidup ini. Orangnya jadi tenang, menyikapi fenomena apapun dia tenang dan mampu mengendalikan diri, tidak reaktif.

Bukan berarti diam saja, tapi dia mendahulukan berfikir mendalam, mendahulukan menikmati apa yang terjadi, mendahulukan proses dan orientasi pada makna dan tujuan. Ini kemampuan mengendalikan diri namanyanya.

Jadi kalau temen-temen ingin mengembangkan mindfulness (kesadaran penuh) yah, kita sadar makna, sadar tujuan, kita mampu menikmati proses, termasuk menikmati hasil juga. Pastinya kita aktif, tidak pasif, hidup kita seimbang, lahir dan batin.

Aspek otak kanan, aspek otak kiri, yang berpikir kritis, yang berpikir kreatif dan tenang, serta mampu dan mengendalika diri sepenuhnya, inilah seseorang dalam kondisi mindfulness (kesadaran penuh).

C. Apa perbedaan antara pintar, cerdas, pandai, dan cerdik?

1. Pintar

Orang pintar merupakan orang yang mendapatkan ilmu pengetahuan dari belajar secara runut / teori. Biasanya disebut ahli, dan butuh skala nilai pengakuan kepintaran (report, sertifikat, gelar, piagam, piala dan sebagainya).

2. Cerdas

Orang yang cerdas mempunyai fungsi otak yang diatas rata-rata manusia. Biasanya cenderung ke daya kreatifitas, pola pikir diluar umum dan logika. Pengakuan hanya sebatas lisan dan pengamatan orang lain lewat test khusus yang rumit (psikotes)

3. Pandai

Orang yang pandai adalah orang yang ahli dalam mengolah motorik untuk menghasilkan sesuatu. Bedanya dengan pintar, pandai cenderung ahli dalam praktek menghasilkan produk. Contoh : pandai besi, pandai keris, pandai kayu, pandai batu dll.

4. Cerdik

Orang yang cerdik cemiliki kemampuan untuk melihat peluang yang tidak dipikirkan orang lain.

Sumber: Kuliah Filsafat Dr. FF

Demikian, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: