Penyakit Hati dalam Islam

17 Penyakit Hati dalam Islam

HermanAnis.com – Teman-teman semua, dalam kesempatan ini kita masih dalam bahasa belajar filsafat, di mana fokus kita adalah Penyakit Hati dalam Islam yang perlu Anda hindari. Menurut Ibnu Arabi yang di kutip oleh Buya Hamka, terdapat 17 Penyakit Hati dalam Islam yang Perlu di hindari.

  1. Futur
  2. Tamak
  3. Tabazzul
  4. safah
  5. Kharq
  6. Qasawah
  7. Khadar
  8. Khianat
  9. Membuka Rahasia
  10. Takabbur
  11. Khabats
  12. Bakhil
  13. Jubn
  14. Hasad
  15. Jaza
  16. Saghirul Himmah
  17. Al-Jaur
17 Penyakit Hati dalam Islam

Penyakit Hati dalam Islam

Menurut Ibnu Arabi, setidaknya ada 17 ada penyakit-penyakit budi atau penyakit hati. Kalaupun teman-teman sudah mengetahuinya, tulisan ini setidaknya dapat menjadi pengingat bagi kita semua, agar terhidar dari 17 Penyakit Hati dalam Islam ini.

Dalam sirah Nabi Muhammad SAW, di sebutkan bahwa, beliau setidaknya mengalami tiga kali pembersihan selama hiduonya, yang pertama waktu kecil, kedua sebelum menerima wahyu, dan yang ketiga yakni sebelum Isra dan Mi’raj.

Peristiwa yang dialami Nabi, tentu sangat berbeda yang kita semua, kita sebagai umatnya harus melakukan pembersihan sendiri. Pembersihan diri dari penyakit budi atau penyakit batin ini sangat penting. Hal ini bertujaun agar penyakit-penyakit tersebut tidak mengotori batin, karena menurut Imam Al-Ghazali, penyakit-penyakit inilah yang akan membuat batin menjadi gelap.

Baca Juga: Hakikat Hidup Manusia

Penjelasannya 17 Penyakit Hati dalam Islam yang perlu Anda di hindari adalah sebagai berikut:

1. Futur – 17 Penyakit Hati dalam Islam

Penyakit Hati dalam Islam yang perlu di hindari yang keenam adalah Futur atau Fujur. Futur itu tenggelam dalam syahwat, hawa nafsu. Hawa nafsu itu hasrat yang menggebu, menggelora, untuk sesuatu yang tidak baik atau tidak penting, yang menyelewengkanmu dari jalan yang seharusnya.

Hati-hati kalau tiba-tiba kamu di landa ambisi yang sangat kuat terhadap sesuatu, coba di cek itu on the right track atau tidak, kalau tidak kemungkinan Fujur.

Ingin lulus cepet dengan nilai cumlaude, dengan waktu tercepat, apapun caranya boleh. Hati-hati kamu cek lagi, jangan-jangan kamu menempuh jalan Fujur, niatmu bagus, tapi apapun saja boleh, ini dapat membahayakan. Kamu bisa terjebak dalam hawa nafsu.

Coba di tengok, kamu punya ambisi apa hari ini? kalo ndak punya apa-apa, itu nanti ada juga penyakitnya kalau kamu nggak punya apa-apa.

2. Tamak

Penyakit Hati dalam Islam yang perlu di hindari yang kedua adalah Tamak. Tamak itu perkembangan dari Fujur, Tamak itu menginginkan sesuatu yang tidak seharusnya di inginkan. Kalau fujur tadi adalah ada yang di inginkan, masuk akal, tapi jalannya salah. Kalau Syaroh atau tamak ini, mengingikan apa yang tidak seharusnya di inginkan.

Baca Juga: Cara Mengistirahatkan Pikiran agar Hidup lebih Tenang

3. Tabazzul – 17 Penyakit Hati dalam Islam

Penyakit Hati dalam Islam yang perlu di hindari yang ketiga adalah Tabazzul. Tabasyul itu tidak punya harga diri. Ciri-cirinya adalah suka berteman dengan orang yang moralnya rendah, sehingga dia bisa ikut jadi rendah.

Kalau futur dan tamak itu kan nengok ke dalam diri, kalau Tabazzul ini coba kamu nengok keluar, siapa saja yang ada di sekelilingmu, karakter orang seperti apa di kiri kananmu? Yang di dalam ada fujur, ada syaroh, yang di luar jangan-jangan ada tabazzul.

4. Safah

Penyakit Hati dalam Islam yang perlu di hindari yang keempat adalah safah. Safah itu mudah tersinggung, mudah marah, mudah mencaci. Sekarang ini safah ini bentuknya mungkin ndak dari mulutmu, tapi dari postingan-postinganmu, update statusmu, mudah tersinggung, mudah marah, atau mudah mencaci orang lain.

5. Kharq – 17 Penyakit Hati dalam Islam

Penyakit Hati dalam Islam yang perlu di hindari yang kelima adalah Kharq. Kharq itu menganggap diri sangat penting. Mengangap dunia itu pusatnya ada dalam dirinya, semua orang harus manut padanya.

Pokoknya akulah yang paling utama, akulah yang paling penting, selalu yang di pikirkan kepentingannya sendiri. Usul selalu berdasarkan kepentingannya sendiri.

Diantara pelajaran dari Isra Mi’raj adalah Nabi Muhammad SAW tiddak mikir kepentingannya sendiri, kalaulah Nabi berpikir kepentingannya sendiri, maka sudah selesai dengan bertemunya beliau dengan Allah SWT di Sidratul Muntaha. Nabi Muhammad SAW masih berpikir tentang umatnya, beliau tidak Kharq, tidak hanya mikir dirinya, namun memikirkan umatnya.

Oleh karena, pertemuan itulah puncak dari segala kenikmatan. Tidak ada lagi yang lebih nikmat dari itu, nikmat bertemu Allah. Momen yang paling dinantikan seluruh umat manusia di surga adalah bertemu dengan sang pencipta Allah SWT, itulah kenikmatan paling puncak.

Contoh lain, ketika Rasulullah di lempari batu di kota Thaif itu, malaikat yang melihatnya saja sampai tidak kuat, katanya malaikat “Rasulullah, kalaulah kamu mau, maka bumi Thoif saat ini juga aku akan balik, biarkan semua jadi hancur, biarkan semua orang diatasnya binasa”.

Tapi jawaban Rasul, “jangan, mereka begitu karena tidak tahu”, lalu, Nabipun mendoakan mereka, itu Rasulullah, beliau selalu memikirkan umatnya, tidak pernah Kharq. Sekarang ini, banyak orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri, mudah-mudahan kita semua terhidar dari sifat Kharq ini. Aamiin.

Baca Juga: Tujuh Nasihat Jalaludin Rumi

6. Qasawah

Penyakit Hati dalam Islam yang perlu di hindari yang keenam adalah Qasawah. Qasawah itu benci dan dendam. Kita biasanya suka sekali memelihara kebencian, kalau sudah benci sama orang, kapanpun dan di manapun di bawa kemana-mana. Kita memelihara kucing aja di tinggal di rumah, tapi memelihara kebencian kemana-mana kita bahwa.

Kebencian dan dendam ini di bawa terus itulah Qasawah. Apa sih untungnya kamu membawa kemana-mana benci dan dendam? Tidak ada untungnya selain kamu sendiri yang berat. Yang kamu benci itu ndak tahu kamu serepot itu membawa-bawa dirinya kemana-mana.

Jangan-jangan yang kamu benci sedang seneng-seneng, kamu sumpek terus dalam hatimu. Jadi kamu sibuk sendiri, sumpek sendiri.

7. Khadar – 17 Penyakit Hati dalam Islam

Penyakit Hati dalam Islam yang perlu di hindari yang ketujuh adalah Khadar. Khadar itu memungkiri janji, menghianati ampunan. Khadar itu, sudah di maafkan, berkhianat lagi. Ini penyakit budi atau hati yang agak parah. Tadinya salah di maafkan, tadinya keliru di maklumi, tapi tetap balik lagi. Ini budi yang cacat, ketika sudah di maafkan, jangan di ulangi.

8. Khianat

Penyakit Hati dalam Islam yang perlu di hindari yang kedelapan adalah Khianat. Khianat ini kita paham semua, perilaku menyalahi amanah.

9. Membuka Rahasia – 17 Penyakit Hati dalam Islam

Penyakit Hati dalam Islam yang Perlu di hindari kesembilan adalah Membuka Rahasia. Membuka rahasia juga termasuk akhlak tercela. Hati-hati, sekarang ini orang itu tidak hanya membuka rahasianya orang lain tapi, dengan sukacita membuka rahasianya sendiri.

Kalau ndak percaya, coba lihat postingannya temen-temenmu, ketika makan di angkringan aja di posting. Inikan bongkar rahasianya sendiri.

Hidup itu jadi menarik ketika ada misteri-misteri. Kalau terbuka 100 persen, itu ndak enak. Kalian yang punya pasangan, perhatikan rumus ini!

Kalau kamu masih ada misterinya, masih ngejar-ngejar, kamu masih penasaran, tapi begitu diterima, maka selesai, nggak menarik lagi, sudah selesai.

Biarkan dirimu ada misteri-misterinya dikit, jangan terlalu diobral. Jadi itu rumusnya, jangan langsung di iyakan kalau di kejar, biar penasaran. Usahakan masih ada yang di kejar-kejar, ada yang misteri.

Bahkan agama itu menarik sampai hari ini, itu karena masih banyak misterinya. Kamu kan masih penasaran kira-kira surga itu ada benar, apa ndak, neraka ada benar, apa ndak.

Jadi jangan mudah membongkar rahasia dirimu sendiri atau rahasianya orang lain.

10. Takabbur

Penyakit Hati dalam Islam yang perlu di hindari yang kesepuluh adalah Takabbur. Takabbur ini pasti biangnya semua kerendahan budi, itu kesombongan.

11. Khabats – 17 Penyakit Hati dalam Islam

Penyakit Hati dalam Islam yang perlu di hindari yang ke-11 adalah Khabats. Khabats itu adalah niat jahat. Niat saja kalau bisa jangan. Mengatakan, “awas kau, hati-hati”, itu sudah niat jahat, ini namanya Khabats namanya, tidak usah niat jelek.

12. Bakhil

Penyakit Hati dalam Islam yang perlu di hindari yang ke-12 adalah Bakhil. Kata Bakhil dapat diartikan sebagai kikir atau pelit. Sifat ini harus di hindari oleh setiap muslim. Sifat bakhil merupakan sikap egois, tercela dan dapat berakibat buruk baik di dunia maupun di akhirat. 

Penyakit bakhil merupakan penyakit rohani yang di picu oleh rasa cinta yang berlebihan terhadap dunia, seperti harta, kedudukan, peran dalam masyarakat dan lainnya. Orang yang bakhil menganggap bahwa harta kekayaannya adalah miliknya secara hakiki.

Sifat Bakhil ini sudh di peringkatkan Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 180; 

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan di kalungkan kelak dilehernya di hari kiamat

Ancaman terhadap sikap bakhil juga di jelaskan dalam sebuah hadits yang di riwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Hurairah; 

Barangsiapa yang dikaruniai Allah  kekayaan tetapi tidak mengeluarkan zakatnya, maka pada hari kiamat nanti kekayaan tersebut akan di jelmakan menjadi seekor ular yang sangat berbisa dan menakutkan dengan dua bintik di atas kedua matanya, kemudian kedua ular itu di kalungkan kelehernya dan menggigit pipinya. Katanya saya adalah kekayaanmu, saya adalah harta yang kamu tumpuk-tumpuk“.

Baca Juga: Apa saja Fitrah Manusia?

13. Jubn – 17 Penyakit Hati dalam Islam

Penyakit Hati dalam Islam yang perlu di hindari yang ke-13 adalah Jubn. Jubn itu pengecut atau ndak berani ngambil resiko.

14. Hasad

Penyakit Hati dalam Islam yang perlu di hindari yang ke-14 adalah Hasad. Hasad ini kita sudah tahu, orang yang jelek hatinya. Ingin orang lain susah, kalau ada orang lain senang, dia sumpek.

Hasad itu susah lihat orang lain seneng, senang lihat orang lain susah. Hari ini, ndak sadar kita sering Hasad, khususnya pada orang yang beda dengan kita, seperti yang beda pilihan.

Seneng liat yang lain jelek, dan susah kalau lihat yang lain baik. Sebenarnya diam-diam di hatimu ada rasa hasad. Dalam Al-Quran di surat Al-falaq, kita bahkan di perintahkan untuk berdoa agar berlindung dari orang-orang yang hasad ini.

17 Penyakit Hati dalam Islam

15. Jaza – 17 Penyakit Hati dalam Islam

Penyakit Hati dalam Islam yang perlu di hindari ke-15 adalah Jaza. Jasa ini kayak Jubn, ndak berani susah, ndak berani menghadapi resiko.

16. Saghirul Himmah

Penyakit Hati dalam Islam yang perlu di hindari yang ke-16 adalah Saghirul Himmah. Saghirul Himmah itu bermalas malasan. Ketika di tanya, “keinginanmu apa, cita-citamu apa”, jawabmu, “ndak tahu Pak, saya mengalir saja”, ini juga merupakan penyakit hati atau budi. Kamu harus tahu, hidup itu dalam kuasamu, jangan mengalir saja.

Arahkan ke yang baik-baik sesuai yang kamu tahu, lakukan yang bagus-bagus sesuai keinginanmu, jangan Saghirul Himmah, harus punya target.

Syukur-syukur lengkap, jangka pendek Saya ingin ini, jangka panjang saya ingin itu, jangka menengah Saya ingin ini. Itu lebih bagus, ada Himmah.

Misalnya, untuk urusan studi, saya ingin 2 tahun lagi lulus, karena kalau nggak mesti DO. Jangan Saghirul Himmah, ndak punya cita-cita, kelemahannya anak muda hari ini banyak yang ndak jelas, cita-citanya apa, keinginannya apa?

17. Al-Jaur – 17 Penyakit Hati dalam Islam

Penyakit Hati dalam Islam yang perlu di hindari yang ke-17 adalah Al-Jaur. Al-Jaur itu berlebihan. Mungkin ini baik, cuma perlu di ingat bahwa apa-apa itu ada kadarnya, harus tahu takarannya. Jangan over. Semua yang over itu jelek, termasuk kebaikan, ada beberapa kebaikan yang kalau over, jelek.

Agama Islam suka dengan keseimbangan, Nabi Muhammad SAW pernah memperingatkan bahkan memarahi sahabatnya yang hanya sholat terus atau ibadah terus, tanpa ada aktivitas dunia yang lain. Imbangkan antara dunia dan akhirat. Keseimbangan ini menunjukkan bahwa kita jangan berlebihan, akhirat iya, dunia iya.

Demikian 17 penyakit-penyakit budi atau penyakit budi menurut Ibnu Arabi yang di kutip oleh Hamka.

Terima kasih.
Sumber: Youtube FF


Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca