Debat Kusir: Sejarah, Hukum dalam Agama & Cara menghindarinya

Debat Kusir : Sejarah, Hukum dalam Agama & Cara menghindarinya

HermanAnis.com. Pada bagian ini kita akan mengkaji tentang Debat Kusir, sejarah istilah ini, hukum dalam agama, mengapa kita perlu menghindarinya, dan bagaimana cara agar terhindar darinya, hal ini mungkin bisa berguna bagi anda yang suka berdebat, sehingga dalam berdebat nantinya bisa lebih maksimal.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Debat kusir dalam kamus besar bahasa Indonesia dan Wikipedia adalah debat yang tidak di sertai argumentasi yang rasional atau masuk akal atau debat yang tidak berguna atau tidak ada kesimpulan akhir.

A. Sejarah Debat Kusir

Istilah debat kusir, ini sering di artikan sebagai, debat yang tidak ada gunanya, sia-sia, tidak ada keputusan akhir. Dari beberapa sumber, cerita tentang debat ini berawal dari cerita tentang perdebatan antara Pak Kusir dan temannya.

Sebagaimana di ketahui, salah satu alat transportasi yang di gandrungi adalah Delman. Dari sinilah istilah ini bermula. Dalam suatu kesempatan, Pak Kusir sambil menunggu penumpang asyik berbincang-bincang dengan temannya. Dalam perbincangan terjadilah obrolan-obrolan bebas antara mereka.

Waktu saling ngobrol, salah satu kuda kentut. Begitu mendengar kudanya kentut, Pak Kusir bilang “kudaku masuk angin”, namun kemudian temannya menimpali “tidak, kudanya keluar angin”.

Terjadilah perdebatan antara mereka, yang tidak selesai-selesai. Debat inilah yang kemudian di istilahkan sebagai debat kusir, debat yang tidak ada ujung pangkalnya.

B. De’bat Kusir dalam pandangan Agama Islam

Debat Kusir : Sejarah, Hukum dalam Agama & Cara menghindarinya
Sumber: Shopee

Hukum Debat Kusir dalam agama islam adalah wajib di hindari. Maksudnya adalah jika anda menemukan situasi yang mengarah kepada debat ini, maka anda wajib untuk segera meninggalkan perdebatan tersebut.

Debat model tidak akan ada manfaatnya, dan bahkan dapat membawa dampak buruk bagi anda.

Pada media sosial contohnya, walaupun kita sudah berniat berdiskusi dengan baik akan tetapi terkadang diskusinya akan ada peluang untuk menjadi debat kusir.

Jika anda mengalami situasi seperti itu, mengalah adalah langkah yang sangat baik dan di anjurkan.

Hal ini agar anda terhindar dari tanda Allah SWT berpaling dari hamba-Nya, karena “kita tidak akan bisa menang debat melawan orang yang bodoh dan tidak beradab“ dan ungkapan Imam Syafi’i “Tidaklah aku mendebat orang bodoh, pasti aku akan kalah

C. Mengapa Debat Kusir perlu anda hindari?

Debaat kusir jika anda jalani dan ladeni, maka setidaknya akan berada dalam situasi:

  • Terlihat bodoh. Debat model ini menunjukkan kita tidak pintar, tidak cerdas.
  • Menjatuhkan harga diri sendiri. Orangnya pintar sih, tapi begitu tampil di TV, gaya debatnya debat kusir, ingin menang sendiri, dia merasa yang paling benar, tidak mau menerima pendapat lawan debat. Hal ini akan menjatuhkan harga diri
  • Muncul permasalahan baru. Debat model ini hanya akan memunculkan masalah baru, karena masing-masing berdebat bukan untuk mencari kebenaran yang hakikat
  • Membuang waktu. Sering kali debat model ini hanya membuang-buang waktu. Dua tiga jam habis tapi tak ada hasil.
  • Memperkeruh masalah dari pada menyelesaikan masalah. Orang tidak mentargetkan menemukan kebenaran, namun targetnya musuhnya kalah, lawan debatnya kalah. ini bisasanya hanya menambah masalah saja.

Inilah menjadi dasar atau alasan mengapa Debat model ini perlu anda hindari.

D. Cara agar terhindar dari De’bat Kusir

Perdebatan yang tidak didasari oleh adab dan ilmu maka hanya akan menyebabkan perselisihan berkelanjutan, perkelahian, permusuhan, dan perpecahan.

Sesungguhnya, kita semua itu bersaudara, janganlah saling mencaci, saling berburuk sangka, saling menyakiti, dan saling menjatuhkan.

Oleh karena itu, seseorang mesti bijak dan menahan diri saat berhadapan dengan sesuatu yang bertentangan dengan pandangan pribadinya, tidak bersikap terlalu reaksioner, serta tidak tergesa gesa memvonis atau membantah.

Jika ingin mendebat, ia mesti tahu diri dengan mengukur kapasitasnya dan menghormati otoritas.

Untuk mengetahui bagaimana cara berdebat yang baik dan benar agar terhindar dari ini, silahkan anda membaca artikel berikut.

Baca Juga:

Demikian bahasan tentang debat kusir. Mudah-mudahan bermanfaat.

Hr Sop.

Etika Menurut Socrates

Herman Anis
11 min read

17 Jenis Penyakit Hati

Herman Anis
6 min read

Hakikat Hidup Manusia

Herman Anis
7 min read

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: