Aspek Aspek Konsep Diri

Aspek Aspek Konsep Diri

HermanAnis.com – Teman-teman semua, pembahasan kita kali ini adalah aspek konsep diri. Artikel ini akan membahas bagaimana padangan para pakar terkait dimensi atai aspek konsep diri.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Konsep Diri adalah gambaran yang ada pada diri individu yang berisi tentang bagaimana individu melihat dirinya sendiri sebagai pribadi yang disebut dengan pengetahuan diri, bagaimana individu merasa atas dirinya yang merupakan penilaian atas dirinya sendiri serta bagaimana individu menginginkan dirinya sendiri sebagai manusia yang diharapkan.

Konsep diri tidak hanya mempengaruhi individu dalam karakter tetapi juga tingkat kepuasan yang diperoleh dalam hidupnya. Setiap individu pasti memiliki konsep diri dan dapat berkembang menjadi Self Concept positif maupun negatif, namun demikian kita pada umumnya tidak tahu apakah konsep diri yang dimiliki itu negatif atau positif.

A. Aspek konsep diri menurut Calhoun & Acocella

Aspek aspek konsep diri menurut Calhoun & Acocella terdiri dari tiga aspek yaitu pengetahuan yang di miliki individu mengenai dirinya sendiri, pengharapan yang di miliki individu untuk dirinya sendiri dan penilaian mengenai diri sendiri. Self concept merupakan gambaran mental yang di miliki oleh seorang individu.

Aspek Konsep Diri

1. Pengetahuan

Aspek atau di mensi pertama dari konsep diri adalah pengetahuan. Pengetahuan yang di miliki individu merupakan apa yang individu ketahui tentang dirinya. Dalam benak setiap individu ada satu daftar julukan yang menggambarkan tentang dirinya

Hal ini mengacu pada istilah-istilah kuantitas seperti nama, usia, jenis kelamin, kebangsaan, pekerjaan, agama dan sebagainya dan sesuatu yang merujuk pada istilah-istilah kualitas, seperti individu yang egois, baik hati, tenang dan bertemperamen tinggi.

Pengetahuan bisa di peroleh dengan membandingkan diri individu dengan kelompok pembandingnya (orang lain). Pengetahuan yang di miliki individu tidaklah menetap sepanjang hidupnya, pengetahuan bisa berubah dengan cara merubah tingkah laku individu tersebut atau cara mengubah kelompok pembanding.

Dalam membandingkan diri sendiri dengan orang lain maka julukan yang tepat untuk membedakan adalah perbadaan kualitas.

2. Harapan

Aspek atau di mensi kedua dari konsep diri adalah harapan. Harapan merupakan aspek dimana individu mempunyai berbagai pandangan kedepan tentang siapa dirinya, menjadi apa di masa mendatang, maka individu mempunyai pengharapan terhadap dirinya sendiri.

Singkatnya, individu mempunyai harapan bagi dirinya sendiri untuk menjadi diri yang ideal dan pengharapan tersebut berbeda-beda pada setiap individu.

3. Penilaian

Aspek terakhir dari konsep diri adalah penilaian terhadap diri sendiri. Individu berkedudukan sebagai penilai terhadap di rinya sendiri setiap hari. Penilaian terhadap diri sendiri adalah pengukuran individu tentang keadaannya saat ini dengan apa yang menurutnya dapat dan terjadi pada di rinya.

Intinya, setiap individu berperan sebagai penilai terhadap di rinya sendiri dan dengan menilai hal ini merupakan standar masing-masing individu.

B. Dimensi konsep diri menurut Song & Hattie, Pudjijogjanti & Suryabrata

Aspek Konsep Diri

Aspek Aspek Konsep Diri. Sementar menurut Pudjijogjanti Self Concept secara global terdiri dari tiga aspek, yaitu konsep diri general, self concept mayor, dan self concept spesifik.

  1. Konsep diri general merupakan cara individu dalam memahami keseluruhan di rinya dan hal ini sulit untuk di rubah, karena sudah melekat.
  2. Self concept mayor merupakan cara individu memahami konteks sosial, fisik dan akademis dari di rinya.
  3. Self concept spesifik merupakan cara individu memahami di rinya berkaitan dengan aktivitas dalam berkegiatan sosial, fisik dan akademis.

Menurut Song & Hattie membagi Self Concept dalam dua bagian yaitu self concept akademik dan penampilan individu yang bersangkutan.

Sementara konsep diri menurut Suryabrata memiliki beberapa aspek yaitu bagaimana orang:

  1. mengamati di rinya sendiri
  2. berpikir tentang di rinya sendiri
  3. menilai di rinya sendiri
  4. berusaha dengan berbagai cara untuk menyempurnakan dan mempertahankan diri.

C. Aspek konsep diri menurut Hurlock, Nashori & Thalib

Aspek Aspek Konsep Diri. Menurut Hurlock konsep diri yaitu keyakinan tentang diri sendiri yang meliputi diri fisik, diri psikologis, diri sosial dan diri akademis.

Sedangkan menurut Nashori membagi konsep diri lebih luas ke dalam enam bagian yaitu self concept fisik, konsep diri pribadi, sosial, moral etis, keluarga dan konsep diri akademik.

Menurut Syamsul Bachri Thalib, menyatakan bahwa dimensi Self Concept di bedakan menjadi self concept akademis dan konsep diri non-akademis.

Konsep diri non-akademis di bedakan lagi menjadi konsep diri sosial dan penampilan diri. Jadi, pada dasarnya self concept mencakup aspek konsep diri akademis, self concept sosial dan penampilan diri.

D. Dimensi konsep diri menurut Fitts

Aspek Aspek Konsep Diri. Sementara itu, Fitts membagi di mensi atau aspek konsep diri menjadi dua yaitu di mensi internal dan di mensi ekternal.

1. Dimensi atau aspek Internal

Aspek internal atau disebut juga kerangka acuan internal (internal frame of reference) adalah penilaian yang di lakukan individu yaitu penilaian yang dilakukan individu terhadap di rinya sendiri berdasarkan dunia dalam di rinya. Aspek ini terdiri dari tiga bentuk, yaitu:

Aspek Konsep Diri

a. Diri Identitas (identity self)

Bagian diri ini merupakan aspek yang paling mendasar pada konsep diri dan mengacu pada pertanyaan, “siapakah saya”.

Dalam pertanyaan tersebut tercakup label-label dan simbol- simbol yang di berikan pada diri (self) oleh individu-individu yang bersangkutan untuk menggambarkan di rinya dan membangun identitasnya.

b. Diri Pelaku (behavioral self)

Diri pelaku merupakan persepsi individu tentang tingkah lakunya, yang berisikan segala kesadaran mengenai apa yang di lakukan oleh di rinya. Selain itu, bagian ini juga berkaitan dengan diri identitas.

c. Diri Penerimaan atau Penilai (judging self)

Diri penilai berfungsi sebagai pengamat, penentu standar, dan evaluator. Kedudukannya sebagai perantara antara diri identitas dan diri pelaku.

Individu cenderung memberikan penilaian terhadap apa yang di persepsikannya. Selanjutnya, penilaian ini lebih berperan dalam menentukan tindakannya yang akan di tampilkannya.

Baca Juga: Konsep Diri dalam Perspektif Islam

2. Lima Dimensi eksternal Konsep Diri

Pada di mensi eksternal, individu menilai di rinya sendiri melalui hubungan dan aktivitas sosialnya, nilai-nilai yang di anutnya, serta hal-hal lain di luar di rinya, misalnya diri yang berkaitan dengan sekolah, organisasi, agama, dan sebagainya.

Di mensi atau aspek ekternal ini di bedakan atas lima bentuk, yaitu :

a. Diri Fisik (physical self)

Diri fisik menyangkut persepsi seseorang terhadap di rinya sendiri secara fisik. Dalam hal ini terlihat persepsi seseorang mengenai kesehatan di rinya, penampilan di rinya (cantik, jelek, menarik, tidak menarik) dan keadaan tubuhnya (tinggi, pendek, gemuk, dan kurus).

b. Diri Etik-moral (moral-ethical self)

Bagian ini merupakan persepsi seseorang terhadap di rinya di lihat dari standar pertimbangan nilai moral dan etika. Hal ini menyangkut persepsi seseorang mengenai hubungan dengan Tuhan, kepuasaan seseorang akan kehidupan keagamaannya dan nilai-nilai moral yang di pegangnya, yang meliputi batasan baik dan buruk.

c. Diri Pribadi (personal self)

Diri pribadi merupakan persepsi seseorang tentang keadaan pribadinya. Hal ini di pengaruhi oleh sejauh mana individu merasa puas dengan pribadinya atau sejauh mana ia merasa di rinya sebagai pribadinya atau sejauh mana ia merasa di rinya sebagai pribadi yang tepat.

d. Diri Keluarga (family self)

Diri keluarga menunjukkan perasaan dan harga diri seseorang dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga. Bagian ini menunjukkan seberapa jauh seseorang merasa kuat terhadap di rinya sebagai anggota keluarga, serta terhadap peran maupun fungsi yang di jalankannya sebagai anggota dari suatu keluarga.

Aspek Konsep Diri

5. Diri Sosial (social self)

Bagian ini merupakan penilaian individu terhadap interaksi di rinya dengan orang lain maupun lingkungan di sekitarnya.

Dari uraian di atas dapat di simpulkan dalam menjelaskan aspek-aspek konsep diri, tampak bahwa pendapat para ahli saling melengkapi, sehingga dapat di katakan bahwa dimensi self concept mencakup aspek akademik, aspek sosial, aspek fisik, dan aspek norma atau nilai.

E. Kesimpulan

Aspek Konsep Diri

Aspek Aspek Konsep Diri. Berdasarkan uraian di atas dapat di simpulkan bahwa self concept yang di miliki setiap individu terdiri tiga aspek, yaitu pengetahuan tentang diri sendiri, harapan mengenai diri sendiri dan penilaian mengenai diri sendiri.

Pengetahuan adalah apa yang individu ketahui tentang di rinya baik dari segi kualitas maupun kuantutas, pengetahuan ini bisa di peroleh dengan membandingkan diri dengan orang lain dan pengetahuan yang di miliki individu bisa berubah-ubah.

Harapan adalah apa yang individu inginkan untuk di rinya dimasa yang akan datang dan harapan bagi setiap orang berbeda-beda. Sedangkan penilaian adalah pengukuran yang di lakukan individu tentang keadaan di rinya saat ini dengan apa yang menurut di rinya terjadi.

Singkatnya, bahwa konsep diri merupakan gambaran dari pengetahuan, harapan dan penilaian tentang di rinya dalam kehidupan bersama dengan orang lain.

Sehingga konsep diri tidak dapat di pisahkan dari konsep diri fisik, self concept sosial, dan konsep diri psikologis. Secara umum konsep diri di rumuskan dalam aspek atau di mensi yang berbeda-beda bergantung pada sudut pandang masing- masing ahli.

Dengan Self Concept atau konsep diri yang baik, maka dalam konteks pendidikan di harapkan dapat memperkuat karakter peserta didik yang merupakan program utama Kemdikbud.

Baca Juga :
Apa itu Konsep Diri?
Faktor Yang Mempengaruhi Konsep Diri
Jenis Konsep Diri
Perkembangan Konsep-Diri

F. Sumber Rujukan

  • Baron, R. A., & Byrne, D. 1997. Social Psychology, 8thed. Boston:Allyn&Bacon.
  • Desmita. 2014. Psikologi Perkembangan Peserta Didik, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.
  • Elizabeth B. Hurlock, 1978. Perkembangan Anak Jilid 2. Terjemahan oleh Meitasari Tjandrasa, Erlangga, Jakarta.
  • Hendriati Agustiani. 2009. Psikologi Perkembangan (Pendekatan Ekologi Kaitannya dengan Konsep Diri dan Penyesuaian Diri pada Remaja), PT Refika Aditama, Bandung.
  • Syamsul Bachri Thalib. 2013. Psikologi Pendidikan Berbasis Analisis Empiris Aplikatif., Kencana, Jakarta.
  • Wasty soemanto. 2012. Psikologi Pendidikan Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan, PT Rineka Cipta, Jakarta.

Demikian
Terima kasih telah membaca artikel ini.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: