Jenis Jenis Konsep Diri

Jenis Jenis Konsep Diri

HermanAnis.com – Teman-teman semua, pembahasan kita kali ini adalah Jenis Jenis Konsep Diri. Setidaknya ada dua jenis dari konsep diri yaitu, konsep diri positif dan konsep diri negatif. Untuk selengkapnya silahkan lanjutkan untuk membaca.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

A. Jenis konsep diri menurut William D Brooks & Philip Emmen

William D Brooks & Philip Emmen membagi pola konsep diri menjadi 2 yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif.

1. Jenis Konsep diri positif menurut William D Brooks & Philip Emmen

Jenis Jenis Konsep Diri

Ciri-ciri dari jenis konsep diri positif yang dapat kita tandai di antaranya adalah:

  1. Yakin akan kemampauan mengatasi masalah. Sehingga dia akan memiliki keyakinan bahwa ia mampu mengatasi masalah yang di hadapinya.
  2. Merasa setara dengan orang lain.
  3. Menerima pujian tanpa rasa malu/bersalah.
  4. Menyadari bahwa setiap orang memiliki keinginan, perasaan serta perilaku yang seluruhnya belum tentu disetujui oleh masyarakat.
  5. Mampu memperbaiki diri karena sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak di senanngi dan berusaha mengubahnya. Selain itu, dia juga mengetahui dan menyadari kekurangan-kekurangan yang ada dalam dirinya dan berusaha memperbaikinya.

2. Konsep diri negatif menurut William D Brooks & Philip Emmen

Ciri-ciri dari jenis konsep diri negatif yang dapat kita tandai di antaranya adalah:

  1. Peka terhadap kritikan.
  2. Responsif terhadap pujian antusias dalam menerima pujian dan terlalu di tampakkan.
  3. Hiperkritis. Dampak dari pujian menjadikan individu menjadi suka mencela, mengkritik, dan meremehkan orang lain
  4. Memiliki kecenderungan merasa tidak di senangi oleh orang lain. Reaksinya memandang orang lain sebagai musuh, karena dia merasa  tidak di perhatikan.
  5. Pesimis terhadap kompetisi.

Setiap orang mempunyai perbedaan dalam menerima dirinya sendiri maupun menerima apa pendapat orang lain tentang dirinya, maka konsep diri yang muncul pasti berbeda dan karakteristik dari konsep diri tersebut tidaklah sama.

Ada pendapat yang menyebut konsep diri tinggi, sedang, rendah, dan ada yang membedakan atas konsep diri positif dan negatif.

B. Jenis Konsep diri menurut Calhoun & Acocella

Hal yang sejalan di kemukakan oleh Calhoun & Acocella, di mana, ia membagi konsep diri menjadi dua jenis, yaitu konsep diri yang positif dan konsep diri yang negatif.

1. Konsep diri positif menurut Calhoun & Acocella

Konsep diri yang lebih berupa penerimaan diri bukan sebagai suatu  kebanggaan yang besar tentang dirinya, dapat memahami dan menerima dirinya sendiri secara apa adanya, evaluasi terhadap dirinya sendiri menjadi  positif dan dapat menerima orang lain.

Individu yang memiliki konsep diri  positif akan merancang tujuan-tujuan yang sesuai dengan realitas, yaitu tujuan yang memiliki kemungkinan besar untuk dapat di capai, pengetahuan yang luas, harga diri yang tinggi, mampu menghadapi kehidupan di depannya serta menganggap bahwa hidup adalah suatu proses penemuan.

Singkatnya, individu yang memiliki konsep diri positif adalah individu yang tahu betul siapa di rinya sehingga di rinya menerima segala kelebihan dan kekurangan, evaluasi terhadap di rinya menjadi lebih positif serta mampu merancang tujuan-tujuan yang sesuai dengan realitas.

2. Konsep diri negatif menurut Calhoun & Acocella

Calhoun & Acocella membagi konsep diri negatif  menjadi dua tipe, yaitu:

  1. Pandangan seseorang tentang di rinya sendiri benar-benar tidak teratur, tidak memiliki parasaan kestabilan dan keutuhan diri. Individu tersebut benar-benar tidak tahu siapa di rinya, apa kelemahan dan kelebihannya atau  apa yang ia hargai dalam kehidupannya.
  2. Pandangan tentang di rinya yang terlalu kaku, stabil dan teratur. Hal ini  bisa terjadi sebagai akibat didikan yang terlalu keras dan kepatuhan yang  terlalu kaku. Disini, individu merupakan aturan yang terlalu keras pada di rinya sehingga tidak dapat menerima sedikit saja penyimpangan atau  perubahan dalam kehidupannya.

Singkatnya, individu yang memiliki konsep diri negatif terdiri dari dua tipe, tipe pertama yaitu individu yang tidak tahu siapa di rinya dan tidak mengetahui kekurangan dan kelebihannya, sedangkan tipe kedua adalah individu yang memandang di rinya dengan sangat tratur dan stabil.

C. Jenis Konsep diri menurut Rogers

Menurut Rogers jenis konsep diri terdiri dari atas dua, yakni konsep menerima dan menolak.

  1. Konsep diri menerima, yaitu seseorang menerima pengalaman sesuai dengan self
  2. Konsep diri menolak, yaitu apabila pengalaman yang diterima tidak sesuai dengan self.

Singkatnya, konsep diri menerima akan berkembang menjadi konsep diri positif, sedangkan konsep diri menolak akan berkembang menjadi konsep diri negatif.

D. Konsep diri positif dan negatif

Sikap diri yang positif berbeda dengan kesombongan atau keegoisan, konsep diri yang positif lebih mengarah pada penerimaan diri secara apa adanya dan mengembangkan harapan yang realistis sesuai dengan kemampuan yang di miliki.

Berdasarkan ulasan tersebut dapat di simpulkan bahwa individu yang mempunyai konsep diri yang positif merupakan orang yang mampu menikmati apa yang ada dalam di rinya baik kekurangan maupun kelebihannya.

Mampu menerima saran dan kritik ataupun pujian dari orang lain tanpa merasa tersinggung, puas terhadap keadaan diri dan yakin akan kemampuannya meraih cita-cita.

Konsep diri negatif merupakan penilaian yang negatif terhadap diri. Individu yang mempunyai konsep diri negatif, informasi baru tentang di rinya hampir pasti menjadi kecemasan, rasa ancaman terhadap diri.

Apapun yang diperoleh tampaknya tidak berharga di bandingkan dengan apa yang diperoleh orang lain. Ia selalu merasa cemas dan rendah diri dalam pergaulan sosialnya karena tiadanya perasaan yang menghargai pribadi dan penerimaan terhadap di rinya.

Jadi orang yang memiliki konsep diri negatif, selalu memandang negatif pada berbagai hal. Ia merasa tidak puas dengan apa yang di miliki dalam hidup dan selalu merasa kurang, merasa tidak cukup mempunyai kemampuan untuk meraih cita-cita yang di inginkan.

Individu tersebut merasa rendah dan tidak mau mengakui kelebihan orang lain, ia tidak dapat menerima apabila ada orang lain yang lebih segalanya darinya. Oleh karena itu ia selalu mengikuti apa yang di kerjakan oleh orang lain.

E. Kesimpulan

Dari uraian mengenai jenis konsep diri di ketahui bahwa terdapat perbedaan mendasar antara konsep diri yang negatif dan konsep diri yang positif.

Konsep diri negatif merupakan penghambat utama dalam perilaku yang menyebabkan individu tersebut tidak dapat onyektif memandang diri dan potensi-potensinya.

Konsep diri yang baik adalah konsep diri yang positif, berisi pandangan-pandangan yang obyektif terhadap kekurangan dan kelebihan diri.

Jadi konsep diri yang positif bukanlah konsep diri yang ideal, yakni konsep diri yang berisi tentang bagaimana ia seharusnya dan lebih mengarah pada kesesuian antara harapan dengan penerimaan terhadap keadaannya saat ini.

Dengan Self Concept atau konsep diri yang baik, dalam konteks pendidikan di harapkan dapat memperkuat karakter peserta didik yang merupakan program utama Kemdikbud.

Baca Juga :

Sumber Rujukan

  • Baron, R. A., & Byrne, D. 1997. Social Psychology, 8thed. Boston:Allyn&Bacon.
  • Berk, L.E. 1996. Infants, Children and Adolesence. USA: Allyn & Bacon
  • Elizabeth B. Hurlock, 1978. Perkembangan Anak Jilid 2. Terjemahan oleh Meitasari Tjandrasa, Erlangga, Jakarta.
  • Syamsul Bachri Thalib. 2013. Psikologi Pendidikan Berbasis Analisis Empiris Aplikatif., Kencana, Jakarta.
  • Wasty soemanto. 2012. Psikologi Pendidikan Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan, PT Rineka Cipta, Jakarta.

Demikian
Terima kasih telah membaca artikel ini.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: