Taksonomi Marzano dalam Penyusunan Tujuan Pembelajaran

Perbedaan Taksonomi Bloom (Revisi), McTighe dan Wiggins, dan Taksonomi Marzano

HermanAnis.com – Teman-teman semua, pada tulisan kali ini kita akan membahas tentang Taksonomi Marzano dalam Penyusunan Tujuan Pembelajaran. Taksonomi Marzano adalah sebuah kerangka kerja pendidikan yang membedah dan mengklasifikasikan tingkat keterampilan kognitif, sikap, dan domain pengetahuan yang di harapkan dari siswa.

Taksonomi ini dikembangkan oleh Robert J. Marzano, seorang pakar pendidikan yang terkenal, taksonomi ini bertujuan untuk membantu pendidik dalam merencanakan pengajaran yang efektif, menetapkan tujuan pembelajaran yang jelas, dan mengevaluasi kemajuan siswa dengan cara yang terstruktur dan komprehensif.

Dibandingkan dengan taksonomi lainnya, seperti Taksonomi Bloom yang lebih terkenal, Taksonomi ini menyelidiki aspek kognitif, sikap, dan domain pengetahuan secara terperinci. Dengan fokus yang komprehensif ini, Marzano menawarkan sudut pandang yang lebih luas dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Taksonomi Marzano menyoroti tiga domain utama: domain pengetahuan, keterampilan kognitif, dan sikap. Di dalam setiap domain tersebut, terdapat tingkatan atau level yang merefleksikan tingkat kompleksitas dari kemampuan yang di inginkan dari siswa. Pendekatan ini memungkinkan pendidik untuk memahami dan mengelola proses pembelajaran siswa dengan lebih terstruktur dan terukur.

Baca Juga:

D. Taksonomi marzano dalam penyusunan tujuan pembelajaran

Model Taksonomi Marzano memainkan peran penting dalam penyusunan tujuan pembelajaran yang jelas dan terukur. Taksonomi ini memberikan landasan yang kuat untuk merancang tujuan pembelajaran yang komprehensif, yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan kognitif, dan sikap siswa.

Baca Juga: Dimensi Pengetahuan dalam Taksonomi Bloom Revisi

Dalam penyusunan tujuan pembelajaran, Taksonomi Marzano menekankan tiga domain utama:

1. Domain Pengetahuan

  • Level-Level Pengetahuan: Memiliki tingkatan mulai dari mengingat informasi dasar hingga menerapkan pengetahuan dalam situasi yang baru.

Domain Pengetahuan dalam Taksonomi Marzano:

  • Mengingat informasi atau fakta.
  • Memahami konsep atau prinsip-prinsip yang di ajarkan.
  • Menerapkan pengetahuan atau konsep dalam situasi baru.
  • Analisis terhadap informasi atau konsep.
  • Mensintesis informasi menjadi pemahaman yang lebih besar.
  • Mengevaluasi atau menilai informasi atau konsep.

2. Domain Keterampilan Kognitif

  • Level-Level Keterampilan Kognitif: Meliputi kemampuan berpikir kritis, analitis, mencipta, serta menggunakan strategi metakognitif untuk belajar.

Domain Ketrampilan Kognitif dalam Taksonomi Marzano

  • Proses berpikir kritis.
  • Mengelola sumber daya kognitif.
  • Menerapkan metakognisi atau pemahaman akan proses belajar.
  • Proses berpikir kreatif.

3. Domain Sikap

  • Level-Level Sikap: Termasuk dalam domain ini adalah sikap siswa terhadap pembelajaran, sosial, dan terhadap diri sendiri.

Domain Sikap dalam Taksonomi Marzano

  • Sikap terhadap pembelajaran, seperti motivasi dan ketekunan.
  • Sikap sosial, seperti kerjasama dan toleransi.
  • Sikap terhadap diri sendiri, seperti percaya diri dan tanggung jawab.

Dengan menggunakan taksonomi ini, pendidik dapat merumuskan tujuan pembelajaran yang lebih spesifik dan terukur. Mereka dapat menentukan secara lebih tepat apa yang di harapkan dari siswa pada setiap level pengetahuan, keterampilan kognitif, dan sikap yang di inginkan. Misalnya, tujuan bisa merinci apa yang siswa harus ingat, memahami, atau mampu lakukan dalam menerapkan pengetahuan dalam situasi baru.

Taksonomi Marzano membantu menyusun tujuan pembelajaran yang lebih terperinci dan membimbing proses pengajaran agar lebih terfokus pada pengembangan yang holistik pada siswa. Dengan demikian, memahami dan menerapkan prinsip-prinsip taksonomi ini dapat meningkatkan efektivitas pengajaran dan pengukuran kemajuan siswa.

Dengan memahami taksonomi Marzano, pendidik dapat merancang pengalaman belajar yang menargetkan berbagai aspek penting dalam perkembangan siswa, mulai dari penguasaan pengetahuan hingga perkembangan sikap yang positif terhadap pembelajaran. Ini memberikan fondasi yang kokoh untuk pengajaran yang berfokus pada pengembangan pribadi dan akademis siswa secara komprehensif.

Setiap domain memiliki tingkatan atau level yang merefleksikan tingkat kompleksitas dari kemampuan yang di inginkan. Taksonomi Marzano menekankan pengembangan kurikulum yang melibatkan siswa dalam berbagai aktivitas yang mendorong mereka untuk mencapai level-level tersebut.

Pendekatan ini menekankan penguasaan berbagai keterampilan kognitif, sikap yang positif terhadap pembelajaran, serta penggunaan strategi pembelajaran yang beragam untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih luas. Taksonomi Marzano memberikan pandangan yang komprehensif terhadap perkembangan siswa, tidak hanya dalam hal pengetahuan, tetapi juga dalam keterampilan dan sikap yang di perlukan dalam kehidupan mereka.

Baca Juga: 6 Bentuk Pemahaman oleh McTighe dan Wiggins dalam Capaian Pembelajaran

B. Level pengetahuan dalam Taksonomi Marzano

Taksonomi Marzano menyajikan enam level yang merujuk pada kemampuan siswa dalam memproses dan menggunakan pengetahuan. Level-level ini di rancang untuk mencerminkan kompleksitas dalam berpikir dan pemahaman siswa. Berikut adalah enam level dalam Taksonomi Marzano:

1. Retrieving (Mengingat)

Siswa mampu mengingat informasi yang telah di pelajari secara langsung, seperti fakta, data, atau detail penting.

2. Understanding (Memahami)

Siswa dapat menjelaskan atau menginterpretasikan informasi yang di pelajari dalam konteks yang lebih luas. Mereka memahami makna dan hubungan antara konsep-konsep yang di pelajari.

3. Applying (Menerapkan)

Kemampuan untuk menerapkan pengetahuan atau konsep dalam situasi yang berbeda atau dalam konteks yang baru. Siswa mampu menggunakan informasi yang di pelajari dalam konteks praktis.

4. Analyzing (Menganalisis)

Siswa mampu menganalisis informasi dengan memecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, mengidentifikasi hubungan atau pola, serta memahami struktur dan komponen-komponennya.

5. Generating (Menghasilkan)

Kemampuan untuk menghasilkan ide, hipotesis, atau solusi berdasarkan informasi yang telah di pelajari. Siswa dapat membuat sesuatu yang baru atau mengaplikasikan pengetahuan mereka secara kreatif.

6. Evaluating (Mengevaluasi)

Siswa mampu mengevaluasi informasi, argumen, atau ide-ide yang ada. Mereka dapat membuat penilaian kritis terhadap kebenaran, kecocokan, atau kehandalan suatu konsep atau informasi.

Level-level ini mencerminkan progresivitas dalam kompleksitas pemahaman siswa. Mulai dari mengingat informasi hingga kemampuan menghasilkan, menerapkan, dan mengevaluasi ide atau informasi. Taksonomi Marzano memberikan pedoman bagi pendidik untuk merencanakan pembelajaran yang memadukan tujuan pembelajaran yang jelas dengan pengembangan kemampuan kognitif siswa dalam berpikir dan memproses informasi.

C. Perbedaan Taksonomi Bloom (Revisi), McTighe dan Wiggins, dan Marzano

Taksonomi Bloom (Revisi), Taksonomi Marzano, dan pendekatan McTighe dan Wiggins (Understanding by Design) adalah kerangka kerja yang berbeda dalam pendidikan, namun memiliki beberapa persamaan dan perbedaan dalam pendekatan pembelajaran dan penilaian.

Berikut beberapa persamaan ketiganya.

  1. Tujuan Pemahaman yang Mendalam: Ketiganya menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam atas konsep dan penerapan pengetahuan dalam konteks nyata sebagai tujuan utama pembelajaran.
  2. Pengembangan Kemampuan Kognitif: Semua kerangka kerja ini mengupayakan pengembangan kemampuan kognitif siswa, dari level yang lebih rendah hingga yang lebih tinggi, meskipun menggunakan istilah dan pendekatan yang berbeda.
  3. Penilaian yang Autentik: Ketiganya menekankan pentingnya penilaian yang autentik yang mencerminkan pemahaman yang mendalam siswa terhadap materi pelajaran dan kemampuan mereka dalam menerapkan pengetahuan.

Perbedaan Taksonomi Bloom (Revisi), McTighe dan Wiggins, dan Taksonomi Marzano dapat di lihat dalam tabel di bawah ini.

Perbedaan Taksonomi Bloom (Revisi), McTighe dan Wiggins, dan Taksonomi Marzano

Baca Juga: Proses Kognitif dalam Taksonomi Bloom revisi Anderson dan Krathwohl

Demikian, semoga bermanfaat.


Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca