Siapa itu Dewi Fortuna yang sering disebut dalam Pertandingan Olahraga?

Ilustrasi Dewi Fortuna

HermanAnis.com. Siapa itu Dewi Fortuna yang sering di sebut-sebut dalam suatu pertandingan olahraga? Teman-teman pasti sering mendengar istilah ‘Dewi Fortuna’ khususnya dalam suatau pertandingan olahraga. Istilah ini terkadang muncul pada saat pemain atau suatu tim mengalami kejadian “tidak beruntung” atau “sedang beruntung”, seperti tim lawan mencetak gol ‘bunuh diri’, secara tidak sengaja (pernah loh, ada tim yang sengaja membobol gawang sendiri, kira-kira puluhan tahun yang lalu.

Anda pasti taulah maksud saya, he he he, atau bola membentur tiang gawang, tendangan pinalti melambung jauh atau berhasil di tangkap oleh kiper.

Dalam pertandingan sepakbola misalnya, sering kali mendengar istilah ini dari komentator, “Dewi Fortuna sedang berpihak pada Wales, malam ini”. Atau sering kita mendengar “Selamat yah, Dewi Fortuna sedang berpihak padamu. “Selamat yah, Dewi Fortuna sedang menaungimu”

Sedangkan kepada orang lagi tidak beruntung: “Sabar yah, Dewi Fortuna belum berpihak denganmu.”

Siapa itu Dewi Fortuna

Siapa itu Dewi Fortuna, apa dia benar-benar ada atau hanya mitologi saja? Berikut penjelasannya!

Dalam kamus KBBI Online, “Dewi Fortuna” merupakan dewa perempuan yang memberi keberuntungan; atau dapat di analogikan dengan keberuntungan. Sedangkan dari Wikibooks, Fortuna adalah dewa kesempatan atau keberuntungan Romawi. Dia di samakan dengan Tykhe, dewi keberuntungan Yunani.

Dewi Fortuna di gambarkan dalam posis berdiri di atas sebuah bola, yang melambangkan kesempatan, keberuntungan atau takdir itu tidak selalu stabil. Dia awalnya di gambarkan sebagai dewi kesuburan, di kenal sebagai Fors Fortuna, selain itu, dia juga di gambarkan membawa kornukopia yang melambangkan kelimpahan atau kecukupkan.

Fortuna memiliki sebuah kuil di kota Roma yang di sebut Fortuna Redux yang di bangun oleh kaisar Domitianus untuk merayakan kemenangan atas suku Jerman. Festival untuknya di gelar setiap 24 Juni. Dari sumber lain, di informasikan bahwa Dia merupakan salah satu dari Dewi Olympus yang berasal dari keturunan Dewa Zeus dan Dewi Hera.

Ilustrasi Dewi Fortuna

Dia sangat di agung-agungkan oleh bangsa Paganisme (Bangsa Yunani dan Romawi). Menurut mitologi kedua bangsa ini, Dia adalah dewi yang cantik jelita yang selalu membagikan keberuntungan dari atas awan. 

Sang dewi mengenakan penutup mata dengan kain dan kadang mengenakan tudung atau kain penutup kepala. Ada yang menyebutkan bahwa Dia itu buta. Sehingga keberuntungan yang di turunkan oleh sang dewi adalah keberuntungan yang tidak proporsional.

Keberuntungan yang di bagikan oleh sang dewi berbentuk seperti emas dan beragam harta dari tanduk amalteya, si kambing suci yang di hormati oleh masyarakat Yunani dan Romawi. Selain itu, Dia juga di lukiskan sebagai dewi yang selalu menjadi kesejahteraan para petani. Terutama petani gandum karena ia adalah dewi yang selalu menjaga biji-bijian gandum.

Dalam kalender Roma tanggal 11 Juni adalah tanggal yang sangat suci bagi sang dewi. Sehingga sering di peringati dengan festival-festival besar.

Kata Fortuna sendiri berasal dari turunan kata Fortunna yang berarti dia yang mengelilingi tahun.

Dewi Fortuna

Terdapat bermacam-macam nama yang di kaitkan dengannya seperti:

  1. Fortunna Annonaria (keberkahan pada hasil panen),
  2. Fortuna Behli (kemenangan dalam perang),
  3. Fortunna (keselamatan pada proses kelahiran) ada juga
  4. Fortuna Firilis (kelancaran karir),
  5. Fortuna Ekuistris (keberuntungan para satria) yang masing-masing mengandung makna keberuntungan.

Dengan demikian maka, istilah ini hanyalah mitologi dari bangsa Romawi, olehnya itu, sebagai umat beragama sepertinya tidak beralasan kita mempercayainya.

Terima kasih sudah membaca artikel ini.
Demikian, semoga ada manfaat.


Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca