Model Pembelajaran Langsung

Model Pembelajaran Langsung

HermanAnis.com – Tulisan ini akan membahas salah satu Model Pembelajaran yang paling sering digunakan oleh guru, yakni Model Pembelajaran Langsung. Pembahasan akan kita mulai dari definisi atau pengertian model pembelajaran langsung, langkah langkah model pembelajaran langsung, dan kelebihan serta kekurangan model pembelajaran langsung.

sintaks model pembelajaran langsung

A. Definisi atau Pengertian Model Pembelajaran

Model pembelajaran di artikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasi-kan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Jadi, sebenarnya model pembela-jaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan atau strategi pembelajaran.

Saat ini telah banyak di kembangkan berbagai macam model pembelajaran, dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya. Model pembelajaran (Teaching Models) atau (Models of Teaching) memiliki makna lebih luas dari metode, strategi/ pendekatan dan prosedur.

Istilah model pembelajaran adalah pendekatan tertentu dalam pembelajaran yang tercakup dalam tujuan, sintaks, lingkungan dan sistem manajemen (Arends, 1997:7). Ciri – ciri dari model pembelajaran antara lain: (1) memiliki rasionalisasi teoritis, (2) terkait dengan hasil pembelajaran, (3) menurut perilaku guru, (4) dan menuntut struktur kelas.

Seorang guru di harapkan memiliki motivasi dan semangat pembaharuan dalam proses pembelajaran yang di jalaninya. Guru yang kompeten adalah guru yang mampu mengelola program belajarmengajar.

Mengelola di sini memiliki arti yang luas yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu menguasai keterampilan dasar mengajar. Seperti, membuka dan menutup pelajaran, menjelaskan, menvariasi media, bertanya, memberi penguatan, dan sebagainya, juga bagaimana guru menerapkan strategi, teori belajar dan pembelajaran, dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.

Setiap guru harus memiliki kompetensi adaptif terhadap setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan di bidang pendidikan, baik yang menyangkut perbaikan kualitas pembelajaran maupun segala hal yang berkaitan dengan peningkatan prestasi belajar peserta didiknya.

Jenis-jenis model pembelajaran menurut Richard I. Arends antara lain model pembelajaran langsung (Direct Instruction), model pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning), model pembelajaran berdasarkan masalah (Problem Based Instructions) dan strategi-strategi belajar (Learning Strategies).

Baca Juga : Teori Belajar Menurut Ahli

B. Teori Belajar yang mendasari Model Pembelajaran Langsung

Pemikiran mendasar dari model pembelajaran langsung adalah bahwa siswa belajar dengan mengamati secara selektif, mengingat dan menirukan tingkah laku guru.

Atas dasar pemikiran tersebut hal penting yang harus di ingat dalam menerapkan model pembelajaran langsung adalah menghindari penyampaian yang terlalu kompleks. Di antara teori-teori belajar yang melandasi model pembelajaran Langsung adalah teori belajar dari Jean Piaget dan Albert Bandura.

1. Teori Perkembangan Jean Piaget

Menurut Jean Piaget kemampuan untuk bergaul dengan hal-hal yang lebih abstrak di perlukan untuk mencernakan gagasan- gasan dalam  berbagai mata pelajaran akademik.

Piaget meyakini bahwa pengalaman-pengalaman fisik dan manipulasi lingkungan penting bagi terjadinya perubbahan perkembanagn peserta didik.

Dalam pembelajaran langsung guru menjelaskan materi dan melakukan pelatihan terbimbing serta memberikan kesempatan siswa untuk mengadakan pelatihan mandiri sehingga siswa dapat menemukan pengalaman- pengalaman nyata tentang suatu materi tertentu.

2. Teori Belajar Sosial Albert Bandura

Pemodelan merupakan konsep dasar dari teori belajar sosial yang di gagas Albert Bandura. Menurut Bandura sebagian besar manusi belajar melalui pengamatan secara selektiv dan mengingat tingkah laku orang lain.

Seorang belajar menurut Teori ini, di lakukan dengan mengamati tingkah laku orang lain (model), hasil pengamatan itu kemudian di mantapkan dengan cara menghubungkan pengalaman baru dengan pengalaman sebelumnya atau mengulang-ulang kembali.

Dengan jalan ini memberikan kesempatan kepada orang tersebut untuk mengekspresikan tingkah laku yang di pelajarinya. Dalam pembelajaran langsung pada fase kedua guru mendemonstrasikan pembelajaran sehingga siswa mendapat pengalaman pembelajaran yang benar dan pada fase kedua pengalaman yang telah di peroleh di praktekkan siswa, meskipun tetap dalam pengawasan guru.

C. Pengertian Model Pembelajaran Langsung

Model pembelajaran langsung atau “direct instruction” adalah proses pendidikan di mana peserta didik mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir, dan keterampilan psikomotorik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang di rancang dalam silabus dan kegiatan-kegiatan pembelajaran. 

Model pembelajaran langsung ini merupakan suatu model pembelajaran yang menekankan pada penguasaan konsep dan/atau perubahan perilaku dengan mengutamakan pendekatan deduktif. Penerapan metode pembelajaran langsung dalam proses belajar mengajar akan menghasilkan pengetahuan dan keterampilan langsung atau yang di sebut dengan instructional effect.

Model pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yang menekankan pada penguasaan konsep dan/atau perubahan perilaku dengan mengutamakan pendekatan deduktif, dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • transformasi dan ketrampilan secara langsung;
  • pembelajaran berorientasi pada tujuan tertentu;
  • materi pembelajaran yang telah terstuktur;
  • lingkungan belajar yang telah terstruktur; dan
  • distruktur oleh guru.

Guru berperan sebagai penyampai informasi, dan dalam hal ini guru seyogyanya menggunakan berbagai media yang sesuai, misalnya film, tape recorder,  gambar,  peragaan, dan sebaganya. Informasi yang disampaikan dapat berupa pengetahuan prosedural (yaitu pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan sesuatu) atau pengetahuan deklaratif, (yaitu pengetahuan tentang sesuatu dapat berupa fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi). Kritik terhadap penggunaan model ini antara lain bahwa model ini tidak dapat digunakan setiap waktu dan tidak untuk semua tujuan pembelajaran dan semua siswa.

Model pembelajaran yang menggunakan pendekatan mengajar yang dapat membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh pengetahuan langkah demi langkah adalah model pengajaran langsung (direct intruction).

1. Model Pembelajaran Langsung menurut Arends

Menurut Arends (2001):

A teaching model that is aimed at helping students learn basic skills and knowledge that can be taught in a step-by-step fashion. For our purposes here, the model is labeled the direct instruction model”.

Artinya: “Sebuah model pengajaran yang bertujuan untuk membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan pengetahuan yang dapat di ajarkan langkah-demi-langkah. Untuk tujuan tersebut, model yang di gunakan di namakan model pengajaran langsung.

Model pengajaran langsung (direct instruction) di landasi oleh teori belajar perilaku yang berpandangan bahwa belajar bergantung pada pengalaman termasuk pemberian umpan balik. Satu penerapan teori perilaku dalam belajar adalah pemberian penguatan. Umpan balik kepada siswa dalam pembelajaran merupakan penguatan yang merupakan penerapan teori perilaku tersebut.

Arends (1997) menyatakan: “The direct instruction model was specifically designed to promote student learning of procedural knowledge and declarative knowledge that is well structured and can be taught in a step-by-step fashion”.

Artinya: Model pengajaran langsung secara khusus di rancang untuk mempromosikan belajar siswa dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat di ajarkan secara langkah-demi-langkah.

Lebih lanjut Arends (2001) menyatakan:

Direct instruction is a teacher-centered model that has five steps: establishing set, explanation and/or demonstration, guided practice, feedback, and extended practice a direct instruction lesson requires careful orchestration by the teacher and a learning environment that businesslike and task-oriented”.

Artinya: Pengajaran langsung adalah model berpusat pada guru yang memiliki lima langkah: menetapkan tujuan, penjelasan dan/atau demonstrasi, panduan praktek, umpan balik, dan perluasan praktek. Pelajaran dalam pengajaran langsung memerlukan perencanaan yang hati-hati oleh guru dan lingkungan belajar yang menyenangkan dan berorientasi tugas.

Model pengajaran langsung memberikan kesempatan siswa belajar dengan mengamati secara selektif, mengingat dan menirukan apa yang di modelkan gurunya.

Oleh karena itu, hal penting yang harus di perhatikan dalam menerapkan model pengajaran langsung adalah menghindari menyampaikan pengetahuan yang terlalu kompleks. Di samping itu, model pengajaran langsung mengutamakan pendekatan deklaratif. Dengan titik berat pada proses belajar konsep dan keterampilan motorik, sehingga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih terstruktur.

Guru yang menggunakan model pengajaran langsung tersebut bertanggung jawab dalam mengidentifikasi tujuan pembelajaran,   struktur materi, dan keterampilan dasar yang akan di ajarkan. Kemudian menyampaikan pengetahuan kepada siswa, memberikan pemodelan/demonstrasi, memberikan kesempatan pada siswa untuk berlatih menerapkan konsep/keterampilan yang telah di pelajari, dan memberikan umpan balik.

Menurut Arend, Model pembelajaran langsung adalah salah satu pendekatan mengajar yang di rancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat di ajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah.

Pengetahuan prosedural adalah pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan sesuatu, dan pengetahuan deklaratif adalah pengetahuan tentang sesuatu dapat berupa fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi.

Ada beberapa istilah lain yang di gunakan untuk menggambarkan model pembelajaran langsung di antaranya adalah active teaching (pengajaran aktiv) dengan tokohnya Good dan Grows (1983) yang melaksanakan progam Missouri Mathematics Effektiveness Study, di mana dalam studi ini 40 orang guru di bagi menjadi 2 kelompok.

Salah satu kelompok mendapatkan latihan active teaching sementara kelompok lainnya terus mengajar seperti sebelumnya. Studi ini menemukan bahwa siswa dari kelompok pertama mendapatkan skor lebih tinggi dalam tes prestasi dan muridnya terlibat aktiv di kelas di banding siswa murid kelompok kedua.

Di sebut pembelajaran aktiv karena dalam model ini siswa di harapkan dan di tuntut untuk aktiv dalam pembelajaran terutama pada fase latihan terbimbing dan latihan mandiri. Kemampuan siswa dalam fase ini menentukan keberhasilan hasil belajar siswa.

2. Model Pembelajaran Langsung menurut Rosenshine dan Steven

Model pembelajaran langsung juga di sebut dengan Explicit Instruction, model ini pertama kali di perkenalkan oleh Rosenshine dan Steven pada tahun 1986. Explicit instruction menekankan strategi demonstrasi oleh guru, strategi latihan terpadu, dan praktek mandiri atau penerapan strategi belajar. Explicit Instruction menurut Kardi dapat berbentuk “ceramah,  demonstrasi, pelatihan atau praktik, dan kerja kelompok” Explicit Instruction”di gunakan untuk menyampaikan pelajaran yang di transformasikan langsung oleh guru kepada siswa.

Dalam model ini kejelasan intruksi guru kepada siswa sangat menentukan keberhasilan pembelajaran. Begitu pula keseriusan siswa dalam mendemonstrasikan materi turut andil mempengarui.

3. Mastery teaching dalam Model Pembelajaran langsung

Termasuk model pembelajaran langsung adalah Mastery teaching yaitu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. 

Model ini merupakan  bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru (teacher centered approach). Di katakan demikian, sebab guru memegang peran yang sangat dominan.

Melalui model ini guru menyampaikan materi pembelajaran secara terstruktur dengan harapan materi pelajaran yang di sampaikan itu dapat di kuasai siswa dengan baik.Seringkali penggunaan pengetahuan prosedural memerlukan penguasaan pengetahuan prasyarat yang berupa pengetahuan deklaratif.

Para guru selalu menghendaki agar siswa-siswa memperoleh kedua macam pengetahuan tersebut, supaya mereka dapat melakukan suatu kegiatan dan melakukan segala sesuatu dengan berhasil. Jadi, model pembelajaran Langsung (Direct Intruction) juga di kenal dengan Istilah lain yang sering di pergunakan ialah, ceramah, pengajaran aktif (active Teaching), mastery teaching, dan explicit instruction.

Dalam model Pengajaran langsung juga di kenal dengan sebutan whole Class Teaching (pengajaran seluruh kelas), yaitu mengacu pada gaya mengajar di mana guru terlibat aktiv mengusung isi pelajaran kepada muridnya dengan mengajarkan secara langsung kepada seluruh kelas.

Lebih lanjut, dalam model pembelajaran langsung ini, pendidik berperan sebagai penyampai informasi, yang di lakukan dengan menggunakan berbagai media yang sesuai, seperti alat gambar, peragaan, tape recorder, film, dan lain sebagainya.

Olehnya itu maka, model pembelajaran langsung merupakan model pembelajaran yang lebih berpusat pada guru dan lebih mengutamakan strategi pembelajaran efektif guna memperluas informasi materi ajar.

3. Empat macam model pembelajaran langsung

Secara teoretik terdapat 4 macam pembelajaran langsung, yakni:

  1. Ceramah, merupakan suatu cara penampaian informasi dengan lisan dari seorang kepada sejumlah pendengar.
  2. Praktik dan Latihan, merupakan suatu teknik untuk membantu siswa agar dapat menghitung dengan cepat.
  3. Ekspositori, merupakan suatu cara penyampaian informasi yang mirip dengan ceramah, hanya saja frekuensi pembicara/guru lebih sedikit.
  4. Demonstrasi, merupakan suatu cara penyampaian informasi yang mirip dengan ceramah dan ekspositori, hanya saja frekuensi pembicara / guru lebih sedikit dan siswa lebih banyak di libatkan.

Model pembelajaran langsung di kembangkan untuk mengefisienkan materi ajar agar sesuai dengan waktu yang di berikan dalam suatu periode tertentu. Dengan model ini cakupan materi ajar yang di sampaikan lebih luas di banding dengan model-model pembelajaran yang lain.

Ciri-ciri dari model pembelajaran langsung menurut Kardi, dkk di antaranya adalah:

  1. Proses pembelajaran di dominasi oleh keaktifan guru, sehingga di perlukan sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang sesuai agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan berhasil.
  2. Suasana kelas di tentukan oleh guru sebagai perancang kondisi. Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur penilaian belajar. 
  3. Lebih mengutamakan keluasan materi ajar dari pada proses terjadinya pembelajaran.
  4. Materi ajar bersumber dari guru.

D. Langkah langkah atau sintaks Model Pembelajaran Langsung

Langkah langkah atau sintaks Model Pembelajaran Langsung

Langkah langkah atau sintaks Model Pembelajaran Langsung menurut Kardi dkk, terdiri dari 5 langkah atau fase ataupun sintaks pembelajaran langsung, di berikan dalam Tabel 1.

Tabel 1. Sintaks atau Tahapan model pembelajaran langsung

FaseAktivitas PengajarDeskripsi
PertamaMenyampaikan tujuan dan
mempersiapkan siswa
Guru menjelaskan tujuan, informasi latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, mempersiapkan siswa untuk belajar
KeduaMendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilanPendidik/Guru mendemonstrasikan keterampilan atau menyajikan informasi setahap demi setahap
KetigaMembimbing pelatihanGuru memberikan pelatihan awal
KeempatMengecek pemahaman dan pemberian umpan balikMengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik, memberi umpan balik
KelimaMemberi kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapanGuru mempersiapkan kesempatan untuk melakukan pelatihan lanjutan, dengan perhatian khusus pada penerapan untuk situasi lebih kompleks dalam kehidupan sehari-hari

Penjelasan dari Tabel 1 di atas sebagai berikut;

1. Fase 1 Model Pembelajaran Langsung Memberitahukan – Tujuan dan menyiapkan siswa

Kegiatan ini di lakukan untuk menarik dan memusatkan perhatian siswa, serta memotivasi mereka untuk berperan serta dalam pelajaran.

  1. kegiatan pendahuluan  untuk  mengetahui  pengetahuan  yang  relevan  dengan  pengetahuan yang  telah  di miliki  siswa;
  2. mendiskusikan  atau  menginformasikan  tujuan pelajaran; 
  3. memberikan  penjelasan/arahan  mengenai  kegiatan  yang  akan di lakukan; 
  4. menginformasikan  materi/konsep  yang  akan  di gunakan  dan kegiatan  yang  akan  di lakukan  selama  pembelajaran;  dan
  5. menginformasikan kerangka pelajaran.

2. Fase 2 Model Pembelajaran Langsung – Presentasi dan Demonstrasi

Ada dua pengetahuan yang diberikan guru kepada siswa, Pertama, Pengetahuan Deklaratif yaitu guru mempresentasikan informasi kepada siswa, keberhasilannya terletak pada kemampuan guru dalam memberikan informasi dengan jelas dan spesifik kepada siswa.

Kedua, Pengetahuan Prosedural yakni guru mendemonstrasikan suatu konsep atau keterampilan dengan berhasil. Dalam hal ini guru perlu sepenuhnya menguasai konsep atau keterampilan yang akan di demonstrasikan, dan berlatih melakukan demonstrasi untuk menguasai komponen-komponenya.

3. Fase 3 Model Pembelajaran Langsung – menyediakan latihan terbimbing

Prinsip-prinsip yang di gunakan sebagai acuan bagi guru dalam melakukan pelatihan terbimbing adalah:

  1. Tugasi siswa melakukan latihan singkat, sederhana dan bermakna
  2. Berikan pelatihan sampai benar- benar menguasai konsep
  3. Guru harus pandai mengatur waktu selama pelatihan
  4. Perhatikan tahap-tahap awal pelatihan.

4. Fase 4 Model Pembelajaran Langsung – Mengecek Pemahaman dan memberi Umpan balik

Pengecekan dan pemberian umpan balik dapat berupa pertanyaan kepada siswa dan siswa memberi jawaban. Kemudian guru merespon kembali jawaban siswa tersebut. Cara lain adalah dengan tes lisan maupun tertulis.

Agar umpan balik lebih efektif, ada beberapa hal yang patut di pertimbangkan, yaitu: 

  • Berikan umpan balik sesegera mungkin setelah latihan.
  • Upayakan agar umpan balik jelas dan spesifik
  • Konsentrasikan pada tingkah laku bukan maksud
  • Jaga umpan balik sesuai dengan tingkat perkembangan siswa Berikan pujian pada hasil yang baik Jika umpan balik negative, tunjukkan bagaimana melakukan yang benar
  • Bantu siswa memusatkan perhatian pada “proses” bukan “hasil”
  • Ajari siswa cara memberikan umpan balik kepada diri sendiri dan bagaimana menilai keberhasilan kinerjanya.

5. Fase 5 Model Pembelajaran Langsung – memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan (mandiri) dan penerapannya

Latihan mandiri yang di berikan kepada siswa sebagai fase akhir pelajaran pengajaran langsung adalah pekerjaan rumah. Pekerjaan rumah dan latihan mandiri dapat di gunakan untuk memperpanjang waktu belajar.

Sebelum melaksanakan pembelajaran langsung guru perlu merencanakan proses pembelajaran. Adapun tugas-tugas perencanaan guru adalah:

a. Merumuskan Tujuan

Tujuan yang baik perlu berorientasi pada siswa yang spesifik, mengandung uraian yang jelas tentang situasi penilaian (kondisi evaluasi), dan mengandung tingkat ketercapaian kinerja yang di harapkan (kriteria keberhasilan).

b. Memilih Isi

Bagi guru pemula yang masih dalam proses penguasaan sepenuhnya materi ajar, di sarankan agar dalam memilih materi ajar mengacu pada kurikulum yang berlaku, dan buku ajar tertentu.

c. Melakukan Analisis Tugas

Analisis tugas ini adalah alat yang di gunakan oleh guru untuk mengidentifikasi dengan presisi yang tinggi hakikat yang setepatnya dari suatu keterampilan atau butir pengetahuan yang terstruktur dengan baik, yang akan di ajarkan oleh guru.

 d. Merencanakan Waktu dan Ruang

Ada dua hal yang harus di perhatikan oleh guru:

  • Memastikan bahwa waktu yang di sediakan sepadan dengan bakat dan kemampuan siswa· 
  • Memotivasi siswa agar mereka tetap melakukan tugas-tugasnya dengan perhatian yang optimal.

Langkah-langkah pembelajaran dalam model pembelajaran langsung pada dasarnya mengikuti pola-pola pembelajaran pada umumnya.

E. Metode dalam model pembelajaran langsung

Dalam metode pembelajaran langsung peserta didik melakukan berbagai kegiatan belajar yang merupakan pengalaman belajar pokok, yang meliputi :

1. Mengamati

Dalam tahap ini, kegiatan belajar yang di lakukan oleh peserta dididik adalah membaca, mendengar, menyimak, dan melihat (tanpa atau dengan alat). Kompetensi yang di kembangkan dalam tahap ini adalah;

  • melatih kesungguhan.
  • ketelitian.
  • mencari informasi

2. Menanya

Dalam tahap ini, kegiatan belajar yang di lakukan oleh peserta didik adalah mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak di pahami dari apa yang di amati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang di amati (di mulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik).

Kompetensi yang di kembangkan dalam tahap ini adalah untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, serta kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.

3. Mengumpulkan Informasi

Dalam tahap ini, kegiatan belajar yang di lakukan oleh peserta didik adalah: melakukan eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek atau kejadian atau aktivitas, dan wawancara dengan nara sumber.

Kompetensi yang di kembangkan dalam tahap ini adalah : 

  • mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, serta menghargai pendapat orang lain. 
  • mengembangkan kemampuan berkomunikasi. 
  • menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang di pelajari.
  • mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.

4. Mengasosiasi dan Menganalisisi (Mengolah Informasi)

Dalam tahap ini, kegiatan belajar yang di lakukan oleh peserta didik adalah; mengolah informasi yang sudah di kumpulkan, baik yang terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan, eksperimen, maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi. 

Pengolahan informasi yang di kumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan. Kompetensi yang di kembangkan dalam tahap ini adalah: 

  • mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, serta kerja keras. 
  • mengembengkan kemampuan dalam menerapkan prosedur. 
  • mengembangkan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan .

5. Mengkomunikasikan Hasil

Dalam tahap ini, kegiatan belajar yang di lakukan oleh peserta didik adalah menyampaikan hasil pengamatan dan membuat dan menyampaikan kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya. Kompetensi yang di kembangkan dalam tahap ini adalah : 

  • mengembangkan sikap jujur, teliti, dan toleransi.  
  • mengembangkan kemampuan berpikir sistematis. 
  • kemampuan dalam mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas. 
  • mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

F. Tahapan model pembelajaran langsung menurut Bruce Joyce dan Marsha Weil, dalam “Model of Teaching

Sedangkan Bruce Joyce dan Marsha Weil, dalam “Model of Teaching“, menyebutkan bahwa tahapan dalam model pembelajaran langsung adalah sebagai berikut:

1. Fase Orientasi dalam Model Pembelajaran Langsung

Sebelum menyajikan dan menjelaskan materi baru, akan sangat menolong bagi peserta didik, apabila pendidik memberikan kerangka pelajaran dan orientasi terhadap materi yang akan di sampaikan. Bentuk orientasi dapat berupa: 

  • kegiatan pendahuluan untuk mengetahui pengetahuan yang relevan dengan pengetahuan yang telah di miliki siswa.
  • mendiskusikan atau menginformasikan tujuan pelajaran.
  • memberikan penjelasan/arahan mengenai kegiatan yang akan di lakukan. 
  • menginformasikan materi/konsep yang akan di gunakan dan kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran. 
  • menginformasikan kerangka pelajaran.

2. Fase Presentasi

Pada tahap ini, pendidik dapat menyajikan materi pelajaran baik berupa konsep-konsep maupun keterampilan. Penyajian materi dapat berupa: 

  • penyajian materi dalam langkah-langkah kecil sehingga materi dapat di kuasai siswa dalam waktu relatif pendek. 
  • pemberian contoh-contoh konsep. 
  • pemodelan atau peragaan keterampilan dengan cara demonstrasi atau penjelasan langkah-langkah kerja terhadap tugas.
  • menjelaskan ulang hal-hal yang sulit.

3. Fase Latihan Terstruktur

Pada tahap ini, pendidik memandu peserta didik untuk melakukan latihan-latihan. Peran pendidik yang penting dalam tahap ini adalah:

  • memberikan umpan balik terhadap respon peserta didik. 
  • memberikan penguatan terhadap respon peserta didik yang benar.
  • mengoreksi respon peserta didik yang salah.

4. Fase Latihan Terbimbing

Pada tahap ini, pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berlatih konsep atau keterampilan. Latihan terbimbing ini baik juga di gunakan oleh pendidik untuk mengakses/menilai kemampuan peserta didik untuk melakukan tugasnya. Peran pendidik adalah memonitor dan memberikan bimbingan jika di perlukan.

5. Fase Latihan Mandiri dalam Model Pembelajaran Langsung

Pada tahap ini, peserta didik melakukan kegiatan latihan secara mandiri. Tahap ini dapat di lalui peserta didik apabila telah menguasai tahap-tahap pengerjaan tugas 85 % – 90% dalam tahap bimbingan latihan.

Baca Juga: Problem Based Learning

G. Pada situasi apa Pembelajaran Langsung dapat di gunakan?

Beberapa situasi yang memungkinkan model pembelajaran langsung cocok untuk di terapkan dalam pembelajaran:

  1. Ketika guru ingin mengenalkan suatu bidang pembelajaran yang baru dan memberikan garis besar pelajaran dengan mendefinisikan konsep-konsep kunci dan menunjukkan keterkaitan di antara konsep-konsep tersebut.
  2. Pada saat guru ingin mengajari siswa suatu keterampilan atau prosedur yang memiliki struktur yang jelas dan pasti.
  3. Ketika guru ingin memastikan bahwa siswa telah menguasai keterampilan-keterampilan dasar yang di perlukan dalam kegiatan-kegiatan yang berpusat pada siswa, misalnya penyelesaian masalah (problem solving).
  4. Pada saat guru ingin menunjukkan sikap dan pendekatan-pedekatan intelektual (misalnya menunjukkan bahwa suatu argumen harus di dukung oleh bukti-bukti, atau bahwa suatu penjelajahan ide tidak selalu berujung pada jawaban yang logis)
  5. Ketika subjek pembelajaran yang akan di ajarkan cocok untuk di presentasikan dengan pola penjelasan, pemodelan, pertanyaan, dan penerapan.
  6. Pada saat guru ingin menumbuhkan ketertarikan siswa akan suatu topik.
  7. Pada saat guru harus menunjukkan teknik atau prosedur-prosedur tertentu sebelum siswa melakukan suatu kegiatan praktik.
  8. Ketika guru ingin menyampaikan kerangka parameter-parameter untuk memandu siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran kelompok atau independen.
  9. Pada saat para siswa menghadapi kesulitan yang sama yang dapat di atasi dengan penjelasan yang sangat terstruktur.
  10. Ketika lingkungan mengajar tidak sesuai dengan strategi yang berpusat pada siswa atau ketika guru tidak memiliki waktu untuk melakukan pendekatan yang berpusat pada siswa.

Baca Juga: Model Pembelajaran Inkuiri

H. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Langsung

Menurut Sudrajat, model  explicit instruction  memiliki  kelebihan dan kelemahan. Kelebihan model explicit instruction. Sebagaimana model pembelajaran yang lain, model pembelajaran langsung mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangan model pembelajaran langsung adalah sebagai berikut :

1. Kelebihan Model Pembelajaran Langsung

Ada beberapa Kelebihan dari Model Pembelajaran Langsung, diantaranya adalah:

  • Dengan model pembelajaran langsung, guru mengendalikan isi materi dan urutan informasi yang di terima oleh siswa sehingga dapat mempertahankan fokus mengenai apa yang harus di capai oleh siswa.
  • Dapat di terapkan secara efektif dalam kelas yang besar maupun kecil.
  • Bisa di gunakan untuk menekankan poin-poin penting atau kesulitan-kesulitan yang mungkin di hadapi siswa sehingga hal-hal tersebut dapat di ungkapkan.
  • Dapat menjadi cara yang efektif untuk mengajarkan informasi dan pengetahuan faktual yang sangat terstruktur.
  • Merupakan cara yang paling efektif untuk mengajarkan konsep dan keterampilan-keterampilan yang eksplisit kepada siswa yang berprestasi rendah.
  • Dapat menjadi cara untuk menyampaikan informasi yang banyak dalam waktu yang relatif singkat yang dapat di akses secara setara oleh seluruh siswa.
  • Memungkinkan guru untuk menyampaikan ketertarikan pribadi mengenai mata pelajaran (melalui presentasi yang antusias) yang dapat merangsang ketertarikan dan dan antusiasme siswa.
  • Ceramah merupakan cara yang bermanfaat untuk menyampaikan informasi kepada siswa yang tidak suka membaca atau yang tidak memiliki keterampilan dalam menyusun dan menafsirkan informasi.
  • Para siswa yang pemalu, tidak percaya diri, dan tidak memiliki pengetahuan yang cukup tidak merasa di paksa dan berpartisipasi dan di permalukan.
  • Guru dapat menunjukkan bagaimana suatu permasalahan dapat di dekati, bagaimana informasi di analisis, dan bagaimana suatu pengetahuan di hasilkan.
  • Pengajaran yang eksplisit membekali siswa dengan ”cara-cara disipliner dalam memandang dunia (dan) dengan menggunakan perspektif-perspektif alternatif” yang menyadarkan siswa akan keterbatasan perspektif yang inheren dalam pemikiran sehari-hari.
  • Model pembelajaran langsung yang menekankan kegiatan mendengar (misalnya ceramah) dan mengamati (misalnya demonstrasi) dapat membantu siswa yang cocok belajar dengan cara-cara ini.
  • Model pembelajaran langsung (terutama demonstrasi) dapat memberi siswa tantangan untuk mempertimbangkan kesenjangan yang terdapat di antara teori (yang seharusnya terjadi) dan observasi (kenyataan yang mereka lihat).
  • Siswa yang tidak dapat mengarahkan diri sendiri dapat tetap berprestasi apabila model pembelajaran langsung di gunakan secara efektif.

2. Keterbatasan Model Pembelajaran Langsung

Ada beberapa Keterbatasan dari Model Pembelajaran Langsung, diantaranya adalah:

  • Model pembelajaran langsung bersandar pada kemampuan siswa untuk mengasimilasikan informasi melalui kegiatan mendengarkan, mengamati, dan mencatat. Karena tidak semua siswa memiliki keterampilan dalam hal-hal tersebut, guru masih harus mengajarkannya kepada siswa.
  • Dalam model pembelajaran langsung, sulit untuk mengatasi perbedaan dalam hal kemampuan, pengetahuan awal, tingkat pembelajaran dan pemahaman, gaya belajar, atau ketertarikan siswa.
  • Karena siswa hanya memiliki sedikit kesempatan untuk terlibat secara aktif, sulit bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial dan interpersonal mereka.
  • Karena guru memainkan peran pusat dalam model ini, kesuksesan strategi pembelajaran ini bergantung pada image guru. Jika guru tidak tampak siap, berpengetahuan, percaya diri, antusias, dan terstruktur, siswa dapat menjadi bosan, teralihkan perhatiannya, dan pembelajaran mereka akan terhambat.
  • Terdapat beberapa bukti penelitian bahwa tingkat struktur dan kendali guru yang tinggi dalam kegiatan pembelajaran langsung. Hasil menunjukkan bahwa ini dapat berdampak negatif terhadap kemampuan penyelesaian masalah, kemandirian, dan keingintahuan siswa.
  • Model pembelajaran langsung sangat bergantung pada gaya komunikasi guru. Komunikator yang buruk cenderung menghasilkan pembelajaran yang buruk pula dan model pembelajaran langsung membatasi kesempatan guru untuk menampilkan banyak perilaku komunikasi positif.
  • Jika materi yang di sampaikan bersifat kompleks, rinci, atau abstrak, model pembelajaran langsung mungkin tidak dapat memberi siswa kesempatan yang cukup untuk memproses dan memahami informasi yang di sampaikan.
  • Model pembelajaran langsung memberi siswa cara pandang guru mengenai bagaimana materi di susun dan di sintesis, yang tidak selalu dapat di pahami atau di kuasai oleh siswa. Siswa memiliki sedikit kesempatan untuk mendebat cara pandang ini.
  • Jika model pembelajaran langsung tidak banyak melibatkan siswa, siswa akan kehilangan perhatian setelah 10-15 menit dan hanya akan mengingat sedikit isi materi yang di sampaikan.

Baca Juga: Pembelajaran STEM

3. Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi keterbatasan Model Pembelajaran Langsung

  • Jika terlalu sering di gunakan, model pembelajaran langsung akan membuat siswa percaya bahwa guru akan memberitahu mereka semua yang perlu mereka ketahui. Hal ini akan menghilangkan rasa tanggung jawab mengenai pembelajaran mereka sendiri. Olehnya itu, guru hendaknya selektif (menyesuaikan dengan konten materi) dalam menggunakan model ini.
  • Karena model pembelajaran langsung melibatkan banyak komunikasi satu arah, guru sulit untuk mendapatkan umpan balik mengenai pemahaman siswa. Hal ini dapat membuat siswa tidak paham atau salah paham. Olehnya itu, guru pada saat menggunakan model ini sedapat mungkin tetap memfasilitasi siswa untuk mengemukakan ide dan gagasannya secara terbuka.

Oleh karena model pembelajaran langsung cenderung berpusat pada pendidik, maka perencanaan dan pelaksanaan model pembelajaran ini hendaknya sangat hati-hati. Sistem pengelolaan pembelajaran yang harus menjamin keterlibatan seluruh siswa khususnya dalam memperhatikan, mendengarkan, dan resitasi (tanya jawab)

Baca Juga: Model Pembelajaran Berbasis Proyek

Sumber Rujukan

  • Kemdikbud
  • Sri Handayani, dkk. 2020. Buku Ajar Strategi Pembelajaran Ekonomi “Model-model Pembelajaran Inovatif di Era Revolusi Industri 4.0”. Edutera. Malang.
  • Moniz, Fine & Bliss. 2008. The Effectiveness of Direct-Instruction and Student-centered Teaching Methods on Students’ Functional Understanding of plagiarism.
  • Kardi, Soeparman dan Mohammad Nur. 2004. Pengajaran Langsung, Surabaya: PSMS Unesa.
  • Prihatin, Eka. 2008. Guru Sebagai Fasilitator. Bandung: Karsa Mandiri Persada.
  • Trianto. 2011. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivitis. Jakarta: Prestasi Pustaka.
  • Trianto. 2007. Model Pembelajaran dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
  • Widianingsih, Dedeh. 2010. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Rizqi Press.

Terima kasih telah membaca artikel ini,
semoga bermanfaat.


Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca