LKPD Jangka Sorong

Contoh LKPD Pengukuran Jangka Sorong

HermanAnis.com – Lembar Kerja Siswa (LKS) atau LKPD Jangka Sorong merupakan lembar kerja pada praktikum pengukuran panjang kelas X SMA. LKPD ini merupakan produk dari mata kuliah Praktikum Fisika Sekolah Menengah Prodi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Makassar.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Tujuan yang ini di capai dalam kegiatan praktikum ini yakni peserta didik mampu:

  1. menentukan bagian-bagian alat ukur Jangka Sorong beserta fungsinya dengan cara yang benar;
  2. menentukan nilai skala terkecil (NST) alat ukur yang di gunakan dengan benar; dan
  3. menuliskan hasil pengukuran dengan menggunakan kaidah aturan angka penting secara tepat.

Model LKPD atau LKS ini merupakan produk dari hasil penelitian yang telah di lakukan pada tahun 2015 dan 2016 mata pelajaran fisika tingkat SMA/MA yang telah di ujicoba secara terbatas dan luas dengan hasil memenuhi kriteria valid dan reliabel, sehingga LKPD ini dapat menjadi sumber informasi bagi yang membutuhkan.

Baca Juga:

Bagaimana sistematika LKPD Jangka Sorong?

Penyajian LKPD atau LKS khusus untuk pengukuran panjang dengan jangka sorong di sajikan melalui kerangka kerja /prosedural sebagai berikut:

Tahap 1, sistematika pengembangan LKPD Jangka Sorong

Bagian ini menyajikan gambar utuh jangka sorong berbagai model. Berdasarkan gambar, peserta didik menentukan bagian-bagian dari jangka sorong dan memberikan deskripsi fungsi bagian-bagian tersebut. LKPD menyajikan lembar isian berupa tabel identifikasi dan deskripsi fungsi.

Tahap 2,

Tahap ini menampilkan gambar sebuah jangka sorong dengan skala yang jelas. Berdasarkan gambar, LKPD menampilkan cara menentukan NST jangka sorong tahap demi tahap. Mulai dari menentukan jumlah skala utama, skala nonius, dan seterusnya.

Tahap 3, Pengembangan LKPD Jangka Sorong

LKPD atau LKS menampilkan gambar jangka sorong dan isian siswa untuk menentukan NST jangka sorong secara mandiri. Bagian ini merupakan bagian untuk melatih siswa secara mandiri dalam menentukan NST jangka sorong berdasarkan gambar dalam LKPD. Siswa dapat menggunakan contoh cara menentukan NST sebelumnya.

Menentukan NST jangka sorong

Tahap 4,

Tahap ini berisi menampilan gambar sebuah jangka sorong yang telah di gunakan mengukur panjang suatu benda. Gambar menampilkan skala hasil pengukuran secara dengan jelas. Bagian bawah gambar ini menyajikan panduan untuk menentukan hasil pengukuran berdasarkan gambar. Hal ini untuk membekali siswa cara menentukan hasil pengukuran berdasarkan melalui.

Baca Juga :

Tahap 5,

Bagian ini menyajikan gambar hasil pengukuran panjang suatu benda dengan jangka sorong dengan skala hasil pengukuran yang sangat jelas. Isian pada bagian bawah gambar merupakan tempat bagi siswa untuk mengisikan hasil pengukuran panjang secara mandiri. Bagian ini merupakan bagian untuk melatih siswa secara sendiri-sendiri dalam menentukan hasil pengukuran berdasarkan gambar.

Tahap 6,

Bagian ini berisi tabel hasil pengamatan. LKPD menampilkan isian kosong untuk menentukan NST jangka sorong. Setelah itu, LKPD menampilkan tabel tabel kosong tempat menuliskan hasil pengukuran. Bagian ini melatih siswa untuk melakukan pengukuran secara mandiri menggunakan alat ukur langsung.

Hasil pengukuran Jangka Sorong

lkpd materi pengukuran dengan diameter jangka sorong

Tahap 7, Pengembangan LKPD Jangka Sorong

Bagian analisis data memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan analisis data berdasarkan hasil praktikum yang telah di lakukan. LKPD memberikan rumusan-rumusan berupa pertanyaan-pertanyaan pengantar yang mengarahkan siswa mencapai tujuan praktikum.

Bagian akhir LKPD menampilkan isian untuk menjawab pertanyaan yang di arahkan pada penyimpulan hasil praktikum. LKPD mengarahkan siswa dapat menyimpulkan untuk membedakan mana pengukuran yang lebih tepat dan mana pengukuran yang lebih teliti.

Mudah-mudahan bermanfaat. Saran dan kritik untuk memperbaiki LKPD atau LKS ini sangat penting untuk penyempurnaannya. Silahkan munuliskan komentar anda pada kolom komentar. Untuk mendapat artikel yang lebih komprehensif anda dapat masuk dan login pada laman PhET .

Demikian, pola pengembangan ini dapat di terapkan pada pengukuran panjang yang lain seperti pada mikrometer sekrup, Neraca Ohaus 310 dan lainnya. Mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Kami mengharapkan anda dapat bijak menggunakannya, dengan menyertakan tulisan ini sebagai sumber rujukan. Lembar kerja untuk pengukuran panjang menggunakan jangka sorong selengkapnya anda dapat download pada link berikut:

Contoh LKPD jangka Sorong

Terima kasih telah membaca artikel ini.
semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: