Langkah Langkah Model Pembelajaran Inkuiri

Langkah Langkah Model Pembelajaran Inkuiri

HermanAnis.com. Langkah Langkah Model Pembelajaran Inkuiri. Dalam tulisan ini akan di paparkan definisi dari inquiri, langkah-langkah atau sintaks, kelemahan dan kekurangan model pembelajaran inquiri.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

A. Apa yang dimaksud inkuiri?

Pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki sesuatu fenomena alam, makhluk hidup  atau benda, secara sistematis kritis, analitis  dan logis.

Tujuan utama pembelajaran inkuiri adalam mengembangkan sikap dan keterampilan peserta didik, sehingga mereka dapat menjadi pemecah masalah yang mandiri (independent problem solvers).

Selain itu pembelajaran berbasis inkuiri ini tidak semata berorientasi pada hasil pembelajaran semata, tetapi juga menghendaki proses pembelajaran yang bermutu. Untuk mengimplementasikan pembelajaran berbasis inkuiri ini guru dapat menerapkan langkah-langkah yang telah di kembangkan oleh para ahli dan praktisi pendidikan dalam bentuk model pembelajaran inkuiri.

Dari beberapa defenisi, maka dapat di simpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri merupakan model pembelajaran yang mengajarkan siswa berpikir melalui proses merumuskan masalah, mengajukan hipotesis, mengumpulkan informasi, untuk kemudian menguji hipotesis yang di ajukan untuk dapat di tarik suatu kesimpulan.

Baca Juga : Pembelajaran Berbasis Proyek

B. Langkah Langkah Model Pembelajaran Inkuiri

Langkah-Langkah Model Pembelajaran Inkuiri

Enam langkah dalam Model Pembelajaran Inkuiri adalah,

  1. Orientasi terhadap Masalah
  2. Merumuskan Masalah
  3. Mengajukan Hipotesis
  4. Mengumpulkan Data
  5. Menguji Hipotesis
  6. Menyimpulkan

Berikut penjelasan selengkapnya,

1. Langkah 1. Orientasi terhadap Masalah

Langkah Langkah Model Pembelajaran Inkuiri – Untuk mengorientasikan siswa terhadap masalah ini, guru harus memiliki kreativitas sehingga stimulus atau rangsangan yang di berikan benar-benar menarik bagi siswa.

Ciptakan kondisi melalui deskripsi cerita atau kasus yang dapat merangsang rasa ingin tahu peserta didik. Guru dapat memberikan arahan atau bimbingan langsung agar peserta didik dapat berlatih menggunakan pikirannya atau mengorientasikan pemikiran pada suatu masalah yang akan di selesaikan.

2. Langkah 2. Merumuskan Masalah

Langkah Langkah Model Pembelajaran Inkuiri – Ketika rangsangan atau stimulus yang di berikan oleh guru bekerja dengan baik, maka dalam pemikiran peserta didik akan muncul pertanyaan-pertanyaan dan permasalahan-permasalahan yang akan menjadi dasar dalam merumuskan masalah.

Jika permasalahan yang di ajukan oleh peserta didik belum mencirikan permasalahan/rumusan masalah yang baik, maka guru dapat memberikan pertanyaan pemancing agar peserta didik dapat terarah dalam merumuskan masalah sesaui yang di harapkan oleh guru.

Memang tidaklah mudah bagi peserta didik untuk merumuskan permasalahan secara baik jika mereka belum terbiasa dan terlatih. Tetapi, memang seharusnyalah guru berusaha membuat mereka untuk memiliki kemampuan ini.

Kemampuan merumuskan masalah dalam pembelajaran inkuiri sangat penting sebagai titik awal pembelajaran peserta didik.

Pertanyaan dan permasalahan yang baik akan membuat siswa benar-benar belajar, sehingga mereka akan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang apa yang sedang di pelajari.

Baca Juga : Pembelajaran Berdiferensiasi

3. Langkah 3. Mengajukan Hipotesis

Selanjutnya, setelah peserta didik merumuskan masalah, langkah selnjutnya adalah merumuskan hipotesis. Perumusan hipotesis oleh peserta didik dapat di pandu oleh guru, dengan memberikan peserta didik bahan bacaan untuk menjawab rumusan masalah.

Rumusan hipotesis, atau jawaban sementara inilah yang nantinya akan diuji kebenarannya.

4. Langkah Langkah Model Pembelajaran Inkuiri ke 4. Mengumpulkan Data

Langkah Model Pembelajaran Inkuiri ke empat adalah mengumpulkan data yang sebanyak dan selengkap mungkin. Data atau informasi yang telah di peroleh kemudian harus di pilah-pilah, hanya informasi dan data yang relevan dengan tujuan atau pemecahan masalah mereka yang akan dijadikan sebagai data. 

Guru bukanlah satu-satunya sumber informasi, fungsi guru adalah sebagai fasilitator sehingga. Semua hal yang di butuhkan oleh peserta didik dan kelompoknya dalam mengumpulkan data atau informasi harus di pastikan lengkap dapat di akses oleh peserta didik.

Peserta didik pada tahap ini diharapkan lebih banyak membaca secara mandiri, mengumpulkan bahan-bahan yang di butuhkan dari internet, melakukan eksperimen-eksperimen kecil dan sebagainya.

5. Langkah Langkah Model Pembelajaran Inkuiri ke 5. Menguji Hipotesis

Setelah berkutat dengan beragam sumber belajar (sumber informasi) yang tersedia dan sumber data yang ada, peserta didik kemudian akan di ajak untuk memproses data dan informasi yang di peroleh.

Mereka dapat belajar mengorganisasikan data ke dalam tabel-tabel, daftar-daftar, atau ringkasan yang akan mempermudah mereka dalam menguji kebenaran hipotesis yang telah mereka susun dilangkah sebelumnya.

Di sini mungkin saja terjadi semacam perbedaan antara informasi yang baru mereka peroleh dengan informasi yang telah mereka miliki sebelumnya. P

roses berpikir kreatif, kritis, dan analitis akan di butuhkan di tahap ini, sehingga mereka dapat menguji hipotesis.

6. Langkah Langkah Model Pembelajaran Inkuiri ke 6. Menyimpulkan

Langkah Model Pembelajaran Inkuiri terakhir adalah menyimpulkan. Dalam langkah-langkah model pembelajaran inkuiri adalah peserta didik membuat kesimpulan tentang hasil pengujian hipotesis yang telah di lakukan.

Bisa saja, dari pembelajaran yang baru mereka lakukan, mereka akan menemukan informasi yang tidak sesuai dengan hipotesis, atau sebaliknya, di mana informasi baru tersebut semakin memperkuat informasi yang telah mereka miliki itu.

Dari sinilah mereka akan melakukan penyimpulan, yang di dasarkan akan rasionalitas berdasarkan hasil penyelidikan ilmiah.

Proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri ini memungkinkan peserta didik mempunyai kedalaman pemahaman terhadap materi yang mereka pelajari, dan secara kontruktif mereka membangun sendiri pengetahuan baru di atas pondasi pengetahuan yang sebelumnya mereka miliki.

Langkah Langkah Model Pembelajaran Inkuiri

C. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Inquiri

Kelebihan Model Pembelajaran Inquiri:

  1. Pembelajaran ini merupakan pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui pembelajaran ini di anggap jauh lebih bermakna.
  2. PBM ini dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya mereka.
  3. Pembelajaran ini merupakan strategi yang di anggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar moderen yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
  4. Keuntungan lain yaitu dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di ata rata-raa. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.

kekurangan model pembelajaran Inquiri;

  1. Sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa
  2. Sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.
  3. Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah di tentukan
  4. Selama kriteria keberhasilan belajar di tentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka startegi ini tampaknya akan slit di implementasikan.

D. Sumber Rujukan

  • Bloom, B., Englehart, M., Furst, E., Hill, W., & Krathwohl, D. (1956). Taxonomy of educational objectives: The classification of educational goals. Handbook I: The cognitive domain. New York: David McKay.
  • Bransford, J., Brown, A., & Cocking, R. (eds.). (1999). How people learn. National Research Council, Washington, DC: National Academy Press. Retrieved from http://www.nap.edu/openbook/0309065577/html/index.html
  • Center for Innovation in Engineering and Science Education. Retrieved from  http:// www.ciese.org/collabprojs.html
  • Connect to the Classroom: Inquiry-based Learning. Retrieved from http://www.thirteen.org/edonline/concept2class/inquiry/index.html
  • Exploratorium: The Museum of Science, Art and Human Perception at the Palace of Fine Arts. Retrieved from http://www.exploratorium.edu/ 
  • Integration: Building 21st Century Learning Environments. Retrieved from http://www.landmark-project.com/edtechnot_warlick/
  • Krathwohl, D . R., Bloom, B. S., & Masia, B. B. (1973). Taxonomy of educational objectives, the classification of   educational goals, Handbook II: The affective domain.New York:
  • David McKay. Learning for the 21st Century. Retrieved from http://21stcenturyskills.org/downloads/P21_Report.pdf Youth Learn: An Introduction to Inquiry-based Learning. Retrieved from http://www youthlearn.org/learning/general-info/our-approach/intro-inquiry-learning/intro -inquiry-learning.

Baca Juga:

Terima kasih telah membaca artikel ini,
Demikian semoga bermanfaat.

Telusuri Artikel Lain

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: