Konsep Diri dalam Perspektif Islam

Konsep Diri dalam Perspektif Islam

HermanAnis.com – Teman-teman semua, pembahasan kita kali ini adalah Konsep Diri dalam Perspektif Islam. Pembahasan akan berfokus pada bagaimana pandangan Al-Qur’an dan Hadits tentang konsep diri.

A. Definisi Konsep diri

Konsep Diri dalam Perspektif Islam. Sejak kecil individu telah di pengaruhi dan di bentuk oleh berbagai pengalaman yang di jumpai dalam hubungannya dengan individu lain, terutama orang terdekat, maupun yang di dapatkan dalam peristiwa-peristiwa kehidupan, sejarah hidup individu dari masa lalu membuat dirinya memandang diri lebih baik atau lebih buruk dari kenyataan yang sebenarnya.

Konsep Diri dalam Perspektif Islam

Konsep diri merupakan gambaran yang di miliki seseorang tentang dirinya, yang di bentuk melalui pengalaman-pengalaman yang di peroleh dari interaksi dengan lingkungan.

Konsep diri bukan merupakan faktor bawaan, melainkan berkembang dari pengalaman yang terus menerus dan terdiferensiasi. Dasar dari konsep diri individu di tanamkan pada saat-saat dini kehidupan anak dan menjadi dasar yang  mempengaruhi tingkah lakunya di kemudian hari.

B. Konsep Diri dalam Perspektif Islam

Konsep Diri dalam Perspektif Islam. Setiap manusia mamiliki kemampuan untuk menilai dirinya masing-masing, bahkan Al-qur’an menggambarkan bahwa manusia tetap memiliki kesempatan untuk menilai atau menghisab dirinya sendiri pada hari kebangkitan. Kemampuan untuk memahami diri sendiri, berkembang sejalan dengan usia seseorang.

Konsep diri terbentuk melalui proses belajar yang berlangsung sejak masa pertumbuhan hingga dewasa. Self Concept dapat untuk memahamkan diri kita sebagai mahluk ciptaan Allah yang sempurna dengan berbagai potensi dalam diri yang kelak akan di pertanggung jawabkan di hadapan Allah.

Konsep Diri dalam Perspektif Islam

1. Konsep Diri dalam Perspektif Islam menurut Qs. At Taghabun. 64 :16

Konsep Diri dalam Perspektif Islam. Islam mengajarkan agar berpandangan positif terhadap diri, karena manusia mempunyai derajat yang lebih tinggi dari makhluk yang lain. Sebagaimana di sebutkan dalam firman Allah dalam (Qs. At Taghabun. 64 :16): yang artinya:

“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu dan barang siapa yang di pelihara dari kekikiran dirinya, Maka mereka Itulah orang-orang yang beruntung”.

Dalam ayat di atas di jelaskan bahwa Allah mengetahui keterbatasan kita sebagai manusia dan dalam keterbatasan yang kita miliki.

2. Konsep Diri dalam Pandangan Islam menurut Qs. Al Baqarah: 286

Konsep Diri dalam Perspektif Islam. Jika, kita sudah mengetahui kadar kemampuan diri, kita bisa memposisikan diri dengan tepat dalam berbagai kehidupan dan dalam bermasyarakat.

Dalam konteks keterbatasan itu, Allah SWT berfirman dalam Qs. Al Baqarah: 286, yang artinya,

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang di usahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang di kerjakannya. (mereka berdoa), Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami bersalah, Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami, Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir”.

Jadi dalam hal ini bergantung semuanya dengan pengetahuan tentang diri kita atau konsep diri. Karena di lihat dalam Qs. At Taghabun:16, dalam surat ini di jelaskan bahwa potensi manusia itu terbatas dan dalam keterbatasan tersebut kita harus berislam.

Ibnul Qayyim mengatakan bahwa ada 2 pengetahuan yang terpenting, yakni: ma’rifatullah dan ma’rifatunnafs. Artinya, mengetahui Allah berarti mengetahui tujuan hidup, begitu pula dengan mengetahui diri sendiri, mengetahui diri sendiri mengantarkan kita agar sampai kepada tujuan yang kita inginkan.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga bersabda yang artinya: “Allah merahmati seseorang yang mengetahui kadar kemampuan dirinya”.

Olehnya itu, jika kita sudah mengetahui kadar kemampuan diri, kita bisa memposisikan diri dengan tepat dalam berbagai kehidupan dan dalam bermasyarakat.

Konsep Diri dalam Perspektif Islam

3. Konsep Diri dalam Perspektif Islam menurut Qs. Al Baqarah: 286

Konsep Diri dalam Perspektif Islam. Dalam Agama Islam, kita sebagai manusia harus menyakini bahwa manusia mempunyai derajat yang lebih tinggi (berpandangan positif terhadap diri kita sendiri). Untuk itulah seorang muslim tidak boleh bersikap lemah. Sebagaimana firman Allah dalam Qs. Al-Imran: 139, yang artinya,

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”

4. Konsep Diri dalam Perspektif Islam menurut Qs. Al-Isra’ :70

Konsep Diri dalam Perspektif Islam. Manusia adalah makhluk yang tinggi derajatnya serta menempuh kemajuan dalam hidupnya dari zaman ke zaman. Karena itu orang-orang Islam tidak perlu memandang dirinya rendah atau negatif.

Sebab pada dasarnya manusia di beri kelebihan daripada makhluk-makhluk lain dengan kelebihannya yang sempurna. Sebagaimana firman Allah dalam Qs. Al-Isra’ :70, yang artinya:

“Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”

Begitu mulianya manusia di bandingkan dengan makhluk yang lain, sehingga sangat di sayangkan jika manusia masih mempunyai sikap yang tidak menghargai terhadap apa yang di anugrahkan oleh Allh.

Hal ini menjadi pelajaran bagi kita untuk lebih bisa mensyukuri dengan kenikmatan yang Allah berikan kepada kita sebagai manusia ciptaannya tanpa mengubahnya sedikitpun. Karena mengubah ciptaannya sangat di laknat oleh Allah apabila mendatangkan dampak negatif bagi dirinya.

5. Konsep Diri dalam Pandangan Islam menurut Qs. Adz-Dariyat: 56

Konsep Diri dalam Perspektif Islam. Mampu menerima apa yang telah di berikan Allah kepada kita sudah termasuk memiliki konsep diri yang jelas. Konsep diri juga menuntut kesadaran kita terhadap hakikat kemanusiaan.

Pertama, untuk beribadah dan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Sebagaimana yang di jelaskan dalam Qs. Adz-Dariyat: 56, yang artinya:

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku”

Ibadah adalah tujuan dari penciptaan manusia dan kesempurnaan yang kembali kepada pencipta-Nya. Allah menciptakan manusia untuk memberi ganjaran kepada manusia.

6. Konsep Diri dalam Perspektif Islam menurut Qs. An-Nisa’:28

Konsep Diri dalam Perspektif Islam. Menurut Syeikh Muhammad Abduh, bahwa ibadah bukan hanya sekedar ketaatan dan ketundukan, tetapi ia adalah satu bentuk ketundukan dan ketaatan yang mencapai puncaknya akibat adanya rasa keagungan dalam jiwa seseorang terhadap siapa ia mengabdi.

Ia juga merupakan dampak dari keyakinan bahwa pengabdian itu tertuju kepada yang memiliki kekuasaan yang tidak terjangkau hakikatnya (Shihab. 2002. 356).

Kedua, pada dasarnya manusia di ciptakan lemah. Sebagaimana yang di jelaskan dalam Al-Qur’an: yang artinya:

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia di jadikan bersifat lemah” (An-Nisa’. 28).

Allah memberitahukan bahwa manusia itu di ciptakan dalam keadaan lemah, terutama dalam menghadapi hawa nafsu. Oleh karenanya seorang muslin menjaga dirinya agar jangan sampai melakukan larangan-Nya.

Ini semua dalam rangka membentengi manusia dari pengaruh-pengaruh syetan dan hawa nafsu yang dapat menjerumuskannya. Maka harus menyadari sendiri bahwa manusia di jadikan bersifat lemah, karena itu perlu membentengi dirinya dengan iman yang kuat dan cara-cara mengatasi godaan hawa nafsu.

Orang yang memiliki konsep diri negatif lebih mudah di pengaruhi oleh hal-hal yang baru dan indah tanpa memikirkan sesuatu di balik keindahan itu. Mereka memandang dirinya serba kekurangan, lebih rendah dari orang lain sehingga mudah terbawa bujukan syetan untuk mengikuti caranya dalam menutupi kekurangannya itu.

Sedangkan orang dengan konsep diri positif lebih mudah menerima keadaan dirinya baik kekuranngan atau kelebihannya. Lebih percaya diri tanpa memandang kelebihan orang lain sehingga keimanannya lebih kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh bujukan syetan.

C. Ciri-ciri Konsep Diri Positif

Menurut Djafar menyatakan bahwa ciri-ciri konsep diri positif dalam islam antara lain:

1. Bertawakal dalam setiap usaha dan cobaan

Konsep Diri dalam Perspektif Islam. Bagi orang muslim sebelum memulai sebuah usaha supaya memikirkan baik-baik, meminta petunjuk dari orang yang berpengalaman, serta istikharah kepada Allah SWT.

Apabila usahanya bertolak belakang dengan harapan, maka seseorang akan berusaha memperbaikinya tanpa keluh kesah seraya mangadukan semuanya kepada Allah SWT.

2. Tidak cemas terhadap hal-hal yang telah berlalu

Sebagai orang muslim harus yakin bahwa apapun masalah yang menimpanya, tidak akan lama keadaanya. Dan rahmat Allah selalu bersama orang-orang beriman. Sebagai firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 139. Artinya:

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”.

Maksud dari ayat di atas menjelaskan bahwa mahluk Allah tidak boleh mengendur dan patah semangat, dan tidak boleh terlarut dalam kesedihan yang mendalam.

3. Selalu merasa optimis dalam segala hal

Konsep Diri dalam Perspektif Islam. Seorang muslim tetap harus merasa optimis dalam segala hal Karena mengharap rahmat dan pertolongan Allah, serta mengingat larangan Allah terhadap sikap putus asa. Sebagaimana firman Allah dalam Al-qur’an Yusuf ayat 87 yang artinya:

“Hai anak-anakku, Pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.

Seseorang yang mampu mengenali kekuatan dari mereka dan dapat mengetahui kelemahan serta berusaha untuk mengatasi setiap problem yang terjadi dalam kehidupan di dunia ini, dan secara umum memandang positif terhadap karakteristik dan kompetensi atau kemampuan yang di miliki.

Di sini Allah menguji kualitas keimanan, sejauh mana di antar umatnya yang benar-benar beriman dan yang tidak benar-benar beriman kepadaNya. Perjuangan mempertahankan keimanan dan keislaman ini membutuhkan persepsi diri yang positif dan harus ditanamkan dalam diri seseorang.

Dengan konsep diri yang positif menjadikan seseorang dapat mensyukuri nikmat yang telah di berikan Allah kepada umatnya tanpa mangubahnya sedikitpun.

Salah satu ciri-ciri konsep diri negatif. Di jelaskan dalam Al-qur’an surat Al-Imron ayat 177:

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih”.

Pada surat ini di jelasakan bahwa kufur di karenakan tidak kuat menahan hawa nafsu. Jika gelora hawa nafsu sudah reda, maka akan merasa pedih dalam jiwanya. Dalam penderitaan terdapat suatu kekuatan bagi orang yang beriman dan bertaqwa yakni kesabaran.

Dari penjelasan di atas mengajarkan manusia untuk tidak mudah putus asa atas apa yang ingin di capai, karena Allah selalu melimpahkan kemudahan dan pertologan dalam setiap pencapaian harapan.

Dengan Self Concept atau konsep diri yang baik, maka dalam konteks pendidikan di harapkan dapat memperkuat karakter peserta didik yang merupakan program utama Kemdikbud.

Baca Juga Artikel Terkait!

Demikian
Terima kasih telah membaca artikel ini.


Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca