Perkembangan Konsep Diri

Perkembangan Konsep Diri

HermanAnis.com – Teman-teman semua, pembahasan kita kali ini adalah Perkembangan Konsep Diri. Pembahasan akan fokus pada bagaimana tahapan perkembangan konsep diri tahap demi tahap menurut pakar atau ahli.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Konsep diri bukan merupakan bawaan lahir, dan bukan pula muncul begitu saja, akan tetapi berkembang secara perlahan-lahan selama rentang kehidupan individu melalui interaksi dengan lingkungannya.

Lingkungan yang paling berpengaruh dalam pembentukan dan perkembangan konsep diri adalah keluarga dan kemudian masyarakat.

Dengan Self Concept atau konsep diri yang baik, dalam konteks pendidikan di harapkan dapat memperkuat karakter peserta didik yang merupakan program utama Kemdikbud.

Baca Juga : Apa itu Konsep Diri?

A. Perkembangan Konsep Diri

Perkembangan Konsep Diri. Menurut Calhoun & Acocella, yang rawan bagi pembentukan konsep diri adalah belajar. Perubahan psikologis yang relatif permanen yang terjadi pada kita sebagai akibat dari pengalaman.

Pengalaman belajar yang awal terutama di dapat di rumah dan kemudian pengalaman di peroleh dari berbagai lingkungan di luar rumah. Tiga aspek belajar yang paling penting dalam membentuk konsep diri yaitu asosiasi, akibat dan motivasi.

Sumber informasi konsep diri adalah interaksi individu dengan orang lain. Individu menggunakan orang lain untuk menunjukkan siapa dia. Dengan melakukan interaksi dengan orang lain maka individu membayangkan bagaimana pandangan orang lain terhadapnya dan bagaimana mereka menilai  penampilannya.

Penilaian pandangan orang lain di ambil sebagai gambaran tentang diri individu. Sementara menurut Deaux, pengenalan diri yang pertama kali disebut dengan self schema. Pengalaman dengan anggota keluarga dalam hal ini orang tua memberikan informasi mengenai siapa diri individu.

Self schema ini kemudian berkembang menjadi priming, proses di mana ada memori yang mengingatkan individu mengenai sesuatu yang terjadi di masa lalu. Peran ini yang kemudian akan dijalankan kelak akan berkembang menjadi konsep diri.

Menurut Cooley bahwa konsep diri terbentuk berdasarkan proses belajar tentang nilai-nilai, sikap, peran dan identitas dalam hubungan interaksi antara dirinya dengan kelompok primer yaitu keluarga. Hubungan tatap muka dalam kelompok primer tersebut mampu memberikan umpan balik kepada individu tentang bagaimana penilaian orang lain terhadap dirinya.

Sementara menurut Taylor; Comb & Snygg pada usia 6-7 tahun, batas-batas dari diri individu mulai menjadi lebih jelas sebagai hasil dari eksplorasi dan pengalaman dengan tubuhnya sendiri.

Selama periode awal kehidupan, konsep diri individu sepenuhnya di dasari oleh persepsi tentang diri sendiri. Kemudian dengan bertambahnya usia, pandangan tentang diri ini menjadi lebih banyak di dasari oleh nilai-nilai yang di peroleh dari interaksi dengan orang lain.

Baca Juga : Aspek Aspek Konsep Diri

B. Tahapan-tahapan Perkembangan Konsep Diri

Perkembangan Konsep Diri

Perkembangan Konsep Diri. Menurut Elizabeth B. Hurlock konsep diri terdiri atas dua bentuk yakni konsep diri primer dan sekunder.

1. Konsep diri primer

Perkembangan Konsep Diri. Konsep diri ini di dasarkan atas pengalaman anak di rumah dan di bentuk dari berbagai konsep terpisah, yang masing-masing merupakan hasil dari pengalaman dengan berbagai anggota keluarga. Self Concept atau konsep diri primer mencakup citra fisik dan psikologis diri.

Baca Juga : Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Konsep Diri

3. Konsep diri Sekunder

Perkembangan Konsep Diri. Konsep diri yang kedua adalah konsep diri sekunder. Konsaep diri ini berhubungan dengan bagaimana anak melihat dirinya melalui mata orang lain. Konsep diri sekunder juga mencakup citra fisik maupun psikologis diri.

Anak-anak berpikir tentang struktur fisik mereka seperti halnya orang diluar rumah, dan mereka menilai citra psikologis diri mereka yang di bentuk di rumah, dengan membandingkan citra ini dengan apa yang mereka kira di pikir guru, teman sebaya, dan orang lain mengenai diri mereka.

Joan Rais Singgih D. Gunarsa & Yulia Singgih mengemukakan bahwa pada dasarnya konsep diri tersusun atas tahapan-tahapan.

Yang paling dasar adalah konsep diri primer, di mana konsep ini terbentuk atas dasar pengalamannya terhadap lingkungan terdekatnya, yaitu lingkungan rumahnya sendiri melalui orangtua, nenek, paman ataupun saudara-saudara sekandung yang lainnya.

Kemudian setelah anak bertambah besar, ia mempunyai lebih banyak teman, banyak kenalan dan sebagai akibatnya, ia mempunyai lebih banyak pengalaman.

Akhirnya, anak akan memperoleh konsep diri yang baru dan berbeda dari apa yang sudah terbentuk dalam lingkungan rumahnya.

Ini menghasilkan suatu konsep diri sekunder. Bagaimana konsep diri sekunder ini terbentuk, banyak di tentukan pula oleh bagaimana konsep diri primernya.

Anak akan cenderung memilih teman bermain yang sesuai dengan konsep diri primer yang sudah di punyainya itu dan teman-teman barunya tulah yang nantinya menunjang terbentuknya diri sekunder.

Baca Juga : Konsep Diri dalam Perspektif Islam

C. Tahapan perkembangan konsep diri

Perkembangan Konsep Diri

Perkembangan Konsep Diri. Jadi dapat di simpulkan bahwa perkembangan konsep diri tersusun atas 2 tahap, yaitu konsep diri primer dan konsep diri sekunder.

Di mana konsep diri primer adalah konsep diri yang terbentuk atas dasar pengalaman anak di lingkungan rumahnya sendiri, berhubungan dengan anggota keluarga dirumah seperti orang tua, nenek, paman, ataupun saudara-saudara sekandung yang lainnya.

Sedangkan, konsep diri sekunder adalah konsep diri yang terbentuk atas dasar pengalaman anak di lingkungan luar rumah, seperti teman sebaya atau teman bermain.

Dengan demikian dapat di katakan bahwa proses pertumbuhan dan perkembangan individu menuju kedewasaan sangat di pengaruhi oleh lingkungannya karena individu belajar dari lingkungan.

1. Reflected Appraisal

Perkembangan Konsep Diri. Teori ini mengemukakan bahwa konsep diri seseorang terbentuk atas pengaruh lingkungan sekitar, bagaimana orang-orang lain memberi respon dan menilai individu tersebut. Peran orang lain yang berarti (significant other) dalam kehidupan seseorang sangat menentukan.

2. Social Comparation

Perkembangan Konsep Diri. Teori ini mengemukakan bahwa konsep diri berkembang malalui proses interaksi seseorang dengan lingkungan sepanjang rentang kehidupannya. Seseorang secara terus-menerus membentuk nilai-nilai yang ia alami dan pelajari bersama orang lain di lingkungannya.

Selama proses ini berlangsung terjadi perbandingan-perbandingan yang seseorang lakukan terhadap di rinya dan orang lain. Segala yang di pelajari dan di alami oleh seseorang berkaitan dengan segala hal tentang di rinya akan di persepsi kedalam diri dan membentuk citra diri (gambaran diri) individu terhadap diri sendiri.

Baca Juga : Jenis Jenis Konsep Diri

Sumber Rujukan

  • Baron, R. A., & Byrne, D. 1997. Social Psychology, 8thed. Boston:Allyn&Bacon.
  • Berk, L.E. 1996. Infants, Children and Adolesence. USA: Allyn & Bacon
  • Elizabeth B. Hurlock, 1978. Perkembangan Anak Jilid 2. Terjemahan oleh Meitasari Tjandrasa, Erlangga, Jakarta.
  • Syamsul Bachri Thalib. 2013. Psikologi Pendidikan Berbasis Analisis Empiris Aplikatif., Kencana, Jakarta.
  • Wasty soemanto. 2012. Psikologi Pendidikan Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan, PT Rineka Cipta, Jakarta.

Demikian
Terima kasih telah membaca artikel ini.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: