Komponen Instrumen AKM

2 min read

Komponen Instrumen AKM

HermanAnis.com – Teman-teman semua, pembahasan kita kali ini adalah Komponen Instrumen AKM. Komponen instrumen AKM di uraikan dalam tiga komponen yakni: Konten, Proses Kognitif, dan Konteks.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Untuk memastikan AKM mengukur kompetensi yang di perlukan dalam kehidupan, juga sesuai dengan pengertian Literasi Membaca dan Literasi Numerasi yang telah di uraikan pada artikel dalam situs ini. Soal AKM di harapkan tidak hanya mengukur topik atau konten tertentu tetapi berbagai konten, berbagai konteks dan pada beberapa tingkat proses kognitif.

Konten pada Literasi Membaca menunjukkan jenis teks yang di gunakan, dalam hal ini di bedakan dalam dua kelompok yaitu teks informasi dan teks fiksi. Pada Numerasi konten di bedakan menjadi empat kelompok, yaitu Bilangan, Pengukuran dan Geometri, Data dan Ketidakpastian, serta Aljabar.

Tingkat kognitif menunjukkan proses berpikir yang di tuntut atau di perlukan untuk dapat menyelesaikan masalah atau soal. Proses kognitif pada Literasi Membaca dan Numerasi di bedakan menjadi tiga level. Pada Literasi Membaca, level tersebut adalah menemukan informasi, interpretasi dan integrasi serta evaluasi dan refleksi.

Pada Numerasi, ketiga level tersebut adalah pemahaman, penerapan, dan penalaran. Konteks menunjukkan aspek kehidupan atau situasi untuk konten yang di gunakan. Konteks pada AKM di bedakan menjadi tiga, yaitu personal, sosial budaya, dan saintifik.

Komponen Instrumen AKM yakni konten, Proses Kongnitif, dan Konteks.

Komponen Instrumen AKM

Komponen instrumen AKM di uraikan dalam tiga komponen yakni: Konten, Proses Kognitif, dan Konteks. Penjelasan lebih detil mengenai komponen AKM di sajikan sebagai berikut:

Komponen Konten dalam Instrumen AKM

Komponen Konten dalam Instrumen AKM untuk literasi membaca dan numerik dapat di lihat dalam tabel di bawah ini.

Literasi MembacaLiterasi Numerasi
Teks informasi, teks yang bertujuan untuk memberikan fakta, data, dan informasi dalam rangka pengembangan wawasan serta ilmu pengetahuan yang bersifat ilmiahBilangan, meliputi representasi, sifat urutan, dan operasi beragam jenis bilangan (cacah, bulat, pecahan, desimal).
Teks fiksi, teks yang bertujuan untuk memberikan pengalaman mendapatkan hiburan, menikmati cerita, dan melakukan perenungan kepada pembaca.Pengukuran dan geometri, meliputi mengenal bangun datar hingga menggunakan volume dan luas permukaan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, juga menilai pemahaman peserta didik tentang pengukuran panjang, berat, waktu, volume dan debit, serta satuan luas menggunakan satuan baku.
Data dan ketidakpastian, meliputi pemahaman, interpretasi serta penyajian data maupun peluang.
Aljabar, meliputi persamaan dan pertidaksamaan, relasi dan fungsi (termasuk pola bilangan), serta rasio dan proporsi

Baca Juga : Karakteristik Soal Literasi Membaca dalam PISA.

Komponen Proses Kognitif

Sementara Komponen Proses Kognitif dalam Instrumen AKM untuk literasi membaca dan numerik adalah:

Literasi membacaLiterasi Numerasi
Menemukan informasi, mencari, mengakses serta menemukan informasi tersurat dari wacana.Pemahaman, memahami fakta, prosedur serta alat matematika
Interpretasi dan integrasi, memahami informasi tersurat maupun tersirat, memadukan
interpretasi antar bagian teks untuk menghasilkan inferensi.
Penerapan, mampu menerapkan konsep matematika dalam situasi nyata yang bersifat rutin.
Evaluasi dan refleksi, menilai kredibilitas, kesesuaian maupun keterpercayaan teks serta mampu mengaitkan isi teks dengan hal lain di luar teks.Penalaran, bernalar dengan konsep matematika untuk menyelesaikan masalah bersifat non rutin

Komponen Konteks dalam Instrumen AKM

Komponen Konteks dalam Instrumen AKM untuk literasi membaca dan numerik adalah:

Literasi MembacaLiterasi Numerasi
Personal, berkaitan dengan kepentingan diri secara pribadi. Personal, berkaitan dengan kepentingan diri secara pribadi.
Sosial Budaya, berkaitan dengan kepentingan antar individu, budaya dan isu kemasyarakatan.Sosial Budaya, berkaitan dengan kepentingan antar individu, budaya dan isu kemasyarakatan.
Saintifik, berkaitan dengan isu, aktivitas, serta fakta ilmiah baik yang telah dilakukan maupun futuristic.Saintifik, berkaitan dengan isu, aktivitas, serta fakta ilmiah baik yang telah dilakukan maupun futuristic.

Sumber

Terima kasih telah membaca artikel ini
semoga ada manfaat.

Angket Gaya Belajar

Herman
1 min read

Angket Minat Belajar

Herman
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *