Tindak Lanjut Laporan Hasil AKM

Bentuk Tindak Lanjut Laporan Hasil AKM

HermanAnis.com – Teman-teman semua, pembahasan kita kali ini adalah Tindak Lanjut Laporan Hasil AKM untuk Menguasai Konten dan Tindak Lanjut Laporan Hasil AKM untuk Meningkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi.

Sebelum kita membahas bagaimana tindak lanjut hasil AKM, kita bahas dulu bagaimana cara melaorkan hasil Asesmen Komptensi Minimum (AKM).

Laporan hasil AKM (Asesmen Komptensi Minimum)

Hasil AKM di laporkan dalam empat kelompok yang menggambarkan tingkat kompetensi yang berbeda. Urutan tingkat kompetensi dari yang paling kurang adalah:

  1. Perlu Intervensi Khusus,
  2. Dasar,
  3. Cakap, dan
  4. Mahir.

Penjelasan tiap tingkat kompetensi pada Literasi Membaca dan Literasi Numera di berikan dalam tabel berikut:

Tingkatan KompetensiLiterasi MembacaLiterasi Numerik
Perlu Intervensi KhususPeserta didik belum mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit yang ada dalam teks ataupun membuat interpretasi sederhana.Murid hanya memiliki pengetahuan matematika yang terbatas.
Peserta didik menunjukkan penguasaan konsep yang parsial dan keterampilan komputasi yang terbatas.
Dasar Murid mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit yang ada dalam teks serta membuat interpretasi sederhana.Peserta didik memiliki keterampilan dasar matematika: komputasi dasar dalam bentuk persamaan langsung, konsep dasar terkait geometri dan statistika, serta menyelesaikan masalah matematika sederhana yang rutin.
Cakap Peserta didik mampu membuat interpretasi dari informasi implisit yang ada dalam teks; mampu membuat simpulan dari hasil integrasi beberapa informasi dalam suatu teks.Murid mampu mengaplikasikan pengetahuan matematika yang di miliki dalam konteks yang lebih beragam.
Mahir Murid mampu mengintegrasikan beberapa informasi lintas teks; mengevaluasi isi, kualitas, cara penulisan suatu teks, dan bersikap reflektif terhadap isi teks.Peserta didik mampu bernalar untuk menyelesaikan masalah kompleks serta non-rutin berdasarkan konsep matematika yang di milikinya

Tindak Lanjut Laporan Hasil AKM untuk Menguasai Konten

Pelaporan tingkat kompetensi dapat di manfaatkan guru berbagai mata pelajaran untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan berkualitas.

Contoh Strategi Penguasaan Konten di Mata Pelajaran IPS

Berikut ini contoh implikasi atau Tindak Lanjut Laporan Hasil AKM untuk menguasai konten kompetensi pada pembelajaran IPS:

Tindak Lanjut Laporan Hasil AKM untuk Menguasai Konten dan untuk Meningkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi.

Guru di harapkan menyesuaikan pembelajarannya sesuai tingkat kompetensi peserta didik. Berikut contoh strategi pembelajaran yang di sesuaikan dengan empat tingkat kompetensi literasi membaca peserta didik:

  1. Murid di tingkat Perlu Intervensi Khusus belum mampu memahami isi bacaan, murid hanya mampu membuat interpretasi sederhana.
    Guru IPS tidak cukup bertumpu pada materi bacaan tersebut.
    Peserta didik perlu di beri bahan belajar lain secara audio, visual dan pendampingan khusus.
  2. Peserta didik di tingkat Dasar telah mampu mengambil informasi dari teks, namun tidak memahami secara utuh isi topik koperasi.
    Murid dapat di beri sumber belajar pendamping dalam bentuk catatan singkat atau simpulan untuk pemahaman yang utuh.
  3. Murid di tingkat Cakap mampu memahami dengan baik isi teks mengenai koperasi, namun belum mampu merefleksi.
    Peserta didik dapat di beri pembelajaran identifikasi kondisi lingkungan murid, mengaitkan dengan fungsi dan manfaat koperasi.
  4. Murid di tingkat Mahir mampu memahami isi bacaan dan merefleksi kegunaan koperasi dari teks yang di berikan oleh guru.
    Guru dapat melakukan pembelajaran berupa menyusun beragam strategi pemanfaatan koperasi.

Contoh Strategi Penguasaan Konten di Mata Pelajaran Fisika

Berikut ini contoh implikasi atau Tindak Lanjut Laporan Hasil AKM untuk menguasai konten kompetensi pada pembelajaran Fisika:

Tindak Lanjut Laporan Hasil AKM untuk Menguasai Konten dan untuk Meningkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi.

Dari contoh ini, di informasikan empat tingkat kompetensi dengan tindak lanjut yang perlu di berikan:

  1. Murid di tingkat Perlu Intervensi Khusus memiliki penguasaan konsep matematika yang sangat minimal.
    Peserta didik ini perlu di dampingi mulai dari pencatatan data serta di lakukan diskusi untuk memvalidasi hasil pencatatan data.
    Diskusi dapat di lakukan dengan teman yang kompetensi numerasinya cakap ataupun mahir.
  2. Murid di tingkat Dasar sudah menguasai konsep dasar, namun masih kesulitan untuk menerapkan dalam situasi yang relevan.
    Peserta didik perlu di beri contoh cara menyajikan data atau menuangkan data hasil catatannya ke dalam bentuk penyajian yang tepat dan akurat.
    Interpretasi holistik mengenai data sebelum menarik kesimpulan di lakukan dalam diskusi bersama.
  3. Murid di tingkat Cakap sudah memahami konsep dan mampu menerapkan konsepnya, namun perlu di asah kemampuan bernalarnya untuk mengetahui adanya kesalahan pada data atau anomali data.
    Peserta didik dapat di tugaskan untuk membandingkan datanya dengan data kelompok lainnya kemudian membuat simpulan umum hasil penelitian dalam satu kelas.
    Murid dibimbing dalam menjustifikasi data yang sifatnya anomali.
  4. Peserta didik di tingkat Mahir mampu menerapkan konsep matematika yang di miliki dalam beragam konteks serta bernalar untuk menyelesaikan masalah.
    Murid ini dapat di tugaskan untuk membandingkan data dirinya, data kelompok lainnya dan data dari sumber lainnya (misal, jurnal ilmiah yang relevan) kemudian membuat generalisasi hasil percobaan yang di lakukan dengan menganalisis beragam data.

Tindak Lanjut Laporan Hasil AKM untuk Meningkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi

Berikut ini akan di berikan contoh Tindak Lanjut Laporan Hasil AKM untuk Meningkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi.

Contoh Strategi Meningkatkan Kompetensi Literasi Membaca di Mata Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya.

Mata Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya.

Dari contoh ini, di informasikan empat tingkat kompetensi dengan tindak lanjut yang perlu di berikan:

  1. Murid di tingkat Perlu Intervensi Khusus masih kesulitan untuk memahami resep secara utuh.
    Peserta didik di asah kemampuan literasi membacanya tidak hanya dengan membuat cireng, namun juga membuat catatan singkat/ rangkuman sederhana mengenai cara membuat cireng berdasarkan resep dari guru.
  2. Peserta didik di tingkat Dasar sudah mampu memahami resep, namun belum memiliki pemahaman yang komprehensif.
    Murid pada tingkat ini selain membuat cireng dapat di tugaskan membuat catatan singkat/ rangkuman cara membuat cireng yang di sertai dengan penanda bagian penting atau bagian yang dapat di modifikasi pada saat membuat cireng.
  3. Peserta didik di tingkat Cakap sudah memahami secara komprehensif isi resep, namun belum mampu merefleksi dan mengevaluasi.
    Murid dapat diberi kebebasan untuk memodifikasi resep/cara membuat cireng, kemudian di tugaskan untuk membuat laporan perbandingan antara cara membuat cireng dengan resep hasil modifikasi dan resep dari guru.
  4. Peserta didik di tingkat Mahir sudah mampu mengevaluasi dan merefleksi resep guru.
    Murid di tingkat ini sebelum membuat cireng di tugaskan untuk mencari resep cireng lainnya, membandingkan resep-resep, kemudian memutuskan langkah-langkah pembuatan cireng yang akan di jadikan resep untuk di praktikkan. Hasil telaah beberapa resep tersebut di laporkan beserta alasan pengambilan keputusan dalam membuat cireng.

Contoh Strategi Meningkatkan Kompetensi Literasi Numerasi di Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan.

Tindak Lanjut Laporan Hasil AKM untuk Menguasai Konten dan untuk Meningkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi.

Dari contoh ini, di informasikan empat tingkat kompetensi dengan tindak lanjut yang perlu di berikan:

  1. Murid di tingkat Perlu Intervensi Khusus di beri beberapa contoh hasil pertandingan yang lengkap. Murid diminta menjabarkan nilai setiap tim dalam satu grup dan menentukan pemenangnya.
  2. Peserta didik di tingkat Dasar di beri contoh hasil pertandingan satu grup yang rumpang dan kondisi pemenang. Murid di minta menjabarkan kemungkinan hasil pertandingan yang rumpang tersebut.
  3. Peserta didik di tingkat Cakap diberi hasil pertandingan dua grup yang rumpang serta kondisi pertandingan babak selanjutnya. Murid di minta menjabarkan kemungkinan hasil pertandingan yang rumpang.
  4. Peserta didik di tingkat Mahir di minta mengestimasi kemungkinan pemenang di babak selanjutnya berdasarkan hasil pertandingan empat grup di babak sebelumnya.

Kesimpulan

Seperti telah di sampaikan dan di tunjukkan, meskipun AKM tidak mengukur secara spesifik capaian belajar pada mata pelajaran, namun pelaporan hasil AKM dapat di manfaatkan untuk perbaikan proses pembelajaran mata pelajaran.

Dengan memanfatkan informasi hasil AKM, guru dapat menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Hasil AKM dapat memberi gambaran kepada guru mengenai takaran yang tepat untuk setiap “teaching at the right level”.

Sehingga dengan strategi yang sesuai dengan kondisi peserta didik, tugas atau pembelajaran yang di berikan juga sesuai dengan kondisi perserta didik.

Dengan demikian antusiasme untuk belajar tetap terjaga. Rasa bosan karena tantangan atau tugas yang terlalu sederhana atau rasa putus asa karena tugas yang terlalu sulit, di luar jangkauan peserta didik dapat di hindari.

Semoga dengan perbaikan proses pembelajaran di kelas yang terus-menerus, kualitas belajar peserta didik Indonesia semakin meningkat dan menciptakan Indonesia yang semakin maju

Sumber

Terima kasih telah membaca artikel ini,
semoga ada manfaat.


Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca