Daftar Penerima Nobel Fisika Beserta Temuannya

Daftar Penerima Hadiah Nobel dalam Bidang Fisika

HermanAnis.com – Teman-teman semua, dalam kesempatan ini kami akan menampilkan Daftar Penerima Hadiah Nobel dalam Bidang Fisika dari tahun 1901 sampai dengan 2022.

Baca Juga: 20 Ilmuan Fisika paling berpengaruh

A. Hadiah Nobel Fisika

Hadiah Nobel Fisika adalah penghargaan yang di berikan setiap tahun oleh Yayasan Nobel untuk menghargai karya-karya luar biasa dalam bidang fisika. Penghargaan ini di dirikan oleh Alfred Nobel, penemu dinamit dan seorang insinyur Swedia, pada tahun 1895 melalui wasiatnya. Hadiah Nobel Fisika memiliki nilai moneter sebesar 10 juta SEK (sekitar 1,1 juta USD) pada tahun 2021.

Hadiah Nobel ini ini di berikan kepada satu atau beberapa peneliti yang melakukan kontribusi signifikan dalam bidang fisika, terutama dalam penemuan, penelitian, dan pengembangan teknologi baru. Penerima Hadiah Nobel Fisika di pilih oleh Komite Nobel Fisika, yang terdiri dari lima anggota yang di pilih oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Swedia.

Setiap tahun, pengumuman penerima Hadiah Nobel Fisika di lakukan pada bulan Oktober dan penghargaan di serahkan pada bulan Desember dalam sebuah upacara di Stockholm, Swedia, kecuali Hadiah Nobel Perdamaian yang di serahkan di Oslo, Norwegia.

B. Daftar Penerima Nobel Fisika Beserta Temuannya

1. Daftar Penerima Nobel Fisika dari tahun 1901 hingga 1917

Berikut daftar lengkap penerima Penghargaan Nobel Fisika dari tahun 1901 hingga 1917 beserta penjelasan singkat mengenai kontribusi mereka dalam bidang fisika:

a. Penerima Nobel Fisika Tahun 1901 – Wilhelm Conrad Röntgen:

Penerima Nobel Fisika tahun 1901 adalah Wilhelm Conrad Röntgen, dan temuannya adalah penemuan sinar-X. Röntgen menemukan sinar-X secara tidak sengaja saat melakukan penelitian pada tabung katode pada tahun 1895. Dia menyadari bahwa sinar ini dapat menembus objek padat dan menciptakan bayangan di sebuah layar fluoresen. Temuannya ini membuka jalan bagi pengembangan teknologi medis dan penemuan berbagai teknologi seperti CT scan, sinar-X industri, dan radiografi medis.

b. Tahun 1902 – Hendrik Lorentz dan Pieter Zeeman:

Penerima Nobel Fisika tahun 1902 adalah Hendrik Antoon Lorentz dan Pieter Zeeman, dan temuan mereka adalah efek Zeeman. Efek ini menggambarkan bagaimana medan magnet dapat memecah garis spektrum yang di hasilkan oleh atom atau molekul ketika mereka terkena radiasi elektromagnetik.

Penemuan ini membawa kontribusi besar dalam pemahaman kita tentang interaksi antara radiasi dan materi, dan memberikan landasan untuk pengembangan spektroskopi magnetik. Lorentz juga membuat kontribusi besar dalam teori elektromagnetisme, terutama dengan persamaan Lorentz yang menjelaskan efek relatif dari gerakan benda terhadap medan elektromagnetik.

c. Penerima Nobel Fisika Tahun 1903 – Henri Becquerel, Marie Curie, dan Pierre Curie:

Penerima Nobel Fisika tahun 1903 adalah Henri Becquerel, Pierre Curie, dan Marie Curie, dan temuan mereka adalah radioaktivitas. Penemuan radioaktivitas ini merupakan hasil dari penelitian yang di lakukan oleh Henri Becquerel dan kemudian dikembangkan oleh pasangan suami istri Pierre dan Marie Curie.

Mereka menemukan bahwa beberapa zat, seperti uranium, memancarkan radiasi yang bersifat tidak stabil dan terus memancarkan energi hingga menjadi elemen yang lebih stabil. Temuan ini memicu pengembangan ilmu fisika dan kimia modern, serta memberikan landasan bagi pengembangan teknologi nuklir dan medis. Marie Curie juga menjadi wanita pertama yang memenangkan hadiah Nobel dan dia memenangkan hadiah Nobel Fisika yang kedua pada tahun 1911 untuk penelitiannya tentang radium dan polonium.

d. Tahun 1904 – h Lord Rayleigh dan Sir William Ramsay:

Penerima Nobel Fisika tahun 1904 adalah Lord Rayleigh dan Sir William Ramsay, dan temuan mereka adalah argon dan pengembangan spektroskopi. Sir William Ramsay berhasil menemukan gas argon pada tahun 1894 dan menemukan bahwa argon merupakan gas yang tidak bereaksi dengan zat lain.

Sedangkan Lord Rayleigh berhasil menemukan bahwa udara memiliki massa yang lebih besar daripada massa dari gas campuran nitrogen dan oksigen. Temuan tersebut membawa pengembangan dalam spektroskopi, yaitu studi tentang penyerapan dan emisi cahaya oleh atom dan molekul. Penemuan ini memberikan landasan bagi pengembangan pemahaman kita tentang struktur atom dan spektrum elektromagnetik.

e. Penerima Nobel Fisika Tahun 1905 – Philipp Lenard:

Penerima Nobel Fisika tahun 1905 adalah Philipp Eduard Anton von Lenard, dan temuannya adalah efek fotoelektrik. Lenard menemukan bahwa ketika cahaya jatuh pada permukaan logam, elektron dapat di lepaskan dari logam tersebut.

Efek ini di kenal sebagai efek fotoelektrik dan penemuannya membawa pemahaman baru tentang sifat cahaya sebagai partikel, bukan hanya sebagai gelombang elektromagnetik. Penemuan ini berdampak besar dalam perkembangan teori fisika kuantum dan pengembangan teknologi seperti fotoelektron spektroskopi, sel surya, dan televisi.

f. Tahun 1906 – Joseph John Thomson:

Penerima Nobel Fisika tahun 1906 adalah Joseph John Thomson, dan temuannya adalah elektron. Thomson menemukan bahwa atom terdiri dari partikel kecil yang bermuatan negatif yang di sebut elektron.

Ia juga menunjukkan bahwa elektron tersebar merata di dalam atom yang bermuatan positif. Temuan ini membuka jalan bagi pengembangan teori atom dan mekanika kuantum. Thomson juga terkenal karena penelitiannya tentang spektrometri massa dan kelistrikan gas, yang merupakan dasar dari banyak teknologi modern seperti televisi dan partikel akselerator.

g. Penerima Nobel Fisika Tahun 1907 – Albert Abraham Michelson:

Penerima Nobel Fisika tahun 1907 adalah Albert Abraham Michelson, dan temuannya adalah pengukuran kecepatan cahaya yang lebih akurat. Michelson berhasil mengembangkan interferometer Michelson yang memungkinkan pengukuran kecepatan cahaya dengan lebih akurat. Dengan interferometer, Michelson menunjukkan bahwa kecepatan cahaya adalah konstan, independen dari gerakan sumber cahaya atau pengamat.

Penemuan ini sangat penting dalam pengembangan teori relativitas khusus oleh Albert Einstein, yang menunjukkan bahwa kecepatan cahaya adalah konstan dan merupakan batas maksimum kecepatan di alam semesta. Penemuan Michelson juga membawa pengembangan dalam astronomi, spektroskopi, dan teknologi seperti laser interferometri.

h. Tahun 1908 – Gabriel Lippmann:

Penerima Nobel Fisika tahun 1908 adalah Gabriel Lippmann, dan temuannya adalah proses fotografi warna. Lippmann mengembangkan teknik fotografi yang memungkinkan gambar-gambar warna di produksi dengan cara merekam spektrum cahaya yang di pantulkan oleh sebuah benda di atas lapisan gelatine perak. Dengan teknik ini, gambar-gambar yang sangat detil dan tajam dapat di produksi dengan warna yang sangat akurat dan alami.

Penemuan ini menjadi dasar dari teknologi fotografi warna dan juga memberikan pengaruh pada pengembangan teori fisika kuantum. Selain itu, Lippmann juga berkontribusi dalam bidang elektrokimia dan akustik, serta merupakan pendiri dari Journal of Physics.

i. Penerima Nobel Fisika Tahun 1909 – Guglielmo Marconi dan Karl Ferdinand Braun:

Penerima Nobel Fisika tahun 1909 adalah Guglielmo Marconi dan Karl Ferdinand Braun, dan temuan mereka adalah pengembangan sistem telegraf nirkabel. Marconi dan Braun masing-masing mengembangkan teknologi untuk mengirimkan sinyal radio melalui udara, yang memungkinkan komunikasi nirkabel di seluruh dunia.

Temuan ini membawa revolusi dalam bidang komunikasi, memungkinkan orang untuk mengirim pesan dalam waktu singkat dan meningkatkan konektivitas antar negara. Marconi juga di kenal sebagai bapak dari radio, dan Braun berkontribusi dalam bidang elektrokimia dan fisika benda padat.

j. Tahun 1910 – Johannes Diderik van der Waals:

Penerima Nobel Fisika tahun 1910 adalah Johannes Diderik van der Waals, dan temuannya adalah persamaan keadaan gas ideal yang di namakan persamaan van der Waals. Van der Waals mengembangkan persamaan keadaan gas yang lebih akurat daripada persamaan keadaan gas ideal, yang memperhitungkan volume dan interaksi antara molekul gas.

Persamaan ini sangat penting dalam pemahaman termodinamika gas, dan di gunakan secara luas dalam industri kimia dan teknik. Van der Waals juga membuat kontribusi penting dalam bidang kristalografi dan teori interaksi antar molekul.

k. Penerima Nobel Fisika Tahun 1911 – Wilhelm Wien:

Penerima Nobel Fisika tahun 1911 adalah Wilhelm Wien, dan temuannya adalah hukum pergeseran Wien yang menjelaskan distribusi radiasi dari benda panas. Hukum ini menyatakan bahwa panjang gelombang radiasi terpanjang yang di pancarkan oleh benda panas berbanding terbalik dengan suhu benda tersebut.

Temuan ini sangat penting dalam pemahaman termodinamika dan fisika benda padat, serta membawa dampak besar dalam pengembangan teknologi seperti spektroskopi dan teknik medis. Wien juga dikenal karena kontribusinya dalam pemahaman tentang spektroskopi inframerah dan elektrodinamika.

l. Tahun 1912 – Gustaf Dalén:

Penerima Nobel Fisika tahun 1912 adalah Gustaf Dalén, dan temuannya adalah katup sinar matahari yang di gunakan dalam teknologi lampu gas. Dalén mengembangkan katup sinar matahari yang dapat secara otomatis mengontrol aliran gas ke lampu gas, sehingga lampu dapat menyala dengan aman dan stabil tanpa memerlukan pengawasan manusia.

Temuan ini sangat penting dalam industri gas dan minyak, dan Dalén juga di kenal karena kontribusinya dalam pengembangan teknologi lampu nelayan yang di gunakan di seluruh dunia.

m. Penerima Nobel Fisika Tahun 1913 – Heike Kamerlingh Onnes:

Penerima Nobel Fisika tahun 1913 adalah Heike Kamerlingh Onnes, dan temuannya adalah penemuan fenomena superkonduktivitas pada suhu sangat rendah. Kamerlingh Onnes menemukan bahwa beberapa logam dapat mengalirkan listrik dengan nol resistensi pada suhu sangat rendah, yang dikenal sebagai superkonduktivitas.

Temuan ini memungkinkan pengiriman listrik yang jauh lebih efisien dan hemat energi, dan membawa dampak besar pada bidang teknologi seperti pembuatan magnet superkonduktor dan pengembangan teknologi partikel akselerator. Kamerlingh Onnes juga berkontribusi dalam pengembangan teknik kriogenik dan fisika benda padat.

n. Tahun 1914 – Max von Laue:

Penerima Nobel Fisika tahun 1914 adalah Max von Laue, dan temuannya adalah difraksi sinar-X pada kristal. Laue menunjukkan bahwa sinar-X dapat dibiaskan dan di teruskan melalui kristal dan memproduksi pola difraksi, yang memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari struktur kristal dan mengidentifikasi komponen penyusunnya.

Temuan ini sangat penting dalam bidang kimia, fisika, dan kristalografi, dan memungkinkan para ilmuwan untuk memahami sifat material yang lebih baik dan mengembangkan bahan-bahan baru dengan sifat khusus.

o. Penerima Nobel Fisika Tahun 1915 – William Henry Bragg dan William Lawrence Bragg:

Penerima Nobel Fisika tahun 1915 adalah William Henry Bragg dan William Lawrence Bragg (ayah dan anak), dan temuannya adalah metode analisis kristalografi sinar-X. Dengan menggunakan sinar-X, mereka mengembangkan teknik yang memungkinkan kristal untuk dipelajari dengan lebih detail dan akurat, memungkinkan para peneliti untuk memahami struktur atom dan molekul.

Teknik ini menjadi sangat penting dalam penelitian kimia dan biologi struktural, dan berdampak besar pada bidang teknologi seperti pengembangan obat dan bahan material. William Lawrence Bragg juga menjadi pemenang Nobel Fisika termuda pada usia 25 tahun.

p. Tahun 1916 – tidak ada pemenang:

Tidak ada penerima Nobel Fisika pada tahun 1916. Penghargaan tersebut di hentikan sementara selama Perang Dunia I dari tahun 1915 hingga 1917. Penyerahan kembali Nobel Fisika di lanjutkan pada tahun 1918.

q. Penerima Nobel Fisika Tahun 1917 – Charles Glover Barkla:

Penerima Nobel Fisika tahun 1917 adalah Charles Glover Barkla, dan temuannya adalah mengenai difraksi sinar-X oleh atom, yang ia lakukan dengan mengirim sinar-X melalui berbagai macam material dan mempelajari difraksi yang di hasilkan. Penelitiannya menunjukkan bahwa tiap elemen kimia memiliki pola difraksi yang unik, dan memungkinkan para ilmuwan untuk mengidentifikasi unsur-unsur dalam sampel dengan menggunakan difraksi sinar-X.

Penemuan ini sangat penting dalam kimia dan fisika, dan memberikan kontribusi besar pada pengembangan teknologi spektroskopi sinar-X, yang digunakan dalam berbagai aplikasi seperti identifikasi unsur dalam sampel dan pemetaan struktur molekul.

2. Daftar Penerima Nobel Fisika dari tahun 1918 hingga 1928

Berikut adalah daftar lengkap penerima Penghargaan Nobel Fisika dari tahun 1918 hingga 1928 beserta penjelasan singkat mengenai kontribusi mereka dalam bidang fisika:

a. Tahun 1918 – Max Planck:

Penerima Nobel Fisika tahun 1918 adalah Max Planck, dan temuannya adalah pengembangan teori kuantum, yang mengubah pandangan dunia mengenai fisika. Planck menunjukkan bahwa radiasi elektromagnetik, seperti cahaya, terdiri dari partikel-partikel diskrit yang di sebut “kuanta”.

Temuan ini melanggar konsep fisika klasik bahwa radiasi elektromagnetik adalah gelombang yang kontinu, dan membuka jalan bagi pengembangan mekanika kuantum. Teori kuantum memiliki konsekuensi besar dalam fisika modern, termasuk pemahaman tentang struktur atom, sifat bahan, dan teknologi modern seperti semikonduktor dan komputer kuantum.

b. Penerima Nobel Fisika 1919 – Johannes Stark:

Penerima Nobel Fisika tahun 1919 adalah Johannes Stark, dan temuannya adalah efek Stark, yaitu pemisahan garis spektrum atom yang terjadi ketika atom di tempatkan di medan listrik. Stark menunjukkan bahwa medan listrik dapat mempengaruhi spektrum atom dengan menggeser garis spektrum dalam medan listrik yang kuat.

Temuannya membuka jalan bagi pengembangan spektroskopi atom dan kemudian di gunakan dalam teknologi seperti spektroskopi nuklir dan identifikasi unsur dalam sampel. Stark juga berkontribusi pada pengembangan teori atom, dan memainkan peran penting dalam perkembangan fisika modern.

c. Tahun 1920 – Charles Édouard Guillaume:

Penerima Nobel Fisika tahun 1920 adalah Charles Edouard Guillaume, dan temuannya adalah pengembangan logam invar dan permalloy. Invar adalah paduan nikel-besi yang memiliki koefisien ekspansi termal yang sangat rendah, sehingga cocok untuk digunakan dalam pembuatan peralatan presisi seperti jam mekanik dan instrumen ilmiah.

Permalloy adalah paduan nikel-besi dengan sifat magnetik yang dapat diatur, sehingga dapat digunakan dalam pembuatan inti transformator dan komponen elektronik lainnya. Temuan Guillaume memberikan kontribusi besar pada teknologi modern dalam bidang mesin, elektronik, dan komunikasi.

d. Penerima Nobel Fisika Tahun 1921 – Albert Einstein:

Penerima Nobel Fisika tahun 1921 adalah Albert Einstein, dan penghargaannya diberikan atas kontribusinya pada fisika teoretis, terutama penjelasannya mengenai efek fotolistrik. Efek fotolistrik adalah pelepasan elektron dari permukaan logam ketika disinari oleh cahaya. Einstein mengusulkan bahwa cahaya terdiri dari partikel-partikel diskret yang disebut foton, dan efek fotolistrik terjadi ketika foton menyerap elektron dalam suatu atom atau molekul.

Penjelasan Einstein ini menjelaskan fenomena tersebut secara kuantitatif dan mengakibatkan perkembangan teori kuantum dalam fisika. Einstein juga dikenal karena kontribusinya pada teori relativitas, yang mengubah cara kita memahami waktu dan ruang dalam fisika.

e. Penerima Nobel Fisika Tahun 1922 – Niels Bohr:

Penerima Nobel Fisika tahun 1922 adalah Niels Bohr, dan penghargaannya diberikan atas kontribusinya pada pemahaman struktur atom dan radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh atom. Bohr mengembangkan model atom yang disebut model atom Bohr, di mana ia mengusulkan bahwa elektron hanya dapat mengorbit pada jarak tertentu dari inti atom, dan hanya dapat memancarkan atau menyerap energi dalam jumlah tertentu yang disebut kuantum.

Teori ini menjelaskan mengapa spektrum emisi atom memiliki garis-garis spektral yang khas, dan juga membuka jalan untuk pengembangan teori kuantum dalam fisika. Bohr juga mengusulkan prinsip komplementaritas, yang menyatakan bahwa dalam beberapa kasus, sifat partikel dapat dilihat sebagai gelombang dan sebaliknya.

f. Penerima Nobel Fisika Tahun 1923 – Robert Andrews Millikan:

Penerima Nobel Fisika tahun 1923 adalah Robert Andrews Millikan, dan penghargaannya diberikan atas penemuannya dalam mengukur muatan listrik elektron dalam percobaan yang disebut percobaan tetes minyak. Dalam percobaan ini, Millikan menyemprotkan tetesan minyak ke dalam ruang yang dikenakan medan listrik, dan dengan mengukur kecepatan terminal tetesan yang stabil, ia dapat menentukan muatan listrik pada masing-masing tetesan.

Hasil pengukurannya membuktikan bahwa muatan listrik terkecil yang ada pada elektron adalah tetap dan diskrit, dan memberikan nilai yang sangat akurat dari muatan elektron tersebut. Penemuan ini penting bagi pengembangan teori atom dan elektronika modern.

g. Penerima Nobel Fisika Tahun 1924 – Karl Manne Georg Siegbahn:

Penerima Nobel Fisika tahun 1924 adalah Manne Siegbahn, dan penghargaannya diberikan atas penemuannya dalam spektroskopi sinar-X yang sangat presisi. Siegbahn menggunakan spektroskopi sinar-X untuk mengukur dan menganalisis energi foton yang dilepaskan oleh atom ketika mereka berinteraksi dengan sinar-X.

Metodenya sangat akurat dan memungkinkan untuk menentukan konfigurasi elektronik dari atom secara tepat. Penemuan ini memainkan peran kunci dalam pengembangan fisika atom dan menuntun ke penemuan lebih banyak unsur kimia. Siegbahn juga melakukan pengukuran presisi dari konstanta Planck, yang membuka jalan bagi pengembangan teori kuantum mekanika.

h. Penerima Nobel Fisika Tahun Tahun 1925 – James Franck dan Gustav Hertz:

Penerima Nobel Fisika tahun 1925 adalah James Franck dan Gustav Hertz. Mereka dianugerahi penghargaan ini atas penemuan eksperimen Franck-Hertz, sebuah eksperimen yang memvalidasi teori kuantum. Eksperimen ini melibatkan atom-atom gas hidrogen yang diserang oleh elektron dengan energi tertentu. Ketika elektron bertabrakan dengan atom, ia dapat memindahkan sejumlah energi yang tetap, atau kuantum, ke atom.

Franck dan Hertz menunjukkan bahwa ketika elektron memiliki energi yang tepat, atom hanya menyerap satu kuantum energi, memperlihatkan bahwa atom hanya bisa memiliki energi dalam kuantum diskrit. Eksperimen ini menjadi salah satu bukti awal tentang sifat diskret dari dunia sub-atom dan menjadi penting dalam pengembangan mekanika kuantum.

i. Penerima Nobel Fisika Tahun 1926 – Jean Baptiste Perrin:

Penerima Nobel Fisika tahun 1926 adalah Jean Baptiste Perrin atas penemuan tentang fenomena disebut dengan gerak Brown, yang mengkonfirmasi keberadaan molekul-molekul. Perrin melakukan eksperimen dengan mengamati partikel kecil yang bergerak dalam air. Dalam percobaannya, ia memperlihatkan bahwa gerakan partikel kecil tersebut tidak teratur, dan perilaku ini dikenal sebagai gerak Brown. Perrin menunjukkan bahwa perilaku ini disebabkan oleh tabrakan partikel air dengan partikel kecil, yang pada akhirnya mengkonfirmasi bahwa partikel kecil itu sendiri adalah molekul. Penelitiannya menjadi penting dalam mengkonfirmasi model kinetik-molekuler dan menjadi dasar dari penelitian di berbagai bidang, termasuk fisika dan kimia.

j. Penerima Nobel Fisika Tahun 1927 – Arthur Holly Compton dan Charles Thomson Rees Wilson:

Pada tahun 1927, Nobel Fisika diberikan kepada dua orang ilmuwan, yaitu: Arthur H. Compton (Amerika Serikat) dengan temuan: Efek Compton, yaitu penyebaran sinar-X oleh elektron yang bebas dan C.T.R. Wilson (Britania Raya) dengan temuan kamar kabut Wilson, alat untuk memvisualisasikan jejak partikel bermuatan yang melalui udara. Kedua ilmuwan tersebut mendapatkan Nobel Fisika atas kontribusinya pada pemahaman tentang sifat partikel-partikel atom dan elektromagnetisme.

k. Penerima Nobel Fisika Tahun 1928 – Owen Willans Richardson:

Pada tahun 1928, Nobel Fisika diberikan kepada Owen Willans Richardson dari Britania Raya atas penemuan hukum emisi Richardson, yang menjelaskan bagaimana elektron dapat terlepas dari permukaan logam dan berkontribusi pada pemahaman tentang efek fotoelektrik. Richardson juga membuat kontribusi penting pada pengembangan teknologi tabung sinar katoda.

3. Daftar Penerima Nobel Fisika dari tahun 1929 hingga 1939

Berikut adalah daftar lengkap penerima Nobel Fisika dari tahun 1929 hingga 1939 beserta penjelasan singkat mengenai kontribusi mereka dalam bidang fisika:

  1. 1929 – Louis de Broglie: Louis de Broglie memenangkan Nobel Fisika untuk teorinya tentang sifat gelombang materi dan hubungannya dengan mekanika kuantum.
  2. 1930 – Sir Chandrasekhara Venkata Raman: Sir C.V. Raman menerima Nobel Fisika untuk penemuan efek Raman, yang memungkinkan pengukuran spektrum cahaya dengan presisi yang lebih tinggi.
  3. 1931 – Carl David Anderson: Carl Anderson memenangkan Nobel Fisika untuk penemuan partikel positron, partikel mirip elektron tetapi dengan muatan positif.
  4. 1932 – Werner Heisenberg: Werner Heisenberg menerima Nobel Fisika untuk kontribusinya pada teori kuantum, khususnya prinsip ketidakpastian dan matriks mekanika kuantum.
  5. 1933 – Erwin Schrödinger dan Paul Adrien Maurice Dirac: Erwin Schrödinger dan Paul Dirac menerima Nobel Fisika untuk kontribusi mereka pada teori kuantum, terutama persamaan gelombang Schrödinger dan persamaan Dirac untuk partikel bermuatan.
  6. 1934 – tidak ada pemenang: Tidak ada penghargaan Nobel Fisika diberikan pada tahun 1934 karena alasan politik dan perang dunia kedua.
  7. 1935 – James Chadwick: James Chadwick memenangkan Nobel Fisika untuk penemuan neutron, partikel netral yang ditemukan di dalam inti atom.
  8. 1936 – Victor Franz Hess dan Carl David Anderson: Victor Hess dan Carl Anderson menerima Nobel Fisika untuk penemuan mereka tentang sinar kosmik dan partikel positron.
  9. 1937 – Clinton Davisson dan George Paget Thomson: Clinton Davisson dan George Thomson memenangkan Nobel Fisika untuk penemuan efek gelombang elektron dan difraksi elektron, yang membuktikan sifat gelombang dari partikel subatom.
  10. 1938 – Enrico Fermi: Enrico Fermi menerima Nobel Fisika untuk penemuannya tentang reaksi nuklir, yang membuka jalan bagi pengembangan energi nuklir.
  11. 1939 – Ernest Lawrence: Ernest Lawrence memenangkan Nobel Fisika untuk penemuan siklotron, sebuah alat yang dapat mempercepat partikel bermuatan, membuka jalan bagi penelitian nuklir dan pengembangan bom atom.

4. Daftar Penerima Nobel Fisika dari tahun 1940 hingga 1950

Berikut adalah daftar lengkap penerima Nobel Fisika dari tahun 1940 hingga 1950 beserta penjelasan singkat mengenai kontribusi mereka dalam bidang fisika:

  1. 1940 – 1943 tidak ada penerima: Tidak ada penghargaan Nobel Fisika diberikan pada tahun 1940-1943 karena alasan politik dan perang dunia kedua.
  2. 1944 – Isidor Isaac Rabi: Isidor Rabi menerima Nobel Fisika untuk pengembangan resonansi magnetik, yang digunakan dalam spektroskopi dan penelitian nuklir.
  3. 1945 – Wolfgang Pauli: Wolfgang Pauli memenangkan Nobel Fisika untuk kontribusinya pada teori kuantum, terutama prinsip eksklusi Pauli, yang menjelaskan mengapa dua partikel identik tidak dapat menduduki keadaan kuantum yang sama secara bersamaan.
  4. 1946 – Percy Williams Bridgman: Percy Bridgman menerima Nobel Fisika untuk penemuan dan pengembangan metode untuk mengekstraksi tingkat tekanan yang sangat tinggi pada bahan, yang memungkinkan studi sifat-sifat bahan di bawah tekanan yang ekstrem.
  5. 1947 – Edward Victor Appleton: Edward Appleton memenangkan Nobel Fisika untuk penemuan lapisan ionosfer, lapisan atmosfer di atas troposfer yang memiliki ion terionisasi, yang penting untuk komunikasi radio jarak jauh.
  6. 1948 – Patrick Maynard Stuart Blackett: Patrick Blackett menerima Nobel Fisika untuk pengembangan metode pencitraan partikel kosmik, yang membantu memahami struktur atom dan evolusi bintang.
  7. 1949 – Hideki Yukawa: Hideki Yukawa memenangkan Nobel Fisika untuk penemuan meson, partikel subatomik yang bertanggung jawab untuk interaksi kuat dalam inti atom.
  8. 1950 – Cecil Powell: Cecil Powell menerima Nobel Fisika untuk pengembangan metode pencitraan partikel kosmik, terutama untuk penemuan partikel pi-meson.

5. Daftar Penerima Nobel Fisika dari tahun 1951 hingga 1961

Berikut adalah daftar lengkap penerima Nobel Fisika dari tahun 1951 hingga 1961 dan kontribusi mereka dalam bidang fisika:

  1. 1951 – John Cockcroft dan Ernest Walton:
    Mereka menerima Nobel Fisika untuk percobaan mereka pada pemecahan atom menggunakan percepatan partikel, yang memungkinkan studi sifat nuklir yang lebih mendalam.
  2. 1952 – Felix Bloch dan Edward Mills Purcell:
    Mereka menerima Nobel Fisika untuk pengembangan teknik spektroskopi nuklir, yang memungkinkan studi sifat magnetik nuklir.
  3. 1953 – Frits Zernike:
    Zernike memenangkan Nobel Fisika untuk penemuan mikroskop fase kontras, yang memungkinkan pengamatan detail yang lebih baik dari objek biologis di bawah mikroskop.
  4. 1954 – Max Born dan Walther Bothe:
    Mereka menerima Nobel Fisika untuk kontribusi mereka pada pengembangan teori dan metode pengukuran radiasi.
  5. 1955 – Willis Lamb dan Polykarp Kusch:
    Mereka menerima Nobel Fisika untuk pengukuran presisi yang sangat tinggi pada spektrum atom hidrogen, yang membantu memperbaiki pemahaman tentang struktur atom.
  6. 1956 – John Bardeen, Walter Brattain, dan William Shockley:
    Mereka menerima Nobel Fisika untuk penemuan transistor, yang menjadi dasar bagi teknologi elektronik modern.
  7. 1957 – Chen Ning Yang dan Tsung-Dao Lee:
    Mereka memenangkan Nobel Fisika untuk hipotesis mereka tentang pelanggaran simetri dalam fisika partikel, yang membantu menjelaskan mengapa interaksi antara partikel subatomik tidak selalu simetris.
  8. 1958 – Pavel Cherenkov, Il’ja Frank, dan Igor Tamm:
    Mereka menerima Nobel Fisika untuk penemuan radiasi Cherenkov, fenomena radiasi elektromagnetik yang dihasilkan oleh partikel bermuatan yang bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya dalam medium.
  9. 1959 – Emilio Segrè dan Owen Chamberlain:
    Mereka menerima Nobel Fisika untuk penemuan antiproton, partikel subatomik yang merupakan antibodi dari proton.
  10. 1960 – Donald Glaser:
    Glaser memenangkan Nobel Fisika untuk penemuan kamar gelembung, alat deteksi partikel subatomik yang di gunakan dalam eksperimen fisika partikel.
  11. 1961 – Robert Hofstadter dan Rudolf Mössbauer:
    Mereka menerima Nobel Fisika untuk pengembangan metode pengukuran spektroskopi nuklir menggunakan sinar gamma, yang memungkinkan studi sifat nuklir dengan presisi yang lebih besar.

Baca Juga: Etika Menurut Socrates

6. Daftar Penerima Nobel Fisika dari tahun 1962 hingga 1972

Berikut adalah daftar lengkap penerima Nobel Fisika dari tahun 1962 hingga 1972 beserta penjelasan singkat mengenai kontribusi mereka dalam bidang fisika:

  1. 1962 – Lev Landau dan Eugene Wigner:
    Mereka menerima Nobel Fisika untuk kontribusi mereka dalam teori fisika inti.
  2. 1963 – Eugene Paul Wigner, Maria Goeppert-Mayer, dan J. Hans D. Jensen:
    Mereka menerima Nobel Fisika untuk kontribusi mereka pada teori nuklir, terutama dalam menjelaskan struktur inti atom.
  3. 1964 – Charles Townes, Nicolay Basov, dan Aleksandr Prokhorov:
    Mereka menerima Nobel Fisika untuk pengembangan maser dan laser, teknologi yang menghasilkan sinar cahaya terfokus yang sangat terkonsentrasi.
  4. 1965 – Sin-Itiro Tomonaga, Julian Schwinger, dan Richard Feynman:
    Mereka menerima Nobel Fisika untuk pengembangan teori elektrodinamika kuantum, yang membantu menjelaskan interaksi antara partikel subatomik dan elektromagnetisme.
  5. 1966 – Alfred Kastler: Alfred Kastler memenangkan Nobel Fisika untuk penemuan spektroskopi optik yang di gunakan untuk mempelajari interaksi antara cahaya dan atom.
  6. 1967 – Hans Bethe:
    Bethe menerima Nobel Fisika untuk kontribusinya pada teori reaksi nuklir dalam bintang, yang membantu memperbaiki pemahaman tentang evolusi bintang dan produksi energi dalam alam semesta.
  7. 1968 – Luis Alvarez: Luis Alvarez memenangkan Nobel Fisika untuk kontribusinya pada pengembangan detektor partikel dan aplikasinya dalam penelitian kosmik.
  8. 1969 – Murray Gell-Mann:
    Murray menerima Nobel Fisika untuk kontribusinya pada pengembangan teori partikel subatomik, termasuk pengenalan partikel subatomik yang disebut kuark.
  9. 1970 – Hannes Alfvén dan Louis Néel:
    Mereka menerima Nobel Fisika untuk penemuan mereka dalam bidang magnetohidrodinamika, yang membantu memahami fenomena alam seperti medan magnet bumi dan atmosfer.
  10. 1971 – Dennis Gabor:
    Dennis Gabor memenangkan Nobel Fisika untuk penemuan holografi, teknologi yang memungkinkan penciptaan gambar tiga dimensi dari objek dengan bantuan cahaya.
  11. 1972 – John Bardeen, Leon Cooper, dan Robert Schrieffer:
    Mereka menerima Nobel Fisika untuk pengembangan teori superkonduktivitas, yang membantu menjelaskan fenomena kehilangan hambatan dalam penghantar listrik pada suhu rendah.

Itulah daftar penerima Nobel Fisika lengkap dengan hasil temuannya dari tahun 1962 sampai 1972.

7. Daftar Penerima Nobel Fisika dari tahun 1973 hingga 1983

Berikut adalah daftar penerima Nobel Fisika beserta penjelasannya dari tahun 1973 hingga 1983:

a. Tahun 1973 – Leo Esaki, Ivar Giaever, dan Brian Josephson:

Leo Esaki menerima Nobel Fisika untuk penemuannya pada fenomena tunel Esaki, yang melibatkan aliran elektron melalui lapisan tipis material yang di hambat oleh hambatan semikonduktor. Sementara Ivar Giaever menerima Nobel Fisika untuk penemuan tunel Giaever, yang melibatkan fenomena serupa tetapi dalam lapisan tipis logam. Kemudian, Brian Josephson menerima Nobel Fisika untuk prediksinya tentang efek Josephson, yaitu aliran superkonduktor tanpa hambatan melalui lapisan tipis isolator.

b. Tahun 1974 – Martin Ryle dan Antony Hewish:

Martin Ryle dan Antony Hewish menerima Nobel Fisika untuk pengembangan radioastronomi dan penemuan pulsar, yang merupakan sumber radiasi pulsasi periodik yang di temukan di langit.

c. Tahun 1975 – Aage Bohr, Ben Mottelson, dan James Rainwater:

Aage Bohr, Ben Mottelson, dan James Rainwater menerima Nobel Fisika untuk karya mereka dalam mengembangkan teori inti atom dan memahami bagaimana inti atom berinteraksi dengan partikel subatomik.

d. Tahun 1976 – Burton Richter dan Samuel C. C. Ting:

Burton Richter dan Samuel C. C. Ting menerima Nobel Fisika untuk penemuan partikel subatomik yang di sebut partikel charmed, yang membantu memahami struktur partikel subatomik dan menguji teori kuark.

e. Tahun 1977 – Philip W. Anderson, Nevill Mott, dan John H. van Vleck:

Philip W. Anderson, Nevill Mott, dan John H. van Vleck menerima Nobel Fisika untuk karya mereka dalam memahami fenomena kuantum dalam bahan padat, seperti konduktivitas elektrik dalam logam.

e. Tahun 1978 – Pyotr Kapitsa, Arno Penzias, dan Robert Wilson:

Pyotr Kapitsa menerima Nobel Fisika untuk karya mereka dalam studi suhu sangat rendah dan efek Kapitsa-Dirac, yaitu fenomena terkait dengan fluks termal elektron. Arno Penzias dan Robert Wilson menerima Nobel Fisika untuk penemuan radiasi latar belakang kosmik, yang di temukan secara tidak sengaja dalam studi radiasi mikrogelombang.

f. Tahun 1979 – Sheldon Glashow, Abdus Salam, dan Steven Weinberg:

Sheldon Glashow, Abdus Salam, dan Steven Weinberg menerima Nobel Fisika untuk teori mereka tentang interaksi elektrolemah, yang menyatukan dua interaksi dasar dalam fisika, yaitu interaksi elektromagnetik dan interaksi lemah.

g. Tahun 1980 – James Cronin dan Val Fitch:

James Cronin dan Val Fitch menerima Nobel Fisika untuk penemuan pelanggaran CP dalam partikel subatomik, yang membantu memahami mengapa materi dan antimateri tidak bertahan dalam jumlah yang sama di alam semesta.

h. Tahun 1981 – Nicolaas Bloembergen, Arthur Schawlow, dan Kai Siegbahn:

Nicolaas Bloembergen, Arthur Schawlow, dan Kai Siegbahn menerima Nobel Fisika untuk kontribusi mereka pada spektroskopi laser dan pengembangan teknik spektroskopi fotoelektron.

i. Tahun 1982 – Kenneth G. Wilson:

Kenneth G. Wilson menerima Nobel Fisika untuk pengembangan teori fisika statistik, yang menggambarkan sistem fisika yang kompleks dan memberikan cara untuk mengukur fenomena kuantum dalam sistem yang kompleks.

h. Tahun 1983 – Subrahmanyan Chandrasekhar dan William A. Fowler:

Subrahmanyan Chandrasekhar dan William A. Fowler menerima Nobel Fisika untuk karya mereka dalam memahami struktur dan evolusi bintang, termasuk teori kejadian supernova dan pembentukan elemen-elemen kimia di alam semesta.

Demikianlah daftar penerima Nobel Fisika beserta penjelasannya dari tahun 1973 hingga 1983.

Baca Juga: Isaac Newton – Fisikawan dan Matematikawan Inggris

8. Daftar Penerima Nobel Fisika dari tahun 1984 hingga 1994

Berikut adalah daftar penerima Nobel Fisika dari tahun 1984 hingga 1994 beserta penjelasan singkat tentang kontribusi mereka dalam bidang fisika:

a. Tahun 1984 – Carlo Rubbia dan Simon van der Meer:

Carlo Rubbia dan Simon van der Meer menerima Nobel Fisika untuk penemuan mereka dalam bidang partikel subatomik, terutama dalam pengembangan teknologi collider partikel yang memungkinkan studi mendalam tentang interaksi partikel subatomik.

b. Penerima Nobel Fisika Tahun 1985 – Klaus von Klitzing:

Klaus von Klitzing memenangkan Nobel Fisika untuk penemuan efek Hall kuantum, yang merupakan fenomena fisika yang di temukan pada bidang listrik terapan.

c. Tahun 1986 – Ernst Ruska dan Gerd Binnig:

Ernst Ruska dan Gerd Binnig menerima Nobel Fisika untuk penemuan mereka dalam bidang mikroskop elektron dan mikroskop gaya atom, yang memungkinkan pengamatan objek pada skala yang sangat kecil.

d. Penerima Nobel Fisika Tahun 1987 – J. Georg Bednorz dan K. Alex Müller:

J. Georg Bednorz dan K. Alex Müller menerima Nobel Fisika untuk penemuan superkonduktivitas pada material oksida tembaga, yang memungkinkan penghantar listrik tanpa hambatan pada suhu yang relatif lebih tinggi dari superkonduktor tradisional.

e. Tahun 1988 – Leon M. Lederman, Melvin Schwartz, dan Jack Steinberger:

Leon M. Lederman, Melvin Schwartz, dan Jack Steinberger menerima Nobel Fisika untuk kontribusi mereka pada penelitian partikel subatomik, terutama dalam penemuan neutrino muon.

f. Penerima Nobel Fisika Tahun 1989 – Norman F. Ramsey, Hans G. Dehmelt, dan Wolfgang Paul:

Norman F. Ramsey, Hans G. Dehmelt, dan Wolfgang Paul menerima Nobel Fisika untuk pengembangan teknologi penangkapan ion, yang memungkinkan pengukuran waktu dan frekuensi yang sangat akurat.

g. Tahun 1990 – Jerome I. Friedman, Henry W. Kendall, dan Richard E. Taylor:

Jerome I. Friedman, Henry W. Kendall, dan Richard E. Taylor menerima Nobel Fisika untuk kontribusinya pada pengembangan eksperimen partikel subatomik, yang membantu memahami struktur partikel subatomik.

h. Tahun 1991 – Pierre-Gilles de Gennes:

Pierre-Gilles de Gennes memenangkan Nobel Fisika untuk kontribusinya pada fisika bahan, terutama dalam pengembangan teori tentang materi lunak seperti cairan kristal, polimer, dan surfaktan.

i. Penerima Nobel Fisika Tahun 1992 – Georges Charpak:

Georges Charpak menerima Nobel Fisika untuk pengembangan teknologi detektor partikel yang sangat sensitif, yang memungkinkan pengamatan partikel subatomik dengan akurasi yang lebih tinggi.

j. Tahun 1993 – Russell A. Hulse dan Joseph H. Taylor Jr.

Russell A. Hulse dan Joseph H. Taylor Jr. menerima Nobel Fisika untuk penemuan pulsar biner, sistem bintang yang berisi dua neutron stars yang sangat dekat dan menghasilkan gelombang gravitasi.

k. 1994 – Bertram N. Brockhouse dan Clifford G. Shull:

Bertram N. Brockhouse dan Clifford G. Shull menerima Nobel Fisika untuk pengembangan teknik difraksi neutron, yang memungkinkan pengamatan struktur atom dan molekul dengan sangat detail. Teknik ini telah di gunakan dalam banyak bidang ilmu, termasuk fisika, kimia, biologi, dan material.

Itulah daftar penerima Nobel Fisika lengkap dengan hasil temuannya dari tahun 1984 sampai 1994.

9. Daftar Penerima Nobel Fisika dari tahun 1995 hingga 2005

Berikut adalah daftar penerima Nobel Fisika dari tahun 1995 hingga 2005 beserta penjelasan singkat tentang kontribusi mereka dalam bidang fisika:

a. Tahun1995 – Martin L. Perl dan Frederick Reines:

Martin L. Perl menerima Nobel Fisika untuk penemuan neutrino tau, sedangkan Frederick Reines menerima Nobel Fisika untuk penemuan neutrino. Kedua penemuan ini merupakan kontribusi besar pada bidang partikel subatomik.

b. Penerima Nobel Fisika Tahun 1996 – David M. Lee, Douglas D. Osheroff, dan Robert C. Richardson:

David M. Lee, Douglas D. Osheroff, dan Robert C. Richardson menerima Nobel Fisika untuk penemuan superfluiditas helium-3, fenomena fisika yang terjadi pada suhu sangat rendah.

c. Tahun 1997 – Steven Chu, Claude Cohen-Tannoudji, dan William D. Phillips:

Steven Chu, Claude Cohen-Tannoudji, dan William D. Phillips menerima Nobel Fisika untuk pengembangan teknik pendinginan dan penangkapan atom dengan laser, yang memungkinkan pengamatan dan manipulasi partikel dengan sangat detail.

d. Penerima Nobel Fisika Tahun 1998 – Robert B. Laughlin, Horst L. Störmer, dan Daniel C. Tsui:

Robert B. Laughlin, Horst L. Störmer, dan Daniel C. Tsui menerima Nobel Fisika untuk penemuan efek Hall kuantum fraksional, fenomena fisika yang terjadi pada bidang listrik terapan.

e. Tahun 1999 – Gerardus ‘t Hooft dan Martinus Veltman:

Gerardus ‘t Hooft dan Martinus Veltman menerima Nobel Fisika untuk kontribusinya pada teori partikel subatomik, khususnya dalam mengembangkan metode untuk menghitung sifat-sifat partikel subatomik dengan presisi tinggi.

f. Penerima Nobel Fisika Tahun 2000 – Zhores I. Alferov, Herbert Kroemer, dan Jack S. Kilby:

Zhores I. Alferov dan Herbert Kroemer menerima Nobel Fisika untuk pengembangan teknologi semikonduktor, terutama dalam pengembangan heterostruktur yang memungkinkan perangkat elektronik dengan kinerja yang lebih baik. Jack S. Kilby menerima Nobel Fisika untuk penemuan sirkuit terpadu, yang merupakan dasar dari teknologi elektronik modern.

g. Tahun 2001 – Eric A. Cornell, Wolfgang Ketterle, dan Carl E. Wieman:

Eric A. Cornell, Wolfgang Ketterle, dan Carl E. Wieman menerima Nobel Fisika untuk pencapaian mereka dalam memproduksi kondensat Bose-Einstein, fase materi yang terjadi pada suhu sangat rendah.

h. Penerima Nobel Fisika Tahun 2002 – Raymond Davis Jr. dan Masatoshi Koshiba:

Raymond Davis Jr. dan Masatoshi Koshiba menerima Nobel Fisika untuk kontribusinya pada deteksi neutrino yang berasal dari matahari, yang membantu memahami sifat dan asal-usul energi bintang.

i. Tahun 2003 – Alexei A. Abrikosov, Vitaly L. Ginzburg, dan Anthony J. Leggett:

Alexei A. Abrikosov, Vitaly L. Ginzburg, dan Anthony J. Leggett menerima Nobel Fisika untuk kontribusinya pada teori superkonduktor dan fenomena superfluida, yang melibatkan interaksi partikel dalam materi dengan sifat kuantumnya.

j. Penerima Nobel Fisika Tahun 2004 – David J. Gross, H. David Politzer, dan Frank Wilczek:

David J. Gross, H. David Politzer, dan Frank Wilczek menerima Nobel Fisika untuk kontribusinya pada teori kuat interaksi nuklir, yang menjelaskan bagaimana partikel-partikel subatomik bertindak pada skala subatomik.

k. Tahun 2005 – Roy J. Glauber, John L. Hall, dan Theodor W. Hänsch:

Roy J. Glauber menerima Nobel Fisika untuk kontribusinya pada teori kuantum cahaya, sedangkan John L. Hall dan Theodor W. Hänsch menerima Nobel Fisika untuk pengembangan teknik spektroskopi laser yang sangat presisi, yang memungkinkan pengamatan sifat atom dan molekul dengan sangat detail.

Itulah daftar penerima Hadiah Nobel dalam Bidang Fisika dari tahun 1995 hingga 2005.

10. Daftar Penerima Nobel Fisika dari tahun 2006 hingga 2016

Berikut ini adalah daftar Penerima Nobel Fisika beserta penjelasannya dari tahun 2006 hingga 2016:

a. Penerima Nobel Fisika Tahun 2006 – John C. Mather dan George F. Smoot

Mereka di anugerahi Nobel Fisika untuk penemuan mereka yang fundamental tentang radiasi latar belakang kosmis. Mereka menggunakan Cosmic Background Explorer (COBE), sebuah satelit Amerika Serikat, untuk mengumpulkan data yang menunjukkan bahwa radiasi latar belakang kosmis adalah jejak suara ledakan besar, atau Big Bang, yang terjadi sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu.

b. Tahun 2007 – Albert Fert dan Peter Grünberg

Mereka dianugerahi Nobel Fisika untuk penemuan mereka tentang efek GMR (giant magnetoresistance), yang memungkinkan pembacaan data yang lebih cepat dan lebih banyak pada hard drive dan perangkat penyimpanan data lainnya.

c. Penerima Nobel Fisika Tahun 2008 – Yoichiro Nambu, Makoto Kobayashi, dan Toshihide Maskawa

Mereka di anugerahi Nobel Fisika untuk penemuan mereka tentang pelanggaran simetri dalam fisika partikel dan konsekuensinya dalam teori fisika partikel. Yoichiro Nambu menerima setengah hadiah atas kontribusinya dalam penemuan simetri tersembunyi, sementara Makoto Kobayashi dan Toshihide Maskawa menerima setengah lainnya atas penemuan mereka tentang pelanggaran simetri dalam interaksi lemah dalam fisika partikel.

d. Tahun 2009 – Charles K. Kao, Willard S. Boyle, dan George E. Smith

Charles Kao di anugerahi setengah hadiah Nobel Fisika untuk penemuan dan pengembangan serat optik, yang memungkinkan pengiriman data jarak jauh dengan kecepatan tinggi. Sementara Willard S. Boyle dan George E. Smith menerima setengah lainnya untuk penemuan CCD (charge-coupled device), sensor digital yang di gunakan dalam kamera dan alat-alat pemindaian.

e. Penerima Nobel Fisika Tahun 2010 – Andre Geim dan Konstantin Novoselov

Mereka di anugerahi Nobel Fisika untuk penemuan mereka tentang grafen, sebuah bahan yang terdiri dari lapisan atom karbon tunggal yang memiliki sifat unik dan berpotensi untuk menghasilkan teknologi baru dalam berbagai bidang, termasuk elektronik, katalisis, dan material.

f. Tahun 2011 – Saul Perlmutter, Brian P. Schmidt, dan Adam G. Riess

Mereka di anugerahi Nobel Fisika untuk penemuan mereka bahwa ekspansi alam semesta sedang berakselerasi, bukan melambat seperti yang di harapkan, menggunakan pengamatan supernova yang jauh dan terang untuk mengukur jarak di antara bintang-bintang tersebut.

g. Penerima Nobel Fisika Tahun 2012 – Serge Haroche dan David J. Wineland

Mereka di anugerahi Nobel Fisika untuk penemuan dan pengembangan metode untuk mengukur dan memanipulasi sistem kuantum secara individu, yang memungkinkan pengujian dan pengembangan teori kuantum secara lebih akurat.

h. Tahun 2013 – Francois Englert (Belgia) dan Peter Higgs (Britania Raya) “untuk penemuan teoretis partikel subatomik, yaitu mekanisme Higgs”.

Pada tahun 1964, Englert dan Higgs (bersama-sama dengan beberapa fisikawan lainnya) merumuskan teori yang menjelaskan bagaimana partikel subatomik memperoleh massa. Teori ini melibatkan suatu partikel hipotetis yang di kenal sebagai boson Higgs. Pada tahun 2012, CERN di Swiss berhasil menemukan bukti eksperimental dari keberadaan boson Higgs, mengkonfirmasi teori Englert dan Higgs.

i. Penerima Nobel Fisika Tahun 2014 – Isamu Akasaki, Hiroshi Amano, dan Shuji Nakamura (Jepang/AS) “untuk penemuan lampu LED biru yang efisien”.

Akasaki, Amano, dan Nakamura berhasil mengembangkan lampu LED biru yang efisien pada tahun 1990-an. Teknologi ini memungkinkan produksi lampu LED yang lebih terang dan hemat energi, menggantikan teknologi lampu lama yang lebih tidak efisien.

j. Tahun 2015 – Takaaki Kajita (Jepang) dan Arthur B. McDonald (Kanada) “untuk penemuan transformasi neutrino”.

Kajita dan McDonald berhasil menemukan bahwa neutrino, partikel subatomik yang sangat ringan dan sangat sulit di deteksi, dapat berubah dari satu jenis ke jenis lain saat bergerak melalui ruang. Temuan ini mengubah pemahaman kita tentang bagaimana partikel dasar ini berinteraksi dan bergerak melalui alam semesta.

k. Penerima Nobel Fisika Tahun 2016 – David J. Thouless, F. Duncan Haldane, dan J. Michael Kosterlitz (Britania Raya/Amerika Serikat) “untuk penemuan teoretis dari transisi fase topologi dan materi topologis”.

Ketiga penerima Nobel Fisika pada tahun 2016-2016 di akui atas karya mereka dalam mempelajari sifat fisika bahan dalam bentuk topologi, yang merupakan cara untuk mengklasifikasikan objek geometris berdasarkan sifat-sifat dasarnya. Penemuan mereka telah mengarah pada penemuan bahan baru dengan sifat unik, termasuk isolator topologis yang dapat memungkinkan pengiriman informasi melalui sebuah bahan dengan sangat efisien dan keamanan yang lebih baik.

Itulah daftar lengkap penerima Hadiah Nobel dalam Bidang Fisika dari tahun 2006 hingga 2016.

11. Daftar Penerima Nobel Fisika dari tahun 2017 hingga 2022

Berikut adalah daftar penerima Hadiah Nobel dalam Bidang Fisika dari tahun 2017 hingga 2022:

a. Tahun 2017 – Rainer Weiss, Kip Thorne, dan Barry Barish (Amerika Serikat) “untuk deteksi gelombang gravitasi”.

Tiga penerima Nobel Fisika pada tahun 2017 di akui atas karya mereka dalam deteksi gelombang gravitasi, fenomena yang di jelaskan oleh Teori Relativitas Umum Albert Einstein. Mereka terlibat dalam proyek LIGO (Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory), yang berhasil mendeteksi gelombang gravitasi yang di hasilkan dari tabrakan dua lubang hitam pada tahun 2015.

b. Tahun 2018 – Arthur Ashkin (Amerika Serikat), Gerard Mourou (Prancis), dan Donna Strickland (Kanada) “untuk penemuan dalam bidang fisika laser”.

Arthur Ashkin di anugerahi untuk penemuan pinset optik dan penggunaannya untuk memanipulasi objek dengan cahaya. Gerard Mourou dan Donna Strickland di anugerahi untuk pengembangan teknik laser ultra-canggih yang di sebut chirped pulse amplification.

c. Tahun 2019 – James Peebles (Kanada), Michel Mayor (Swiss), dan Didier Queloz (Swiss) “untuk penemuan teoretis dan penemuan planet luar surya”.

James Peebles di anugerahi untuk kontribusinya pada teori kosmologi fisik, termasuk model Big Bang dan kosmologi fisik awal. Michel Mayor dan Didier Queloz di anugerahi untuk penemuan planet luar surya pertama yang berputar di sekitar bintang yang mirip dengan matahari kita.

d. Tahun 2020 – Roger Penrose, Reinhard Genzel, dan Andrea Ghez “untuk penemuan mereka tentang objek supermassive kompak yang mengendalikan pusat galaksi.”

Roger Penrose adalah seorang fisikawan dan matematikawan Inggris yang di anugerahi Nobel Fisika atas kontribusinya dalam bidang relativitas umum, khususnya penemuan tentang lubang hitam dan teori kosmologi siklik. Penemuan-penemuan ini telah memberikan kontribusi besar dalam pemahaman kita tentang struktur dan evolusi alam semesta.

Reinhard Genzel adalah seorang fisikawan dan astronom Jerman yang telah mengembangkan teknik observasi untuk melacak gerakan bintang di sekitar pusat galaksi. Penemuan ini memungkinkan untuk menemukan objek supermassive di pusat galaksi, termasuk lubang hitam supermassive, dan memberikan kontribusi besar dalam pemahaman kita tentang struktur galaksi.

Andrea Ghez adalah seorang fisikawan dan astronom Amerika Serikat yang juga terlibat dalam penelitian tentang gerakan bintang di sekitar pusat galaksi. Penemuan-penemuan ini telah memberikan kontribusi besar dalam memahami lubang hitam supermassive dan evolusinya.

e. Tahun 2021: Syukuro Manabe, Klaus Hasselmann, dan Giorgio Parisi “untuk kontribusi mereka dalam memahami perubahan iklim dan perubahan cuaca.”

Syukuro Manabe adalah seorang fisikawan atmosfer dan iklim Jepang yang mengembangkan model komputer untuk memprediksi efek pemanasan global pada akhir 1960-an. Dia bekerja di National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) di Amerika Serikat selama lebih dari 50 tahun, dan telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang perubahan iklim.

Klaus Hasselmann adalah seorang fisikawan Jerman yang telah mengembangkan metode matematika untuk mempelajari pola perubahan cuaca dan iklim. Dia terkenal karena penemuannya tentang spektrum pengaruh stokastik, yang memungkinkan untuk memprediksi pola perubahan cuaca dan iklim dalam jangka panjang.

Giorgio Parisi adalah seorang fisikawan Italia yang dianugerahi Nobel Fisika atas kontribusinya dalam bidang fisika teoritis. Parisi terkenal karena karya-karyanya dalam bidang fenomena kritis dan perambatan gelombang dalam sistem yang tidak teratur, dan dia telah memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika sistem kompleks dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.

g. Tahun 2022 – John F. Clauser, Alain Aspect, dan Anton Zeilinger.

Mereka menerima penghargaan ini atas kontribusinya dalam mengembangkan teknik-teknik baru untuk mengukur sifat-sifat kuantum dari partikel-partikel individual dan menguji fenomena terkait kuantum. Salah satu penemuan yang paling penting dari ketiganya adalah eksperimen dua celah, yang telah membantu mengukuhkan konsep dasar dari mekanika kuantum.

Eksperimen ini melibatkan penempatan sumber cahaya yang menghasilkan foton (partikel cahaya) di dekat dua celah kecil di layar. Setelah melewati celah, foton akan membentuk pola interferensi pada layar yang di tempatkan di belakang celah-celah tersebut. Pola interferensi yang di hasilkan oleh eksperimen dua celah ini menjadi bukti eksperimental yang sangat kuat dari sifat gelombang partikel dan fenomena superposisi yang mendasari prinsip dasar mekanika kuantum.

Selain itu, Clauser, Aspect, dan Zeilinger juga terlibat dalam pengembangan teknologi komunikasi kuantum dan pengembangan algoritma kuantum yang memiliki potensi untuk menghasilkan perhitungan yang jauh lebih cepat daripada komputer konvensional. Kontribusi mereka dalam bidang ini sangat penting karena dapat memicu revolusi dalam teknologi informasi dan telekomunikasi.

Itulah daftar lengkap penerima Hadiah Nobel dalam Bidang Fisika dari tahun 2017 hingga 2022.

Baca Juga: Sejarah Penemuan Atom

Baca Juga: Pemikiran Leonardo da Vinci

Sumber:

Demikian semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close