Budaya Positif Guru Penggerak

6 min read

Budaya Positif Guru Penggerak

HermanAnis.com – Teman-teman semua dalam kesempatan kali ini kita akan membahas satu topik dalam Program Guru Penggerak yakni Budaya Positif Guru Penggerak.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Baca Juga: Marketplace Guru: Kebijakan baru penerimaan Guru oleh Menteri Nadiem Makarim?

A. Apa itu Budaya Positif dalam Pendidikan Guru Penggerak?

Budaya positif adalah sikap, nilai, kepercayaan, dan praktik-praktik yang menciptakan lingkungan yang mendukung dan memotivasi orang untuk berkembang dan berkontribusi secara positif. Hal ini dapat di bentuk dalam keluarga, organisasi, tempat kerja, atau komunitas.

Budaya positif merujuk pada kumpulan norma, nilai, dan kebiasaan positif yang berkembang dalam suatu lingkungan, baik itu di tempat kerja, di sekolah, atau di masyarakat. Budaya positif mengacu pada sikap positif dan perilaku yang di dorong, seperti:

  • menghargai orang lain,
  • bekerja sama,
  • menghormati perbedaan,
  • berpikiran terbuka,
  • mengembangkan hubungan yang sehat, dan
  • fokus pada solusi.

Dalam budaya positif, orang-orang mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, dan keberhasilan di ukur tidak hanya dari sisi hasil akhir, tetapi juga dari kebahagiaan, kesejahteraan, dan pertumbuhan personal dan kolektif.

Budaya positif juga melibatkan praktik dan kebijakan yang memastikan lingkungan yang aman, mendukung, dan inspiratif, di mana anggota komunitas merasa nyaman dan terlibat secara aktif dalam kehidupan sekolah, kerja, atau masyarakat. Penciptaan budaya positif membutuhkan upaya bersama dari semua anggota komunitas, termasuk siswa, guru, staf, orang tua, dan pemimpin sekolah atau organisasi.

Membangun budaya positif adalah suatu hal yang penting karena dapat membantu meningkatkan kesejahteraan, kebahagiaan, dan kinerja individu dan kelompok, menciptakan lingkungan yang mendukung dan aman, serta membangun hubungan yang sehat dan harmonis di antara anggota komunitas.

Baca Juga: Pendampingan Individu Pendidikan Guru Penggerak

B. Ciri-ciri Budaya Positif Guru Penggerak

Budaya positif guru penggerak adalah budaya yang dibangun di sekolah atau lingkungan belajar yang mendorong dan mendukung pengembangan keterampilan dan pengetahuan guru dalam pengajaran dan pembelajaran.

Budaya positif menciptakan lingkungan yang memotivasi guru untuk belajar dan berkembang, serta berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dengan rekan-rekan mereka.

Berikut adalah beberapa ciri dari budaya positif guru penggerak:

1. Keterbukaan dan kerjasama

Budaya positif guru penggerak mendorong keterbukaan dan kerjasama antara guru, staf, dan siswa. Guru diizinkan untuk berbagi ide dan pengalaman mereka dengan rekan-rekan mereka dan diberi dukungan untuk berkembang dalam pengajaran dan pembelajaran.

2. Pengakuan dan penghargaan

Budaya positif guru penggerak juga menciptakan penghargaan dan pengakuan atas kontribusi dan kinerja guru dalam pengajaran dan pembelajaran. Ini menciptakan lingkungan yang positif dan memotivasi guru untuk terus meningkatkan kinerja mereka.

3. Berfokus pada siswa

Budaya positif guru penggerak menempatkan fokus pada siswa dan membantu guru dalam memahami kebutuhan individu siswa mereka. Guru didorong untuk menggunakan pendekatan yang beragam dan kreatif untuk memenuhi kebutuhan siswa mereka dan membantu mereka mencapai potensi belajar mereka yang penuh.

4. Dukungan dan pengembangan

Budaya positif guru penggerak juga memberikan dukungan dan pengembangan yang diperlukan untuk guru dalam pengajaran dan pembelajaran. Guru didorong untuk mengambil pelatihan dan pengembangan profesional untuk meningkatkan keterampilan mereka, dan diberi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan baru dalam kelas mereka.

5. Lingkungan yang aman dan positif

Budaya positif guru penggerak menciptakan lingkungan yang aman dan positif bagi guru dan siswa. Ini menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar dan membantu guru dan siswa dalam merasa nyaman dan dihargai di lingkungan belajar mereka.

Dengan membangun budaya positif guru penggerak, sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan mendukung untuk guru dan siswa. Budaya positif guru penggerak membantu guru dalam meningkatkan kinerja mereka dalam pengajaran dan pembelajaran, dan membantu siswa dalam mencapai potensi belajar mereka yang penuh.

Baca Juga: Pendidikan Inklusif di Indonesia

C. Apa pentingnya budaya positif di sekolah?

Budaya positif di sekolah sangat penting karena memiliki dampak yang besar pada kesejahteraan dan kinerja siswa, guru, staf, dan orang tua. Berikut adalah beberapa alasan mengapa budaya positif di sekolah sangat penting:

  1. Meningkatkan kesejahteraan siswa:
    Budaya positif dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa, membantu mereka merasa di hargai, di terima, dan terlibat dalam lingkungan belajar yang positif. Ini dapat membantu siswa merasa lebih bahagia dan lebih termotivasi dalam belajar.
  2. Meningkatkan kinerja siswa:
    Budaya positif dapat meningkatkan kinerja siswa karena mereka merasa lebih nyaman dan lebih termotivasi untuk belajar. Budaya positif juga dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial dan emosional, yang dapat membantu mereka berhasil dalam hidup.
  3. Meningkatkan kesejahteraan guru dan staf:
    Budaya positif dapat memberikan lingkungan kerja yang positif dan mendukung bagi guru dan staf sekolah. Hal ini dapat membantu mereka merasa lebih terlibat, di hargai, dan termotivasi dalam pekerjaan mereka, yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja mereka.
  4. Meningkatkan keterlibatan orang tua:
    Budaya positif dapat memotivasi orang tua untuk terlibat dalam kehidupan sekolah anak-anak mereka. Hal ini dapat membantu meningkatkan dukungan dan kerjasama antara orang tua dan sekolah, yang dapat meningkatkan kinerja siswa.
  5. Menciptakan lingkungan belajar yang aman dan positif:
    Budaya positif dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman dan positif bagi siswa dan guru. Ini dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan perilaku negatif, serta meningkatkan kepercayaan diri dan kebahagiaan semua anggota komunitas sekolah.

Dengan demikian, membangun budaya positif di sekolah sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan kinerja semua anggota komunitas sekolah, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan positif, dan membantu siswa meraih keberhasilan di masa depan.

Baca Juga: Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Peserta Didik

D. Apa yang harus di lakukan untuk membangun budaya positif di sekolah?

Membangun budaya positif di sekolah memerlukan komitmen dan kerja sama dari semua anggota komunitas sekolah, termasuk siswa, guru, staf, dan orang tua. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat di lakukan untuk membangun budaya positif di sekolah:

  1. Membuat visi dan misi yang jelas:
    Visi dan misi sekolah harus mencerminkan nilai-nilai positif seperti kesetaraan, inklusivitas, dan keterbukaan. Visi dan misi ini harus dikomunikasikan dengan jelas kepada semua anggota komunitas sekolah.
  2. Melibatkan semua anggota komunitas:
    Semua anggota komunitas sekolah harus di libatkan dalam membangun budaya positif. Ini bisa di lakukan melalui pertemuan kelompok, diskusi, atau kegiatan yang melibatkan semua anggota.
  3. Membuat aturan dan tata tertib yang jelas:
    Aturan dan tata tertib sekolah harus mencerminkan nilai-nilai positif dan harus diterapkan secara konsisten.
  4. Mendorong komunikasi terbuka dan keterbukaan:
    Budaya positif membutuhkan komunikasi terbuka dan keterbukaan antar anggota komunitas sekolah. Guru, siswa, dan orang tua harus merasa nyaman untuk berbicara dan menyampaikan masalah mereka.
  5. Mengadakan kegiatan positif:
    Mengadakan kegiatan positif seperti seminar, lokakarya, dan kegiatan sosial dapat membantu membangun ikatan antar anggota komunitas sekolah, serta memberikan kesempatan untuk belajar dan tumbuh bersama.
  6. Menerapkan penghargaan dan pengakuan:
    Mengakui dan menghargai kinerja dan kontribusi anggota dapat memotivasi dan meningkatkan kepercayaan diri mereka. Sekolah dapat memberikan penghargaan seperti sertifikat penghargaan atau hadiah, atau memberikan pujian secara langsung.
  7. Menggunakan pendekatan berbasis solusi:
    Sekolah harus mengadopsi pendekatan berbasis solusi untuk memecahkan masalah dan menghindari menyalahkan atau mengkritik anggota. Pendekatan ini harus memfokuskan pada pemecahan masalah dan mengajarkan siswa dan anggota komunitas untuk menjadi pemecah masalah yang baik.

Dengan melakukan langkah-langkah ini, sekolah dapat membangun budaya positif yang akan membantu meningkatkan kesejahteraan dan kinerja semua anggota komunitas.

Baca Juga: Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai nilai Kebajikan sebagai Pemimpin Pembelajaran

E. Contoh Kegiatan untuk Membangun Budaya Positif di Sekolah

Berikut ini adalah beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan untuk membangun budaya positif di Sekolah:

  1. Membuat kode etik sekolah
    Kode etik sekolah dapat membantu membangun kesadaran dan tanggung jawab siswa dan guru untuk bertindak secara positif. Kode etik ini dapat mencakup norma-norma yang mempromosikan saling menghormati, kerjasama, dan tanggung jawab.
  2. Program mentoring
    Program mentoring dapat membantu siswa merasa didukung dan terhubung dengan anggota komunitas sekolah. Mentoring dapat melibatkan siswa dari kelas yang lebih tinggi atau orang tua sebagai mentor, yang dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan akademik.
  3. Kegiatan kebersamaan
    Kegiatan kebersamaan seperti rekreasi, seminar, dan permainan dapat membantu membangun hubungan yang kuat antara siswa dan guru. Kegiatan ini dapat membantu memperkuat ikatan sosial, meningkatkan keterlibatan siswa, dan menciptakan lingkungan yang positif.
  4. Perayaan budaya
    Perayaan budaya dapat membantu mempromosikan keragaman dan toleransi di sekolah. Acara perayaan seperti Hari Kemerdekaan, Hari Kartini, Hari Raya Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru dapat mengundang siswa dari berbagai latar belakang untuk merayakan perbedaan dan belajar tentang budaya satu sama lain.
  5. Program penghargaan
    Program penghargaan dapat memberikan motivasi kepada siswa dan guru untuk mencapai kinerja terbaik mereka. Program penghargaan dapat mencakup sertifikat, hadiah, atau pengakuan di hadapan kelas atau seluruh sekolah.
  6. Pelatihan pengembangan diri
    Pelatihan pengembangan diri untuk siswa dan guru dapat membantu membangun keterampilan, pengetahuan, dan sikap positif. Pelatihan ini dapat mencakup pengembangan keterampilan sosial dan emosional, manajemen waktu, dan strategi belajar yang efektif.
  7. Pembinaan konseling
    Pembinaan konseling dapat membantu siswa mengatasi masalah pribadi, sosial, atau akademik yang dapat mempengaruhi kinerja mereka. Pembinaan konseling dapat memberikan dukungan dan bimbingan kepada siswa, sehingga mereka merasa lebih nyaman dan termotivasi dalam belajar dan hidup.

Dengan melakukan kegiatan-kegiatan ini, sekolah dapat membangun budaya positif yang mempromosikan kesejahteraan, kebahagiaan, dan kinerja yang baik bagi seluruh anggota komunitas sekolah.

Baca Juga: Refleksi Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara

F. Tantangan dalam Membangun Budaya Positif di Sekolah

Membangun budaya positif di sekolah adalah tugas yang tidak mudah. Beberapa tantangan yang mungkin di hadapi dalam membangun budaya positif di sekolah meliputi:

  1. Perbedaan budaya dan latar belakang siswa
    Dalam lingkungan sekolah yang beragam, mungkin sulit untuk mempromosikan budaya positif yang di terima oleh semua siswa. Budaya sekolah harus menghargai dan mempertimbangkan perbedaan budaya dan latar belakang siswa untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan positif bagi semua siswa.
  2. Tantangan kebijakan dan keuangan
    Kadang-kadang sulit untuk mengimplementasikan program yang membantu membangun budaya positif di sekolah karena keterbatasan anggaran atau kendala kebijakan. Oleh karena itu, perlu di pikirkan dengan kreatif untuk mencari solusi yang dapat di implementasikan dengan sumber daya yang tersedia.
  3. Keterbatasan waktu
    Banyak siswa, guru, dan staf memiliki jadwal yang padat, membuat sulit untuk menyelenggarakan kegiatan dan program yang dapat membantu membangun budaya positif. Oleh karena itu, perlu di pikirkan dengan baik untuk menyesuaikan program dan kegiatan yang di buat agar tidak membebani jadwal siswa dan guru.
  4. Kurangnya dukungan orang tua
    Terkadang orang tua tidak memiliki kesempatan atau keinginan untuk terlibat dalam upaya membangun budaya positif di sekolah. Oleh karena itu, sekolah perlu menemukan cara yang kreatif dan efektif untuk melibatkan orang tua dalam upaya membangun budaya positif.
  5. Rendahnya tingkat partisipasi siswa
    Tantangan lain adalah menarik minat dan partisipasi siswa dalam program dan kegiatan yang di adakan di sekolah. Perlu di pikirkan cara yang menarik bagi siswa untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang di adakan di sekolah.

Semua tantangan ini dapat di atasi dengan komitmen dan kerjasama yang kuat dari seluruh anggota komunitas sekolah. Dalam membangun budaya positif di sekolah, penting untuk melibatkan semua pihak dan mencari solusi yang inovatif dan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di sekolah.

Untuk file elektroniknya anda dapat dowload pada link berikut:

Budaya positif GP

Demikian semoga bermanfaat.

close
× How can I help you?
%d blogger menyukai ini: