Apa itu Pelangi?

6 min read

Apa itu Pelangi dan Bagaimana Proses Terjadinya Pelangi?

Hermananis.com – Teman-teman, semua pernah lihat pelangi kan! Nah, dalam tulisan ini, kita akan fokus membahas apa itu pelangi, kapan terjadinya, bagaimana proses terjadinya, dan jenis-jenis apa saja?

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja di pisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Pelangi atau rainbow merupakan salah satu Objek Pengamatan dalam IPA, dimana fenomena alam ini terjadi ketika ada butiran air hujan yang terkena cahaya matahari dan terurai menjadi warna-warna. Peristiwanya bisa terjadi saat hujan atau setelah hujan terjadi.

Mungkin ada yang bertanya mengapa pelangi muncul setelah hujan? sebenarnya tempat pelangi terbentuk masih dalam kondisi hujan, hanya saja biasanya tempat pengamat mengamati rainbow tersebut hujannya sudah selesai. Sehingga di anggaplah rainbow muncul setelah hujan.

Apakah setiap hujan terjadi selalu terbentuk pelangi? jawabannya tidak selalu. Karna untuk terbentuknya rainbow, diperlukan posisi yang pas antara arah datangnya sinar dengan butiran air hujan. Ada kondisi yang harus dipenuhi. Apa saja itu, berikut penjelasannya.

Apa itu Pelangi?

Mungkin ada yang bertanya, apa itu pelangi, terbentuk dari apa, atau dari mana datangnya pelangi itu? Pelangi merupakan suatu spektrum yang dihasilkan dari pembelokan cahaya putih (polikromatik) yang masuk melalui butiran air dan terdispersi menjadi cahaya berwarna warni (monokromatik). Di dalamnya terdapat tujuh warna dasar, antara lain merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Proses terbentuknya pelangi melibatkan proses refleksi, refraksi, dan dispersi cahaya dalam tetesan air yang menghasilkan spektrum cahaya yang muncul di langit. Rainbow biasanya bentuk busur melingkar berwarna-warni. Fenomena pelangi yang disebabkan oleh sinar matahari selalu muncul di bagian langit yang berhadapan langsung dengan matahari.

Rainbow terjadi karena sinar matahari mengenai tetesan air hujan di depan suatu titik pada sudut yang tepat (42 derajat). Rainbow juga dapat dilihat di sekitar kabut, semburan atau deburan air laut, atau air terjun.

Sehingga pengertian pelangi adalah peristiwa yang dihasilkan dari pembelokan dan pembiasan cahaya matahari berupa cahaya putih (polikromatik) yang masuk kedalam butiran air hujan dan kemudian terurai (terdispersi) menjadi cahaya berwarna warni (monokromatik) yakni merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Baca Juga: Macam macam Sendi

Kapan terjadinya pelangi?

Sering ada yang bertanya kapan pelangi muncul? Pelangi biasanya terjadi pada saat hujan, bukan sebelum dan setelah hujan. Tempat pelangi terbentuk masih dalam kondisi hujan, hanya saja bisanya tempat pengamat mengamati pelangi tersebut hujannya sudah selesai. Sehingga dianggaplah pelangi muncul setelah hujan.

Namun tidak semua peristiwa hujan dapat menghasilkan rainbow, ada syarat-syarat tertentu yang harus di penuhi agar cahaya matahari yang berwarna putih dapat terurai ketika melewati butiran air hujan.

Kenapa pelangi cepat hilang?

Kemudian, kenapa Kenapa pelangi cepat hilang? untuk menjawab ini teman-teman perlu paham bagaimana proses terjadinya pelangi. Ketika sinar matahari mengenai tetesan air hujan di depan suatu titik pada sudut yang tepat 42 derajat, maka akan terjadilah pelangi.

Peristiwa ini akan terjadi sepanjang kondisi tersebut terpenuhi. Biasanya peristiwa ini tidak berlangsung lama, ini sangat dipengaruhi oleh,

  1. durasi hujan, tentu semakin lama hujan terjadi kita akan mengamati rainbownya akan lebih lama.
  2. curah hujan yang terjadi, biasanya curah hujan yang dapat menghasilkan rainbow ketika gerimis.
  3. pergerakan atau perputaran bumi terhadap matahari, karena bumi berputar maka arah datangnya cahaya yang mengenai butiran air hujan akan berubah.

Mengapa pelangi berwarna warni?

Apabila cahaya matahari berwarna putih, mengapa pelangi berwarna-warni? Hal ini berkaitan dengan proses yang dispersi, yaitu fenomena terurainya suatu cahaya. Cahaya matahari tampak berwarna putih. Saat cahaya matahari mengenai dan di pantulkan oleh butiran air, cahaya akan terdispersi, lalu melebar sehingga terlihat warna-warni yang ada di rainbow

Pada proses refraksi, cahaya matahari menembus butiran air dan di pantulkan ke arah yang sedikit berbeda. Itulah yang di namakan refraksi cahaya. Setiap warna pada umumnya akan mengalami refraksi ke arah yang berbeda. Perbedaan arah cahaya tersebut di pengaruhi oleh panjang gelombang setiap cahaya. 

Hal itulah yang menyebabkan cahaya pelangi menyebar lalu melebar seperti kipas. Cahaya berwarna merah memiliki panjang sekitar 650 nanometer. Cahaya merah itu akan keluar sebagai warna terluar di lengkungan rainbow. Sementara, warna ungu memiliki panjang gelombang paling pendek sekitar 400 nanometer.

Contoh lainnya dari perbedaan arah refraksi cahaya adalah cahaya berwarna merah akan di pantulkan dari butiran air dengan sudut lengkungan yang lebih besar dari cahaya yang berwarna jingga. Proses refraksi cahaya tersebut membuat warna pelangi bisa berurutan dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Apa itu Pelangi dan Bagaimana Proses Terjadinya Pelangi?

Baca Juga: Fenomena Planet Sejajar: Jam berapa & apa dampaknya bagi bumi?

Bagaimana warna pelangi dapat terbentuk?

Mungkin ada yang bertanya bagaimana warna pelangi dapat terbentuk dengan warna sangat cantik? atau bagaimana proses fenomena timbulnya pelangi? Yaaa, sebenarnya warna-warna yang terbentuk itu berasal dari cahaya polikromatik dari cahaya matahari yang terurai menjadi warna-warni monokromatik yang cantik.

Selain itu, terdapat pantulan cahaya matahari oleh tetesan air di atmosfer. Sudut sinar cahaya yang sampai ke mata dari titik pertemuannya dengan tetesan air haruslah berada dalam kisaran tertentu dan jarak yang tepat. Dengan demikian, rainbow tampak berwarna-warni. 

Adanya variasi warna itu di sebabkan pembiasan “cahaya putih” dari matahari ketika memasuki tetesan. Sinar matahari mengandung campuran dari semua warna spektrum yang terlihat, yang tampak putih dalam bentuk aslinya.

Tepi tetesan bertindak sebagai prisma, sementara cahaya di pecah menjadi satu kontinum panjang gelombang yang meliputi spektrum cahaya tampak (sebesar 440 nanometer sampai 700 nanometer (nm), atau 4,4 hingga 7 × 10-7 m. 

Sinar itu di pantulkan dari sisi tetesan yang berbeda dari yang di masuki, lalu mereka mengambil berbagai sudut yang berbeda ke mata yang menunggu. Hal itu mengakibatkan panjang gelombang yang berbeda-beda. Panjang gelombang itulah yang kemudian dipersepsikan oleh otak manusia sebagai warna yang berbeda-beda.

Untuk menemukan pelangi, saat terbaik adalah tepat setelah hujan badai berakhir. Sebab, selama terjadinya badai awan cenderung menghalangi cahaya matahari. Setelah badai berakhir, tetesan air yang belum jatuh ke bumi dalam bentuk hujan akan cepat menguap. Tentu saja kamu juga butuh sinar matahari yang di pantulkan untuk melihat rainbow.

Matahari harus berada di belakangmu. Apabila kamu bisa melihat bayangan kepalamu sendiri, maka rainbow akan tampak pada arah bayangan.

Apa itu Pelangi dan Bagaimana Proses Terjadinya Pelangi?
Foto: scienceabc.com

Bagaimana Proses Terjadinya Pelangi?

Proses terjadinya rainbow bisa muncul karena adanya tiga proses yang terjadi, yaitu: refleksi, dispersi, dan refraksi. 

Refleksi

Refleksi menjadi tahapan pertama proses terbentuknya rainbow. Dalam proses ini butiran air yang berada di udara memantulkan cahaya ketika terkena sinar matahari. Jadi air-air yang ada di udara itu mirip seperti sebuah cermin. 

Hal itu sebenarnya menjawab mengapa terjadinya rainbow setelah turunnya hujan atau terjadi di wilayah air terjun. Ya, karena setelah hujan atau di wilayah air terjun ada sisa-sisa air yang berada di udara. Nah, butiran dari air itu kemudian memantulkan cahaya, atau yang di sebut dengan refleksi. 

Dispersi

Setelah refleksi, terjadi fenomena dispersi cahaya di mana cahaya matahari yang terlihat berwarna putih mengalami penguraian. Kemudian ketika cahaya dipantulkan oleh butiran air, cahaya akan terurai sehingga membentuk warna yang muncul di rainbow

Refraksi

Refraksi ini menjadi tahap terakhir proses terbentuknya cahaya. Proses ini terjadi ketika cahaya dari matahari mampu menembus butiran atau tetesan air dan kemudian memantul ke arah yang berbeda. Kemudian, setiap warna akan terpantul ke arah-arah yang berbeda tergantung pada gelombang cahaya. Proses inilah yang menjelaskan mengapa rainbow bisa berbentuk seperti kipas atau busur. 

Jenis-jenis Pelangi 

Dari Geo of Sky, setidaknya terdapat 9 jenis rainbow, diantaranya adalah,

  1. Pelangi Primer 
  2. Secondary Bow 
  3. Circular Rainbows
  4. Supernumerary Bows 
  5. Lunar Rainbow
  6. Red Rainbows
  7. Sundogs
  8. Fogbows
  9. Waterfall Rainbows

Penjelasan ke-sembilan jenis pelangi tersebut adalah:

Pelangi Primer 

Pelangi primer merupakan rainbow yang paling sering kita lihat. Hal ini terbentuk dari pembiasan dan pantulan internal sinar cahaya yang masuk ke dalam titik hujan.

Pelangi Primer 

Hasil warna dari rainbow primer dari dalam ke luar meliputi warna ungu, biru, hijau, kuning, oranye, dan merah. Pita merah membuat sudut 42 derajat dengan sinar matahari, sementara pita warna lainnya membuat sudut yang lebih kecil.

Circular Rainbows (Pelangi Melingkar)

Pelangi melingkar ini menjadi rainbow yang paling dikenal dan paling sering dijumpai dilukisan anak-anak. Rainbow melingkar ini berbentuk seperti busur lingkaran sempurna dengan radius tepat 42 derajat.

Circular Rainbows (Pelangi Melingkar)

Secondary Bow  (Pelangi Sekunder)

Sementara, rainbow lain yang penampakannya kurang intens adalah rainbow busur sekunder atau secondary bow. Rainbow jenis ini merupakan salah satu rainbow yang langka karena hanya akan muncul saat ada rainbow primer yang lebih dulu muncul. 

Secondary Bow  (Pelangi Sekunder)

Pelangi sekunder akan menampilkan warna yang tampak lebih redup dari rainbow primer serta menampilkan warna yang terbalik dari rainbow primer. Apabila kamu pernah melihat dua rainbow dengan intensitas warna yang berbeda, bisa jadi itu adalah jenis rainbow sekunder.  

Supernumerary Bows 

Pelangi supernumerary bows biasanya memiliki warna hijau, merah muda, dan ungu yang tampak dominan. Rainbow jenis ini terjadi saat terkena tetesan air hujan.

Lunar Rainbow 

Pelangi memang tidak hanya di sebabkan oleh matahari, melainkan juga bisa terjadi karena bulan, dan rainbow jenis itu di namakan lunar rainbow.

Rainbow itu hanya membutuhkan tetesan air dan sumber cahaya, misalnya bulan purnama yang cahayanya cukup terang. Cahaya tersebut dapat di biaskan oleh tetesan hujan seperti yang terjadi pada matahari.

Red Rainbows

Tidak seperti rainbow lain yang memiliki banyak warna, pelangi jenis red rainbow ini menampakkan warna yang di dominasi merah. Red rainbows biasanya muncul di pagi hari dan saat matahari terbenam di sore hari.

Red Rainbows

Ketebalan filter atmosfer bumi menjadi biru, kemudian terlihat lebih merah seperti tetesan cahaya oranye yang mencerminkan dan membiaskan air. Hasil akhirnya adalah rainbow dengan spektrum ujung merah.

Sundogs

Pelangi jenis ini biasanya muncul saat musim dingin dan cuaca terpantau cerah, dan rainbow sundogs biasa terjadi ketika matahari bersinar melalui kristal es yang tinggi di atmosfer.

Sundogs

Pelangi sundogs biasa menampilkan pantulan cahaya berwarna merah pada bagian dalam dan warna ungu di bagian luar, lalu di ikuti warna rainbow lainnya. Apabila konsentrasi kristal es di udara kian tebal maka struktur warna rainbow yang muncul juga kian tebal.

Fogbows

Penampakan pelangi fogbows atau busur kabut sulit di dapatkan dari rainbow lainnya. Sebab, rainbow jenis ini hanya akan terjadi saat jumlah parameter tertentu di sesuaikan untuk menciptakan rainbow fogbows.

Fogbows

Misalnya, sumber cahaya harus berada di belakang pengamat dan membumi. Selain itu, kabut di belakang pengamat juga harus sangat tipis sehingga sinar matahari bisa bersinar melalui kabut tebal di depan.

Waterfall Rainbows (Pelangi Air Terjun)

Pelangi air terjun atau waterfall rainbows adalah rainbow yang penampakannya jarang kita temui karena biasanya hanya dapat di lihat di atas air terjun.

Waterfall Rainbows (Pelangi Air Terjun)

Waterfall rainbows ini biasanya di dapati ketika kabut air terjun bercampur ke dalam aliran udara dengan konstan atmosfer terus-menerus.

Fire Rainbows

Jenis pelangi yang satu ini memang menjadi rainbow yang cukup asing didengar bahkan dilihat. Hal ini di sebabkan karena rainbow api tidak dapat dilihat dari lokasi dengan jarak lebih dari 55 derajat utara atau selatan.

Fire Rainbows (Pelangi Api)

Fenomena pelangi api ini tentu saja tidak terbuat dari api urbanreaders. rainbow api terjadi dalam kondisi spesifik tertentu seperti adanya awan cirrus yang bertindak seperti prisma yang harus ketinggiannya berada pada 20.000 kaki dan dengan pancaran sinar matahari yang matahari dalam keadaan menyorot yang berada pada ketinggian 58-68 derajat.

Sumber:

Demikian
Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *