Rumus Energi Potensial Pegas

Rumus Energi Potensial Pegas

HermanAnis.com. – Hai teman-teman semua, pembahasan kita kali ini masih pada topik Seri Fisika Dasar, yakni Rumus Energi Potensial Pegas.

Dalam keseharian kita, Pegas banyak digunakan sebagai:

  1. Ayunan bayi.
  2. Suspensi mobil.
  3. Perangkat mainan anak-anak seperti pistol mainan, mobil mainan, dan sebagainya.
  4. Sokbreker motor.
  5. Dan banyak lagi yang lain.

Namun, kita tidak akan membahas itu, kita akan fokus membahas Rumus Energi Potensial Pegas. Mungkin ada yang sudah hafal rumusnya, tapi apakah sudah paham mengapa rumusnya seperti itu?

Baca Juga: Contoh Penerapan Usaha dan Energi dalam Kehidupan Sehari hari

Mari kita mulai!

A. Rumus Energi Potensial Pegas

Perhatikan gambar di bawah ini!

Gambar Pegas untuk menentukan energi potensial pegas

Gambar (a) menunjukkan sebuah pegas dalam keadaan merenggang diam. Ketika sebuah beban di letakkan di atas pegas seperti pada gambar (b), maka pegas mengalami pengurangan panjang sebesar x.

Pegas mengalami pengurangan panjang akibat di tekan oleh gaya berat beban yang kita namakan FT. Gaya tekan FT ini, arahnya ke bawah seperti pada gambar (c).

Pada saat gaya FT bekerja, maka secara bersamaan, pegas memberikan gaya balasan sebesar Fp yang arahnya ke atas. Gaya Fp inilah yang di sebut sebagai gaya pegas.

Dari hasil eksperimen, di peroleh kesimpulan bahwa, besar gaya pegas Fp sebanding atau berbanding lurus dengan perubahan panjang pegas x. Adapun formulasi matematis atau rumus gaya pegas Fp ini di tuliskan dalam bentuk,

Fp = – k x

Dimana,
Fp = gaya pegas (N)
k = konstanta pegas (N/m), semakin besar konstanta pegas, maka semakin susah pegas untuk berubah panjangnya (semakin kaku).
x = perubahan panjang pegas (m), perubahan panjang pegas bisa bertambah, bisa juga berkurang.

Tanda minus pada rumus gaya pegas menunjukkan arah gaya pemulih yang berlawanan dengan gaya yang berkerja pada pegas, misalnya gaya tekan atau gaya tarik. Gaya pemulih ini di sebut juga sebagai gaya pegas.

Persamaan Fp di atas adalah persamaan hukum Hooke. Namun perlu teman-teman catat, rumus ini hanya berlaku jika pegas tidak di tekan/di tarik sampai melewati batas elastisitasnya (x tidak sangat besar)

Ketika Anda menekan atau menarik sebuah pegas, maka seolah-olah ada yang seolah-olah menahan, atau seperti ada yang melawan tarikan/tekanan yang Anda berikan.

Contoh konkretnya, misalnya, sebuah per atau pegas diletakkan di atas meja. Jika Anda meletakkan sebuah benda pada salah satu ujung pegas, lalu pegas itu Anda tekan, lalu bendanya Anda lepas, maka benda akan terlempar.

B. Gaya Pemulih

Kenapa benda bisa terlempar, padahal Anda sudah tidak memberikan gaya pada benda (sudah di lepakskan)?

Nah, sebenarnya pada saat Anda menekan pegas, Anda melakukan usaha untuk membuat pegas tertekan, dan sebaliknya pegas juga melakukan usaha untuk melawan tekanan yang Anda berikan. Atau anda memberikan energi kepada pegas.

Ketika Anda melepaskan bendanya, maka energi yang Anda berikan jadi nol. Sementara itu, energi yang di kerahkan pegas untuk melawan tekanan Anda masih ada, sehingga pegas akan mendorong (melemparkan) benda ke atas. Di sini ada transfer energi dan perubahan energi.

Selain itu, secara alamiah, pegas itu bersifat elastis. Ketika pegas di beri gaya, kemudian gayanya di hilangkan maka pegas akan selalu kembali bentuk semula. Gaya pada pegas yang selalu ingin membuat pegas kembali ke posisi semula di sebut gaya pemulih.

Sekarang kita lanjut bahas, bagaimana energi yang bekerja pada pegas ketika pegas meregang atau mengkerut!

Baca Juga: Contoh Soal Hukum Newton 2

C. Rumus Energi Potensial Pegas

Agar pegas dapat berubah panjangnya, maka pada pegas harus di kenai gaya. Ketika ada gaya yang bekerja pada pegas, maka gaya tersebut di lawan oleh gaya pemulih pegas. Gaya pemulih ini tadi, di sebut juga sebagai gaya pegas.

Untuk bekerja atau melakukan usaha, gaya memerlukan energi. Dalam konteks ini, energi yang di miliki pegas untuk perubahan panjang tertentu kita sebut sebagai Energi Potensial Pegas. Bagaimana rumus energi potensial pegas, mari kita bahas!

Kita mulai. Untuk menghitung Energi Potensial pegas ini, kita gunakan konsep usaha W. Rumusan persamaan usaha W secara umum adalah,

W = F . S

dalam konteks pegas, persamaannya menjadi,

W = Fp. x

Perlu diingat, konsep usaha (W = F.s) adalah ketika usaha itu dilakukan oleh gaya F yang konstan. Nah, dalam konteks gaya pegas, besar gaya Fp tidak konstan. Gaya Fp adalah variabel dari x.

Olehnya itu, maka rumus usahanya (W) menjadi,

Jika dilanjutkan, rumusnya menjadi,

Usaha pada pegas

Persamaan terakhir ini memberikan kita persamaan atau rumus energi potensial pegas yang di simbolkan sebagai Ep. Sehingga,

Rumus Usaha dan Energi

Persamaan ini juga mengkonfirmasi bahwa, bahwa usaha itu adalah perubahan energi. Usaha pada pegas adalah perubahan energi potensial pada pegas. Dengan demikian maka rumus energi potensial pegas adalah ,

Rumus Energi Potensial Pegas

Ep adalah energi potensial pegas.

Baca Juga: Rumus Cepat Rambat Gelombang

Terima kasih telah membaca artikel ini.
semoga bermanfaat.


Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca