Mengapa Matahari Disebut Sebagai Sumber Energi Terbesar Di Bumi?

Mengapa Matahari Disebut Sebagai Sumber Energi Terbesar Di Bumi?

HermanAnis.com. Teman-teman semua, pembahasan kita kali ini masih terkait dengan Energi, yaitu “Mengapa Matahari Disebut Sebagai Sumber Energi Terbesar Di Bumi?

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja di pisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Kebutuhan Energi Nasional

Sebelum kita membahas tentang Mengapa Matahari Di sebut Sebagai Sumber Energi Terbesar Di Bumi? kita tinjau dulu bagaimana kebutuhan energi kita di indonesia.

Saat ini kebutuhan energi, khususnya energi listrik (energi listrik adalah energi yang mudah di konversikan ke dalam bentuk energi yang lain) terus meningkat dengan pesat, bahkan di luar estimasi yang di perkirakan.

Sehingga, hal ini sudah selayaknya sebagai dampak meningkatnya seluruh aktivitas kehidupan yang menggunakan energi listrik.

Selama ini kebutuhan energi bahkan kebutuhan dunia masih mengandalkan minyak bumi sebagai penyangga utama kebutuhan energi. Sementara itu tidak dapat di hindarkan bahwa sumber energi ini semakin langka dan mahal harganya.

Masalah energi bagi Indonesia menjadi sangat penting mendapatkan penanganan karena:

  1. Lebih kurang 80 % kebutuhan energi di Indonesia di penuhi oleh minyak bumi (data 2002)
  2. Harga minyak dan Konsumsi minyak bumi yang cenderung meningkat dengan pesat setiap tahun.
  3. Banyaknya sumber-sumber alternatif di Indonesia yang perlu di kembangkan.

Pokok-pokok mengenai energi telah di cantumkan dalam Kebijakan Energi Nasional yang tujuan dari kebijakan tersebut adalah penghematan bahan bakar minyak bumi dan pengembangan sumber-sumber energi alternatif lainnya.

Untuk mengatasi hal itu selanjutnya presiden menekankan penghematan bahan bakar minyak dalam negeri terutama untuk kebutuhan yang tidak dapat di gantikan dengan bentuk energi yang lain. Seperti transportasi, feedstock industri dan lain-lain. Sehingga di perlukan pemanfaatan seoptimal mungkin sumber-sumber energi alternatif lain, seperti Tenaga Air, panas bumi, Tenaga Matahari dan sebagainya.

Dengan mempertimbangkan permasalahan-permasalahan energi tersebut maka di perlukan langkah-langkah serta strategi untuk pengembangan energi lebih lanjut seperti tertuang dalam Kebijakan Energi Nasional.

Baca Juga: Contoh Penerapan Usaha dan Energi dalam Kehidupan Sehari hari

6 Tujuan Kebijakan Energi Nasional

6 Tujuan Kebijakan Energi Nasional dapat di rumuskan:

  1. Pengadaan energi dalam negeri, mengusahakan tersedianya energi dalam negeri secara terus-menerus dalam jumlah dan mutu yang sesuai dengan kebutuhan dan harga yang terjangkau.
  2. Pengadaan energi untuk ekspor, mengusahakan tersedianya minyak, gas bumi, dan sumber energi lain untuk ekspor dengan harga yang paling menguntungkan dalam waktu cukup panjang.
  3. Penghematan penggunaan bahan bakar minyak, menggunakan bahan bakar minyak dengan cara yang sehemat-hematnya. Terutama untuk kebutuhan yang tidak dapat di ganti dengan bentuk energi lain seperti transportasi dan feedstock industri.
  4. Pengembangan sumber-sumber energi lainnya. Mengembangkan sumber energi yang terbarukan (dapat di ganti dan tidak habis di pakai) dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dan menggantikan sejauh mungkin pemakaian sumber-sumber energi yang tidak terbarukan (tak dapat di ganti dan habis dalam jangka waktu tertentu).
  5. Pelestarian Lingkungan. Mengembangkan sumber energi secara efisien dan bijaksana dengan memperhatikan dampak negatif dan meningkatkan dampak positif terhadap lingkungan pada pengadaan dan pemanfaatan energi.
  6. Menyediakan energi dan mengelola sumber daya energi yang dapat memperkuat ketahanan nasional. Dalam arti meningkatkan kemampuan dan ketangguhan bangsa Indonesia menghadapi masa depan dan mengurangu ketergantungan pada pemanfaatan energi dari luar negeri.

Untuk tercapainya tujuan tersebut perlu langkah-langkah kebijakan mengenai energi, yakni mengusahakan energi tidak habis terpakai sebagai pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri.

Baca Juga: Fenomena Planet Sejajar: Jam berapa & apa dampaknya bagi bumi?

Pola Upaya Kebijakan Energi

Sehingga, untuk memungkinkan tercapainya maka perlu di adakan berbagai langkah kebijakan yang di kelompokan dalam pola upaya sebagai berikut :

  • Intensifikasi
  • Konservasi
  • Indeksasi
  • Di versifikasi

Dari ke empat pola upaya yang terpenting adalah pola upaya Konservasi dan Di versifikasi :

  • Konservasi adalah uapaya penggunaan energi dengan lebih effisien dengan tidak mengurangi laju pertumbuhan pembangunan. Usaha ini harus di dukung dan di laksanakan semua sektor, rumah tangga, angkutan, prasarana, industri, petanian dan lain-lain. Prinsip ini perlu di terapkan oleh masyarakat dengan di tumbuhkan pengertian dan kesadaran tentang masalah energi, terutama tentang kelangkaan dan mengikuti gaya hidup hemat energi.
  • Di versifikasi adalah usaha strategis mengurangi ketergantungan dari minyak bumi dalam usaha memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Kecuali kebutuhan yang tidak dapat di ganti dengan bentuk energi yang lain seperti transportasi dan feedstock industri yang harus di lakukan penghematan yang se-hemat-hematnya dan menggantikan dengan jenis energi lain.

Diversifikasi akan meningkatkan penganekaragaman penggunaan berbagai jenis energi di dalam negeri. Salah satunya yang terpenting adalah pemanfaatan Tenaga Surya dengan mengguanakan sel surya. Prof TM Soelaiman membuat di agram konversi energi yaitu dengan membagi bahwa sumber asal utama energi adalah Matahari, Magma Bumi dan Nuklir.

Matahari Disebut Sebagai Sumber Energi Terbesar Di Bumi

Mengapa Matahari Di sebut Sebagai Sumber Energi Terbesar Di Bumi? Jawabannya adalah karena Matahari adalah sumber energi utama yang memancarkan energi yang luar biasa besarnya ke permukaan bumi. Pada keadaan cuaca cerah, permukaan bumi menerima sekitar 1000 watt energi matahari per-meter persegi.

Kurang dari 30 % energi tersebut di pantulkan kembali ke angkasa, 47% di konversikan menjadi panas, 23 % digunakan untuk seluruh sirkulasi kerja yang terdapat di atas permukaan bumi.

Sebagaian kecil atau sekitar 0,25 % di tampung angin, gelombang dan arus dan masih ada bagian yang sangat kecil 0,025 % di simpan melalui proses fotosintesis di dalam tumbuh-tumbuhan.

Energi matahari dapat di manfaatkan dengan berbagai cara yang berlainan bahan bakar minyak adalah hasil fotosintesis, tenaga hidro elektrik adalah hasil sirkulasi hujan tenaga angin adalah hasil perbedaan suhu antar daerah dan sel surya (sel fotovoltaik) yang menjanjikan masa depan yang cerah sebagai sumber energi listrik.

Karena sel surya sanggup menyediakan energi listrik bersih tanpa polusi, mudah di pindah, dekat dengan pusat beban sehingga penyaluran energi sangat sederhana serta sebagai negara tropis, Indonesia mempunyai karakteristik cahaya matahari yang baik (intensitas cahaya tidak fluktuatif) di banding tenaga angin seperti di negara-negara 4 musim.

Dalam keadaan cuaca yang cerah, sebuah sel surya akan menghasilkan tegangan konstan sebesar 0.5 V sampai 0.7 V dengan arus sekitar 20 mA. Ini berarti bahwa sebuah sel surya akan menghasilkan daya 0.6 V x 20 mA = 12 mW.

Jika matahari memancarkan energinya ke permukaan bumi sebesar 100W/m2 atau 100mW/cm2, maka bisa di bayangkan energi yang di hasilkan sel surya yang rata-rata mempunyai luas 1 cm2 di bandingkan dengan bahan bakar fosil (BBM) dengan proses fotosintesis yang memakan waktu jutaan tahun.

Dengan demikian maka jelas bahwa Matahari Disebut Sebagai Sumber Energi Terbesar di Bumi. Matahari merupakan sumber segala energi.

Upaya Pemanfaatan Energi Matahari di Indonesia – Mengapa Matahari Disebut Sebagai Sumber Energi Terbesar Di Bumi?

Indonesia yang merupakan daerah sekitar khatulistiwa dan daerah tropis dengan luas daratan hampir 2 juta km2, di karuniai penyinaran matahari lebih dari 6 jam sehari atau sekitas 2.400 jam dalam setahun.

Energi surya di muka bumi Indonesia mempunyai intensitas antara 0,6 -0,7 kW/m2, betapa melimpahnya energi yang sebagian besar terbuang sia-sia ini. Tantangan, bagaimana mengembangkan pemanfaatan sumber energi ini.

Bagi Indonesia upaya pemanfaatan energi surya mempunyai berbagai keuntungan yang antara lain adalah:

  • Energi ini tersedia dengan jumlah yang besar di Indonesia.
  • Sangat mendukung kebijakan energi nasional tentang penghematan, di versifikasi dan pemerataan energi.
  • Memungkinkan di bangun di daerah terpencil karena tidak memerlukan transmisi energi maupun transportasi sumber energi.

Teknologi ini masih relatif baru di Indonesia, hal ini di mungkinkan karena ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia masih sangat terpengaruh oleh teknologi dari negara-negara Barat yang pada umumnya negara-negara tersebut mempunyai 4 musim, sehingga kurang mendapatkan sinar matahari kalupun mendapat sinar namun dengan jumlah yang tidak terlalu besar.

Sedang di Indonesia seharusnya sel surya ini mendapatkan perhatian khusus, sebab Indonesia yang merupakan daerah tropis dan di daerah katulistiwa maka Indonesia mempunyai karakteristik angin yang kurang baik (sangat fluktuatif) di banding dengan karakteristik angin di negara –negara Barat namun sangat menguntungkan untuk energi matahari yang rata-rata mendapat sinar matahari 6 jam dalam sehari dengan cuaca yang sangat mendukung.

Kebanyakan rangka kaki modul sel surya di buat tetap (permanen) sehingga tidak dapat bergerak maka sel surya tidak bisa menghasilkan listrik secara optimal. Karena praktis dalam sehari hanya satu sampai dua jam saja posisinya tegak lurus (900) terhadap posisi matahari. Sehingga, di harapkan pemasangan modul sel surya menghadap ke barat untuk menampung sinar matahari pada jam 13.00 sampai 14.00 yang di anggap paling kuat.

Penjejak Matahari (Sun Seeker)

Agar panel sel surya tersebut senantiasa dapat menghadap dengan sudut 900 ke posisi matahari yang selalu berubah bisa di pasang sistem sun seeker yang akan membuat modul sel surya mengikuti jejak sinar matahari.

Peralatan ini menggunakan dua sensor, berupa komponen LDR yang di letakan sedemikian rupa dan di pisahkan oleh sebuah penguat, seperti yang di tunjukkan pada gambar 1.

Mengapa Matahari Disebut Sebagai Sumber Energi Terbesar Di Bumi?

Unsur-unsur utama dari sistem penjejak matahari ini adalah selisih anatara referens (set) dengan umpan. Balik yang merupakan error yang berasal dari dua sel photovolteic kecil di belakang yang di pisahkan dengan satu layer/tabir.

Sel yang di pasang sedemikian sehingga ketika sensor menghadap matahari, berkas cahaya dari celah akan menyinari kedua LDR atau cell.

LDR atau sel yang sebagai sumber arus dan yang di hubungkan pembalik polaritas dan menjadi masukan dari suatu Op. Amp. Jika salah satu LDR atau cell tertutup tabir/layer pemisah maka terdapat perbedaan arus dari dua sel.

Dan perbedaan arus tersebut akan di perbesar oleh Op Amp. Karena arus masing-masing LDR atau sel adalah sebanding dengan kekuatan penerangan yang menyinari LDR atau sel. Maka, ketika cahaya dari celah pemisah tidak terpusat atau bergeser akan mengakibatkan adanya selisih arus antara kedua LDR.

Sehingga hal ini sebagai suatu isyarat kesalahan, dan akan menjadi sinyal input dari amplifier, output dari Op. Amp.

Kesimpulan Mengapa Matahari Disebut Sebagai Sumber Energi Terbesar Di Bumi?

Mengapa Matahari Disebut Sebagai Sumber Energi Terbesar Di Bumi? Karena Sinar Matahari adalah merupakan sumber energi alternatif yang sangat penting. Oleh karena dengan menggunakan sel surya energi matahari dapat di ubah langsung menjadi energi listrik, selanjutnya dapat di ubah menjadi energi lain sesuai dengan kebutuhan.

Ini sehubungan dengan semakin langka dan mahalnya bahan bakar minyak sebagai penyangga utama energi. Mengingat Indonesia merupakan daerah tropis dan mempunyai iklim yang sangat menguntungkan untuk di kembangkan pemanfaatan energi surya ini seoptimal mungkin. Oleh karena energi matahari adalah lebih baik dari segi ekonomi, kelangsungan kelestarian dan amdalnya.

Untuk meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan sinar matahari di perlukan alat yang mampu mengikuti pergeseran matahari. Sehingga posisi modul sel surya selalu tegak lurus atau bersudut sembilan puluh derajat terhadap posisi matahari. Sistem kendali itu adalah sistem penjejak matahari (sun seeker).

Sumber:

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: