Mengapa Arab Saudi Puasa lebih Awal, padahal Waktu di Indonesia lebih Cepat 4 Jam?

2 min read

Mengapa Arab Saudi Puasa Lebih Awal Padahal Waktu di Indonesia Lebih Cepat 4 Jam?

HermanAnis.com. Mengapa Arab Saudi puasa lebih awal, padahal waktu di Indonesia lebih cepat 4 Jam, kenapa bisa? Artikel berikut ini akan mencoba menjawab pertanyaan ini.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Pemerintah Republik Indonesia resmi mengumumkan bahwa 1 Ramadhan 1443 H, jatuh pada hari Ahad, 3 April 2022, berbeda dengan yang di tetapkan oleh Muhammadiyah, yakni Sabtu, 2 April 2022. Sementara itu di Arab Saudi, 1 Ramadhan 1443 H di tetapkan pada Sabtu (2/4/2022).

Mengapa Arab Saudi Puasa Lebih Awal Padahal Waktu di Indonesia Lebih Cepat 4 Jam?
Sumber : ANTARA FOTO/Aji Styawan

Dengan demikian, maka terdapat perbedaan waktu awal puasa 1443 H antara Arab Saudi dan Pemerintah Republik Indonesia. Hal ini menimbulkan tanda tanya dari masyarakat di Indonesia, oleh karena, waktu di Indonesia lebih cepat 4 jam dari Arab Saudi.

Sebagai ilustrasi, jika waktu di Jakarta sekarang pukul 16.00 WIB maka di Arab Saudi baru pukul 12.00. Artinya waktu di Indonesia lebih cepat 4 Jam di banding Arab Saudi.

Sebagai informasi tambahan Metodologi untuk menentukan awal Ramadhan di perbarui secara berkala dengan aturan agama yang memperhitungkan kemajuan ilmiah. Pada 2015, Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka membuat perhitungan awal Idul Fitri yang tidak akurat setelah para astronom mengatakan pengamat mungkin melihat Saturnus daripada bulan baru, menyebabkan beberapa Muslim berbuka puasa lebih awal.

Pemerintah Arab Saudi akhirnya membayar Kaffarah, sumbangan untuk menebus puasa, atas nama penduduk dan warga negara itu. Artinya, kemungkinan kesalahan bisa saja terjadi. Namun, apakah di negara tercinta Indonesia ada ruang bagi yang memiliki kompetensi untuk mengujinya?

Mengapa Arab Saudi Puasa Lebih Awal Padahal Waktu di Indonesia Lebih Cepat 4 Jam?

Bagi anda yang pernah belajar Fisika, dipastikan hal ini akan memancing sejumlah pertanyaan. Kalau waktu di Indonesia lebih cepat 4 Jam, kenapa justru Arab Saudi duluan puasa Ramadhan, sementara kita di Indonesia harus menunggu sampai besok? Seharusnya awal puasa di Indonesia bisa lebih cepat.

Hmmm, untuk menjawab pertanyaan ini, kami telah merangkum beberapa alasan Mengapa Arab Saudi Puasa lebih Awal, padahal Waktu di Indonesia lebih Cepat 4 Jam?

Mengapa Arab Saudi Puasa lebih Awal dibandingkan di Indonesia?

  1. Perlu di ketahui bahwa yang menjadi ukuran dari penetapan penanggalan dalam Islam adalah penampakan bulan (qamariah), bukan matahari (syamsyiah atau GMT). Pergantian hari dalam Islam atau kalender Hijriah adalah setelah maghrib, bukan pukul 00.00 sebagaimana kalender Masehi (Gregorian). Kemudian, kalender Islam tidaklah berdasarkan matahari terbit, tetapi berdasarkan keterlihatan hilal (baik secara hisab maupun rukyat).
    Nah, hasil pemantauan dari Kemenag RI pada magrib 1/4/22, seluruh wilayah di Indonesia belum ada hilal (baik hisab ataupun rukyat). Sehingga awal Ramadhan di tetapkan pada hari Ahad, 3/4/22.
  2. Salah satu cara menentukan awal Ramadhan adalah dengan metode imkanur rukyah atau mengukur kemungkinan melihat hilal. Hilal akan terlihat jika di ketinggian 2 derajat. Untuk melihat hilal di gunakan 2 pendekatan yakni:
    Pertama, Wujudul Hilal.
    Jika saat matahari tenggelam d tanggal 29, hilal telah ada (wujud), maka besok berarti masuk tanggal 1. Jika Hilal belum wujud, berarti besok di tetapkan tanggal 30.
    Kedua, Rukyatul Hilal.
    Jika saat matahari tenggelam d tanggal 29, hilal terlihat, maka besok berarti masuk tanggal 1. Jika Hilal belum terlihat, berarti besok di tetapkan tanggal 30.
    Lalu bagaimana awal puasa di Arab Saudi bisa lebih cepat?
    Di Arab Saudi, matahari tenggelam jam 18:44 waktu Saudi, sedangkan di Jakarta, matahari tenggelam 17:44. Olehnya itu, ada selisih rentang waktu Shalat di Arab Saudi dan Jakarta sekitar 5 jam (4 jam + 1 jam). Ketika di Jakarta sudah maghrib, 5 jam kemudian di Saudi baru maghrib.
    Ketika matahari tenggelam di Indonesia, dan hilal belum wujud. Maka, nanti 5 jam kemudian di Arab Saudi, matahari baru tenggelam. Rentang waktu sekitar 5 jam inilah yang menyebabkan bulan sudah semakin tinggi di Arab Saudi.
    Di saat matahari tenggelam di Arab Saudi, kemungkinan besar hilal terlihat sangat besar, karena jauh lebih tinggi dibandingkan saat maghrib di Indonesia.
Mengapa Arab Saudi Puasa Lebih Awal Padahal Waktu di Indonesia Lebih Cepat 4 Jam?

Sumber:
moonsighting.com dan konsultasisyariah.com.

Demikian beberapa rangkuman yang mungkin bisa menjawab pertanyaan Mengapa Arab Saudi Puasa lebih Awal, padahal Waktu di Indonesia lebih Cepat 4 Jam?

Mudah-mudahan bermanfaat.
Selamat menunaikan ibadah Puasa 1443 H.





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: