Karakteristik Masalah yang digunakan Model PBL

Karakteristik Masalah yang digunakan Model PBL adalah

HermanAnis.com – Teman teman semua, pada kesempatan ini kita akan membahas Karakteristik Masalah yang digunakan Model PBL (Problem Based Learning). Karakteristik masalah yang di gunakan model pbl di antaranya adalah autentik, mudah di pahami, luas dan sesuai tujuan pembelajaran dan bermanfaat. PBL atau biasa juga di terjemahkan sebagai pembelajaran berbasis masalah.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Sebelum kita membahas Karakteristik masalah yang digunakan model pbl, terlebih dahulu kita bahas karakteristik dari Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) itu sendiri.

Baca Juga:
Sintaks PBL

A. Karakteristik Problem Based Learning (PBL)

1. Karakteristik Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menurut Barrow, Min Liu

Menurut Barrow, Min Liu, Karakteristik Model Pembelajaran PBL adalah:

  1. Learning is student-centered
    Proses pembelajaran dalam PBL lebih menitikberatkan kepadapeserta didik sebagai orang belajar. Oleh karena itu, PBL di dukung juga oleh teori konstruktivisme di mana peserta didik di dorong untuk dapat mengembangkan pengetahuannya sendiri.
  2. Authentic problems form the organizing focus for learning
    Masalah yang di sajikan kepada peserta didik adalah masalah yang otentik sehingga peserta didik mampu dengan mudah memahami masalah tersebut serta dapat menerapkannya dalam kehidupan profesionalnya nanti.
  3. New information is acquired through self-directed learning
    Dalam proses pemecahan masalah mungkin saja peserta didik belum mengetahui dan memahami semua pengetahuan prasyaratnya, sehingga peserta didik berusaha untuk mencari sendiri melalui sumbernya, baik dari buku atau informasi lainnya.
  4. Learning occurs in small groups
    Agar terjadi interaksi ilmiah dan tukar pemikiran dalam usaha membangun pengetahuan secara kolaborative, maka Problem Based Learning di laksanakan dalam kelompok kecil. Kelompok yang di buat menuntut pembagian tugas yang jelas dan penetapan tujuan yang jelas.
  5. Teachers act as facilitators.
    Pada pelaksanaan Problem Based Learning, guru hanya berperan sebagai fasilitator. Namun, walaupun begitu guru harus selalu memantau perkembangan aktivitas peserta didik dan mendorong peserta didik agar mencapai target yang hendak di capai

Baca Juga:
TPACK adalah

Karakteristik Masalah yang digunakan Model PBL adalah

2. Karakteristi PBL menurut Tan

Karakteristik Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menurut Tan di antaranya :

  1. Masalah di gunakan sebagai awal pembelajaran.
  2. Biasanya, masalah yang di gunakan merupakan masalah dunia nyata yang di sajikan secara mengambang.
  3. Masalah biasanya menuntut perspektif majemuk. Solusinya menuntut peserta didik menggunakan dan mendapatkan konsep dari beberapa ilmu yang sebelumnya telah di ajarkan atau lintas ilmu ke bidang lainnya.
  4. Masalah membuat peserta didik tertantang untuk mendapatkan pembelajaran di ranah pembelajaran yang baru.
  5. Sangat mengutamakan belajar mandiri (self directed learning).
  6. Memanfaatkan sumber pengetahuan yang bervariasi, tidak dari satu sumber saja.
  7. Pembelajarannya kolaboratif, komunikatif, dan kooperatif. Peserta didik bekerja dalam kelompok, berinteraksi

B. Karakteristik Masalah yang digunakan Model PBL

Ciri atau Karakteristik yang paling utama dari model pembelajaran Problem Based Learning yaitu di munculkannya masalah pada awal pembelajarannya. Menurut Arends berbagai pengembangan pengajaran berdasarkan masalah telah memberikan model pengajaran itu memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Pengajuan pertanyaan atau masalah. Karakteristik Masalah yang di gunakan Model PBL adalah
    • Autentik, yaitu masalah harus berakar pada kehidupan dunia nyata peserta didik, dari pada berakar pada prinsip-prinsip disiplin ilmu tertentu.
    • Jelas, yaitu masalah di rumuskan dengan jelas, dalam arti tidak menimbulkan masalah baru bagi peserta didik yang pada akhirnya menyulitkan penyelesaian peserta didik,
    • Mudah di pahami, yaitu masalah yang di berikan harusnya mudah di pahami peserta didik dan di sesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik,
    • Luas dan sesuai tujuan pembelajaran. Luas artinya masalah tersebut harus mencakup seluruh materi pelajaran yang akan di ajarkan sesuai dengan waktu, ruang, dan sumber yang tersedia, dan
    • Bermanfaat, yaitu masalah tersebut bermanfaat bagi peserta didik sebagai pemecah masalah dan guru sebagai pembuat masalah.
  2. Berfokus pada keterkaitan antar disiplin ilmu. Masalah yang di ajukan hendaknya melibatkan berbagai disiplin ilmu
  3. Penyelidikan autentik (nyata). Dalam penyelidikan peserta didik menganalisis dan merumuskan masalah, mengembangkan dan meramalkan hipotesis, mengumpulkan dan menganalisis informasi, melakukan eksperimen, membuat kesimpulan, dan menggambarkan hasil akhir.
  4. Menghasilkan produk dan memamerkannya. Peserta didik bertugas menyusun hasil belajarnya dalam bentuk karya dan memamerkan hasil karyanya.
  5. Kolaboratif. Pada model pembelajaran ini, tugas-tugas belajar berupa masalah di selesaikan bersama-sama antar peserta didik.

C. Model rumusan masalah yang dapat digunakan Model PBL

Khusus dalam pembelajaran sains, terdapat tiga model rumusan masalah yang dapat digunakan Model PBL, yakni:

  1. Masalah terkait hubungan antara variabel. Contoh model masalah atau rumusan masalah yang akan diselesaikan dalam pembelajaran model PBL dapat dibuat dalam pertanyaan yang menghubungkan antara variabel manipulasi/bebas dengan variabel respon/terikat. Contohnya:
    • Bagaimana hubungan antara jarak tempuh dengan waktu tempuh?
    • Bagaimana hubungan antara kedalaman dengan tekanan hidrostatis jika massa jenis zat konstan?
    • Bagaimana hubungan antara tegangan listrik dan kuat arus listrik jika besar hambatan konstan?
  2. Masalah terkait pertanyaan tentang nilai suatu besaran. Contohnya:
    • Berapa besar konstanta pegas?
    • Berapa besar kalor jenis es?
    • Berapa besar hambatan kawat penghantar?
  3. Masalah terkait pertanyaan tentang suatu proses/prinsip suatu fenomena sains. Contohnya:

Namun teman-teman perlu ingat bahwa, masalah yang digunakan dalam PBL hendaknya masalah yang bersifat kontekstual, dan dapat diselesaikan dalam pembelajaran.

Baca Juga: Langkah Langkah Model Pembelajaran Inkuiri

Daftar Rujukan

  • Duch, B. J., Groh, S. E, & Allen, D. E. (Eds.). (2001). The power of problem-based learning. Sterling, VA: Stylus.
  • Barret, Terry (2005). Understanding Problem Based Learning. [online].Tersedia pada: https://trepo.tuni.fi/bitstream/handle/10024/65679/understanding_problem_based_learning_2006.pdf?sequence=1 [09 – 08 -2021]
  • Waters, R and McCracken, M. Assessment and Evaluation In Problem Based Learning. Georgia Intitute of Technoloy : Georgia. Tersedia pada: https://ieeexplore.ieee.org/document/635894/ [08 – 08 -2021]
  • Liu, Min. (2005). Motivating Students Through Problem-based Learning. University of Texas : Austin. Tersedia pada: https://authorzilla.com/xjJVD/motivating-students-through-problem-based-learning-sullivan [02-08-2021]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: