Jenis jenis Variabel Penelitian

Jenis jenis variabel Penelitian 1

HermanAnis.com – Teman-teman semua, dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang satu topik dalam penelitian atau metodologi penelitian yakni jenis jenis variabel penelitian. Variabel merupakan hal-hal yang menjadi obyek penelitian yang di tatap dalam suatu kegiatan penelitian, untuk menunjukkan variasi, kuantitatif dan kualitatif.

Baca Juga: Jenis Jenis Penelitian

A. Jenis jenis Variabel Penelitian menurut Ahli atau Pakar

Berikut adalah beberapa jenis variabel dalam metode penelitian yang diakui oleh para ahli atau pakar beserta rujukannya:

  1. Variabel Independen
    Variabel independen adalah variabel yang di anggap sebagai penyebab atau faktor yang mempengaruhi variabel dependen.
    Referensi:
    Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research Methods for Business: A Skill Building Approach (7th ed.). Wiley.
  1. Variabel Dependen
    Variabel dependen adalah variabel yang di pengaruhi atau di ukur sebagai respons terhadap perubahan dalam variabel independen.
    Referensi:
    Kumar, R. (2019). Research Methodology: A Step-by-Step Guide for Beginners (5th ed.). SAGE Publications.
  1. Variabel Kontrol
    Jenis variabel kontrol ini adalah variabel yang dimasukkan dalam penelitian untuk mengontrol atau meminimalkan pengaruhnya terhadap hubungan antara variabel independen dan variabel dependen.
    Referensi:
    Neuman, W. L. (2013). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches (7th ed.). Pearson.
  1. Variabel Moderator
    Variabel moderator adalah variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, serta mengubah kekuatan dan arah hubungan tersebut.
    Referensi:
    Baron, R. M., & Kenny, D. A. (1986). The moderator-mediator variable distinction in social psychological research: Conceptual, strategic, and statistical considerations. Journal of Personality and Social Psychology, 51(6), 1173-1182.
  1. Variabel Intervening atau Mediasi
    Variabel intervening adalah variabel yang berada di antara variabel independen dan variabel dependen dalam suatu hubungan sebab-akibat, dan menjelaskan mekanisme atau proses di antara keduanya.
    Referensi:
    Baron, R. M., & Kenny, D. A. (1986). The moderator-mediator variable distinction in social psychological research: Conceptual, strategic, and statistical considerations. Journal of Personality and Social Psychology, 51(6), 1173-1182.
  1. Variabel Konstan
    Variabel konstan adalah variabel yang tidak berubah selama proses penelitian dan tetap konsisten.
    Referensi:
    Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research Methods for Business: A Skill Building Approach (7th ed.). Wiley.

Penting untuk dicatat bahwa penggunaan terminologi dan klasifikasi variabel dapat bervariasi di antara para ahli. Sumber referensi yang di sebutkan memberikan panduan yang lebih rinci dan informasi tambahan terkait jenis-jenis variabel dalam metode penelitian.

Baca Juga: Populasi dan Sampel Penelitian

B. Variabel Penelitian dan Contohnya

Jenis jenis Variabel Penelitian

Baca Juga: Langkah-langkah Pengembangan Instrumen Penelitian Pendidikan

Dalam tulisan ini, kita hanya akan membahas beberapa jenis variabel penelitian beserta contohnya yakni:

  1. Variabel independen
  2. Variabel dependen
  3. Variabel moderator
  4. Variabel intervening
  5. Variabel Kontrol

Baca Juga: Hipotesis Penelitian Bidang Pendidikan

1. Variabel independen

Variabel ini merupakan variabel stimulus, prediktor, atau anteceden, variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).

Selain itun variabel independen juga merupakan variabel dalam penelitian yang di anggap sebagai penyebab atau faktor yang mempengaruhi variabel dependen. Variabel independen adalah variabel yang dapat di ubah atau dimanipulasi oleh peneliti dalam rangka menguji pengaruhnya terhadap variabel dependen.

Dalam desain penelitian eksperimental, peneliti sengaja memanipulasi variabel independen untuk melihat apakah perubahan dalam variabel tersebut menyebabkan perubahan dalam variabel dependen. Variabel independen juga dapat di sebut sebagai variabel prediktor atau variabel penyebab.

Contoh:

Misalnya, dalam sebuah penelitian tentang pengaruh latihan fisik terhadap tingkat kebugaran, variabel independen dapat menjadi jenis latihan fisik yang di berikan kepada partisipan penelitian. Peneliti dapat memilih untuk memberikan latihan kardiovaskular kepada satu kelompok dan latihan kekuatan kepada kelompok lainnya. Dalam hal ini, jenis latihan fisik (kardiovaskular atau kekuatan) adalah variabel independen yang dapat di kontrol dan dimanipulasi oleh peneliti.

2. Variabel dependen

Variabel dependen adalah variabel dalam penelitian yang merupakan hasil atau respons yang di amati atau diukur sebagai akibat dari perubahan atau pengaruh variabel independen. Selain itu, variabel dependen juga merupakan variabel yang nilainya bergantung pada variabel independen yang sedang diteliti.

Dalam penelitian, variabel dependen di gunakan untuk mengukur efek atau dampak dari perubahan pada variabel independen. Tujuan utama dari penelitian adalah untuk memahami bagaimana perubahan dalam variabel independen dapat mempengaruhi variabel dependen.

Contoh:

Misalnya, dalam penelitian tentang pengaruh latihan fisik terhadap tingkat kebugaran, variabel dependen dapat menjadi tingkat kebugaran fisik yang di ukur pada partisipan penelitian. Peneliti dapat menggunakan tes kebugaran, seperti tes berlari atau tes kekuatan otot, untuk mengukur tingkat kebugaran fisik partisipan setelah mereka menjalani latihan fisik. Dalam hal ini, tingkat kebugaran fisik adalah variabel dependen yang tergantung pada jenis latihan fisik yang di berikan sebagai variabel independen.

3. Variabel moderator

Variabel moderator adalah variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Dalam konteks penelitian, variabel moderator memoderasi atau mengubah kekuatan dan arah hubungan antara variabel independen dan variabel dependen.

Peran variabel moderator adalah untuk mengklarifikasi konteks atau kondisi di mana hubungan antara variabel independen dan variabel dependen terjadi atau berubah. Variabel moderator dapat memperjelas apakah hubungan antara dua variabel tersebut kuat atau lemah, positif atau negatif, atau bahkan tidak ada hubungan sama sekali dalam beberapa kondisi tertentu.

Contoh:

Misalkan ada penelitian yang mengeksplorasi hubungan antara stres (variabel independen) dan kinerja kerja (variabel dependen). Namun, peneliti juga ingin melihat apakah tingkat dukungan sosial (variabel moderator) mempengaruhi hubungan tersebut.

Dalam kasus ini, variabel dukungan sosial berperan sebagai variabel moderator. Penelitian dapat menunjukkan bahwa hubungan antara stres dan kinerja kerja berbeda tergantung pada tingkat dukungan sosial yang di terima. Mungkin dalam kondisi tinggi dukungan sosial, hubungan antara stres dan kinerja kerja menjadi lebih lemah, sementara dalam kondisi rendah dukungan sosial, hubungan tersebut menjadi lebih kuat.

Variabel moderator membantu kita memahami konteks atau faktor-faktor yang dapat memodifikasi hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, dan memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang hubungan yang ada dalam suatu penelitian.

Baca juga: Perbedaan Metode Kualitatif dan Kuantitatif

4. Variabel intervening

Variabel intervening, yang juga di kenal sebagai variabel mediasi, adalah variabel yang berada di antara variabel independen dan variabel dependen dalam suatu hubungan sebab-akibat. Nah, variabel intervening ini berperan sebagai mekanisme yang menjelaskan bagaimana atau mengapa variabel independen mempengaruhi variabel dependen.

Variabel intervening menerangkan jalur kausal antara variabel independen dan variabel dependen, dan dapat membantu dalam memahami proses atau mekanisme di balik hubungan tersebut.

Contoh:

Misalkan ada penelitian yang menyelidiki hubungan antara tingkat pendidikan (variabel independen) dan pendapatan (variabel dependen). Penelitian ini juga mempertimbangkan variabel intervening yaitu tingkat keterampilan (variabel intervening).

Dalam kasus ini, variabel intervening tingkat keterampilan dapat menjelaskan bagaimana tingkat pendidikan dapat mempengaruhi pendapatan. Lebih tinggi tingkat pendidikan seseorang, cenderung memiliki keterampilan yang lebih baik, yang pada gilirannya dapat membuka peluang pekerjaan yang lebih baik dan mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi.

Dengan memasukkan variabel intervening tingkat keterampilan dalam analisis, penelitian dapat memahami bahwa pengaruh pendidikan terhadap pendapatan sebagian di jelaskan oleh peran keterampilan yang di miliki individu.

Variabel intervening membantu dalam memahami proses yang terjadi antara variabel independen dan variabel dependen, dan membantu menjelaskan bagaimana variabel independen berkontribusi terhadap variabel dependen melalui variabel-variabel perantara tersebut.

5. Variabel Kontrol

Variabel yang di kendalikan atau di sebut konstan sehingga pengaruh variabel independen terhadap dependen tidak di pengaruhi oleh faktor luar yang tidak di teliti. Digunakan bila akan melakukan penelitian yang bersifat membandingkan.

Variabel kontrol adalah variabel yang di masukkan dalam penelitian untuk mengontrol atau meminimalkan pengaruhnya terhadap hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Olehnya itu, variabel kontrol di gunakan untuk memastikan bahwa perubahan dalam variabel dependen di sebabkan oleh variabel independen yang di teliti, bukan oleh faktor-faktor lain yang tidak di kendalikan.

Variabel kontrol sering kali merupakan faktor-faktor yang di ketahui atau di duga memiliki hubungan dengan variabel dependen dan perlu di jadikan pertimbangan dalam analisis.

Contoh:

Misalnya, dalam penelitian tentang hubungan antara tingkat pendidikan (variabel independen) dan pendapatan (variabel dependen), ada beberapa variabel kontrol yang perlu di perhatikan, seperti usia, jenis kelamin, pengalaman kerja, atau lokasi geografis.

Dalam penelitian tersebut, usia, jenis kelamin, pengalaman kerja, dan lokasi geografis adalah contoh variabel kontrol. Usia, tingkat kecerdasan, tingkat kedisiplinan, dll, adalah variabel karena antara individu yang satu dengan lain itu terdapat variasi atau perbedaan.

Demikian, semoga bermanfaat.


Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca